Jumat, 01 Juni 2012

Harga Bawang Merah Naik, Jabar Terkena Inflasi

BANDUNG - Kenaikan harga bawang merah memicu inflasi di Jawa Barat pada Mei 2012. Bahkan, bawang merah juga memengaruhi inflasi secara nasional.

"Bawang merah berandil besar terhadap inflasi Mei di Jabar. Tetapi bawang merah juga menjadi komoditas yang memengaruhi inflasi di daerah lain di Indonesia," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar Anggoro Dwitjahyono, di kantor BPS Jabar, Jalan PHH Mustopa, Bandung, Jumat (1/6/2012).

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Gema Purwana mengatakan,  Indeks Harga Konsumen (IHK) Jabar pada Mei 2012 mengalami inflasi sebesar 0,03 persen. IHK Jabar meliputi tujuh kota, yaitu Bandung, Cirebon, Tasik, Bekasi, Bogor, Sukabumi, dan Depok.

Anggoro melanjutkan, minimnya pasokan bawang merah membuat harga bawang naik. Penyebab minimnya pasokan awang merah sendiri belum diketahui. "Bawang merah memberi andil inflasi sebesar 0,13 persen," sebutnya.

Naiknya harga bawang merah terkait dengan kenaikan 140 komoditas lain seperti rokok kretek (0,03 persen), mie dan telur ayam ras masing-masing (0,02 persen), kue kering berminyak, petai, sawi hijau (0,01 persen).

Sedangkan komoditas mengalami deflasi sebanyak 50 komoditas di antaranya beras, minyak goreng, cabe rawit, bayam, daging ayam ras, cabai merah dan lainnya. Untuk beras, jelas Anggoro, mengalami deflasi karena saat ini masih musim panen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar