Kamis, 07 Maret 2013

Punya 71 Varietas Benih, Tapi Indonesia Rajin Impor Kedelai

Jakarta . Indonesia ternyata memiliki 71 varietas atau benih kedelai unggul yang siap dikembangkan. Namun ironisnya, banyak varietas unggul tersebut tak ditanam karena petani enggan menanamnya.
Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Maman Suherman mengaku optimis pemerintah bisa mencapai target produksi kedelai hingga 1,5 juta ton pada tahun ini. Namun, angka tersebut masih belum mencukupi kebutuhan yang diperkirakan mencapai 2,3 juta ton per tahun. Sebagai catatan tahun lalu produksi kedelai Indonesia tak lebih dari 800.000 ton.

"Perkiraan kita tahun ini produktivitas bisa mencapai 1,5 juta ton. Kebutuhan Indonesia sendiri perkiraan sampai 2,3 juta ton. Berarti ya sisanya masih defisit," ungkap Maman di Jakarta, Rabu (6/3). Maman mengatakan, lemahnya produktivitas tersebut dipicu karena kurang bergairahnya petani menanam kedelai. Karena menurut Maman, untuk bertani kedelai, petani tak banyak mendapatkan untung karena harga kedelai yang rendah.

"Karena motivasi petani untuk menanam kedelai itu rendah, kenapa, karena pada saat panen raya harga di bawah biaya produksi. Biaya produksi itu per kg Rp 5.000, kadang-kadang Rp 4.000, di Aceh itu Rp 3.000," papar Maman.

"Jadi kenapa varietas banyak tapi petani enggan. Ya itu, karena saat panen raya harganya murah," katanya lagi. Dikatakan Maman, selain itu, faktor kurangnya lahan pun menjadi salah satu pemicu kurangnya produktivitas kedelai dalam negeri, hingga berujung pada praktik impor komoditi tersebut. (df)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar