Tampilkan postingan dengan label jamur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jamur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 April 2011

Peluang Usaha Pertanian : Bisnis Burger Jamur

Bisnis jamur olahan kian menjamur. Ceruk pasarnya pun masih cukup besar. Jika selama ini bisnis ini lebih banyak di dataran tinggi seperti, Bogor, Bandung dan Bantul Jogjakarta, kini secara perlahan merambah ke kota-kota di Jatim, di antaranya Surabaya, Sidarjo dan sekitarnya.

Bikin Burger Jamur, Bidik Vegetarian

Bagi Fachri Munif Lahdji, jamur olah memiliki nilai jual jauh lebih tinggi ketimbang menjual jamur mentah kering maupun basah.
“Perhatikan, lima tahun lalu makanan dari bahan dasar jamur belum banyak di Surabaya. sekarang di mal-mal, restoran vegetarian, serta pinggir jalan, mulai banyak yang jual. Masyarakat semakin sadar tentang makanan sehat,” kata Fachri, ditemui di tempat produksinya di Tanjung Sadari Colombo, Surabaya, Kamis (7/4).

Fachri (21) bersama kawannya, Syarif, memproduksi jamur olah yang dibikin serupa daging untuk bahan isi burger dan kebab. Ia menyuplai ke beberapa resto vegetarian, penjual burger dan kebab jamur di pinggir jalan. Agennya saat ini tercatat ada delapan, yang tersebar tidak hanya di Surabaya, tetapi juga hingga Jakarta, Solo, dan Pekalongan.
“Saya sengaja tidak menjual burger jamur di toko-toko moderen dan mal karena cost-nya tinggi, sistem keagenan lebih menguntungkan. Untuk menjadi agen minimal harus beli 20 kilogram (kg), tanpa dikenai biaya apapun,” kata arek Suroboyo kelahiran 26 Juni 1990 ini.
Jamur olah yang ia jual dikemas serupa daging burger Bernardi, dengan tiap kemasan seberat 500 gram. Ia menjual dengan merek dagang Bano seharga Rp 25.000 per pack, harga grosir dengan pemesanan lebih dari 20 kg akan diberikan lebih murah.

“Saya memulai bisnis ini awal 2009, sebetulnya sejak di bangku kuliah di Jurusan International Business Management Universitas Ciputra, tiap mahasiswa harus bikin project wirausaha. Waktu itu saya bikin project trading rempah-rempah tetapi nggak bertahan lama. Akhirnya setelah kenalan dengan petani jamur, saya terinspirasi bikin daging burger jamur dan kebab ini,” jelas anak kedua dari empat bersaudara putra pasangan Munif Lahdji dan Jamilah Bawazeer, pemilik perusahaan pasta gigi dan lotion Siwak-F.
Sebagian ia produksi di Surabaya dan sebagian lagi di Bangil, Pasuruan. Untuk pemasaran, ia mempercayakan pada kawan sebayanya Syarif Husin Baridwan yang juga karib semasa SMP dan SMA di Al Hikmah.

“Saat ini, saya masih promosikan secara online di jejaring sosial dan jejaring social commerce seperti kaskus.com,” ujar Syarif menambahkan.
Sistem pemasarannya bisa pesan antar gratis untuk wilayah Surabaya saja, dengan sistem minimum order. Kini, setiap minggunya rata-rata ia bisa menjual 75 pack.

“Kalau omzetnya masih kecil, tiap minggu Rp 2–2,5 juta tetapi kadang juga tak ada pembeli sama sekali. Belum balik modal sih, karena dulu beli mesin olahnya lumayan mahal Rp 20 jutaan, semua pakai modal pribadi. Tetapi yang namanya bisnis memang harus telaten,” sambung Fachri lagi, yang berniat membuat rombong sendiri untuk mengembangkan bisnisnya.
Ia berkiblat terhadap bisnis pasta gigi milik kedua orangtuanya yang dibangun sejak 1994, baru bisa terasa hasilnya setelah 10 tahun. “Yang penting ada kemauan dan tetap inovatif menangkap selera konsumen,” akunya.

Gampang Dibuat, Bahan Baku Berlimpah

Bisnis makanan memang tak pernah ada matinya. Ketimbang bisnis garmen dan aksesoris, makanan kategori produk yang fast moving.
“Kalau niat berbisnis, cari yang bahan bakunya melimpah dan murah. Jamur tergolong komoditi yang harganya cukup terjangkau, budidayanya juga mudah. Tidak harus di dataran tinggi karena sudah bisa direkayasa,” jelas Fachri.

Untuk membuat daging burger jamur, caranya tak terlalu sulit. Jamur kancing (champignon) basah diblender jadi satu, lalu dicampur bahan pembunuh bakteri, diamkan selama satu hari. Setelah itu aduk dengan tepung gluten basah, tepung tapioka, minyak dan ragam bumbu penyedap rasa. Gulung adonan, lalu masukkan dalam mesin kukus.
“Setelah berwarna kecoklatan, angkat lalu diiris tipis menggunakan mesin potong khusus. Daging burger jamur siap dimasukkan plastik dan divakum,” urainya.
Jika dimasukkan freezer, lanjut Fachri, bisa bertahan sampai satu tahun. Namun jika dimasukkan lemari es hanya bisa bertahan satu bulan. Sementara, burger jamur yang disimpan dalam suhu ruangan hanya bisa bertahan 30 jam.

“Modalnya bisa berapa saja, pakai cara manual juga bisa. Tapi kalau produksinya sudah besar tentu penggunaan mesin-mesin khusus akan sangat membantu. Misalnya mesin blender, mesin kukus dan mesin potong,” jelasnya.
Menurut Fachri, jika ingin produk burger jamur ini cepat diserap pasar, tinggal menggali pasar dan bikin inovasi. Inovasi bisa terletak pada rasa, kemasan hingga merek dagang yang eye catching.

Rabu, 19 Januari 2011

Berita Pertanian : Renyahnya Laba Bisnis Burger Jamur

Syammafudzh Ghazali bersama rekan-rekannya sesama mahasiswa Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, memilih membuat burger jamur. Kenapa burger yang dipilih? Karena burger merupakan makanan bule yang kini merakyat di Indonesia. Hanya saja selama ini, burger identik dengan makanan bercampur daging. Padahal bisa saja burger diisi dengan bahan lainnya, seperti jamur.

"Kalau diliat dari segmentasi, ada 5 kategori yang menjadi sasaran produk ini," ucap Syam, panggilannya di Yogyakarta.

Pertama menurutnya, kalangan vegetarian yang ingin menikmati burger. Kedua anak-anak yang biasanya suka burger, jamur rendah lemak tapi kaya protein. Selanjutnya orang gemuk, lalu wanita, dan ke 5 orang lanjut usia yang biasanya takut makan daging karena kolesterol.

Membuat ramuan patty dari jamur dengan rasa dan komposisi yang pas butuh percobaan sekitar 3 bulan. Selain itu, roti dan mayonaise yang dipilih pun mesti cocok. Rasa kenyal dari patty jamur berpadu dengan roti lembut, ditambah mayonaise membuat burger ini terasa lebih lezat. Kalau makan ukuran mini kurang kenyang, Anda bisa memesan ukuran sedang atau jumbo. Selain burger, ada pula sandwich, hot sosis, dan masruum crispy.

Sejak membuka usaha ini bulan Maret 2010, Syam langsung menawarkan konsep business opportunity (BO) untuk memperluas usahanya. Ia mempunyai dua tawaran, yaitu tipe franchise/BO (harga Rp 8 juta, gerobak kayu dan Rp 10 juta, gerobak berlapis stainless steel dan master franchise (harga Rp 50 juta). Selain model gerobak, untuk BO ada juga bentuk outlet seperti corner cafe. Bentuk outlet ini royalty fee sebesar Rp. 20 juta. Dengan konsep corner, masakan olahan jamur yang disediakan juga lebih banyak. "Sekitar 13-14 menu masakan yang merupakan pengembangan dari menu di gerobak," kata Syam.

Syam antusias, bisnis ini prospeknya bagus. Sebab, baru beberapa hari buka saja sehari ia bisa menghabiskan minimal 100 pieces patty. Pasokan bahan baku tidak ada kendala, karena Syam mempunyai farm jamur sendiri.

Justru di produksi yang sering terkendala. Misalnya dari bagian produksi bikin 400 produk untuk stok selama 4 hari. Tapi ternyata dalam dua hari sudah habis, padahal mereka mahasiswa semua. "Atau kita bikin 200 patty butuh waktu dua malam tapi tiga hari sudah habis. Makannya cuma sebentar, padahal bikinnya susah," kata Syam tertawa.

Hasilnya, meski bisnis baru berjalan beberapa bulan tapi Syam sudah berhasil mempunyai tiga outlet. Dua outlet di daerah selokan Mataram dan Condongcatur Yogyakarta berupa corner. Selain itu, Syam juga berhasil menggaet pembeli BO yang membuka gerai di Solo, Jawa Tengah. la membeli master franchise, sehingga bisa membuka lima gerobak di wilayah tersebut. (kompas)

Selasa, 18 Januari 2011

Agribisnis dan Cara Budidaya Jamur Tiram

Jika kita perhatikan, bidang usaha yang paling realistis dan lebih permanen adalah usaha di bidang Agrobisnis. Karena produk yang dihasilkan adalah produk bahan pokok yang tidak bisa dibuat dalam industry manapun. Olehkarena itu usaha agrobisnis adalah usaha yang bisa dijalankan dalam jangka waktu yang tidak terbatas, dan tidak mengalami titik jenuh…
Salah satu usaha agrobisnis yang paling realistis untuk dijalankan adalah budi daya jamur tiram. Karena usaha ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan yang lainnya.
  • Pangsa pasar yang luas sehingga tidak ada kesulitan dalam memasarkan produk
  • Perawatan yang mudah dan murah, karena tidak memerlukan biaya tambahan seperti halnya biaya pemupukan, penyiangan dll.
  • Tidak tergantung pada musim, karena pemeliharaan dilakukan di dalam ruangan kumbung yang tertutup.
  • Bahan baku yang melimpah dan murah
  • Satu kumbung dengan kapasitas 10.000 baglog cukup ditangani oleh satu orang tenaga kerja, sehingga akan menghemat biaya tenaga kerja
  • Panen setiap hari, sehingga perputaran modal lebih cepat
  • Harga jual relative stabil, sehingga resiko kerugian sangat kecil
  • Bisa dijalankan oleh siapa saja tanpa melihat latar belakang pendidikan, asal ada kemauan dan keseriusan pasti bisa menjalankan usaha ini.
  • Dalam skala rumahan bisa dilakukan di pekarangan rumah atau kamar kosong yang selama ini tidak dimanfaatkan

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.


Karakteristik

Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus. Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk.Selain itu, jamur tiram juga memiliki sporamiselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat. berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm serta

Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk.Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu. Untuk itu, saat ingin membudidayakan jamur ini, substrat yang dibuat harus memperhatikan habitat alaminya. Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamut tiram adalah serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu.

Syarat pertumbuhan

Dalam menggunakan media pertumbuhan, jerami yang baik untuk dibuat sebagai bahan media tanam adalah dari jenis jerami yang keras sebab jerami yang keras banyak mengandung selulosa yang merupakan bahan yang diperlukan oleh jamur dalam jumlah banyak disamping itu jerami yang keras membuat media tanaman tidak cepat habis. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jerami sebagai bahan baku media tanam adalah dalam hal kebersihan dan kekeringan, selain itu jerami yang digunakan tidlak busuk dan tidak ditumbuhi jamur jenis lain. Kadar air diatur 60 - 65 % dengan menambah air bersih agar misellia jamur dapat tumbuh dan menyerap makanan dari media tanam dengan baik. Media yang terbuat dari campuran bahan-bahan tersebut perlu diatur kadar airnya.

Habitat alami jamur tiram

Secara alami, jamur tiram Pleurotus ditemukan di hutan dibawah pohon berdaun lebar atau di bawah tanaman berkayu. Jamur tiram tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak, di tempat terlindung miselium jamur akan tumbuh lebih cepat daripada di tempat yang terang dengan cahaya matahari berlimpah. Pertumbuhan misellium akan tumbuh dengan cepat dalam keadaan gelap/tanpa sinar. Pada masa pertumbuhan misellium, jamur tiram sebaiknya ditempatkan dalam ruangan yang gelap, tetapi pada masa pertumbuhan badan buah memerlukan adanya rangsangan sinar. Pada tempat yang sama sekali tidak ada cahaya badan buah tidak dapat tumbuh, oleh karena itu pada masa terbentuknya badan buah pada permukaan media harus mulai mendapat sinar dengan intensitas penyinaran 60 - 70 %.

Pada budidaya jamur tiram suhu udara memegang peranan yang penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal. Pada umumnya suhu yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram, dibedakan dalam dua fase yaitu fase inkubasi yang memerlukan suhu udara berkisar antara 22 - 28 OC dengan kelembaban 60 - 70 % dan fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu udara antara 16 - 22 OC.

Tingkat keasaman media juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram.Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan jamur akan terhambat, bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan mergganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri. Keasaman pH media perlu diatur antara pH 6 - 7 dengan menggunakan kapur (Calsium carbonat).

Kondisi di atas lebih mudah dicapai di daerah dataran tinggi sekitar 700-800 m dpl.Kemungkinan budidaya jamur di dataran rendah tidaklah mustahil asalkan iklim ruang penyimpanan dapat diatur dan disesuaikan dengan keperluan jamur.

Jamur tiram sebagai bahan makanan

Jamur tiram juga memiliki berbagai manfaat yaitu sebagai makanan, menurunkan kolesterol, sebagai antibakterial dan antitumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. Selain itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematoda

Jamur tiram ini memiliki manfaat kesehatan diantaranya, dapat mengurangi kolesterol dan jantung lemah serta beberapa penyakit lainnya. Jamur ini juga dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai penyakit seperti penyakit lever, diabetes, anemia. Selain itu jamur tiram juga dapat bermanfaat sebagai antiviral dan antikanker Di samping itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan. Jamur tiram ini mengandung senyawa pleuran yang berkhasiat sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, serta bertindak sebagai antioksidan. Adanya polisakarida, khususnya Beta-D-glucans pada jamur tiram mempunyai efek positif sebagai antitumor, antikanker, antivirus (termasuk AIDS), melawan kolesterol, antijamur, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun. Pada jamur tiram, produk ini disebut sebagai plovastin yang di pasaran dikenal sebagai suplemen penurun kolesterol (komponen aktifnya statin yang baik untuk menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia). Dilihat dari kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram maka bahan ini termasuk aman untuk dikonsumsi.Adanya serat yaitu lignoselulosa baik untuk pencernaan. USDA (United States Drugs and Administration) yang melakukan penelitian pada tikus menunjukkan bahwa dengan pemberian menu jamur tiram selama 3 minggu akan menurunkan kadar kolesterol dalam serum hingga 40 % dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi pakan yang mengandung jamur tiram. Sehingga mereka berpendapat bahwa jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Di Jepang saat ini sedang diteliti potensi jamur tiram sebagai bahan makanan yang dapat mencegah timbulnya tumor. serta menurunkan kadar kolesterol.

ANALISIS PASAR

Deskripsi produk

Produk jamur tiram yang dihasilkan berupa :

  • Jamur Tiram segar
  • Produk turunan Jamur Tiram seperti kripik jamur, jamur goreng tepung, jamur siap masak dalam kemasan plastik, dll.

Prospek Pasar Budidaya Jamur

Budidaya jamur tiram sekarang ini telah memiliki pasar yang jelas. Hampir semua petani jamur tiram memiliki hubungan dengan pedagang yang siap menerima hasil produksi jamur tiram dari petani dengan harga yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan tanaman sayuran lainnya. Hal ini diperkuat dengan beberapa alasan sebagai berikut:

  1. Pasar jamur tiram saat ini telah meluas di kota manapun terutama kota besar di seluruh Indonesia sehingga diperlukan produksi jamur tiram dalam skala besar.
  2. Masyarakat semakin sadar pentingnya mengkonsumsi jamur untuk tujuan kesehatan.
  3. Jamur saat ini dikonsumsi sebagai pengganti daging selain dari beralihnya pola makan masyarakat kepada bahan pangan organik.
Kebutuhan dan Kecenderungan Pasar

Target market usaha ini adalah konsumen jamur dari house need sehingga kebutuhan akan jamur tiram masih tergolong tinggi dan pemenuhannya masih terbatas pada pasar tradisional pada umumnya dan beberapa retail pada beberapa kota besar.


Sementara itu kecenderungan pasar akan jamur tiram masih tergolongkan pada secondary goods, namun permintaan pasar masih tinggi. Sebaliknya pada segmen hotel dan restoran yang kebutuhan akan jamur tiramnya cukup tinggi suppliers jamur tiram minim dan masih sangat dibutuhkan.


Kecenderungan dari hotel dan restoran yang paling penting untuk disikapi adalah pelayanan akan faktor satisfaction penyediaan barang, mulai dari ketepatan waktu, jenis pambayaran, layanan purna jual, dan yang paling utama penurunan harga jual.


Proyeksi Pengembangan Usaha


Usaha ini diorientasikan sebagai usaha kecil menurut banyak pakar ekonomi, namun usaha tersebut dipandang sebagai tulang punggung dalam salah satu pemulihan ekonomi Indonesia. Untuk itu pengembangan budidaya jamur ini akan dibagi dalam tiga tahap, yaitu: tahap industri kecil awal, tahap industri kecil lanjut, dan tahap industri menengah. Penjelasan mengenai ketiga tahap industri tersebut adalah sebagai berikut :


A. Tahap Industri Kecil Awal
Tahap ini merupakan langkah awal menuju terbentuknya industri padat karya yang kuat dan kokoh
  • Menerapkan standar produksi yang tepat untuk mengoptimalkan hasil budidaya jamur.
  • Penyempurnaan sistem produksi, keuangan dan distribusi.
  • Penambahan tenaga kerja.
  • Pencarian investor
Tahap industri kecil awal ini merupakan jembatan menuju berdirinya industri kecil yang kokoh. Investasi yang dibutuhkan untuk tahap industri kecil awal diperkirakan berkisar antara 30 hingga 100 juta rupiah.

B. Tahap Industri Kecil Lanjut

Tahap ini merupakan pengembangan dari tahap industri kecil awal. Setelah kebutuhan dana mencukupi, dan seluruh kekurangan telah dapat diatasi, maka dimulailah industri kecil lanjut yang ditargetkan untuk memiliki perijinan dan pembentukan badan usaha. Industri ini diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja, mulai dari pekerja kasar di bagian produksi hingga profesional di bidang pemasaran, R & D dan administrasi.

Tahap industri kecil lanjut ini merupakan jembatan menuju berdirinya industri menengah nasional yang produksinya diperkirakan mencapai sedikitnya 100.000 baglog produksi per musim. Tahap industri kecil lanjut itu sendiri diharapkan mampu memproduksi hingga 9 ton per bulan. Investasi yang dibutuhkan untuk tahap industri kecil lanjut ini diperkirakan berkisar antara 150 hingga 200 juta rupiah.


C. Tahap Industri Menengah Nasional

Secara umum, tahap industri menengah adalah perluasan dari industri kecil, mulai dari sistem, kapasitas produksi hingga ekspansi distribusinya. Tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan ekspor. Tahap ini diharapkan mampu menyerap sedikitnya 50 tenaga kerja. Investasi yang diperlukan masih dalam analisis.


Budidaya

Budidaya jamur tiram tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Media tanam yang disebut dengan baglog juga dapat dibuat dengan mudah. Ada beberapa cara yang digunakan para pembudidaya jamur tiram untuk membuat baglog ini. Namun pada dasarnya, perlakuannya sama.

Bahan baku untuk membuat baglog adalah serbuk gergaji, bekatul, kapur, air, polybag, cincin bambu, plastik, kapas dan karet penutup dan bibit spora. Untuk komposisinya, 70 kg serbuk gergaji dicampur dengan 12 kg bekatul, 1 kg kapur serta 17 kg air, kemudian diaduk hingga merata.

Kemudian bahan baku sebanyak 900 gr tersebut dimasukkan kedalam polybag, dikancing dengan cincin bambu, ditutup dengan plastik dan diikat dengan karet sehingga membentuk seperti tutup botol (baglog). Langkah ini disebut dengan proses pengompotan.

Setelah pengompotan, proses sterilisasi siap dilakukan, yaitu dengan cara memanaskan baglog dalam autoclave bertekanan 1,5 – 2,5 bar atau suhu 200 derajat celcius selama 2 jam. Dalam melakukan porses sterilisasi ini, Rosdiyanti hanya menggunakan drum bekas oli yang telah dibersihkan.

Baglog dimasukkan kedalam drum tersebut dengan posisi terbalik agar kadar air tidak bertambah. Kemudian dilakukan proses pengukusan selama 8 jam diatas tungku kayu bakar. Setelah itu baglog didinginkan dalam ruangan selama 12 jam

Langkah selanjutnya adalah proses penanaman bibit, yaitu memasukan bibit spora kedalam lubang baglog lalu diratakan, kemudian disumbat dengan kapas dan diikat kembali dengan plastik dan karet.

Baglog disimpan dalam ruang pemutihan sehingga terjadi penyebaran bibit spora dari bagian atas baglog ke bagian bawahnya. Hal ini menyebabkan baglog yang pada awalnya berwarna cokelat berubah menjadi putih.

Dalam waktu 3 minggu spora telah menyebar lebih dari 3/4 baglog. Baglog siap dipindahkan ke rak pertumbuhan, ditata menumpuk dan disiram dengan menggunakan sprayer 2 kali sehari. Satu sampai dua minggu berikutnya jamur tiram tumbuh dan siap untuk dipanen.

Tempat Produksi

Ruangan produksi jamur tiram atau yang biasa disebut dengan kumbung yang digunakan Rosdiyanti mempunyai luas 2 x 6 m. Untuk ruangan dengan ukuran tersebut, Rosdiyanti bisa menampung kurang lebih 1200 baglog.

Kumbung milik Rosdiyanti terbuat dari bilah bambu (gedek/bilik). Pertimbangannya adalah biaya pembuatannya murah. Tapi yang terpenting adalah kumbung dari bilah bambu ini ideal untuk pertumbuhan jamur karena mirip dengan habitat aslinya di hutan, yaitu intensitas matahari rendah dengan kelembaban yang tinggi.

Atap kumbung ini bisa menggunakan bilah bambu (gedek) atau genting. Yang penting baglog tidak terkena curah hujan dan matahari secara langsung. Diakuinya, jika cuaca terlalu panas maka diperlukan perawatan yang ekstra keras agar pertumbuhan jamur tetap baik.



Rabu, 03 November 2010

RESEP MAKANAN : Jamur

1. Bakwan Jamur

Bahan-bahan :
  • udang 200 gr yang sudah dikupas kulitnya dan dicincang
  • jamur kuping 40 gr, yang kering dan diiris tipis-tipis
  • wortel 150 gr, diparut
  • tauge 150 gr
  • daun bawang 1 batang besar, diiris halus
  • tepung terigu 150 gr
  • telur 3 butir
  • dihaluskan bumbu : 2 siung bawang putih, 3 cm kunyit, 2 sendok teh garam, setengah sendok teh merica
Cara membuatnya :
  • semua bahan dan bumbu halus dicampur, diaduk-aduk hingga rata menjadi adonan
  • sediakan minyak goreng dan panaskan
  • sendokkan adonan ke dalam minyak goreng panas
  • digoreng sampai warna kecoklatan dan matang. Angkat
  • dilakukan sampai bahannya habis.

2. Pepes Udang Jamur

Bahan-bahan :
  • udang 400 gr, dibuang kepalanya
  • jamur merang 250 gr
  • daun bawang 3 batang, dipotong kecil-kecil
  • daun kemangi 6 tangkai
  • daun salam 4 lembar
  • jahe 2,5 cm
  • lengkuas 2,5 cm
  • minyak goreng 2,5 sendok makan
  • daun pisang secukupnya
  • dihaluskan bumbu : 4 buah cabai merah, 7 buah bawang merah, 2,5 siung bawang putih, garam 2,5 sendok teh
Cara membuatnya :
  • semua bahan diaduk, diamkan 30 menit
  • sendokkan bahan ke atas daun pisang, dibungkus kemudian dicucuk atau disemat dengan lidi
  • dikukus sehingga matang. Angkat, selesai.