Selasa, 02 November 2010

Mengenali Jenis-Jenis Pupuk Dan Aplikasinya

Berdasarkan bahan atau asal pembuatannya, pupuk terdiri dari dua jenis yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik.

1. Pupuk Organik
Pupuk organik adalah pupuk yang didapatkan dari hasil pelapukan bahan-bahan organik berupa sisa-sisa, kotoran, limbah dan fosil dari tanaman, hewan maupun manusia.

Pupuk organik mengandung unsur hara yang lengkap karena di dalamnya terkandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Namum kadar unsur-unsurnya sedikit sehingga pemakaiannya harus dengan jumlah yang banyak dan jenis pupuk ini lebih sering dimanfaatkan sebagai pupuk dasar bagi tanaman.

Pupuk organik memiliki beberapa kelebihan dari pupuk lainnya yaitu :
  1. Memperbaiki struktur tanah
  2. Meningkatkan daya serap tanah terhadap air
  3. Menaikkan kondisi kehidupan di dalam tanah
  4. Mengurangi dan membebaskan tersekatnya unsur hara terutama fosfat sehingga mudah diserap oleh tanaman
  5. Meningkatkan persediaan zat makanan menjadi lebih lengkap.
Jenis pupuk organik ditentukan oleh asal bahan terbentuknya pupuk tersebut diantaranya :
  • Pupuk kandang : berasal dari kandang ternak berupa kotoran dan sisa makanan ternak.
  • Humus : berasal dari proses pelapukan atau penguraian bahan organik daun, akar, cabang, batangnya tanaman dengan bantuan mikroorganisme dan cuaca yang umumnya banyak terdapat di hutan.
  • Kompos : berasal dari sampah organik seperti dedaunan, jerami, alang-alang, sayuran, rerumputan, kotoran hewan dan sampah kota yang telah mengalami proses pelapukan atau dekomposisi
  • Pupuk hijau : berasal dari bagian tanaman seperti daun, tangkai dan batang tanaman tertentu yang masih hijau atau segar yang bertujuan menambah bahan organik tanah dan unsur hara yaitu nitrogen. Tanaman yang digunakan adalah jenis tanaman yang mampu mengikat N dari udara bebas yaitu tanaman kacang-kacangan (Leguminosae)
  • Guano : berasal dari kotoran burung liar dan kelelawar yang ada di gua-gua
  • Kascing : berasal dari proses penguraian bahan organik yang dilakukan oleh cacing.
Namun sekarang berdasarkan perkembangan teknologi telah dikembangkan pupuk organik buatan yang mana proses teknologi tinggi atau proses pabrikan, tetapi bahan dasarnya masih berupa bahan organik tetapi kandungan unsur haranya tidak tergantung dari bahan organiknya tetapi disesuaikan dengan keinginan pabrikan dan kebutuhan konsumen.

2. Pupuk Anorganik

Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat di pabrik dengan menggunakan ramuan bahan kimia, bukan dari sisa-sisa mahluk hidup atau bahan organik.

Kelebihan dan keuntungan penggunaan dari pupuk anorganik adalah sebagai berikut :
  1. Kadar unsur haranya tinggi
  2. Kandungan unsur haranya dapat diatur dengan takaran yang tepat
  3. Mudah larut dalam air sehingga mudah diserap tanaman
  4. Efek kerjanya cepat dan pengaruh pada tanaman cepat juga dilihat
  5. Pemakaian dan pengangkutannya lebih praktis dan hemat
  6. Banyak tersedia di pasaran pertanian
Namun perlu diketahui bahwa pemakaian pupuk anorganik dalam jangka panjang dapat merusak tanah karena mengandung bahan kimia yang menyebabkan tanah cepat mengeras, cepat asam, tidak gembur dan mengandung racun bila berlebihan di dalam tanah.

Berdasarkan jenis haranya, pupukanorganik dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :
  1. Pupuk tunggal : unsur hara yang dikandung jenis pupuk ini hanya satu, contoh : Urea, TSP, KCl, dan lain-lain.
  2. Pupuk majemuk : unsur hara yang dikandungnya berupa campuran dua atau lebih dengan beragam komposisi haranya, contoh : NPK, Dekaforan, PK, Suburin, dan lain-lain.
Berdasarkan aplikasi pada tanaman pertanian, pupuk dikelompokkan menjadi jenis yaitu :

1. Pupuk Akar

Pupuk akar diberikan lewat akar. Semua jenis pupuk dapat diberikan lewat akat, baik pupuk organik, anorganik, padat maupun cair.

Aplikasi pemupukan melalui akar dapat dilakukan dengan :
  • ditebar ke permukaan tanah
  • dibenamkan ke dalam tanah
  • dikocorkan dekat batang tanaman
Pemberian pupuk melalui akar sering dan mudah kehilangan unsur hara akibat penguapan dan tercuci oleh air hujan.

2. Pupuk Daun

Pupuk daun diberikan lewat daun. Aplikasi pemupukan melalui daun lebih cepat penyerapan haranya dibanding pemupukan melalui akar, efek pemupukan lebih cepat tampak dan tanah pertanian tidak mengalami kerusakan.

Di dalam kandungan pupuk daun terdapat unsur hara mikro di dalamnya dibanding pupuk akar yang jarang memiliki unsur hara mikro.

Pemberian pupuk daun hanya sebagai pelengkap untuk mengatasi kekurangan melalui pemupukan akar atau tidak dapat disuplainya pupuk akar karena unsur hara yang dapat digunakan dari pemupukan daun terbatas.

Pengaplikasian pupuk daun dilakukan dengan melarutkan pupuk daun dan disemprotkan ke permukaan daun. Namun perlu diperhatikan dosis pemupukannya karena tanaman bisa mati keracunan, kerusakan, terbakar jika kelebihan dosis saat penyemprotan pada tanaman.

Dan pemupukan dengan penyemprotan melalui daun mudah menguapkan air pada saat matahari terik. Oleh karena itu penyemprotan pupuk daun sebaiknya dilakukan saat matahari tidak terik yaitu antara jam 07.00 - 10.00 pagi atau 15.00 - 18.00 sore hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar