Jumat, 20 Januari 2012

Mentan Lalai Proteksi Bawang Merah















SOLO.
Menteri Pertanian dinilai gagal memproteksi produksi bawang merah dalam negeri. Hal itu tercermin dari banyaknya bawang merah impor yang masuk ke pasaran di saat petani sedang panen raya.

Penilaian itu dikemukakan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima di sela-sela mendampingi Menteri Perdagangan Gita Wiryawan berkunjung ke Pasar Gede, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (20/1).

"Saat ini semua sentra produksi bawang merah di Tanah Air sedang panen raya. Seharusnya Menteri Pertanian segera mengirim surat permintaan proteksi ke Menteri Perdagangan agar impor bawang merah dihentikan. Tanpa itu, berarti Menteri Pertanian lalai dan sama saja membunuh petani bawang," tegasnya.

Aria mengatakan bawang merah termasuk dalam kategori komoditas bebas. Artinya, setiap saat memang bisa diimpor. Tetapi itu bukan berarti sama sekali tidak bisa dilakukan proteksi terhadap produksi dalam negeri.

Kementerian Pertanian tinggal menghitung berapa kebutuhan bawang merah nasional. Kalau memang sudah tercukupi oleh produksi dalam negeri, impor bisa dihentikan. "Aturan WTO membolehkan hal itu, kalau tujuannya untuk melindungi produksi dalam negeri," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Menteri Pertanian semestinya memiliki kalkulasi yang tepat, kapan musim panen raya tiba berikut database jumlah produksi dan konsumsi dalam negeri. Sehingga upaya proteksi bisa dilakukan tepat waktu. "Kalau dibebaskan seperti ini, komoditas pertanian kita akan kalah oleh negara lain yang harganya jauh lebih murah. Walau rasanya tetap unggul produk dalam negeri," ujar Aria.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar