Kamis, 13 September 2012

Kementan Siapkan Strategi Tingkatkan Kapasitas Buah Lokal

Bandung. Untuk meningkatkan kapasitas produksi buah-buahan lokal agar tidak kalah bersaing dengan buah-buahan impor, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan beberapa strategi khusus.

Yang pertama ialah meningkat produksi buah lokal, saat ini kita sudah bekerjasama dengan beberapa BUMN untuk mengembangkan buah-buahan lokal dalam skala besar.

“Peningkatan produksi buah lokal tersebut, dilakukan karena selama ini ada kesan produksi buah-buah masih dalam skala kecil/rumahan dan belum menjadi produksi unggulan atau andalan,” kata Mentan Suswono, usai membuka acara September "Horti" Ceria 2012, di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Senin (10/9).

Strategi selanjutnya, ialah meningkatkan akses petani buah ke pasar-pasar moder supaya bisa memotong alur yang panjang dalam distribusi buah. 

"Alhamdulilah sekarang itu sudah ada pasar moder yang mau bekerjasama untuk memasarkan buah-buahan lokal. Jadi di gerai-gerai pasar moder itu tidak hanya ditampilkan buah impor," katanya.

Mentan mengatakan, memajukan keberadaan pasar-pasar tradisional menjadi langkah ke tiga agar keberadaan buah-buah nasional bisa semakin naik pamor dan digemari masyarakat. "Selama ini kesan becek dan kumuh itu melekat dengan pasar tradisional, nah kita ingin kesan tersebut bisa dihilangkan perlahan," katanya.

Dikatakan Suswono, meningkatnya promosi dan pemasaran yang intens di pasar domestik atau global menjadi strategi terakhir dalam peningkatan kapasitas produksi buah-buahan lokal.

"Memang sudah ada beberapa buah lokal kita seperti mangga gedong gincu yang sudah terkenal di luar negeri. Tapi masyarakat luar lebih mengenal bahwa buah itu dari India. Nah, hal inilah yang menjadi tugas kita. Bagaimana caranya agar buah lokal itu bisa lebih dikenal lagi di luar sana," katanya.

Kalah Saing
Mentan Suswono juga menuturkan bahwa kadang pamor buah-buah lokal masih kalah bersaing jika dibandingkan dengan buah-buahan impor yang ada di dalam negeri. "Memang buah-buah lokal kadang kalah bersaing, karena memang ada problem yang dihadapi," kata Mentam.

Padahal kalau dilihat dari presentasinya, kata Suswono, jumlah buah-buahan impor yang ada di pasar Indonesia ternyata hanya sekitar tujuh persen dari total produksi buah nasional. "Sering kadang-kadang ini salah persepsi, seolah-olah kita dibanjiri oleh buah-buahan impor.

Padahal kalau kita lihat angka produksi nasional, dengan nilai yang diimpor hanya sekitar tujuh persen (buah impor)," kata Mentan.

Salah satu persoalan yang menyebabkan pamor buah lokal kalah bersaing dengan buah impor ialah banyaknya pasar modern yang memajang buah impor digerai-gerainya. "Cuma persoalaanya ialah buah impor ini sering ada di gerai-gerai pasar modern. Yang seolah-olah itu jadi menonjol, padahal itu lokal juga banyak juga," ujarnya.

Menurut dia, salah satu cara untuk mengimbangi keberadaan buah-buah impor di dalam negeri saat ialah dengan menumbuhkan semangat kecintaan masyarakat Indonesia akan buah-buahan lokal.

"Yang penting ialah bagaimana menumbuhkan semangat kecintaan rakyat Indonesia terhadap buah lokal. Minimal dari diri sendiri lah, seperti saya sudah lakukan itu.

Kalau itu terjadi, maka konsumsi buah lokal meningkat, dan petani menjadi bergairah. Apalagi dengan harga yang meningkat," katanya.

Selain itu, kata Mentan, buah-buah lokal juga jauh lebih sehat dibandingkan dengan buah-buahan impor.

"Dan, ingatlah bahwa buah-buahan lokal jauh lebih sehat dan segar jika dibandingkan buah impor yang lama di perjalanan dan bisa jadi sudah lama. Belum lagi yang model diawetkan, pernah itu kita temukan," ujarnya.(ant)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar