Kamis, 14 Maret 2013

SBY: Masalah Bawang, Jangan Lempar Tanggung Jawab!

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegur para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang belum mengambil langkah yang lebih serius dalam mengatasi permasalahan kenaikan harga bawang. Presiden menyangkan sikap para menteri yang malah saling menyalahkan dalam mengatasi gejolak harga pangan yang menjadi pembicaraan di masyarakat.

“Saya belum melihat langkah-langkah yang lebih serius, dan nyata dan kemudian masalah itu bisa diatasi oleh jajaran pemerintahan terkait. Saya malah mendengar seperti saling menyalahkan, dari satu kementerian ke kementerian yang lain. Ini buruk,” kata SBY seperti dikutip dari situs Setkab, Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Presiden juga meminta para menteri segera atasi masalah melonjaknya harga pangan. Selain wakil negara, presiden juga mengundang pimpinan daerah, gubernur, bupati dan wali kota, dan kemudian stabilisasi agar bisa mengatasi masalah ini.

“Tidak boleh begini. Ketika ada krisis harga pangan dan harga minyak pada 2008 meluas, karena itu global, bermalam-malam, berhari-hari  kita bekerja. Saya pimpin langsung. Kalau tingkatannya masih seperti ini, hanya tiga komoditas yang mengalami kenaikan tidak wajar, selesaikan. Jangan tidur kalau perlu, sampai selesai,” tegas dia.

SBY menambahkan, saat terjadi krisis harga seperti saat ini, rakyat memerlukan kepastian dan solusi kementerian terkait, lembaga-lembaga terkait. "Saya mendengarnya bahkan dalam talk show, seminar, bukan itu. Tapi kerja nyata, duduk bersama dengan kementerian terkait, dan kemudian solusinya apa," katanya.

"Jangan bersilat lidah di depan pers, carikan solusinya, atasi, dan kemudian hasilnya terbukti ada. Kalau saudara merasa tidak klop, bawa ke tempat saya, nanti saya putuskan. Tai sebenarnya saya masih yakin saudara-saudara bisa mengatasi dengan cara bekerja sama, duduk bersama," tambah dia.

Menurut SBY, harga-harga komoditas pangan naik, teori yang paling awal, yang paling sederhana adalah karena ada yang tidak pas antara penawaran dan permintaan itu saja.

"Jangan berdebat, berbantahan tentang data, harus satu. Kalau harganya membumbung tinggi, there's something wrong. Jangan bersilat lidah, saling salah-menyalahkan, dan kemudian rakyat mengirim SMS banyak sekali Pak SBY tolong turun tangan untuk bawang merah dan bawang putih,” pesan Presiden. (mrt)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar