Kamis, 07 Maret 2013

Penuh Masalah, Produksi Pisang Barangan Sumut Menurun

Medan. Produksi pisang barangan Sumatera Utara (Sumut) tahun ini diperkirakan menurun dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan petani mulai beralih pisang banten karena dinilai lebih banyak peminatnya.
Kasubbag Program Dinas Pertanian Sumut, Lusiantiny mengatakan, penurunan produksi tersebut menyentuh angka 15,49%. Di tahun 2011 misalnya, produksinya mencapai 429.627,9 ton.

Sedangkan di tahun 2012, berkurang menjadi 363.060,7 ton. "Beberapa petani mulai beralih ke pisang banten, bahkan ada juga yang berlaih bertanam salak pondoh," katanya, Rabu (6/3) di Medan.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan petani pisang barangan beralih. Misalnya harga jual pisang yang kadang rendah, hingga di bawah Rp 5.000 per sisir. Dengan harga tersebut, sedikit keuntungan yang bisa dinikmati petani. Jika pun terjadi kenaikan, lanjutnya, yang menikmati umumnya pedagang.

Padahal, selama ini pisang barangan asal Sumut, yang sentranya berada di Deliserdang dan Serdang Bedagai, sudah berhasil menembus pasaran internasional seperti di Singapura, Malaysia dan Brunei. "Sebenarnya potensinya sangat bagus, jadi akan sayang sekali kalau sampai terus berkurang," katanya.

Penyebab lain yang membuat petani beralih ke tanaman lain, serangan hama dan fusarium sangat berpengaruh terhadap kemauan petani mempertahankan tanamannya. "Masih adanya serangan fusarium ini yang menyulitkan petani," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Petani Buah dan Hortikultura Deliserdang, Nasional Ginting di Dusun Kampung Dalam, Desa Talun Kenas, Kecamatan STM Hilir, mengatakan serangan hama penyakit dan virus pada pisang barangan memang memusingkan petani.

Pasalnya, serangannya bisa membuat jelas membuat produksi pisang barangan menurun. Banyak tanaman pisang barangan petani yang terserang penyakit  Bunchy Top, yang mana pertumbuhannya tidak maksimal sehingga kerdil. "Kalau sudad kerdil, mana bisa lagi tumbuh, ini sudah dihitung mati, lagi pula harus dimusnahkan," katanya.

Selain  itu, ada juga serangan penyakit jamur fusarium. Jamur ini, kata dia, yang menyebabkan daun pelepah pisang mengering satu per satu jika tidak segera dimusnahkan bisa merembet ke pelepah lainnya. Dalam skala yang lebih kritis, bisa menyebabkan pokok mengalami kematian dan menular ke pokok lainnya. "Karena itu, kalau sudah ada fusarium, kita langsung memusnahkannya, biar tidak  sampai menular ke pokok lainnya," tambahnya.

Ia mengakui, saat ini beberapa petani mulai beralih ke tanaman lain seperti pisang varietas lain ataupun tanaman lain seperti salak pondoh, bahkan beberapa petani juga menggantinya dengan kelapa sawit. "Kami pun di sini terus mengimbau petani pisang agar merawat tanamannya agar tidak diserang penyakit ataupun jamur. Sehingga produksi bisa tetap tinggi dan harga jualnya pun meng

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar