Selasa, 08 Mei 2012

Ekonomi BSM Tertarik Biayai UMKM Pertanian

BANDUNG. Bank Syariah Mandiri (BSM) tertarik menggelontorkan dana untuk pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada sektor pertanian.

"Sudah lama kita meminta kepada Bank Indonesia BI maupun Dewan Syariah Nasional (DSN) untuk disediakan produk-produk pertanian untuk kalangan menengah ke bawah, UMKM di bidang pertanian. Bukan di bidang industri pertanian yang besar-besar," ujar Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM) Yuslam Fauzi, di Bandung, Senin (7/5).

Menurut Yuslam, masih banyak kalangan petani menengah ke bawah yang membutuhkan pembiayaan bank syariah untuk mengembangkan usahanya, mengingat besarnya basis pertanian Indonesia. Hal tersebut disadari betul oleh BSM namun hingga kini pihaknya masih terkendala pada bagaimana membuat produk yang tepat dan saling menguntungkan.

Apa pasal, Yuslam mengungkapkan hal yang harus dimengerti dalam membiayai petani adalah return tidak bisa diberikan dalam periode waktu yang cepat. Ia mencontohkan penanaman sawit hingga bisa dipanen membutuhkan waktu sekitar 4 tahun.

Selama periode waktu tersebut bank tidak bisa hanya berdiam diri menunggu hasil, sebab bank masih mempunyai kewajiban untuk memberikan return kepada penabung atau deposan.

"Bank syariah butuh produk yang di bank konvensional itu bernama interets during construction atau interest during plantation, bunga sepanjang masa belum panen. Di bank konvensional ada produk seperti itu, nah di bank syariah itu belum ada," katanya.

Terkait apakah produk di bank konvensional bisa diterapkan pada bank syariah, Yuslam menilai hal itu bisa saja dilakukan.

"Saya bukan aliran yang namanya syariah harus beda dengan konvensional. Apalagi syariah ini industri yang masih sangat muda. Ketika kita belum bisa menciptakan sesuatu sendiri ya kita ikut saja apa yang sudah ada di konvensional. Itu ada kaidahnya, memelihara apa yang sudah baik dan mengembangkan apa yang sudah baik," jelasnya.

Mengenai formulasi produk yang tepat, BSM berharap ada pencerahan dari BI ataupun DSN. "Ya saya kira semakin cepat semakin bagus," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar