Minggu, 10 Maret 2013

Petani Belum Gunakan Call 135 untuk Pemupukan

Medan. Layanan Call 135 untuk pemupukan spesifik lokasi belum banyak digunakan petani di Sumatera Utara (Sumut). Selama ini, dalam melakukan pemupukan, petani hanya menggunakan kebiasaannya atau menanyakannya ke kios yang menjual pupuk. Menurut Ketua Kelompok Tani Fajar di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai, Untung, tidak banyak petani yang mengetahui layanan tersebut. "Kebanyakan petani kalau mau tahu soal pemupukan, ya tanya langsung ke kios yang menjual pupuk," katanya, Jumat (8/3) di Medan.

Dirinya sebagai ketua kelompok tani sudah mengetahui adanya layanan Call 135 dan sudah menyosialisasikannya ke anggota. Namun demikian, sepengetahuannya banyak petani yang tidak melakukannya dan lebih memilih menggunakan kebiaasan selama ini dalam menggunakan pupuk pada tanamannya atau bertanya ke kios penjualan pupuk.

Padahal, lanjut dia, jika petani menghubungi layanan Call 135, petani dapat mengetahui sendiri berapa kebutuhan pupuk yang tepat untuk tanaman padi sawahnya.

Seorang petani padi di Desa Klumpang, Tanjung Sari Pasar 3, mengaku tidak mengetahui apapun mengenai layanan Call 135. Dikatakan, jika ia tidak mengetahui tentang jenis, ataupun ukuran pupuk yang digunakan, dirinya bertanya kepada sesama petani lainnya. "Saya tak pernah menelpon ke 135, saya juga tak tahu. Di sini, penyuluhnya pun tak pernah memberitahukannya," ungkapnya.

Sebelumnya, Haris Syahbudin dari Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) menjelaskan, layanan Call 135 merupakan bentuk pelayanan dari Kementan kepada petani guna memberikan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi.

Dengan menghubungi ke saluran 135, melalui kartu Telkomsel, petani tidak dikenai biaya apapun untuk mengetahui informasi mengenai pemupukan di lahan sawahnya. Petani, cukup menjawab beberapa pertanyaan sederhana yang berhubungan tentang lahan, produksi padi sebelumnya dan musim yang sedang berlangsung.

Jika semua jawaban sudah terjawab, petani tinggal menunggu rekomendasi pemupukan untuk lahannya yang akan dikirimkan lewat pesan (SMS). Dalam pesan berisi rekomendasi pemupukan spesifik lokasi tersebut, berisi tentang jenis pupuk yang digunakan, takaran/ukuran pupuk, dan waktu pemberian pupuk.

Sebagai contoh, kata dia, untuk lahan seluas 0,1 hektare, untuk musim hujan dengan teknik budidaya yang baik, pupuk yang diberikan sebanyak 13 kg phonska 0 - 14 hari setelah tanam (HST), 6 kg urea pada 24 - 28 HST, dan terakhir 6 kg urea pada 35 - 39 HST.

"Caranya sangat mudah, yang pasti harus menggunakan Telkomsel, silakan telpon ke nomor 135, gratis, jawab beberapa pertanyaan, petani akan dikirimi sms berisi rekomendasi pupuk yang dibutuhkan," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar