Rabu, 23 Januari 2013

Peter Pepper, si pedas bertampang porno

Peluang Usaha Budidaya Cabai Peter Pepper


Cabai (Capsicum annuum) merupakan salah satu komoditas sayuran dan bumbu masak yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Ada banyak sekali varian cabai yang biasa dibudidayakan petani.
Selain varietas asli Indonesia, banyak juga petani membudidayakan varian cabai dari luar negeri. Salah satunya adalah cabai willies atau peter pepper.
Cabai bernama ilmiah Capsicum annuum var annuum ini banyak ditemukan di Louisiana dan Texas, Amerika Serikat (AS). Cabai ini sangat terkenal karena bentuknya seperti penis. Bahkan, salah satu majalah tanaman Amerika menjulukinya sebagai tumbuhan paling porno di dunia.
Nah, kini, cabai peter pepper sudah mulai dikembangkan di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Anank Satriyo merupakan salah seorang petani asal Yogyakarta yang menekuni usaha budidaya cabai peter pepper.
Anank tertarik membudidayakan cabai jenis ini karena banyak peminatnya. "Peminat cabai ini merupakan kolektor tanaman," ujarnya. Daya tariknya terletak pada bentuknya yang unik, menyerupai penis.
Di Indonesia sendiri, cabai peter pepper masih tergolong langka dan sulit ditemukan di pasar. Anank sendiri hanya menjual biji cabai peter pepper buat dijadikan benih.
Ia menjual biji cabai itu dengan harga Rp 25.000 per paket. Setiap paket berisi empat sampai lima biji saja. Biji cabai diambil dari pohon induk yang ditanam di  lahan miliknya.
Dalam sebulan, Anank bisa menjual ratusan paket biji cabai dengan omzet Rp 10 juta. Dipasarkan lewat internet, konsumennya tersebar di pelbagai daerah di Indonesia.
Anank bilang tidak memiliki banyak pesaing lantaran memang penjual biji cabai peter pepper masih tergolong sedikit. Di sisi lain, para kolektor tanaman unik dan langka terus memburu cabai terporno ini.
Pemain lainnya yang juga menekuni bisnis ini adalah Louise di Surabaya yang mengusung merek usaha Jocelynmart. Louise telah membudidayakan peter pepper sejak pertengahan 2010.
Ia mengakui, di Indonesia, mulai banyak yang meminati jenis cabai ini. "Orang banyak membeli karena bentuknya yang unik," tuturnya.
Awalnya, Louise mengimpor benih langsung dari AS. Namun, belakangan ia mulai membudidayakan sendiri buat diambil benihnya. Bila hasil budidayanya belum mencukupi permintaan, barulah ia mengimpor benih tersebut.
Dalam sebulan, Louise bisa menjual 100 pak bibit peter pepper. Setiap pak berisi lima bibit dan dibanderol seharga Rp 30.000. Cabai ini sendiri sebenarnya bisa dipakai buat bumbu masak seperti cabai pada umumnya.
Tingkat kepedasannya 10.000 - 23.000 skala scoville atau lebih pedas dari cabai merah yang tingkat kepedasannya 7.000 skala scoville.

Budidayanya tak beda dari cabai jenis lain

Cabai peter pepper sudah mulai dikenal di Indonesia sebagai salah satu tanaman unik untuk koleksi. Kolektor tanaman sering menyebut tanaman ini dengan cabai paling porno di dunia.
Meskipun memiliki bentuk unik, cara membudidayakan cabai peter pepper gampang. Hanya memerlukan perawatan yang intensif pada awal pertumbuhannya, lalu pemupukkan rutin, dan sinar matahari yang cukup.
Anank Satriyo, pebudidaya cabai peter pepper asal Yogyakarta menceritakan cabai ini cukup bagus jika tumbuh di atas tanah yang gembur dan agak berpasir, mirip dengan lahan untuk menanam cabai rawit. Cabai peter pepper bisa tumbuh subur di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.
Proses penanaman cabai ini hampir sama dengan cabai pada umumnya. Sebelum biji ditanam, Anank terlebih dahulu merendam biji itu selama semalam atau sedikitnya 12 jam.
Pada saat direndam, air dicampur dengan sedikit Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal). Setelah itu, biji cabai ini disemai di media yang sudah disiapkan lima hingga tujuh hari sebelumnya.
Selama proses persemaian itu, biji cabai ini akan bertunas dan memiliki empat sampai lima daun dengan ketinggian lima hingga 10 centimeter (cm).
Setelah berumur sebulan, bibit cabai peter pepper bisa dipindahkan ke media yang lebih besar seperti polybag. Polybag sebaiknya diisi tanah, pupuk kandang, dan sekam.
Sekali dua minggu, tanaman rutin diberikan pupuk cair organik dan tambahan pupuk kandang secukupnya. Penyiraman dilakukan sekali sehari tapi jangan sampai becek.
Volume sinar matahari yang langsung ke tanaman dibatasi sebesar 70% agar tidak layu. Setelah berusia empat hingga enam bulan, cabai siap dipanen.
Louise, pemilik Jocelynmart di Surabaya, mengingatkan bahwa masa berkecambah atau persemaian cabai peter pepper merupakan masa yang perlu perhatian khusus. "Gagal tidaknya suatu panen dimulai dari pembibitannya," tuturnya.
Louise menyarankan pengunaan media tanam dari cacahan serabut kelapa lalu diberi pupuk daun dengan perbandingan 2:1. Adapun suhu ideal untuk pertumbuhan sekitar 27°-28° celcius. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar