Jumat, 11 Januari 2013

7 Kabupaten Waspadai Serangan Hama Penggerek Batang

Medan. Petani padi di 7 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) masuk dalam kategori warning atau waspada terhadap serangan hama penggerek batang. Hal tersebut disebabkan tingkat kumulatif serangan hingga Desember 2012, sudah mendekati angka maksimal dari ramalan serangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Pengamatan dan Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan Bencana Alam Balai Proteksi tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Sumut, Ruth Kristina Tarigan, pada rapat posko di aula Dinas Pertanian Sumut (10/1) di Medan. Dikatakannya, 7 kabupaten tersebut yakni, Mandailing Natal (Madina), Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), Labuhan Batu, Asahan, Labuhan Batu Utara (Labura) dan Padang Lawas. Ia menilai, cuaca yang tidak menentu selama ini sangat berpengaruh terhadap munculnya berbagai serangan hama yang mengancam pertanaman petani. Karena itu, kabupaten yang memiliki lahan pertanian padi harus mengetahui situasinya. "Karena sudah mendekati angka maksimal ramalan serangan maka mereka masuk kategori waspada," katanya. Dijelaskannya, di Madina, angka maksimal ramalan serangan di lahan seluas 30,7 hektare. Dengan tingkat rerata 12,8 hektare. Pada angka kumulatif serangan periode Oktober - Desember sudah menyerang seluas 22 hektare. Sementara itu, di Tapsel, angka maksimal ramalan serangan 42 hektare, ramalan rerata 17,5 hektare. Pada angka kumulatif serangan periode yang sama mencapai 17,1 hektare. Di Tapteng maksimal mencapai 64,3 hektare dengan rerata 26,8 hektare dan kumulatif 41,2 hektare. Di Labuhan Batu, maksimal 41 hektare dengan rerata 17,1 hektare dan angka kumulatif 7,5 hektare. Di Asahan, maksimal 11,7 hektare dengan rerata 4,9 hektare dan angka kumulatif 7 hektare. Sementara itu, Labura maksimal 11,1 hektare dengan rerata 4,6 hektare dan kumulatif 7 hektare. Sedangkan Padang Lawas, maksimal 14,9 hektare dengan rerata 6,2 hektare dan kumulatif 5,5 hektare. Menurutnya, dengan angka tersebut menunjukkan bahwa setiap kabupaten harus mulai waspada jika tidak produksi padi diperkirakan akan mengalami penurunan. Dengan demikian, 7 kabupaten tersebut masuk dalam kategori yang mendapatkan warning/waspada terhadap serangan hama penggerek batang. "Tugas kita adalah, jangan sampai serangan hama penggerek batang melewati batas maksimal itu, kita dinilai berhasil kalau tidak melewati batas tersebut," katanya. Dikatakannya, pihaknya memaksimalkan peran pengamat hama penyakit (PHP) yang berada di lapangan untuk mengidentifikasi hama yang menyerang pertanaman petani dan mencari solusi pemecahannya.(ant)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar