Selasa, 02 April 2013

Gula Aren Lebak Bersertifikat Pangan Organik Internasional

Lebak. Gula aren produksi perajin Kabupaten Lebak yang diekspor ke Belanda dan negara lain di Benua Eropa
Dengan sertifikat internasional itu tentu omzet penjualan ke luar negeri meningkat," kata Anwar, penampung gula aren di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, saat dihubungi di Rangkasbitung, Minggu (31/3).

Ia mengatakan bahwa pihaknya saat ini memasok gula aren ke Belanda sekitar 20 ton dengan menggunakan angkutan dua kontainer. Pasokan ini dilakukan secara rutin per bulan sesuai dengan permintaan.

Selama ini, produksi gula cetak asal Kabupaten Lebak diminati masyarakat Belanda sebab gula aren masuk kategori makanan organik dan tidak terdapat bahan-bahan kimia. Meningkatnya permintaan itu, menurut dia, karena dilengkapi dengan sertifikat pangan organik internasional yang dikeluarkan pemerintah. "Kami terbantu dengan keluarnya sertifikat pangan organik internasional sehingga kepercayaan konsumen cukup tinggi," katanya.

Anwar mengatakan, masyarakat Belanda sangat menyukai gula aren Kabupaten Lebak sebagai bahan pemanis minuman maupun aneka jenis makanan. Bahkan, gula aren bisa dicampur pemanis makanan roti. "Kami menjamin gula aren ini alami dan menyehatkan karena tidak terdapat bahan kimia," katanya.

Menurut dia, gula aren Lebak memiliki kelebihan dibandingkan dengan gula aren dari Pulau Sumatera. Keunggulan gula aren Kabupaten Lebak, selain rasanya manis dan beraroma, juga bertahan lama. Oleh karena itu, lanjut dia, wajar jika permintaan ekspor meningkat karena kualitasnya cukup bagus.

Anwar juga menampung produk dari enam kelompok pembuat gula aren binaannya di Kecamatan Sobang, Cigemblong, dan Panggarangan. "Kami bisa memasok gula aren ke perusahaan eksportir di Jakarta sebanyak 20 ton per bulan. Perusahaan itu kemudian mengekspornya ke Belanda," katanya.

Maman, pedagang warga Rangkasbitung, mengaku bahwa dirinya memiliki 200 perajin dan setiap pekan produksinya ditampung. "Kami memasok produk gula aren itu ke luar daerah juga ke luar negeri melalui agen di Jakarta," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong perajin gula aren agar bisa berkembang sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah juga melakukan pembinaan terhadap perajin agar kualitas gula aren yang dihasilkan lebih bagus, dan memiliki nilai jual di pasar lokal maupun mancanegara.
Produksi gula aren saat ini menjadikan andalan ekonomi masyarakat Lebak karena terdapat perkebunan tanaman aren. Hampir sebagian wilayah Lebak terdapat perkebunan aren sebagai bahan baku gula cetak tersebut.

Pemerintah daerah terbantu dengan banyaknya perajin gula aren sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Kami melihat perajin gula aren berkembang karena permintaan pasar lokal dan ekspor cukup tinggi," katanya.     

Ia menjelaskan bahwa sentra perajin gula aren di Kabupaten Lebak tersebar di Kecamatan Sobang, Panggarangan, Cibeber, Cilograng, Lebakgedong, Muncang, Cigemblong, dan Cijaku.
Diperkirakan perajin gula aren di Kabupaten Lebak terhimpun dalam 300 kelompok, dengan anggota antara 30--40 orang per kelompok. "Saat ini, kehidupan ekonomi para perajin gula aren lebih sejahtera," katanya. (ant)
bersertifikat pangan organik internasional sehingga permintaan masyarakat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar