Kamis, 16 September 2010

BEBERAPA ISTILAH DALAM PESTISIDA

Terdapat beberapa istilah yang digunakan dalam penamaan pestisida yaitu nama dagang, nama umum, nama kimia dan bahan aktif. Nama dagang atau nama formulasi adalah nama yang dipilih pabrikan atau formulator yang membedakan produknya dengan produk pabrik lain, terdiri dari satu kata yang tidak berhubungan dengan nama umum atau nama kimia dan bahan aktif pestisida (kecuali untuk Diazinon). Biasanya nama dagang merupakan milik perusahaan dan tidak boleh digunakan pihak lain untuk produk sejenis. Hal ini diperkuat oleh peraturan internasional, contoh: Gramoxone. Nama dagang tidak boleh berbentuk kode dan yang mengandung hasutan (misalnya 235A, atau Baycarb Super 500EC). Nama dagang diikuti dengan angka dan huruf kode yang menunjukkan kadar bahan aktif dan bentuk formulasi.

Di belakang beberapa nama pestisida terdapat tanda-tanda khusus yang berarti
sebagai berikut :
*
: Mengedarkan dan menggunakan pestisida ini harus dengan izin Menteri Pertanian atau pejabat yang ditunjuk.
**
: Menggunakan pestisida ini dengan pesawat terbang harus dengan izin Menteri Pertanian.
***
: Penggunaannya dengan metode vakum dan tekanan menurut cara full cell process.

Nama umum
adalah nama yang relatif pendek dan telah disepakati secara internasional untuk diberikan pada bahan aktif tertentu. Pabrikan dapat menggunakan bahan aktif yang sama, karena itu nama umum disebutkan pada label, sehingga petani atau konsumen dapat mengenali daya kerja berbagai produk yang berbeda nama dagangnya. Sesuai dengan peraturan, label harus memuat nama dagangnya dan nama umum, contoh: parakuat.

Nama kimia adalah nama yang cukup rumit yang secara tepat menjelaskanstruktur kimia dari molekul bahan aktif. Nama ini tidak begitu bermanfaat bagi penjual ataupun petani, contoh: 1,1'-dimethyl-4.4'-bipyridinium ion.

Bahan aktif adalah istilah yang digunakan untuk menerangkan bahan formulasi pestisida yang mematikan atau mengendalikan hama sasaran. Biasanya bahan aktif selalu tercampur dan susah dipisahkan dari senyawa-senyawa lain misalnya isomer dari bahan aktif. Campuran bahan aktif dan senyawa lain dikenal sebagai bahan teknis. Bahan teknis tidak dapat digunakan secara langsung untuk pengendalian OPT karena terlalu beracun dan biasanya kristal yang sulit diaplikasikan. Perlu diaplikasikan dengan menambahkan bahan pembawa dan perekat agar dapat bekerja dengan baik dan aman.

- Penggolongan Pestisida Berdasarkan Organisme Sasaran

Berdasar organisme sasarannya, maka pestisida dapat dibedakan atas beberapa kategori diantaranya adalah:
  1. Insektisida yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan OPT yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan OPT serangga (insektisida)
  2. Fungisida yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan OPT cendawan (fungus)
  3. Akarisida yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan OPT tungau (akarina)
  4. Nematisida yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan OPT cacing kecil(nematoda)
  5. Rodentisida yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan OPT tikus (rodentia)
  6. Herbisida yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan OPT gulma (herba)
  7. Arborisida yaitu pestisida yang digunakan untuk mematikan atau membunuh pohon.
Organisme Pengganggu Tanaman sasaran yaitu jenis yang direkomendasikan untuk dikendalikan secara efektif menggunakan pestisida tertentu. Suatu pestidida ada yang dapat digunakan pada lebih dari satu sasaran, misalnya: insektisida, nematisida dan fungisida.

- Penggolongan Pestisida berdasarkan Asal Bahan Pestisida

Berdasarkan asal bahan yang digunakan untuk membuat pestisida dapat dibedakan dalam 4 kategori yaitu:
  1. Pestisida Sintetik yaitu pestisida yang diperoleh dari hasil sintesa kimia
  2. Pestisida Nabati yaitu pestisida yang berasal dari tumbuh-tumbuhan
  3. Pestisida Biologi yaitu pestisida yang berasal dari jasad renik atau mikroba yaitu jamur, baktri dan virus
  4. Pestisida Alami yaitu pestisida yang berasal dari bahan alami, contohnya Bubur Bordeaux.

- Penggolongan Pestisida Berdasarkan Cara Kerja Pestisida

Berdasarkan cara kerja maka pestisida dibedakan ke dalam beberapa golongan yaitu:
  1. Pestisida Kontak, yaitu pestisida yang dapat membunuh Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) bila OPT terkena pestisida secara kontak langsung atau bersinggungan dengan residu pada permukaan tanaman
  2. Pestisida Sistemik, yaitu pestisida yang dapat ditranslokasikan ke seluruh bagian tanaman. OPT dapat mati setelah menghisap atau memakan bagian tanaman, atau dapat membunuh gulma sampai ke akarnya
  3. Pestisida Fumigan, yaitu pestisida yang memiliki daya bunuh jika OPT menghisap uap atau gasnya
  4. Pestisida Lambung, yaitu pestisida yang memiliki daya bunuh jika OPT memakan pestisida
  5. Herbisida Kontak, yaitu herbisida yang hanya dapat mempengaruhi permukaan tumbuhan yang dibasahi hasil semprotan dan dibedakan menjadi senyawa selektif dan tidak selektif
  6. f. Herbisida Kontak Selektif, yaitu herbisida yang dapat mengendalikan gulma tanpa mengganggu tanaman tertentu
  7. Herbisida Kontak Tidak Selektif, yaitu yaitu herbisida yang dapat mengendalikan dan membunuh gulma dan mengganggu tanaman tertentu lainnya kecuali dihindari tanaman dari kontak herbisida
  8. Herbisida yang dapat di Translokasikan, yaitu herbisida yang bila diaplikasikan pada daun, dan akan terserap ke dalam tumbuhan dan bergerak kebagian lain tanaman termasuk ke akar
  9. Herbisida Residual, yaitu herbisida yang diaplikasikan pada tanah terbuka sebelum gulma berkecambah, tetapi aktif di dalam dan di atas tanah dalam beberapa minggu. Senyawa herbisida residu ini dicampurkan sebelum penanaman dan diaplikasikan sebelum penyebaran benih
  10. Defoliant, adalah zat yang digunakan untuk menggugurkan daun agar dapat memudahkan panen
  11. Zat Pengatur Tumbuh, yaitu zat yang bisa memperlambat, menghentikan atau mempercepat pertumbuhan tanaman
  12. Sterilan Tanah, yaitu zat yang berfungsi untuk mensterilkan tanah dari jasad renik atau biji gulma,
  13. Stimulan Tanaman, adalah zat untuk memacu pertumbuhan dan pemasakan buah.
- Bahan Peningkatan Efikasi

Beberapa bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan efikasi pestisida adalah sebagai berikut:
  1. Bahan Perekat (sticker), yaitu bahan kimia yang dapat ditambahkan ke dalam pestisida untuk menambah daya rekat pada tanaman agar pestisida tahan dari hujan dan angin
  2. Bahan Perata (surfaktan), yaitu bahan kimia yang dapat ditambahkan ke dalam pestisida untuk meratakan pestisida pada permukaan daun,
  3. Bahan Pembasah (wetting agent), yaitu bahan kimia yang dapat ditambahkan ke dalam pestisida untuk meningkatkan penetrasi herbisida ke dalam jaringan gulma sasaran.
(Sumber Pestisida Untuk Bidang Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar