Kamis, 07 Februari 2013

Pemerintah Diharapkan Jangan Salah Diagnosis Pangan

Jakarta. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengharapkan pemerintah tidak salah melakukan diagnosis soal pangan agar masalah klasik yang terjadi dari tahun ke tahun dapat ditemukan solusinya. "Kemendag dan Kementan terlalu percaya diri dalam mengelola manajemen pangan nasional, di mana persoalan klasik pangan, seperti produksi, distribusi dan perdagangannya setiap tahunnya masih saja berkutat dengan masalah yang sama," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog Natsir Mansyur di Jakarta, dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (5/2).

Kementan dan Kemendag, kata Natsir, sudah banyak memiliki jurus untuk menangani masalah tersebut, namun kenyataannya jurus-jurus pemerintah tersebut tak kunjung menyelesaikan persoalan, sehingga, pihaknya mengimbau pemerintah agar bisa berkoordinasi lebih baik lagi dengan para pengusaha terkait.

Natsir mencontohkan, persoalan klasik setiap tahun khususnya pangan strategis itu antara lain gula, daging, beras, jagung, kedelai, bawang, dan pangan lainnya merupakan ritual tahun yang sulit ditangani pemerintah.

Ia menilai hal itu terjadi karena selama ini pemerintah tidak mempunyai perencanaan jangka panjang, menangani masalah secara "ad hoc" dan tidak mempunyai penunjang logistik pangan. (ant)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar