Tampilkan postingan dengan label bertani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bertani. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Januari 2011

Berita Pertanian : Modal Nekat, Peternak Ini Omsetnya Rp500 Juta

Triyono. Foto: Dok Pribadi

NEKAT, itulah kata pertama yang keluar dari mulut seorang pengusaha agrobisnis, Triyono ketika ditanya bagaimana awal mula merintis usahanya hingga maju seperti sekarang ini.

Pria asal Malang ini merupakan pengusaha agrobisinis yang khusus menangani peternakan dan juga pemotongan hewan ternak sapi dan ayam dengan nama perusahaan Tri Agri Aurum Multifarm.

Sebelum terjun ke dunia pemotongan dan peternakan sapi dan ayam, Triyono mengawali usahanya dengan mengelola bebek potong. Usahanya ini dia rintis sejak tahun 2006 hingga sekarang.

"Pertanyaan besar sewaktu saya kuliah, kalau lulus nanti mau jadi apa? Karena kalau bekerja adalah hal yang sulit bagi saya. Ya akhirnya mulai 2006 saya mencoba merintis usaha waktu itu, bebek potong waktu itu. Jadi nekat, tidak punya uang, utang ke bank. Nekat-nekatan saja," ungkap Triyono sambil tersenyum kepada okezone di Jakarta, belum lama ini.

Setelah itu pada tahun 2007, Triyono terinspirasi sewatu melihat hewan-hewan kurban dan mulai tepikir untuk membangun sebuah peternakan (farm). Dan tentu saja untuk membangun sebuah farm diprlukan dana yang tidak sedikit. Untuk itu, Triyono berinisiatif untuk membentuk sebuah Kelompok bersama agar bisa berinvestasi dalam usaha ini. Yakni dengan teman-teman kuliah Triyono dan orang yang minat pada usaha peternakan ini mereka bersama-sama berinvestasi pada bisnis ini.

Perlahan namun pasti usaha ini pun mulai berkembang, dimana pada tahun 2008, dengan mengandalkan lahan yang awalnya tidak terlalu besar untuk mebangun kandang-kandang dan mulai ada ternak sapi.

Setahun kemudian yaitu pada tahun 2009, pria yang merupakan sarjana peternakan dari Univesitas Sebelas Maret ini mulai mencari inisiatif lagi untuk dapat mempertahankan usaha, yaitu dengan mulai melirik bisnis yang tidak jauh dari bidang peternakan juga yaitu peternakan dan pemotongan ayam.

Lalu Triyono berpikir jika dirinya hanya melakukan bisnis pada satu hewan ternak saja yaitu sapi, perusahaannya tidak akan kuat. Baik dari segi finansial atau infrastruktur.

Dengan modal awal yang hanya berkisar puluhan jutan dan ditambah dengan modal investasi sekitar Rp300 juta, kini Triyono dapat meraup omset rata-rata sekitar Rp500 juta.

Saat ini selain bergerak di pemotongan dan peternakan ayam dan sapi, Triyono juga mengolah limbah-limbah perusahaan untuk dijadikan pupuk organik. Dan saat ini Triyono memiliki lebih dari 30 ekor sapi dan ayam sekitar 25 ribu ekor.

Pada tahun 2011 ini Triyono pun bercita-cita untuk melalukan ekspansi usaha dengan memasuki pasar Jakarta untuk daging sapi. Triyono pun ingin mempunyai usaha yang besar untuk sapi ini, karena Triyono melihat Indonesia merupakan importir terbesar di dunia untuk daging sapi.

Dari sini Triyono melihat bahwa ada peluang di sektor ini. Tidak muluk-muluk Triyono pun bercita-cita untuk menggantikan Australia dalam hal ekspor daging sapi. "Saya berharap Indonesia bisa menggantikan Australia untuk ekspor daging. Ya tidak harus jauh-jauh ke sekitar Singapura, Malaysia, Qatar dan Arab," jelasnya.

Perjalanan Triyono dalam merintis usaha ini bukan tanpa rintangan. Rintangan, kendala, batu kerikil pasti selalu ada dalam perjalanan menuju sebuah kesuksesan. Adapun kendala-kendala yang dihadapi oleh Triyono antara lain dalam kurun waktu 12 bulan, ada tiga atau empat bulan yang penjualannya tidak memuaskan atau minus, akibatnya tagihan dari bank membengkak.

"Namun jika semua permasalahan bias diselesaikan dengan baik, maka rintangan atau kendala seberat apapun bisa terselesaikan," tuturnya.

Tips sukses ala pria berkacamata ini adalah jika ingin menjadi pengusaha yang baik dan benar maka berpikirlah unutk menjadi pengusaha. Triyono yakin bahwa apa yang manusia pikirkan itulah yang akan terjadi.

Dimana jika ingin menjadi pengusaha, berpikirlah bagaimana caranya untuk menjadi pengusaha yang baik, kreatif, inovatif, karena untuk menjadi pengusaha bukanlah merupakan hal yang mudah. Tidak seperti karyawan yang hanya menunggu perintah dari bosnya saja. Selain itu, modal lain untuk menjadi pengusaha adalah harus berani mengambil resiko.

"Kalau mau jadi pengusaha itu, jangan lihat nanti bagaimana. Tapi bagaimana nanti saja, sikat dulu urusan leher belakangan. Saya tidak akan menceritakan masa lalu saya dengan detail. Tapi saya bisa menceritakan pemikiran saya dan hasil pemikiran saya ke depan dengan detail," tutupnya. (okezone)

Mengenal Tanaman Markisa


Tanaman Markisa Jenis Passiflora edulis f. flavicarpa

Tanaman markisa jenis Passiflora edulis f. flavicarpa ini berasal dari Australia, dikenal dengan nama The Yellow Passion Fruit. Tanaman markisa jenis ini dapat tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah. Warnanya hijau pada saat muda kemudian berubah kuning berbintik-bintik putih setelah matang. Buahnya berbentuk bulat lonjong, berukuran sebesar bola tenis, beraroma sangat berat, bunganya tunggal, membuka pada waktu sore dan menutup pada waktu petang, berbunga sempurna berkelopak lima helai dan tajuk bunga lima helai.

Tanaman markisa ini memiliki batang yang dapat memanjang 5 m hingga 25 m. Letak daun berselang seling. Tanaman ini dapat berbunga setiap waktu, berputik tiga, bakal buahnya beruang satu, biji banyak yang melekat pada tiga bingkai pada dinding buah dibungkus dengan selaput penuh berisi sari buah yang manis rasanya bila matang dan harum semerbak baunya.

Tanaman markisa jenis ini lebih tahan terhadap penyakit dibandingkan dengan tanaman markisa jenis lain seperti jenis :
- Passiflora quadrangularis
- Passiflora ligularis
- Passiflora futida

Tanaman markisa Passiflora edulis f. flavicarpa ini merupakan tanaman herba yang dapat tumbuh di dataran tinggi dan rendah, batangnya dapat memanjang karena dilengkapi dengan sulur-sulur cabang. Tanaman markisa jenis ini diduga berasal dari Australia dan banyak dikembangkan di Taiwan dan Hawaii di dataran rendah, sedangkan tanaman markisa jenis lainnya berasal dari benua Amerika.

Di Indonesia, tanaman markisa jenis ini banyak diusahakan di Jawa Barat, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan terutama di sentra produksi markisa Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

Tanaman markisa jenis Passiflora edulis f. flavicarpa ini diklasifikasikan :
  • Divisi : Spermatophyta
  • Subdivisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledoneae
  • Ordo : Violales
  • Famili : Passifloraceae
  • Genus : Passiflora
  • Species : Passiflora edulis f. flavicarpa
Tanaman markisa umumnya tumbuh dengan baik pada dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 1000 m dari permukaan laut tetapi tanaman markisa jenis Passiflora edulis f. flavicarpa ini dapat juga tumbuh dengan baik di dataran rendah.

Tanaman markisa memerlukan tanah yang gembur, drainase baik, banyak mengandung humus, diperlukan tempat yang cerah atau penyinaran matahari yang langsung dan menghendaki banyak air dengan curah hujan 1500-2000 mm per tahunnya.

Syarat Tumbuh
Tanaman markisa merupakan tanaman subtropis, sehingga jika ditanam di Indonesia harus di daerah-daerah yang mempunyai ketinggian antara 800 - 1.500 m dpl dengan curah hujan minimal 1.200 mm per tahun, kelembaban nisbi antara 80 - 90%, suhu lingkungan antara 20 - 30oC, tidak banyak angin.

Tanaman markisa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, terutama pada yang gembur, mempunyai cukup bahan organik, mempunyai pH antara 6,5 - 7,5 dan berdrainase baik. Jika tanah tersebut masam, maka perlu ditambahkan kapur pertanian (dolomit). Pada umumnya lokasi yang sesuai untuk tanaman markisa adalah dataran tinggi, sehingga kondisi lahannya banyak yang berlereng. Sebaiknya kemiringan lahan tidak lebih dari 15%, jika lebih harus dibuat terasering untuk memudahkan pemeliharaan tanaman.

Pembibitan
Tanaman jenis tanaman yang umum dibudidayakan oleh petani adalah jenis markisa ungu (edulis), tetapi jenis ini mempunyai batang yang kecil, perakaran yang dangkal dan tidak tahan terhadap nematoda. Kemudian ada jenis lain, markisa kuning (flavicarpa) yang mempunyai batang yang cukup besar, perakaran yang dalam, tahan terhadap nematoda, tetapi buahnya kurang disukai karena rasanya lebih asam dan sari buahnya sedikit. Oleh karena itu telah dikembangkan teknik sambungan antara markisa ungu sebagai batang atas dan markisa kuning sebagai batang bawah. Teknik sambungan tersebut telah dikembangkan di Sulawesi Selatan dan ternyata hasilnya cukup memuaskan.

Pengolahan Tanah
Sebelum dilakukan penanaman, dilakukan pengolahan tanah, yaitu kegiatan mulai dari land clearing sampai lahan siap tanam. Untuk kegiatan tersebut diperlukan tenaga kerja sekitar 95 HOK per ha. Selanjutnya di buat lubang tanaman dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm.

Penanaman
Jarak tanam yang digunakan adalah 2 x 5 m, yaitu 2 m jarak antara baris tanaman dan 5 m jarak antar tanaman. Dengan demikian jumlah tanamannya adalah 1.000 pohon per ha.

Tanaman markisa adalah tanaman merambat, untuk itu perlu dibuatkan tiang rambatan. Tiang rambatan dapat dibuat dari pohon hidup, misalnya lamtoro, tonggak kayu atau bambu. Cara rambatan lain dengan menggunakan kawat yaitu diantara dua tiang disambungkan sebuah kawat rambatan yang berdiameter berkisar 3 mm.

Sesuai hasil penellitian yang dilakukan oleh Sub Balai Penelitian Hortikultura Berastagi, penggunaan tiang rambatan dengan pucuk bambu (tanpa kawat) memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan tanaman markisa serta jumlah buah dan berat buah per pohon dibandingkan dengan tiang rambatan dengan penggunaan kawat (sistem para-para tiang jemuran dan sistem memakai kawat).

Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan interval 3 kali per tahun pada bulan November s/d Mei. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk makro, yaitu urea dengan dosis 800 - 900 gram/pohon/tahun, TSP yaitu 60 - 120 gram/pohon/tahun dan KCl dengan dosis 800 - 1.200 gram/pohon per tahun, tergantung dari umur tanaman. Untuk tanah yang masam sebaiknya diberi dolomit dengan dosis 200 - 500 gram per pohon per tahun. Selain itu diperlukan juga pupuk organik yang diberikan dengan dosis 40 kg per pohon per tahun. Pupuk organik biasanya di berikan sebagai pupuk dasar diberikan sebagai pupuk dasar.

Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman yang dilakukan adalah kegiatan penyiangan, pengairan dan pemangkasan tanaman. Penyiangan tanaman dilakukan secara berkala untuk menggemburkan tanah dan mencabut rumput yang ada disekitar tanaman.

Pembersihan air secara teratur pada tanaman sangat dianjurkan, terutama pada saat tanaman berbunga dan berbuah. Kebutuhan air akan meningkat pada saat mendekati pemasakan buah. Jika pada saat buah itu tanaman kekurangan air, buah akan berkerut dan jatuh sebelum masak.

Pemangkasan tanaman diperlukan untuk menumbuhkan tunas-tunas baru tempat dimana bunga akan muncul. Kegiatan ini dilakukan segera setelah selesai panen.

Panen
Tanaman markisa yang berasal dari buah mulai berbuah setelah berumur 9 – 10 bulan, sedangkan yang berasal dari stek, mulai berbuah lebih awal, yaitu sekitar 7 bulan. Warna buah yang pada mulanya berwarna hijau muda, akan berubah menjadi ungu tua (edulis) atau kuning (flavicarpa) ketika masak. Sejak pembungaan diperlukan waktu 70 – 80 hari untuk menjadi buah masak. Buah yang masak akan terlepas dengan sendirinya dari tangkainya dan jatuh di atas tanah. Untuk mendapatkan kualitas sari buah yang baik, buah markisa harus dipanen minimal 75% tingkat kematangan Sari buah markisa ungu mempunyai rasa lebih manis dan beraroma lebih kuat dari pada markisa kuning.

Manfaat dan Pengolahan
Markisa memiliki manfaat yang banyak bagi kesehatan karena mengandung beta karoten, potasium, serat, dan vitamin C. Bahkan, buah ini diyakini bisa meringankan penyakit tekanan darah tinggi.

Berikut manfaat dan khasiat buah markisa bagi tubuh kita:
-Menangkal kanker
-Mengatasi insomnia
-Mengatasi batuk
-Anti alergi
-Menenangkan anak hiperaktif
-Melancarkan ASI
-Menjaga kecantikan wajah
-Menurunkan kolesterol
-Memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempita
-Melancarkan peredaran darah
-Anti peradangan
-Penurun panas (anti piretik)
-Mencegah hipertensi
-Penghilang nyeri (analgesik)
-Antiseptik
-Penghilang kerut pada wajah
-Menjaga kebugaran tubuh
-Antibodi.

Saat ini di negara maju, konsumsi markisa semakin tinggi dan buah ini semakin popular, baik konsumsi domestik maupun untuk bisnis, seperti kebutuhan restoran, café, toko confectionery, dan lain-lain. Disamping konsumsi sebagai buah segar, markisa sangat popular sebagai bahan pengharum minuman dalam seperti jus dan smoothie . Juga dipake untuk campuran makanan misalnya untuk pudding, kue-kue, yoghurt maupun es-cream.

Sekarang buah markisa paling banyak diolah menjadi minuman sirup markisa dan pemasaran sirup markisa sangat menjanjikan terutama di saat bulan ramadhan, Idul Fitri, Natal, Tahun Baru dan perayaan perayaan lainnya karena rasa dari sirup buah markisa...mmm..buktikan sendiri.

Jumat, 21 Januari 2011

Berita Pertanian : Petani Diimbau Gunakan Pupuk Organik yang Legal

Medan. Para petani di Sumatera Utara (Sumut) diimbau untuk berhati-hati menggunakan pupuk organik mengingat saat ini banyak pupuk yang mengatasnamakan pupuk organik beredar di tingkat petani tanpa mengantongi izin edar dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Sejalan dengan itu, para pengusaha pupuk organik juga diminta untuk segera mendaftarkan pupuknya ke lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah. “Ini memang sudah aturan atau ketentuan resmi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian, yang menyebutkan setiap pupuk organik yang akan dipasarkan atau diedarkan ke petani harus lebih dulu dilakukan uji mutu dan uji efektifitas,” kata Staf Peneliti Bidang Pengujian Pupuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumut, Elianor Sembiring kepada wartawan, Jumat (21/1) di Medan.

Menurut Elianor, sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 28/Permentan/SR.130/5/2009 tanggal 22 Mei 2009, ada 31 lembaga resmi di Indonesia yang ditunjuk untuk melakukan uji mutu pupuk organik. Dan, di Sumut sendiri lembaga resminya salah satunya adalah BPTP Sumut. Sedangkan lembaga yang ditunjuk untuk melakukan uji efektifitas pupuk organik sesuai Permentan tersebut secara nasional ada 27 lembaga.

Dan, di Sumut sendiri hanya ada tiga lembaga resmi yang ditetapkan yakni BPTP Sumut, Pusat Penelitian Karet Indonesia Medan dan Universitas Sumatera Utara (USU). “Untuk uji mutu pengusaha bisa langsung ke pusat atau ke Bogor atau ke lembaga mana saja yang ada di tanah air. Tetapi untuk uji efektifitas, pengujian wajib dilakukan di daerah tempatnya berada,” terang Elianor.

Memang, lanjut Elianor, yang juga didampingi Sekjen Asosiasi Bio-Agro-Input Indonesia (ABI) Juli Edi Sebayang, sejauh ini pihaknya belum ada mendengar adanya keluhan atau komplain dari petani terhadap pupuk organik yang digunakan.

“Tapi, kita berharap jangan ada kasus dulu baru petani mengerti begitu juga dengan pengusaha pupuk organik. Jangan tunggu ada kasus dan dikejar-kejar aparat kepolisian baru mau memeriksakan mutu dan kelayakan pupuknya. Jadi, alangkah baiknya kita mencegah sebelum timbul masalah atau kerugian kepada petani maupun pengusaha,” tegas Elianor.

Dijelaskannya, dengan melakukan pengujian baik uji mutu maupun efektifitas terhadap pupuk organik yang akan dipasarkan, pengusaha akan mengantongi izin edar resmi dari Pusat Perizinan dan Investasi Pertanian di bawah Sekjen Deptan. “Dan, itu langsung diteken oleh Menteri Pertanian. Setelah ada izin edar itu, barulah pupuk bisa diedarkan ke petani,” katanya lagi.

Mengenai proses pengurusan perizinan menurut Elianor membutuhkan waktu antara empat hingga enam bulan dengan biaya pengurusan yang relatif murah.

Lebih jauh dikatakannya, saat ini jumlah pupuk organik yang beredar di Sumut cukup banyak namun pengusaha yang baru mendaftarkan pupuknya maupun bahan pembenah tanah untuk diuji lewat BPTP Sumut baru delapan pengusaha. “Jadi, kami berharap kesadaran dari masing-masing pengusaha pupuk organik untuk dilakukan pengujian mutu dan efektivitas pupuknya sebelum diedarkan,” imbau Elianor. (medan bisnis)

Berita Pertanian : Pemerintah Pertahankan Pasar Tradisional

Pemerintah Pertahankan Pasar Tradisional
Ilustrasi Pasar Tradisional (ANTARA/Nyoman Budhiana)

Medan. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menegaskan, pemerintah mempertahankan pasar tradisional sehingga zonasi pasar tradisional dan modern harus tetap dijalankan.

"Pasar tradisional harus tetap dipertahankan karena itu zonasi harus sesuai dengan regulasi yang ada," katanya ketika meninjau Pasar Petisah Medan, Jumat.

Mahendra mengatakan, untuk menerapkan zonasi memang harus ada koordinasi dengan pemerintah kota/kabupaten. "Harusnya pemerintah daerah juga serius agar pasar tradisional tetap bisa dipertahankan," katanya.

Menurut dia, yang paling penting dalam pengembangan pasar tradisional adalah bagaimana pasar dikelola, bukan siapa yang mengelolanya.

"Karena itu, harus fokus pada peningkatan mutu dan kualitas barang yang diperdagangkan hingga kondisi pasar tradisional itu sendiri," katanya.

Dia mengakui, pembangunan pasar modern sulit dihentikan karena perkembangan zaman dan daerah.

"Jadi yang harus dilakukan sekarang bukan lagi menyalahkan atau mencari kesalahan pihak lain. Lebih baik pasar tradisional berbenah dan menyiapkan diri untuk menghadapi persaingan," katanya.

Dia mengatakan, pasar tradisional bukan hanya simbol kewirausahaan, tetapi juga pusat ekonomi masyarakat sehingga pasar itu harus tetap dilindungi supaya tidak tersingkirkan oleh keberadaan pasar modern. (antara)

Kamis, 20 Januari 2011

Berita Pertanian : Darurat Pangan di Depan Mata

SURABAYA- Tahun ini, Indonesia makin dekat dengan darurat pangan. Kala jumlah penduduk naik, produksi terus merosot akibat cuaca ekstrem. Di sisi lain, pemerintah hanya mengeluarkan jurus lama yaitu mengandalkan impor yang diprediksi tak ampuh. Bahkan, berisiko menjadi bumerang bagi petani dalam negeri.

Bahkan, rencana pemerintah bakal membebaskan 30 pos tarif terkait stabilisasi harga pangan hanya jalan pintas rekayasa fiskal mengatasi inflasi. Jika tidak dipersiapkan dengan matang, bisa jadi disinsentif bagi petani yang sangat berbahaya.

“Untuk jangka panjang, pembebasan bea masuk impor merupakan disinsentif bagi sektor pangan yang subjeknya adalah petani,” kata Latif Adam, Koordinator Tim Kajian Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kamis (20/1).

Beras merupakan komoditas pangan yang paling tinggi kontribusinya pada inflasi. Selama 2010, kontribusi beras 1,29% dari total inflasi 6,96%. Artinya, beras menyumbang 18,5% mendekati 19% terhadap total inflasi. Sedangkan akumulasi bahan pangan secara keseluruhan seperti beras, cabai, kedelai, terigu, dan lain-lain berkontribusi 72,8% terhadap inflasi.

Menurut Latif, jika beras impor masuk dalam porsi yang sangat besar sebagai konsekuensi pembebasan bea masuk, memang bisa meredam inflasi untuk jangka pendek. ”Tapi ini artinya pemerintah hanya mempedulikan prestasi di atas kertas. Bagaimana dengan nasib petani?” katanya.

Masalahnya adalah negara-negara asal impor RI sebagai produsen beras, kedelai, gandum, seperti Vietnam dan Thailand menggunakan teknologi yang lebih modern. “Karena itu, produktivitas mereka meningkat,” ucapnya.

Bahkan, AS menyediakan subsidi yang sangat besar untuk kedelai. Jika pembebasan bea masuk pangan tidak dikontrol, secara otomatis harganya lebih murah dibandingkan pangan yang diproduksi petani dalam negeri. “Itu jadi disinsentif bagi sektor pertanian RI,” timpalnya.

Dia menegaskan, kebijakan pemerintah yang terburu-buru itu, tidak menjamin terhindarnya disinsentif bagi petani. Walaupun, pemerintah menyatakan momentum pembebasan bea masuk hanya sampai Maret 2011 bertepatan dengan panen raya, BMG memperkirakan, hujan masih akan deras pada bulan tersebut.

Artinya, jika panen raya menjadi momentum menambah stok beras, produksi tidak akan sebaik tahun lalu. “Apabila stok masih terbatas memenuhi konsumsi, ada peluang pemerintah akan mempertahankan pembebasan bea masuk itu hingga bulan-bulan berikutnya,” paparnya.

Karena itu, Latif mengharapkan, jika pemerintah berkomitmen, pembebasan bea masuk impor beras hanya berlaku hingga Maret, harus ada persiapan yang matang. “Jangan semua pangan dibebaskan bea masuknya. Cukup beras dan terigu karena gandum tidak diproduksi di Tanah Air,” tuturnya.

Sementara itu, kedelai, pakan ternak, beras ketan dan beras wangi tak perlu dibebaskan bea masuknya. Semakin kecil bea masuk, semakin tidak kompetitif produksi beras dalam negeri. “Ke depannya pun, RI akan semakin tergantung pada asing,” tandasnya.

Di sisi lain, pemerintah berjanji akan menyediakan lahan pangan dengan membuka 70 Ribu Ha lahan food estate. “Pada kenyataannya kita tidak melihat realisasi dari janji-janji yang pada 2008 lalu juga diucapkan pemerintah,” imbuh Latif.

Sementara, Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat Entang Sastraatmadja mengatakan konsumsi masyarakat juga menjadi indikasi krisis yang mengkhawatirkan. Entang mencontohkan, konsumsi beras rata-rata kini 139 kilogram (kg) per kapita per tahun. Jumlah penduduk yang terus bertambah menyebabkan semakin banyak pangan dikonsumsi. "Angka konsumsi di Singapura, Vietnam, dan Thailand sudah kurang dari 100 kg. Itu karena penduduknya sudah bisa mengganti beras dengan sumber karbohidrat lain," katanya.

Kekhawatiran kebijakan pemerintah tentang pangan malah mengancam petani juga diungkapkan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Timur. “Jika BM dihapus, harga bahan pokok di tingkat petani lokal dipastikan menurun drastis. Kita masih perlu adanya fungsi kontrol terhadap ketahanan pangan dalam negeri,” kata Dewan Penasihat KTNA Jatim, Nirmanto.

Ia mengatakan, langkah menghilangkna BM hanya berdasarkan pada kepentingan konsumen dengan mengesampingkan kelangsungan sektor pertanian di masa yang akan datang.

Reaksi senada dilontarkan Ketua Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertamian Dewan Pimpinan Nasional HKTI, Arum Sabil. Ia memperkirakan, penghapusan BM impor pangan ini akan berakibat pada kebangkrutan massal pada petani.

Sebelumnya, Wakil Presiden Boediono juga mengakui Indonesia harus segera mewaspadai terjadinya krisis pangan. "Pangan akan menjadi isu berlanjut. Oleh sebab itu Indonesia harus benar-benar kita amankan dari kebutuhan pangan. Isu ini sudah merupakan isu global, bukan saja Indonesia," kata Wapres saat menyampaikan arahannya di depan peserta Sidang Dewan Pleno II dan Munas Khusus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (19/1).

Bahkan menurut data Kementerian Pertanian, panen raya tahun ini juga terancam hama wereng. Direktur Budidaya Tanaman Serealia Kementerian Pertanian Dadih Permana memprediksi jumlah lahan padi yang kemungkinan terkena hama sekitar 600 ribu hektare. Hama yang paling mengkhawatirkan ialah hama wereng batang cokelat. Selain itu, tikus dan banjir kering juga menambah kekhawatiran.

Ia menyatakan, tahun lalu luas lahan padi nasional mencapai 13,4 juta hektare. Tahun ini diperkirakan luasan bertambah menjadi 13,8 juta hektare. Nah, serangan hama itu diperkirakan bakal mengancam terjadinya sawah gagal panen cukup besar, mencapai 600 ribu hektare. Pasalnya, cuaca ekstrem masih akan melanda lahan pertanian Indonesia.

Sementara itu, Menteri Pertanian Suswono menjamin bisa mengganti kerugian petani jika lahannya gagal panen akibat hama tersebut. Dana cadangan darurat pangan telah disiapkan sebesar Rp 3 triliun. Dana itu rencananya yang akan disalurkan langsung ke petani dalam bentuk benih dan pupuk.

Pemerintah memang tengah mengantisipasi gangguan iklim yang bisa mengancam ketahanan pangan. Ancaman gangguan pangan akibat hama ini dikhawatirkan melanda Pulau Jawa yang merupakan penyumbang 60 persen stok beras nasional. Kementerian Pertanian memproyeksikan tiga daerah akan menjadi sentra produksi untuk mencapai target produksi beras pada 2011 ini, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Tergantung Impor

Krisis pangan makin nyata, karena kebijakan impor juga tidak efektif ketika lambung padi dunia seperti Vietnam dan Thailand juga mengalami gagal panen. Bahkan berita terakhir kedua negara ini akan menahan ekspor dan mengutamakan kebutuhan dalam negeri.

Apalagi, Indonesia hingga kini masih sulit melepas ketergantungannya akan beras impor. Jika Indonesia menginginkan beras lokal menjadi raja di negeri sendiri, maka surplus produksi beras nasional minimal harus 5%.

Demikian disampaikan Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (19/1)."Kalau ingin betul-betul tidak impor, (Indonesia) harus mampu meningkatkan produksi 5%, di atas minimun," jelasnya.

Sutarto menambahkan, surplus 5% menjadi acuan cadangan beras yang harus selalu tersedia di Bulog. Di 2010, surplus produksi beras baru mencapai 2,46%. Dan surplus tersebut hanya cukup untuk cadangan beras selama 1-2 bulan."Tahun lalu meningkat hanya 2,46%, itulah kenapa kita harus impor," tegasnya.

Menurutnya dengan surplus produksi beras 1-2 bulan, cadangan beras nasional menjadi tidak aman. Di mana saat paceklik, harga menjadi tidak menentu karena seluruh beras dikuasai pedagang.

"Kenapa harus 5%, pertama karena peningkatan penduduk kita 1,5%. Kedua, penambahan konsumsi yang tidak makan beras, sekarang jadi makan beras. Ketiga, semakin banyak cadangan maka harga akan stabil," ucap Sutarto.

Syarat lain, Indonesia bisa tidak lagi bergantung akan beras impor jika masyarakat sudah bisa mendiversifikasi pangan. "Tujuannya untuk meningkatkan gizi masyarakat juga. Konsumsi beras akan berkurang.Kita masih punya peluang asal tidak ada gangguan iklim. Kita bisa meningkatkan produktivitas,” katanya.

Tidak hanya beras, pemerintah sampai bulan April juga akan membuka impor gula sebanyak 20 ribu ton dari India. Gula impor mulai masuk Indonesia bulan depan. Tak hanya India, pemerintah juga sedang mengupayakan gula tambahan dari Thailand."Tinggal kontrak saja melalui trader. Ditargetkan bulan Februari, gula dari India sudah masuk. Sisanya terus diupayakan oleh Bulog," ucapnya.

Hingga kini harga gula dunia masih amat tinggi. Jika pemerintah memaksakan impor dalam waktu dekat, tentu akan berdampak pada harga jual dalam negeri akan meningkat. Bulog pun tengah mengupayakan agar bea masuk impor gula bisa diturunkan.

"Kalau pemerintah bilang stok gula harus dipenuhi sementara harga dunia tetap tinggi, kami usulkan agar bea masuk impor gula diturunkan. Kalau kemarin bea masuk diturunkan mungkin sudah bisa masuk impornya," imbuhnya. (surabaya post)

Berita Pertanian : Pemerintah Hapus Tender Pupuk

JAKARTA. Untuk mempercepat penyaluran bantuan langsung pupuk dan benih unggul bagi petani, pemerintah meniadakan proses tender.

Menteri Pertanian, Suswono, mengungkapkan anggaran untuk bantuan langsung pupuk dan benih unggul masuk dalam anggaran Kementerian Pertanian. Alokasi ini berbeda dengan sebelumnya, di mana biasanya dianggarkan dalam pos belanja lain-lain. “Tapi karena ini dalam bentuk bantuan langsung, jadi masuk di anggaran K/L yang dalam hal ini Pertanian,” ujarnya.

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp3 triliun untuk ketahanan pangan pada tahun ini yang sebagian dianggarkan untuk pengadaan bantuan langsung pupuk dan benih unggul. Bila biasanya dalam proses penyaluran benih unggul dan pupuk bagi petani harus melalui proses tender terlebih dahulu, maka dalam hal ini hal tersebut ditiadakan. Menurut Suswono, penghapusan tender tersebut untuk mempercepat penyaluran bantuan benih unggul dan pupuk. “Oleh karena itu Inpres atau Perpres ini untuk kecualikan dari Perpres 54 yangg tentang pengadaan barang dan jasa. Di antaranya akan diadakan penunjukkan langsung, Seperti tahun lalu kan SHS dan Pertani. Jadi kita akan kembalikan supaya ada percepatan kalau nggak kita akan terlambat waktu” paparnya.

Ia berharap sekitar Maret-April nanti sudah selesai proses eksekusi pelaksana bantuan langsunng benih unggul dan pupuk. Hal ini sehubungan dengan akan datangnya masa panen pada bulan-bulan tersebut. “Sekarang kan sudah banyak yang panen. Kita harus siap benih dan pupuk, terutama untuk sekolah lapangan, itu SLPTT (Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu). Itu nanti yang akan didahulukan,” pungkasnya. (antara)

Berita Pertanian : Indonesia Kembangkan Padi Transgenik


JAKARTA. Bekerja sama dengan International Rice Research Institute (IRRI), pemerintah kini melakukan penelitian padi transgenik dengan nama Golden Rice. Padi hasil rekayasa genetik ini rencananya akan dirilis dalam dua tahun ke depan.

"Golden Rice akan dirilis sekitar dua tahun ke depan untuk memberikan kontribusi bagi cadangan pangan bagi kita," ujar Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Kamis (20/1).

Varietas ini, imbuh Suswono, merupakan varietas yang kandungan vitamin A nya tinggi.

Deputi Direktur Jenderal Penelitian (IRRI) Achim Dobermann mengamini kemungkinan rilis dalam dua tahun ini. Syaratnya, tim peneliti dari IRRI mempercepat penelitian biodiversitasnya, serta pemerintah setempat mendukung dengan menerbitkan regulasinya.

"Meski ini secara substansial merupakan varietas lama, tapi karena ada teknologi baru di dalamnya, maka pemerintah harus membuat regulasi baru mengenai varietas transgenik ini seperti yang telah dilakukan oleh Bangladesh dan Filipina," kata Achim.

Ia menambahkan, teknologi yang akan digunakan ialah menyertakan betakaroten atau vitamin E dengan menggunakan gen tertentu dari jagung. Gen ini akan diimplikasikan sesuai dengan varietas padi dan jenis tanah yang akan digunakan.

Rencananya, padi yang akan diimplan adalah IR 64 yang memang banyak ditanam oleh petani Indonesia sehingga padi itu bisa tumbuh dan panen dengan stabil sekaligus mengandung vitamin E. Uniknya lagi, bulir padi yang dihasilkan akan berwarna oranye kekuningan, bukan putih seperti bulir padi pada umumnya di Indonesia.

"Bulir padi yang berwarna oranye kekuningan itu mengindikasikan adanya vitamin A di dalam bulir padi tersebut," imbuh Achim.

Hingga kini, para peneliti telah memasuki fase yang sangat spesifik dalam penelitian ini, termasuk apakah vitamin E itu benar-benar masuk di bulir padi serta manfaatnya untuk kesehatan manusia. Mereka pun harus memastikan beras itu aman untuk lingkungan maupun biodiversitas.

"Dari segi penelitian, kami bisa menjamin beras transgenik ini aman dikonsumsi oleh manusia, juga tidak merusak lingkungan," ujarnya.

Hal ini juga disampaikan Achim terkait masyarakat yang kerap paranoid mengenai produk transgenik yang merupakan produk makanan rekayasa genetik. Dari segi peneliti, Achim menyatakan belum pernah menemukan bukti transgenik yang membahayakan manusia.

"Konsumen biasanya selalu khawatir ada bahaya dalam segala hal yang berbau transgenik karena ini produk artificial dan dianggap berbahaya, padahal itu tidak demikian. Kami peneliti belum pernah menemukan kerugian akan konsumsi makanan transgenik," ungkapnya.

Meski produk transgenik telah membanjiri pasar dunia, khususnya Eropa dan Amerika Serikat, belum ada satu negara pun yang pernah menanam beras transgenik. Filipina direncanakan menjadi negara pertama yang merilis beras transgenik ini pada akhir 2012, sementara beras transgenik Indonesia dijadwalkan baru bisa rilis pada 2013. (media indonesia)

Rabu, 19 Januari 2011

Teknik Budidaya Tanaman Tomat

Tomat (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang.

Jenis Tanaman

Tanaman tomat termasuk tanaman semusim yang berumur sekitar 4 bulan. Klasifikasi tanaman tomat adalah sebagai berikut:

  • Divisi : Spermatophyta
  • Anak divisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledonae
  • Ordo : Solanales
  • Famili : Solanaceae
  • Genus : Lycopersicorn
  • Spesies : Lycopersicon esculentum Mill.

Khasiat dan Manfaat Tomat

  • Menurunkan risiko gangguan jantung.
  • Menambah nafsu makan.
  • Bagus untuk perbaikan sel pada fungsi mata.
  • Menjaga kesehatan organ hati, ginjal, dan mencegah kesulitan BAB. Menghilangkan jerawat.
  • Mengobati diare.
  • Bagus untuk sperma pada pria.
  • Mengatasi kegemukan.
  • Tomat semakin merah semakin banyak khasiatnya.
  • Tomat mengandung vitamin dan mineral seperti karbohidrat, protein, lemak, dan kalori.
Syarat Tumbuh

Budidaya tomat dapat dilakukan dari ketinggian 0-1.250 mdpl, dan tumbuh optimal di dataran tinggi >750 mdpl, sesuai dengan jenis/varietas yang diusahakan dg suhu siang hari 24°C dan malam hari antara 15°C-20°C. Pada temperatur tinggi (diatas 32°C) warna buah tomat cenderung kuning, sedangkan pada temperatur yang tidak tetap (tidak stabil) warna buah tidak merata. Temperatur ideal antara 24 °C - 28°C. Curah hujan antara 750-125 mm/tahun, dengan irigasi yang baik.

1. Persemaian

Bibit Tomat yang akan ditanam diperoleh dengan menyemai benih tomat bersemaian. Tempat persemaian sebaiknya diberi naungan atap plastik bening agar lubang tanam 1 bibit tanaman tomat setelah benih berjecambah,tutup plastik atau daun pisang dibuka dan dipelihara selama lebih kurang 1 minggu. Setelah itu apabila dimungkinkan dilakukan pembumbungan menggunakan daun pisang dan dipelihara masih pada tempat bersemaian 2-3 minggu sebelum dipindahkan kelapangan.

2. Penyiapan Lahan

Lahan yang akan ditanami tanaman tomat diusahakan bukan bekas tanaman sefamili seperti kentang, bedengan dengan lebar 110 -120 cm, tinggi 50 - 60 cm, dan j arak antar bedengan 50 - 60 cm, pupuk kandang matang sebanyak 10 - 20 ton/ha yang dicampur dengan tanah secara merata.
3. Pemeliharaan
a. Pemupukan
  1. Komposisikan pupuk dengan campuran sebagai berikut : pupuk dasar 4kg Urea/ZA + 7,5 kg TSP + 4 kg KCL per 1000m2 pada permukaan bedengan, lalu aduk dan campur dengan tanah
  2. Pupuk kedua, Anda bisa memakai Pupuk Majemuk NPK (15-5-15) dengan dosis +/- 20kg/1000M2, selanjutnya aduk dan campur dengan tanah
  3. Setelah diberi pupuk, siramkan diatasnya dengan pupuk Super Nasa dengan dosis +/- 1-2 botol/1000 m2) . Pada setiap gembor volume 10lt diberikan 1 sendok peres makan super nasa untuk kemudian disiram pada 10 meter bedengan.
  4. Jika tanah yang sudah digemburkan tadi sudah melewati 1 minggu penanaman, sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang, sebarkan merata di atas bedengan pada sore harinya
  5. Jika Anda memakai Mulsa yang berbentuk plastik, tutup bedengan pada siang harinya
  6. Lalu biarkan 5-7 hari sebelum masa tanam
b. Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP)
Beberapa keuntungan penggunaan mulsa plastik yaitu :
  1. Mengurangi fluktuasi suhu tanah.
  2. Mengurangi evaporasi tanah, sehingga kelembaban tanah dapat dipertahankan.
  3. Mengurangi kerusakan (erosi) tanah karena air hujan.
  4. Menekan pertumbuhan gulma, mengurangi pencucian hara terutama Nitrogen dan meningkatkan aktivitas mikrobiologi tanah.
  5. Mengurangi serangan hama pengisap (Thrips, tungau dan kutu daun) dan penyakit tular tanah (rebah kecambah dan akar bengkak).
c. Pemasangan Turus
Pemasangan turus dimaksudkan agar tanaman dapat tumbuh tegak, mengurangi kerusakan fisik tanaman, memperbaiki pertumbuhan daun dan tunas serta mempermudah penyemprotan pestisida dan pemupukan.
d. Pemangkasan
Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil buah tomat adalah dengan cara pemangkasan. Pemangkasan cabang dengan meninggalkan satu cabang utama per tanaman akan menghasilkan buah tomat dengan diameter yang lebih besar dibandingkan dengan tanpa pemangkasan. Jumlah cabang yang harus dipertahankan per tanaman tergantung pada kultivar yang ditanam.
Tanaman tomat memerlukan air dalam jumlah yang banyak untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Semakin sering frekuensi pemberian air semakin baik pula sifat fisik buah tomat yang dihasilkan.

4. Panen

a. Ciri dan Umur Panen

Pemetikan buah tomat dapat dilakukan pada tanaman yang telah berumur 60-100 hari setelah tanam tergantung pada varietasnya. Varietas tomat yang tergolong indeterminatre memiliki umur panen lebih panjang, yaitu berkisar antara 70-100 hari setelah tanam baru bisa dipetik buahnya. Penentuan waktu panen hanya berdasarkan umur panen tanaman sering kali kurang tepat karena banyak faktor lingkungan yang mempengaruhinya seperti: keadaan iklim setempat dan tanah. Kriteria masak petik yang optimal dapat dilihat dari warna kulit buah, ukuran buah, keadaan daun tanaman dan batang tanaman, yakni sebagai berikut :

  • kulit buah berubah, dari warna hijau menjadi kekuning-kekuningan.
  • bagian tepi daun tua telah mengering.
  • batang tanaman menguning/mengering.

Waktu pemetikan (pagi, siang, sore) juga berpengaruh pada kualitas yang dipanen. Saat pemetikan buah tomat yang baik adalah pada pagi atau sore hari dan keadaan cuaca cerah. Pemetikan yang dilakukan pada siang hari dari segi teknis kurang menguntungkan karena pada siang hari proses fotosintesis masih berlangsung sehingga mengurangi zat-zat gizi yang terkandung. Disamping itu, keadaan cuaca yang panas di siang hari dapat meningkatkan temperatur dalam buah tomat sehingga dapat mempercepat proses transpirasi (penguapan air) dalam buah. Keadaan ini dapat dapat menyebabkan daya simpan buah tomat menjadi lebih pendek.

b. Cara Panen

Cara memetik buah tomat cukup dilakukan dengan memuntir buah secara hati-hati hingga tangkai buah terputus. Pemutiran buah harus dilakukan satu per satu dan dipilih buah yang sudah matang. Selanjutnya, buah tomat yang sudah terpetik dapat langsung dimasukkan ke dalam keranjang untuk dikumpulkan di tempat penampungan. Tempat penampungan hasil panen tomat hendaknya dipersiapkan di tempat yang teduh atau dapat dibuatkan tenda di dalam kebun.

c. Periode Panen

Pemetikan buah tomat tidak dapat dilakukan sampai 10 kali pemetikan karena masaknya buah tomat tidak bersamaan waktunya. Pemetikan buah tomat dapat dilakukan setiap selang 2-3 hari sekali sampai seluruh tomat habis terpetik.














Berita Pertanian : Renyahnya Laba Bisnis Burger Jamur

Syammafudzh Ghazali bersama rekan-rekannya sesama mahasiswa Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, memilih membuat burger jamur. Kenapa burger yang dipilih? Karena burger merupakan makanan bule yang kini merakyat di Indonesia. Hanya saja selama ini, burger identik dengan makanan bercampur daging. Padahal bisa saja burger diisi dengan bahan lainnya, seperti jamur.

"Kalau diliat dari segmentasi, ada 5 kategori yang menjadi sasaran produk ini," ucap Syam, panggilannya di Yogyakarta.

Pertama menurutnya, kalangan vegetarian yang ingin menikmati burger. Kedua anak-anak yang biasanya suka burger, jamur rendah lemak tapi kaya protein. Selanjutnya orang gemuk, lalu wanita, dan ke 5 orang lanjut usia yang biasanya takut makan daging karena kolesterol.

Membuat ramuan patty dari jamur dengan rasa dan komposisi yang pas butuh percobaan sekitar 3 bulan. Selain itu, roti dan mayonaise yang dipilih pun mesti cocok. Rasa kenyal dari patty jamur berpadu dengan roti lembut, ditambah mayonaise membuat burger ini terasa lebih lezat. Kalau makan ukuran mini kurang kenyang, Anda bisa memesan ukuran sedang atau jumbo. Selain burger, ada pula sandwich, hot sosis, dan masruum crispy.

Sejak membuka usaha ini bulan Maret 2010, Syam langsung menawarkan konsep business opportunity (BO) untuk memperluas usahanya. Ia mempunyai dua tawaran, yaitu tipe franchise/BO (harga Rp 8 juta, gerobak kayu dan Rp 10 juta, gerobak berlapis stainless steel dan master franchise (harga Rp 50 juta). Selain model gerobak, untuk BO ada juga bentuk outlet seperti corner cafe. Bentuk outlet ini royalty fee sebesar Rp. 20 juta. Dengan konsep corner, masakan olahan jamur yang disediakan juga lebih banyak. "Sekitar 13-14 menu masakan yang merupakan pengembangan dari menu di gerobak," kata Syam.

Syam antusias, bisnis ini prospeknya bagus. Sebab, baru beberapa hari buka saja sehari ia bisa menghabiskan minimal 100 pieces patty. Pasokan bahan baku tidak ada kendala, karena Syam mempunyai farm jamur sendiri.

Justru di produksi yang sering terkendala. Misalnya dari bagian produksi bikin 400 produk untuk stok selama 4 hari. Tapi ternyata dalam dua hari sudah habis, padahal mereka mahasiswa semua. "Atau kita bikin 200 patty butuh waktu dua malam tapi tiga hari sudah habis. Makannya cuma sebentar, padahal bikinnya susah," kata Syam tertawa.

Hasilnya, meski bisnis baru berjalan beberapa bulan tapi Syam sudah berhasil mempunyai tiga outlet. Dua outlet di daerah selokan Mataram dan Condongcatur Yogyakarta berupa corner. Selain itu, Syam juga berhasil menggaet pembeli BO yang membuka gerai di Solo, Jawa Tengah. la membeli master franchise, sehingga bisa membuka lima gerobak di wilayah tersebut. (kompas)

Bahan Tambahan Pangan yang Aman

Bahan tambahan pangan (BTP) sebenarnya merupakan bagian dari bahan baku pangan, tetapi ditambahkan ke dalam pangan untuk memengaruhi sifat atau bentuk pangan. Yang termasuk antara lain bahan pewarna, pengawet, penyedap rasa, bahan antigumpal, bahan pemucat dan pengental.

Berikut adalah bahan tambahan pangan yang aman menurut SK Menkes no.722/Menkes/Per/IX/88:

1. Pengawet makanan

  • Asam benzoate sebanyak 1 g per 1 kg adonan.
  • Sodium benzoate sebanyak 1 g per 1 kg adonan.
  • Asam propionate sebanyak 3 g per 1 kg adonan (untuk roti).
  • Belerang dioksida sebanyak 500 mg per 1 kg adonan.

2. Pewarna makanan

  • Ponceau 4 R untuk pewarna saus sambal dengan dosis 300 mg per 1 kg makanan atau 70 mg per 1 kg minuman.
  • Merah allura/allura red dengan dosis 70 mg per 1 kg makanan atau 300 mg per 1 kg adonan.
  • Erytrosine dengan dosis 300 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Kuning FCF. - Sunset Yellow.

3. Pemanis

  • Sakarin dengan dosis 2,5 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Sodium siklamat dengan dosis 11 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Aspartam dengan dosis 40 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Sorbitol (digunakan untuk penderita diabetes dan orang yang membutuhkan kalori rendah).

4. Penyedap rasa dan aroma

  • MSG (mono sodium glutamate) micin/vetsin dengan dosis 120 mg per kg berat badan per hari.

5. Pemutih dan pematang tepung

  • Asam askorbat/ascorbic acid/vitamin C dosis 200 mg per kg berat badan per hari.
  • Aseton perioksida secukupnya.

6. Pengental

  • Pectin dosis 10 g per kg (ada 2 macam pectin apple dan pectin citrus).
  • Gelatin dosis 5 mg per kg. - CMC/Carboxy Methyl Cellulose.

7. Antioksidan

  • Asam ascorbat/Ascorbic acid/vitamin C dosis 500 mg per kg untuk produk daging.
  • BHT dosis 200 mg per kg sebagai antitengik untuk minyak goreng.
  • TBHQ dosis antitengik untuk minyak goreng.

Selasa, 18 Januari 2011

Berita Pertanian : Tanaman Kakao Petani di Lampung Diserang Penyakit

Lampung. Memasuki awal tahun 2011 ini, penyakit yang menyerang tanaman kakao di Kecamatan Katibung, Merbaumataram, dan Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, masih terjadi.

Padahal, tanaman berbuah polong ini sudah mulai berbunga dan berbuah cukup lebat.

Selain mengakibatkan hasil produksi merosot tajam, serangan penyakit ini berpengaruh pada tingkat harga karena biji buah yang terserang penyakit memengaruhi mutu dan akibatnya harga pun rendah.

Dari hasil konfirmasi dengan beberapa pekebun di tiga wilayah ini diketahui paling tidak ada tiga jenis penyakit yang menyerang komoditas ekspor ini. Yaitu penyakit busuk buah, penyakit bintik hitam pada kulit buah, dan layu daun. Yang paling banyak menyerang adalah penyakit busuk buah yang ditandai dengan berubahnya warna buah dari hijau menjadi cokelat kehitaman dan pada akhirnya mengering. Serangan ini tidak terbatas pada buah yang masih kecil saja, juga terjadi pada buah yang sudah besar dan tua.

"Jika satu pohon sudah ada buah yang terkena serangan ini dapat dipastikan buah yang lain pada pohon yang bersangkutan akan tertular juga walaupun buah yang pertama terkena itu sudah dibuang dari pohonnya," kata Rahman, salah seorang pekebun kakao di Katibung.

Penyakit kedua yang juga menyerang buah kakao adalah timbulnya bintik hitam pada kulit buah yang jumlahnya hampir meliputi seluruh kulit buah tersebut. Apabila sudah tanaman sudah terkena, dampaknya perkembangan buah menjadi tidak normal. Kendati tetap berkembang sampai matang tapi kerdil. "Pada saat dibelah bijinya lengket pada kulit dan mutunya kurang bagus karena tidak bernas atau kepet," kata Muharjo, pekebun di Merbaumataram.

Penyakit lainnya yang juga menyerang tanaman ini adalah kering daun yang terjadi secara mendadak dan dalam tempo yang singkat. Serangan ini ditandai dengan menguningnya warna daun kemudian berubah menjadi cokelat dan kering. Serangan ini menjalar ke bagian cabang pohon yang lainnya, sehingga akhirnya dalam satu pohon akan mengalami nasib serupa. "Jika dahannya dipotong, kayu dahan itu bagian dalam kelihatan menghitam atau mati. Upaya kami menghadapi penyakit ini hanya dengan memotong dahan yang kena serangan dengan harapan tidak menjalar ke bagian pohon yang lainnya," kata Muslih, pekebun di Way Sulan.

Para pekebun mengatakan bahwa hingga saat ini mereka belum mampu mengatasi penyakit tersebut. Pencegahan dan pemberantasan dengan obat-obatan hanya berdasar informasi dari para penjual obat-obat pertanian dan perkebunan. sehingga lebih cenderung bersifat coba-coba. Mereka menduga timbulnya berbagai macam penyakit tersebut berkaitan erat dengan turunnya hujan sepanjang tahun ini. (lampung post)

Tips Ampuh : Mengatasi Sariawan

Sariawan adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Munculnya Seriawan ini disertai rasa sakit yang tinggi.

Seriawan merupakan penyakit kelainan mulut yang paling sering ditemukan. Sekitar 10% dari populasi menderita dari penyakit ini, dan wanita lebih mudah terserang daripada pria.[2]

Ada beberapa faktor penyebab yang diduga menjadi penyebab munculnya seriawan, seperti luka tergigit, mengkonsumsi makanan atau minuman panas, alergi, kekurangan vitamin C dan zat besi, kelainan pencernaan, kebersihan mulut tidak terjaga, faktor psikologi, dan kondisi tubuh yang tidak fit.

Sariawan bukan hanya disebabkan karena kekurangan Vitamin C, namun sebaliknya sariawan dikenal disebabkan oleh alergi citrus atau alergi makanan yang mengandung asam, kondisi imun yang lemah, obat-obatan tertentu, trauma fisik (ataupun penggunaan gigi palsu baru), dsb.

Penyakit kekurangan vitamin C sendiri adalah Scurvy atau kegagalan proses sintesis kolagen yang ditandai dengan gusi mudah berdarah, pendarahan kulit (purpura) dsb

Secara herba ada beberapa cara untuk mengatasi sariawan yaitu :

1. Daun Sirih
5 lembar daun sirih segar direbus dengan air secukupnya kemudian air rebusnya diminum selagi hangat

2. Ketepeng Cina
30 gr daun ketepeng cina direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc kemudian airnya diminum selagi hangat

3. Kembang Merak
daun kembang merak secukupnya direbus dengan air kemudian airnya digunakan untuk berkumur-kumur

4. Asam Jawa
3 jari asam jawa yang sudah dibuang bijinya dan gula merah secukupnya direbus dengan air secukupnya. Disaring dan airnya diminum selagi hangat

5. Sisik Naga
Segenggam daun sisik naga segar dicuci bahan hingga bersih, rebus dalam 2 gelas air hingga mendidih, lalu saring. Gunakan airnya untuk berkumur selagi hangat.

Berita Pertanian : Pemerintah Diminta Sediakan Pangan dengan Harga Terjangkau

Pemerintah diminta menyediakan kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau di tengah ancaman kerawanan pangan dunia, dengan melakukan sejumlah program darurat dan jangka pendek.

"Pemerintah harus melakukan penajaman prioritas dengan fokus stabilisasi pangan sepanjang 2011 ini," kata Anggota Badan Anggaran DPR-RI Bambang Soesatyo dalam surat elektroniknya kepada ANTARA, di Jakarta, Senin (17/1).

Ia menilai stabilisasi pangan menjadi pilihan yang sulit dihindari, karena produksi bahan pangan di dalam negeri diperkirakan turun cukup tajam, akibat panen tanaman pangan yang gagal di sejumlah daerah menyusul anomali iklim.

Untuk itu, Bambang yang juga menjadi salah satu wakil ketua umum Kadin Indonesia mengusulkan agar pemerintah melakukan dua aksi dalam stabilisasi pangan yaitu `crash programme" ketersediaan pangan dan program jangka pendek untuk menjaga produktivitas pertanian, khususnya tanaman pangan, di tengah perubahaan iklim.

"Aksi `crash programme` sebaiknya dimulai pemerintah sejak sekarang, dengan menjajaki kontrak impor, terutama beras," kata Bambang. Sedangkan komoditas pangan lainnya, lanjut dia, seperti tepung terigu, susu atau minyak goreng, pemerintah perlu berkoordinasi dengan asosiasi produsen untuk mengetehui volume kebutuhan yang harus diimpor, jika produksi dalam negeri tidak mencukupi permintaan.

"Untuk program antisipasi perubahan iklim guna mengamankan produktivitas sektor pertanian dan tanaman pangan sebaiknya pemerintah mulai merealisasikan sejak Januari ini. Tujuannya, agar tahun mendatang kita lebih siap mencegah gagal panen," katanya.

Ia mengimbau agar kementerian Pertanian segera turun ke lapangan untuk menjelaskan kepada komunitas petani tentang perubahan iklim dan bagaimana antisipasinya agar produktivitas tidak terganggu. "Tentu saja faktor sarana produksi yang tepat harus diperkenalkan kepada petani," ujarnya.

Bambang meminta pemerintah tidak menyederhanakan masalah pangan. Menurut dia, tahun ini situasi yang dihadapi rakyat akan jauh lebih buruk dibanding tahun 2010, dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan. Hal itu ditandai dengan lonjakan beruntun harga bahan pangan saat ini. "Saya yakin, stabilitas sosial politik akan terjaga, jika ketersediaan bahan pangan selalu pada tingkat yang aman dengan harga terjangkau," ujarnya. BM atas Pangan Pokok dan Bahan Terkait Akan Dibebaskan

Pemerintah siap membebaskan bea masuk pangan pokok dan bahan terkait pangan sebagai langkah antisipatif untuk membendung kenaikan yang terus berlanjut. Pembebasan bea masuk pangan ini diharapkan bisa membantu stabilisasi harga. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan upaya stabilisasi yang dilakukan pemerintah adalah memberikan pembebasan bea masukuntuk produk-produk beras, gandum, dan hal-hal yang terkait pakan ternak.

"Ini dalam upaya kita untuk membuat stabilisasi pangan dan juga inflasi yang harus kita jaga," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (17/1). Untuk pembebasan bea masuk ini, Hatta mengatakan, dibutuhkan beberapa peraturan menteri keuangan (PMK) yang terkait dengan pembebasan bea masuk.

Langkah stabilisasi lain yang diupayakan pemerintah adalah menerbitkan instruksi presiden (Inpres) yang mengatur upaya antisipasi Indonesia terhadap kondisi iklim ekstrim. Inpres ini terkait pembagian benih dan pupuk serta pengadaan subsidi benih.

"Penting juga diatur mengenai reaksi dan respons yang diperlukan bila terjadi sesuatu. Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa menteri terkait dan dilanjutkan Rabu (19/1/2011) tentang stabilisasi pangan. Hari ini kami melakukan rapat mendengarkan masukan terkait dengan keputusan sebelumnya tentang pentingnya kita merespons suatu keadaan pangan dunia dan implikasinya terhadap pangan kita," urai Hatta.

Terakhir, pemerintah akan segera merumuskan penggunaan dana kontigensi senilai Rp 3 triliun dimana Rp 1 triliun aakan digunakan untuk stabilisasi pangan dan Rp 2 triliun untuk antisipasi iklim ekstrim. Saat ini Inpres sedang dirampungkan dan diharapkan selesai pada bulan ini.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menambahkan pemerintah akan fokus pada bahan pokok dan bahan terkait panngan dalam upaya mengantisipasi kenaikan pangan dunia. "Intinya mengacu pada perlindungan stabilisasi harga pangan juga memperhatikan pemasukan-pemasukan agar hal ini menjadi perhatian kita secara keseluruhan," imbuh Mari. (antara news)

Berita Pertanian : Kopi Bandung tersandung cuaca buruk


BANDUNG: Produksi kopi arabika Bandung bagian selatan pada tahun ini diprediksikan hanya mencapai 630 ton gabah kopi, turun 10% dari produksi 2010 sebanyak 700 ton gabah kopi akibat cuaca buruk yang terjadi beberapa waktu terakhir ini.

Manajer Koperasi Petani Kopi Warga Masyarakat Hutan (Koptan Kowamah) Pangalengan Bandung Dikdik Makmur mengemukan cuaca buruk disertai hujan yang cukup intensif menyebabkan tanaman kopi sulit berbunga dan secara otomatis akan mengurangi produktivitas buah kopi.

”Panen kopi yang akan berlangsung pada akhir Februari atau Maret mendatang mungkin tidak akan optimal karena gangguan cuaca buruk,” katanya kemarin.

Akibat prediksi penurunan produksi ini, pasokan kopi dari petani ke sejumlah eksportir kopi di Surabaya Jatim dan Medan Sumut juga dikhawatirkan terganggu.

Kopi asal Bandung selatan ini ditanam pada areal seluas 3.000 hektare dan biasanya diekspor ke sejumlah negara a.l. Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara di Eropa.

Dia menilai para eksportir kemungkinan akan cukup kesulitan memenuhi kuota ekspor kopi arabika asal Bandung selatan ini, jika memang terjadi penurunan produksi.

”Kami tidak bisa berbuat banyak karena ada gangguan cuaca buruk yang berpeluang menurunkan produksi kopi di sini,” katanya.

Gangguan cuaca yang buruk itu juga berpeluang mengerek harga kopi. Biasanya harga kopi yang sudah dibersihkan dari cangkangnya mencapai Rp3.000 per kg.

Pada musim panen mendatang harga kopi diperkirakan naik 5% atau menjadi Rp3.150 per kg akibat stok yang menurun.

”Harga kemungkinan bisa naik kalau memang terjadi penurunan produksi,” katanya.

Sementara itu, petani di Bandung bagian selatan ini juga mulai meremajakan tanaman kopi untuk mendorong produktivitas kopi di wilayah itu.

Tahun ini, petani kopi mendapatkan bantuan 1 juta bibit tanaman kopi arabika dari PT Indokom Citra Persada, eksportir kopi asal Surabaya.

Menurut rencana, bibit tanaman kopi tersebut akan ditanam pada musim tanam pertengahan tahun 2011, usai panen raya yang akan berlangsung pada Februari atau Maret.

Dikdik mengemukakan pohon kopi yang ditanam biasanya sudah bisa dipanen dua tahun ke depan.

”Indokom memang cukup rutin memasok bibit tanaman kopi kepada kami. Akan tetapi, bantuan bibit tahun ini cukup besar,” katanya. Dia mengatakan bibit tanaman kopi yang diberikan itu berasal dari pusat pengembangan tanaman kopi di Sulawesi Selatan. “Bibit yang bagus bisa menghasilkan kopi hingga 25 tahun,” katanya. (bisnis.com)

Berita Pertanian : Bea impor kedelai rugikan perajin dan petani

BANDUNG: Harga kacang kedelai di tingkat importir di Jawa Barat pada Januari ini naik 34% dibandingkan dengan harga pada Desember 2010 dari Rp4.900 per kg menjadi Rp6.600 per kg.

Asep Nurdin, Ketua Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jabar, menjelaskan kenaikan harga tersebut mulai berlaku sejak 4 Januari yang dipicu oleh rencana pemerintah yang akan memberlakukan bea masuk impor kedelai sebesar 5%.

Namun ternyata, lanjutnya, rencana tersebut batal. Pemerintah justru membebaskan bea masuk impor pangan, salah satunya adalah kedelai.

“Sayangnya, pembebasan bea masuk tersebut belum menurunkan harga kedelai di tingkat importir sehingga harga di tingkat eceran pun masih sama Rp6.600 per kg,” katanya kepada Bisnis, kemarin.

Dia menjelaskan harga tersebut berlaku untuk kacang kedelai kualitas/Kw III, yang biasanya hanya digunakan sebagai pakai ternak. Di tingkat eceran, harga kedelai pada Desember berkisar Rp5.500 per kg, naik menjadi Rp7.000 per kg.

“Seharusnya kualitas kedelai yang kami pakai adalah kedelai Kw I, atau yang menyerupai, tapi harganya di atas Rp8.000 per kg, itu pun tidak ada yang lokal, semuanya impor dari Kanada dan Amerika Serikat,” jelasnya.

Asep menjelaskan bahwa kebutuhan kacang kedelai perajin tahu dan tempe di wilayahnya pada tahun ini masih sama dengan kebutuhan tahun sebelumnya, yaitu berkisar 2,4 juta ton.

Dari jumlah tersebut, lanjutnya, kacang kedelai yang dipasok petani lokal hanya mencapai 700.000 ratau hanya 29% saja.

“Kebutuhan kedelai perajin masih didominasi oleh kedelai impor Kanada dan Amerika Serikat, untuk kedelai lokal kami masih kesulitan mencarinya,” katanya.

Menurut dia, pemerintah telah mencanangkan swasembada kedelai pada 2014 sebanyak 1 juta ton per tahun, namun baru terpenuhi sebanyak 700.000 ton.

“Tingkat ketergantungan terhadap kedelai impor masih besar, sayangnya yang diimpor hanya kedelai Kw III. Padahal kalau mau, sebaiknya langsung impor yang bagus,” katanya.

Untuk mendorong keterbatasan pasokan kedelai lokal, kata Asep, perajin tahu dan tempe mendorong pemerintah untuk meningkatkan luas lahan petani lokal sehingga mampu memenuhi kebutuhan perajin.

“Ada juga petani yang mau menanam, namun sebelumnya mereka meminta kepastian dari pemerintah mengenai harga dan serapan pasarnya, sehingga petani tidak merugi,” katanya.

Menurut dia, petani lokal mendapatkan keuntungan sebesar Rp500 per kg, diambil dari selisih harga jual dengan biaya tanam. Biaya tanam mencapai Rp5.000 per kg, sedangkan harga jual di tingkat berkisar Rp5.500 per kg.

“Namun itu belum cukup menguntungkan bagi petani lokal,” ujarnya.

Asep menjelaskan petani kedelai di Amerika Serikat hanya mendapatkan keuntungan sebesar Rp70 per kg, namun memiliki lahan tanam yang sangat luas dengan ditunjang berbagai bantuan dari pemerintahnya.

Di Indonesia, keuntungan sudah Rp500 per kg, namun lahan tanam sangat minim, ditambah dengan banyaknya kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan petani.
(bisnis.com)

Minggu, 16 Januari 2011

Berita Pertanian : Arang Kayu di Palembang Semakin Laris

Arang Kayu di Palembang Semakin Laris

Arang kayu di Kota Palembang, sejak beberapa bulan terakhir ini semakin laris, karena harganya jauh lebih murah dibandingkan membeli kayu bakar ataupun minyak tanah.

Menurut Sofyan, pedagang di pasar Kelurahan 7 Ulu Palembang, Senin bahwa harga arang kayu Rp10 ribu per karung (ukuran karung beras 20 kiloram-red).

Menurut dia, sekarang ini peminat arang kayu cukup banyak, karena sebagian warga beralih dari menggunakan bahan bakar minyak tanah ke jenis bahan bakar tersebut.

Menurut Ny Tatik, warga yang tinggal di Kelurahan 7 Ulu bahwa membeli arang kayu jauh lebih hemat, karena dalam satu karung cukup untuk kebutuhan memasak selama lima hingga enam hari hanya mengeluarkan biaya Rp10 ribu, sedangkan kalau memakai minyak tanah dua liter seharga Rp14 ribu hanya cukup selama dua hari.

Hanya saja, perbedaannya menggunakan arang kayu harus melalui proses menghidupkan bara api dalam beberapa menit, sedangkan minyak tanah begitu disulut dengan api langsung hidup.

Di samping itu, menggunakan arang kayu banyak mengeluarkan polusi asap, sehingga untuk mengatasinya harus memasak di ruangan terbuka di luar rumah, katanya lagi.

Ia menambahkan, selain arang kayu, bahan bakar alternatif lainnya adalah kayu bakar, tetapi harganya lebih mahal kisaran Rp2.000 per ikat, kalau untuk kebutuhan selama sepekan paling tidak diperlukan sebanyak sepuluh ikat atau mencapai Rp20 ribu.

Sedangkan harga minyak tanah sekarang ini dipatok pedagang kisaran Rp7.000 per liter.

Khusus permintaan minyak tanah, sampai sekarang ini juga masih banyak, karena sebagian warga masih belum berani menggunakan kompor yang berbahan bakar gas.
(antara news)

Berita Pertanian : Urin pun Bisa Jadi Ladang Fulus

Banyak cara untuk menghasilkan fulus atau uang. Asal ada kemauan dan tekad yang kuat semuanya akan menguntungkan. Seperti yang dilakukan Ponikin.Pria ini berhasil ‘menyulap’ air kencing (urine) ternak sapi dan domba menjadi sumber penghasilan yang lumayan. Sementara biaya produksi relatif ringan.
Berawal dari membaca buku berjudul “Panduan Tanaman Organik dan Penerapan Pertanian Organik”, Ponikin, kelahiran Sidomulyo 11 Maret 1967 ini , mencoba membuat pupuk kompos padat dan pupuk organik cair dari limbah ternak.

Ponikin yang berstatus PNS, dan memegang jabatan sebagai Kepala Cabang Dinas (KCD) Pertanian, di wilayah Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat, tidak bisa tinggal diam. Pria berbadan kecil ini, memiliki nalar untuk melakukan percobaan termasuk pembuatan pupuk kompos padat dan pupuk organik cair dari libah ternak dan limbah tanaman.

Dan, untuk pembuatan pupuk organik cair dari urin ternak, ia sudah melakukan percobaan tahun 2009 lalu. Hasilnya lumayan baik meskipun percobaan dilakukan pada tanaman skala kecil. Hasil percobaan itupun terbukti mampu mengatasi hama tanaman serta mengurangi biaya produksi tanaman. Hingga akhirnya petani ikut menggunakan pupuk buatannya.

Namun, sebelumnya Ponikin telah membuat pupuk kompos padat dari limbah ternak dan limbah tanaman. Pengolahan pupuk kompos yang diterapkan mendapat respon positif dari petani. Sehingga pesananpun mulai berdatangan. Bahkan tahun 2010, petani setempat sudah menghabiskan sebanyak 6,5 ton pupuk organik (pupuk kompos) yang diaplikasikan ke tanaman padi.

Selain dimanfaatkan petani Sambi Rejo, permintaan pupuk sebanyak 20 ton juga diminati petani di Kecamatan Secanggang. “Permintaan pupuk kompos juga banyak dari petani Berastagi, Kabupaten Karo. Namun permintaan tersebut tak dapat dipenuhi karena produksi masih untuk petani lokal,” jelasnya kepada MedanBisnis, Kamis, pekan lalu di Stabat.

“Permintaan pupuk kompos 10 ton setiap bulan baru akan bisa kami penuhi di akhir tahun 2011 ini,” katanya lagi.

Teknik Pembuatan
Pembuatan pupuk organik cair dari urin ternak tidak begitu rumit. Selain bahan mudah didapat, biaya juga tidak begitu besar. Para petani hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp 580.000 untuk menghasilkan pupuk cair sebanyak 200 liter.

Umumnya pupuk oganik cair dibuat dari urin ternak sapi yang diproduksi petani di Desa Sambi Rejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat. Selain urin ternak ada juga bahan tambahan lain seperti tauge, kacang kedelai, bawang putih dan bahan pengurai bakteri. Semua bahan itu dijadikan satu untuk kemudian difermentasi selama 7-10 hari.

Sementara peralatan yang dibutuhkan untuk memproses pembutan pupuk itu juga sangat gampang. Para petani cukup menyediakan ember/baskom, tong plastik, gilingan batu/blender, jerigen/drum plastik, serta gayung atau literan.

Langkah pertama yang dilakukan adalah menyediakan bahan pengurai bakteri, seperti Com A dan air tetes gula yang diaktifkan ke dalam tong/ember selama 5-10 jam yang berisikan air sebanyak 20 liter. Selanjutnya, urin ternak yang berasal dari domba atau sapi sebanyak 120 liter dicampurkan dengan tauge yang sudah digiling sebanyak 10 kg, kacang kedelai yang sudah direndam selama satu malam sebanyak 5 kg, dan selanjutnya digiling serta di tambahkan bawang putih sebanyak 2 kg , yang juga sudah dihaluskan atau digiling.

Campuran yang sudah jadi satu itu kemudian dimasukkan ke dalam drum plastik yang berukuran 200 liter, sambil diaduk sehingga campuran merata. Setelah merata, ditututup dengan plastik tebal dan diikat sekelilingnya dengan karet ban hingga diperkirakan tidak ada lagi udara yang keluar dari drum.

Begitupun, penutup yang terbuat dari plastik itu harus tetap dalam keadaan longgar sehingga bisa terlihat ruang gas yang akan mengelembung (membengkak). Jika bergelembung, itu pertanda adanya proses gas yang dihasilkan dari fermentasi tersebut.

Umumnya, proses fermentasi berlangsung selama 7 – 10 hari, setalah selesai penguraian. Pada hari ke-2, akan terlihat bentukan gas, sehingga akan tampak penutup drum dalam keadaan membengkak oleh tekanan gas. Selanjutnya penutup dibuka selama 15 menit agar gas yang di hasilkan terbuang untuk selanjutnya ditutup kembali.

Pengecekan kondisi gas dilakukan setiap hari untuk membuang gas dalam drum. Pada hari 3-6, akan terjadi puncak pengairan (proses) sehingga memerlukan 2 kali pengecakan untuk membuang gas dengan membuka tutup drum seperti biasa.

Apabila pada hari ke 8 – 10 tidak terdapat lagi tekanan gas maka proses fermentasi berhasil dan selesai dilakukan. Dengan begitu pupuk organik cair bisa digunakan.

Menurut Ponikin, untuk menghasilkan pupuk organik cair sebanyak 200 liter biaya digunakan berkisar Rp 590.000. Biaya tersebut antara lain untuk pembelian urin ternak sebanyak 120 liter Rp180.000, tauge 10 kg Rp 60.000, kacang kedelai 10 kg Rp Rp 70.000, com A di tambah gula tetes Rp 40.000, bawang putih 2 kg Rp 40.000, dan biaya upah giling bahan dan biaya tambahan kenaikan harga dari bahan pembutan pupuk cair berkisar Rp 200.000.
(medanbisnis.com)

Berita Pertanian : Petani Kerinci Lestarikan Koloni Burung Kuntul

Himpunan Pramuwisata Indonesia Jambi menilai para petani di Kabupaten Kerinci bersikap ramah terhadap koloni burung kuntul dan bangau dengan turut menjaga kelestarian serta populasinya.
"Itu sangat baik. Salah satu pesona wisata Kerinci adalah burung kuntul dan bangau yang hingga kini tetap terjaga keberadaannya, seperti yang terlihat di sawah-sawah petani setempat. Petani tidak mengusik apalagi memburunya," kata Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jambi Ir Guntur di Jambi, Senin.

Guntur yang mengaku telah menjadi pemandu wisata sejak berumur 12 tahun, yakni saat duduk di kelas I SMP menyatakan, sejak dulu keberadaan koloni burung kuntul dan bangau di tengah sawah menjadi salah satu pesona pariwisata Kerinci yang banyak menarik minat dan perhatian para pelancong.

Sejak dulu dulu hingga kini keberadaan koloni burung kuntul berwarna putih pemakan cacing dan serangga di sawah dan tubuh kerbau, serta burung bangau berwarna coklat dan berbadan lebih besar ternyata tetap ada di saat banyak aset dan potensi lainnya secara perlahan telah menghilang dari bumi Kerinci, seperti spesies beberapa satwa dan tumbuhan di hutan yang semula lebat hijau dan rimbun.

Menurut catatan Guntur, sepuluh tahun lalu diperkirakan ada ribuan burung kuntul yang mencari makan di sawah-sawah di Kerinci khususnya saat musim panen tiba, dan ratusan burung bangau yang biasanya lebih ramai ketika musim panen tiba.

Kini jumlah tersebut diperkirakan telah meningkat sampai dua atau tiga kali lipat dari sebelumnya.

"Ada beberapa faktor yang menyebabkan terus lestarinya keberadaan burung kuntul dan bangau. Meskipun diketahui masyarakat daging burung kuntul gurih dan halal dikonsumsi, namun sikap burung kuntul terlihat jinak dan bersahabat ditambah bentuk tubuh dan bulunya yang indah membuat burung ini justeru menimbulkan empati bagi petani," ujarnya.

Apalagi burung ini sangat bermanfaat bagi pembasmi hama seperti wereng, belalang atau jenis serangga lainnya yang merusak tanaman.

Selain itu, Kerinci merupakan salah satu daerah pelintasan burung-burung imigran dari belahan utara ke selatan pada setiap musim dingin termasuk jenis bangau. Saat singgah di Kerinci mereka justeru menetap karena tertinggal koloninya atau lebih tertarik terhadap kekayaan dan ketersedian mineral dan nutrisi serta pakan di daerah tersebut.

Yang terpenting, para petani di Kerinci tidak memburu burung kuntul tersebut seperti halnya burung-burung imigran lainnya seperti belibis, bahkan mereka percaya pada mitos bahwa keberadaan burung kuntul justeru akan menandakan hasil panen. Ssemakin banyak koloni burung kuntul di sawah semakin besar hasil panen yang akan diperoleh petani.

Karena telah menjadi sebagai salah satu pesona wisata yang unik dan asri, HPI menilai ke depan pemerintah melalui dinas dan instansi terkait perlu memprogramkan pelestarian burung tersebut.

Bahkan bila perlu masyarakat setempat bisa didorong untuk melestarikannya dengan program-program penangkaran. Petani bisa kembali berternak burung tersebut dengan metoda yang jauh lebih profesional dan modern. Burung tersebut juga layak jadi bahan produk kuliner, tambahnya.
(antaranews)

Sabtu, 15 Januari 2011

Berita Pertanian : Harga Beras Naik, Program Raskin 2011 Meluncur

MAKASSAR - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono meluncurkan Program Beras Miskin (Raskin) Tahun 2011.

Peluncuran itu dirangkaikan dengan Sosialisasi Program Raskin 2011 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo Makassar Selasa, (11/1/2011).

Didampingi Dirut Bulog Sutarto Ali Musa dan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Agung menyerahkan secara simbolis raskin 2011 kepada perwakilan Rumah Tangga Sasaran (RTS). Dalam sambutannya, Agung mengatakan bila peluncuran program ini menandai dimulainya penyaluran raskin di seluruh Indonesia.

"Saya menyambut baik program ini, soalnya harga beras di pasaran cenderung naik setiap akhir hingga awal tahun. Penyaluran raskin di awal tahun akan mengurangi beban pengeluaran rumahtangga miskin. Itu juga bisa menahan laju kenaikan harga beras," tuturnya.

Agung mengungkapkan, PAGU raskin 2011 sebanyak 3.147.841.260 kg. Jumlah sebanyak itu ditujukan pada 17.488.007 RTS se-Indonesia pada 33 provinsi. Menurutnya, realisasi raskin secara nasinal pada tahun 2010 lalu mencapai 98,52 persen.

"Penetapan PAGU Raskin 2011 ditentukan Awal Desember 2010 lalu. Saya harap Januari 2011 ini dapat disalurkan serentak di seluruh Indonesia," ujarnya.

Dia menambahkan, program raskin dapat membantu perwujudan ketahananpangan di tingkat nasional, tak hanya tingkat rumah tangga saja. Dia berharap program pengadaan raskin dapat memacu produksi beras dalam negeri.

"Kalau produksi beras dalam negeri tinggi, serapan beras juga lebih baik. Akibatnya swasembada beras dapat dipertahankan. Tapi, Saya minta Perum Bulog menjamin kualitas beras yang akan disalirkan ke pemerima manfaat. Periksa dulu baru dibagikan," tegasnya.

Data yang dilansir Perum Bulog menyebutkan, Provinsi Jawa Timur adalah penerima PAGU Raskin 2011 yang terbesar. Propinsi beribukota Surabaya ini memperoleh sebanyak 554.367.960 kg raskin pada 2011 yang akan disalurkan pada 3.079.822 RTS.

Sedangkan penerima raskin dengan jumlah terendah adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang PAGU raskinnya sebanyak 5.113.440 kg. Beras itu akan disalurkan kepada 28.408 RTS. Harga beras pada program Raskin 2011 sebesar Rp1.600/kg. Setiap RTS memiliki jatah sebanyak 15 kg/ RTS yang dapat dibeli tanoa biaya tambahan lagi.

"Rakyat jangan dibebani dengan biaya distribusi dari Bulog ke lokasinya. Tugas pemda untuk membayarkan biaya itu melalu anggaran APBD masing-masing," pungkasnya. (Okezone.com)

Berita Pertanian : Harga Beras di Padang Melonjak Naik, Warga Gelisah

PADANG - Naiknya harga cabai beberapa waktu lalu, membuat harga beras ikut melambung tinggi. Harga beras yang sebelumnya Rp15 ribu per gantang (1,5 Kg), naik menjadi Rp22 ribu per gantang hari ini.

Menurut Indra Yanellow (32), pedagang beras di Pasar Raya atau central pasar tradisional di Sumatera Barat, harga Rp22 ribu per gantang itu harga yang paling tinggi atau beras nomor 1 di Pasaran.

"Beras termahal saat ini beras Solok dari harga awal Rp15 ribu kini naik menjadi Rp22 ribu,” ujarnya, Sabtu (15/1/2011).

Dikatakannya, memang ada harga di bawah itu tapi mempunyai kualitas yang sangat rendah, yakni banyak ampas dan kadang banyak kerikil. “Paling rendah harga berasa saat ini mencapai Rp19 ribu per gantang. Dulunya sih harganya Rp10 ribu per gantang,” katanya.

Akibat naiknya harga tersebut membuat beberapa pembeli hanya membeli per gantang saja, serta tidak dalam skala besar. ”Sejak naiknya harga beras kini pembeli hanya mampu membeli satu gantang saja,” ujarnya.

Roberta (32), ibu rumah tangga dari Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota padang, sejak naiknya harga beras itu, ia hanya mampu membeli beras yang kualitas rendah saja. “Gimana lagi pak, harganya melonjak, uang kita tidak ada lebih baik beli beras ini asal kita bisa makan,” tutupnya. (Okezone.com)