Kamis, 11 November 2010

Dosis Dolomit, Jenis Tanaman Dan Derajat Keasaman (pH)

Dosis kapur dolomit yang dibutuhkan untuk menetralkan tanah asam berbeda-beda sesuai dengan ukuran awal pH tanahnya dan tinggi PH tanah yang akan dicapai.

Dosis dolomit yang dibutuhkan untuk menetralkan tanah dalam satuan ton per hektar tanah adalah sebagai berikut :

pH = Dosis Dolomit (ton/ha)
4,0 = 10,24 ton
4,1 = 9,76 ton
4,2 = 9,28 ton
4,3 = 8,82 ton
4,4 = 8,34 ton
4,5 = 7,87 ton
4,6 = 7,39 ton
4,7 = 6,91 ton
4,8 = 6,45 ton
4,9 = 5,98 ton
5,0 = 5,49 ton
5,1 = 5,02 ton
5,2 = 4,54 ton
5,3 = 4,08 ton
5,4 = 3,60 ton
5,5 = 3,12 ton
5,6 = 2,65 ton
5,7 = 2,17 ton
5,8 = 1,69 ton
5,9 = 1,23 ton
6,0 = 0,75 ton

Kenaikan derajat keasaman dipaksakan secara mendadak atau yang tinggi dari sangat asam atau asam kuat menjadi netral dapat membuat tanaman tersiksa. Untuk mengatasinya sebaiknya pemberian dolomit secara bertahap selang waktu 3 minggu dan setelah hujan.

Setiap jenis tanaman memiliki kesenangan atau kesesuaian derajat keasaman (pH) tanah yang berbeda-beda. Jadi pemberian dosis kapur dolomit dapat diatur dengan menyesuaikan jenis tanaman yang akan ditanam.

Berikut beberapa contoh jenis tanaman dengan tingkat derajat keasaman (pH) tanah yang diinginkan tanaman yang dapat saya tuliskan :
  1. Bawang = pH 6 - 7
  2. Cabai = pH 5,5 - 6,5
  3. Jagung = pH 5,5 - 7
  4. Kacang tanah = pH 5,3 - 6,7
  5. Kakao = pH 5 - 7
  6. Karet = pH 4 - 8
  7. Kedelai = pH 6 - 7
  8. Kelapa = pH 6 - 7,5
  9. Kentang = pH 4,7 - 6,5
  10. Kol / Kubis = pH 5,5 - 7,5
  11. Kopi = pH 4,5 - 7,5
  12. Nanas = pH 5 - 6
  13. Padi = pH 5 - 6,5
  14. Pisang = pH 6 - 7,5
  15. Selidri = pH 6 - 7
  16. Tebu = pH 6 - 8
  17. Teh = pH 4 - 5,5
  18. Tembakau = pH 5,5 - 7,5
  19. Tomat = pH 5,5 - 7,5
  20. Ubi jalar = pH 5,3 - 6
Perlu diketahui bahwa tidak boleh memberi kapur dolomit pada tanah pertanian bersamaan dengan pemberian pupuk terutama pupuk kimia. Kapur dapat bereaksi dengan Nitrogen (N) (cth : pupuk urea) membentuk gas amoniak yang gampang menguap dan hilang dan bereaksi dengan fosfat (P) (cth : pupuk TSP) membentuk garam fosfat yang sulit larut dalam air. Sebaiknya diberika dengan selang waktu 2 minggu dan setelah hujan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar