Senin, 30 Januari 2012

Berita Pertanian : Bawang Impor Asal China dan India Banjiri Batam














BATAM.
Bawang impor asal China dan India membanjiri Batam. Akibatnya, bawang lokal di pasaran setempat tidak diminati karena harganya lebih tinggi.

"Harganya yang murah membuat masyarakat lebih memilih bawang impor walaupun kualitas bawang lokal jauh lebih baik," kata pedagang di Pasar Tos 3.000 Kota Batam, Amrizal, Selasa (31/1).

Ia mengatakan, harga bawang merah impor sekitar Rp5 ribu per kilogram, sementara bawang putih Rp7 ribu per kilogram. Sementara harga bawang merah lokal Rp13-14 ribu per kilogram dan bawang putih lokal Rp10-12 ribu per kilogram.

"Masyarakat tidak begitu berminat membeli bawang lokal karena harganya hingga dua kali lipat dibanding bawang impor," kata dia.

Ia mengatakan, harga barang lokal yang mahal sangat dipengaruhi cuaca. Bila cuaca sedang tidak bagus sering kali pasokan dari Jawa terhambat dan mengakibatkan harganya melambung hingga Rp30 ribu per kilogram.

"Pasokan yang tidak menentu membuat harganya berubah-ubah. Namun bila dibanding bawang impor harganya selalu lebih tinggi," kata dia.

Zulaikah, pedagang lain mengatakan terdapat perbedaan antara bawang lokal dan bawang impor.

Bawang merah lokal, kata dia, berwarna lebih merah dan cenderung lebih kecil di banding bawang impor. Demikian juga dengan bawang putih yang lebih kecil dan lebih kering bila dibanding bawang impor.

"Bawang lokal jauh lebih bisa disimpan lama dibanding bawang impor yang cepat busuk," kata dia.

Pertengahan Januari 2012, ribuan petani bawang merah dari Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal serta Kabupaten Cirebon berunjuk rasa di depan Pasar Bawang Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Mereka menuntut pemerintah menghentikan impor bawang merah. Impor mengakibatkan harga bawang merah lokal anjlok hingga Rp2.000 per kilogram.

Harga tersebut jauh di bawah titik impas biaya produksi, yaitu sekitar Rp5.000 per kilogram. Harga rendah sudah berlangsung sekitar enam bulan terakhir.

"Sebagai pedagang kami hanya menjual barang yang diminati konsumen saja, bila harus ada kebijakan penghentian impor untuk melindungi petani lokal kami juga mendukung," kata Zulaikah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar