Kamis, 25 April 2013

Sektor Pertanian Kontributor Terbesar Kedua Setelah Industri

Medan. Sosialisasi Sensus Pertanian (ST-2013) yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tebingtinggi, Rabu (24/4) di gedung Balai Kartini Jalan Imam Bonjol kota setempat dibuka Wakil Walikota H Irham Taufik. Hadir sebagai narasumber Thomas Wunang Tjahjo dari BPS Sumut dan Dinas Pertanian Kota Tebingtinggi.

Wakil Walikota H Irham Taufik mengatakan, pelaksanaan Sensus Pertanian mendapat dukungan dari semua kalangan. “Sensus pertanian sangat tepat, karena banyak kalangan mengkhawatirkan ancaman terjadinya alih fungsi lahan pertanian. Dampak dari alih fungsi lahan pertanian di kota ini bisa dilihat dari kian menurunnya kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) secara nasional,” terangnya.

Data PDRB 2009 kata dia, menunjukkan sektor pertanian hanya menyumbang 1,63%. Persentase itu menurun pada tahun 2010 menjadi 1,60%, bahkan pada 2011, PDRB sektor pertanian kembali menurun hingga 1,47%.

Meski demikian, pertanian tetap menjadi sektor penting dalam ekonomi nasional. Pertanian memberikan kontribusi terbesar kedua (14,7%) setelah industri (24,3%) pada PDRB 2011, berdasarkan data buklet Sensus Pertanian 2013. Bahkan, dari 112,8 juta jiwa penduduk Indonesia yang bekerja hingga Februari 2012, sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbesar mencapai 36,52%.

Thomas Wunang Tjahjo mengatakan, dalam sensus pertanian akan difokuskan pada pengumpulan data, meliputi tanaman pangan (padi, palawija), tanaman holtikultura (sayuran, buahan, tanaman hias dan obatan), tanaman perkebunan, peternakan, budidaya dan penangkapan ikan). Termasuk tanaman kehutanan, perburuan, penangkapan atau penangkaran satwa liar dan pemungutan hasil hutan.

Menurutnya, Sensus Pertanian 2013 bertujuan mendapatkan data pertanian yang lengkap, kerangka sampel untuk survei-survei di bidang pertanian. Juga memperoleh informasi populasi usaha pertanian, rumah tangga petani gurem, jumlah ternak, distribusi penguasaan, dan penggunaan lahan.

Kepala BPS Kota Tebingtinggi Ridwan menginformasikan, saat ini penduduk Kota Tebingtinggi yang bergerak di sektor pertanian mencapai 4.392 rumah tangga, tersebar di 35 kelurahan dan 5 kecamatan. “Nantinya BPS akan mengerahkan 17 tim dengan petugas sebanyak 68 orang yang direkrut dari relawan di kelurahan-kelurahan,” jelasnya.

Sedangkan untuk Sumut, terdapat 1.534.773 rumah tangga yang hidup di sektor pertanian, mendiami 5.866 desa/kelurahan di 422 kecamatan. BPS Sumut akan mengerahkan 3.023 tim dengan 12.092 petugas pencacah. “BPS menetapkan 1-31 Mei 2013 sebagai pelaksanaan ‘Sensus Pertanian 2013’ secara nasional. Sensus Pertanian 2013 ini penting untuk program pembangunan pertanian 10 tahun ke depan. Jadi harus didukung semua kalangan,” tandas Kepala BPS Kota Tebingtinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar