Tampilkan postingan dengan label cabai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cabai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Oktober 2013

FOTO : Tanaman Cabai Menggunakan Pupuk Cair Enzim BSP-ELF


Tanaman cabai menggunakan Pupuk Cair Enzim BSP-ELF pasti meningkatkan kwalitas dan kwantitas hasil panen tanaman cabai

Selasa, 16 April 2013

Pupuk Cair BSP-ELF membuat cabai lebih besar


Menggunakan Pupuk Cair Enzim BSP-ELF mampu meningkatkan hasil produksi panen tanaman hortikultuta dimana diantaranya tanaman cabai. Buah cabai nyata lebih besar jauh setelah memakai pupuk cair enzim BSP-ELF, dimana besarnya sebesar jari telunjuk orang dewasa.

Kamis, 07 Maret 2013

Pupuk Cair Enzim BSP-ELF


BSP-ELF sangat cocok diaplikasikan ke tanaman industri terutama kelapa sawit, karet dan juga sangat cocok diaplikasikan ke tanaman padi, sayuran, bunga, buah-buahan, dan tanaman palawija seperti jagung, kopi dan coklat.
BIO SYMBIOTIC & ENZYMATIC MOLEKUL
BSP-ELF merupakan nutrisi lengkap untuk tanaman yang mengandung unsur utama seperti Nitrogen (N), Posfat (P), Kalium (K), serta unsur mikro seperti Tembaga (Cu), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Mangan (Mn), Boron (B), Besi (Zn), Sulfur (S), Iron (Fe), Carbon (C), Selenium (Se), Oksigen (O), Senyawa yang mempunyai fungsi dan sifat yang sama dipilih dan dan analisis, dikumpulkan, diinkubasi dalam kondisi khusus untuk proses kestabilan, lalu dengan bantuan unsur-unsur yang alamiah diprogram dan diproses lebih lanjut (mengaplikasikan bio-teknologi modern) membentuk sel plasma (plasmid) yang berkemampuan menghasilkan protein  yang berbeda (yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan dan pembuahan tanaman), dengan melakukan proses pembelahan diri (self-multiplying system) sehingga memastikan pemupukan yang konstan dan progresif bagi pertumbuhan, daya tahan (kesehatan), pembuahan (melalui tingkat nutrisi yang tinggi dan lengkap) dan tingkat kesuburan tanaman dan tanah.
MEKANISME
Dinding sel plasma dalam bentuk molekul dari BSP-ELF yang reaktif akan terbuka jika bersentuhan (disemprot) terhadap sel tanaman dan masuk ke dalam sel tanaman (sel tanaman merupakan bagian dari organisme tanaman) lalu membelah diri. Molekul ini mampu hidup terus dan menetap untuk masa yang lama dalam sel tanaman selama siklus pertumbuhan dan perkembangan tanaman berlangsung, sehingga proses pemberian unsur makanan kepada tanaman tersebut PASTI terjamin.

Aplikasi BSP-ELF secara kontinyu pada mikro-organisme dalam tanah, akan meningkatkan unsur utama dan unsur mikro-organisme dalam tanah, ini disebabkan adanya unsur ENZIM dalam BSP-ELF yang akan meningkatkan unsur mikro-organisme dalam tanah maka disebut Bio Symbiotic Plurals Enzymatic Liquid Fertilizer (BSP-ELF). BSP-ELF berarti = Enzim dan nutrisi yang lengkap dan bekerja secara simbiosis dalam peningkatan:
  • Pertumbuhan,
  • Daya Tahan terhadap hama dan cuaca,
  • Pembuahan,
  • Kesuburan tanah,
  • Perbaikan lingkungan (Green & Eco Friendly Product).
Keunggulan :
  • Men-stimulan pertumbuhan akar dan batang tanaman yang lebih baik dan kuat serta tingkat kesuburan tanah.
  • Men-stimulan daya tahan menjadi lebih kuat terhadap perubahan cuaca dan penyakit tumbuhan.
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam jumlah, berat dan ukuran buah serta bunga tanaman.
  • Mudah diangkut, mudah digunakan dan mudah disimpan.
  • Tidak berbau, tidak beracun, aman digunakan dan ramah lingkungan.
BSP-ELF bereaksi dan bekerja cepat dalam waktu singkat pada tanaman, dapat dengan mudah dilihat munculnya tunas, daun baru dan perubahan warna tanaman jika dibandingkan menggunakan pupuk lain.

Selasa, 05 Maret 2013

Pupuk Cair Enzim BSP-ELF

Pemakaian Pupuk Cair BSP-ELF pada tanaman cabai di Desa Singgaranggarang Kec. Naman Teran Kab. Karo

Rabu, 23 Januari 2013

Peter Pepper, si pedas bertampang porno

Peluang Usaha Budidaya Cabai Peter Pepper


Cabai (Capsicum annuum) merupakan salah satu komoditas sayuran dan bumbu masak yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Ada banyak sekali varian cabai yang biasa dibudidayakan petani.
Selain varietas asli Indonesia, banyak juga petani membudidayakan varian cabai dari luar negeri. Salah satunya adalah cabai willies atau peter pepper.
Cabai bernama ilmiah Capsicum annuum var annuum ini banyak ditemukan di Louisiana dan Texas, Amerika Serikat (AS). Cabai ini sangat terkenal karena bentuknya seperti penis. Bahkan, salah satu majalah tanaman Amerika menjulukinya sebagai tumbuhan paling porno di dunia.
Nah, kini, cabai peter pepper sudah mulai dikembangkan di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Anank Satriyo merupakan salah seorang petani asal Yogyakarta yang menekuni usaha budidaya cabai peter pepper.
Anank tertarik membudidayakan cabai jenis ini karena banyak peminatnya. "Peminat cabai ini merupakan kolektor tanaman," ujarnya. Daya tariknya terletak pada bentuknya yang unik, menyerupai penis.
Di Indonesia sendiri, cabai peter pepper masih tergolong langka dan sulit ditemukan di pasar. Anank sendiri hanya menjual biji cabai peter pepper buat dijadikan benih.
Ia menjual biji cabai itu dengan harga Rp 25.000 per paket. Setiap paket berisi empat sampai lima biji saja. Biji cabai diambil dari pohon induk yang ditanam di  lahan miliknya.
Dalam sebulan, Anank bisa menjual ratusan paket biji cabai dengan omzet Rp 10 juta. Dipasarkan lewat internet, konsumennya tersebar di pelbagai daerah di Indonesia.
Anank bilang tidak memiliki banyak pesaing lantaran memang penjual biji cabai peter pepper masih tergolong sedikit. Di sisi lain, para kolektor tanaman unik dan langka terus memburu cabai terporno ini.
Pemain lainnya yang juga menekuni bisnis ini adalah Louise di Surabaya yang mengusung merek usaha Jocelynmart. Louise telah membudidayakan peter pepper sejak pertengahan 2010.
Ia mengakui, di Indonesia, mulai banyak yang meminati jenis cabai ini. "Orang banyak membeli karena bentuknya yang unik," tuturnya.
Awalnya, Louise mengimpor benih langsung dari AS. Namun, belakangan ia mulai membudidayakan sendiri buat diambil benihnya. Bila hasil budidayanya belum mencukupi permintaan, barulah ia mengimpor benih tersebut.
Dalam sebulan, Louise bisa menjual 100 pak bibit peter pepper. Setiap pak berisi lima bibit dan dibanderol seharga Rp 30.000. Cabai ini sendiri sebenarnya bisa dipakai buat bumbu masak seperti cabai pada umumnya.
Tingkat kepedasannya 10.000 - 23.000 skala scoville atau lebih pedas dari cabai merah yang tingkat kepedasannya 7.000 skala scoville.

Budidayanya tak beda dari cabai jenis lain

Cabai peter pepper sudah mulai dikenal di Indonesia sebagai salah satu tanaman unik untuk koleksi. Kolektor tanaman sering menyebut tanaman ini dengan cabai paling porno di dunia.
Meskipun memiliki bentuk unik, cara membudidayakan cabai peter pepper gampang. Hanya memerlukan perawatan yang intensif pada awal pertumbuhannya, lalu pemupukkan rutin, dan sinar matahari yang cukup.
Anank Satriyo, pebudidaya cabai peter pepper asal Yogyakarta menceritakan cabai ini cukup bagus jika tumbuh di atas tanah yang gembur dan agak berpasir, mirip dengan lahan untuk menanam cabai rawit. Cabai peter pepper bisa tumbuh subur di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.
Proses penanaman cabai ini hampir sama dengan cabai pada umumnya. Sebelum biji ditanam, Anank terlebih dahulu merendam biji itu selama semalam atau sedikitnya 12 jam.
Pada saat direndam, air dicampur dengan sedikit Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal). Setelah itu, biji cabai ini disemai di media yang sudah disiapkan lima hingga tujuh hari sebelumnya.
Selama proses persemaian itu, biji cabai ini akan bertunas dan memiliki empat sampai lima daun dengan ketinggian lima hingga 10 centimeter (cm).
Setelah berumur sebulan, bibit cabai peter pepper bisa dipindahkan ke media yang lebih besar seperti polybag. Polybag sebaiknya diisi tanah, pupuk kandang, dan sekam.
Sekali dua minggu, tanaman rutin diberikan pupuk cair organik dan tambahan pupuk kandang secukupnya. Penyiraman dilakukan sekali sehari tapi jangan sampai becek.
Volume sinar matahari yang langsung ke tanaman dibatasi sebesar 70% agar tidak layu. Setelah berusia empat hingga enam bulan, cabai siap dipanen.
Louise, pemilik Jocelynmart di Surabaya, mengingatkan bahwa masa berkecambah atau persemaian cabai peter pepper merupakan masa yang perlu perhatian khusus. "Gagal tidaknya suatu panen dimulai dari pembibitannya," tuturnya.
Louise menyarankan pengunaan media tanam dari cacahan serabut kelapa lalu diberi pupuk daun dengan perbandingan 2:1. Adapun suhu ideal untuk pertumbuhan sekitar 27°-28° celcius. 

Selasa, 03 April 2012

Harga cabai picu inflasi kota Malang

Malang. Harga cabai rawit yang terus melambung hingga mencapai Rp35 ribu sampai Rp40 ribu/kg dalam beberapa pekan terakhir ini menjadi salah satu pemicu inflasi pada Maret di Kota Malang, Jawa Timur, yang mencapai 0,01 persen.

Menurut Kasi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Erny Fatma Setyoharini, angka inflasi Maret tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 0,18 persen.

"Tahun lalu harga cabai rawit sempat menjadi penyebab utama inflasi di Malang dan kelihatannya tren kenaikan harga cabai ini bisa mengulang 2011," katanya hari ini.

Selain harga cabai, katanya, yang menjadi pemicu utama inflasi di Kota Malang adalah kenaikan tarif angkutan antarkota, baik untuk orang maupun barang. Masyarakat Kota Malang banyak yang bekerja di luar kota, sehingga banyak menyedot anggaran.

Ia mengatakan, isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat sejumlah pengusaha angkutan menaikkan tarifnya dengan memberlakukan tarif batas atas. Meski akhirnya tidak jadi naik, tarifnya tidak diturunkan.

Beberapa komoditas yang juga memicu inflasi adalah gula pasir, rokok kretek filter, upah pembantu rumah tangga, roti manis serta pertamax. Pada bulan lalu komoditas tersebut relatif ada kenaikan harga.

Sementara beberapa komoditas yang justru memicu deflasi adalah harga beras, daging ayam ras, kentang, kelapa, apel, telur ayam ras, tomat, bawang merah, emas perhiasan, dan angkutan udara.

Senin, 03 Oktober 2011

Berita Pertanian : Harga Cabai Naik Terus















Medan
. Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan terus mengalami kenaikan. Sejumlah pedagang mengaku, mahalnya harga cabai dipicu oleh minimnya pasokan yang masuk. Saat ini, harga cabai merah sudah mencapai Rp 28.000 per kg naik dari harga sebelumnya Rp 26.000 per kg, cabai hijau Rp 15.000 per kg naik dari harga sebelumnya Rp 12.000 per kg dan cabai rawit dijual dengan harga Rp 26.000 per kg atau naik dari harga semula Rp 23.000 per kg.
"Sekarang stok kami sedikit karena pasokan dari pengumpul sangat minim, sehingga harga terus naik," kata Rosmalia, salah satu pedagang di Pusat Pasar Medan, Senin (3/10).

Menurut dia, pasokan yang minim tersebut juga dipengaruhi oleh pergantian musim yang terjadi saat ini. Saat musim hujan, petani yang menanam cabai sedikit berkurang sehingga ketersediaan cabai di pasaran juga berkurang.

Selain itu, pemicu naiknya harga cabai di tingkat pengecer karena naiknya harga di tingkat pengumpul, rata-rata mengalami kenaikan antara 5% hingga 15% dari harga semula.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Petisah Medan, Debora mengatakan, permintaan konsumen hingga saat ini masih tinggi, sedangkan pasokan sedikit sehingga memaksa pedagang menaikkan harga. "Biasanya saya pasok sebanyak 200 kg cabai dalam sehari, kini hanya berkisar antara 100 kg hingga 120 kg saja," kata Debora.

Meski terus mengalami kenaikan harga, dia mengatakan, hingga saat ini permintaan konsumen masih stabil dan cenderung meningkat. Namun, meskipun begitu, pihaknya berharap agar pasokan bisa lancar sehingga harga cabai tidak terlalu mahal dan menyebabkan kerugian bagi pedagang lantaran perintaan akan menurun. "Biasanya kalau sudah terlalu mahal, pembeli akan malas untuk membeli," ungkapnya.

Cabai Indonesia Terpedas di Dunia

Cabai Indonesia terpedas di dunia. (Foto: Getty Images)

INDONESIA dikenal sebagai negara yang kaya bumbu dan rempah. Tak mengherankan jika salah satu hasil kekayaan Indonesia, yaitu cabai, paling pedas dibandingkan negara lain.

“Cabai kita itu memang paling pedas di dunia, bahkan di negara-negara Asia dan Eropa lainnya seperti China, Jepang, Korea, Thailand, Jerman, Inggris, Italia tidak sepedas punya kita,” kata Prima Perdana Adithya selaku pemilik restoran La Mia Kitchen saat berbincang dengan okezone di Jakarta, belum lama ini.

Cabai di Indonesia punya cita rasa pedas yang sangat tajam, berbeda dengan cabai di negara-negara Asia atau Eropa yang hanya menghasilkan panas, bukan pedas.

“Cabai Indonesia itu pedas sekali, negara di luar Indonesia hanya memiliki rasa panas saja,” jelasnya.

Rasa panas yang keluar dari cabai negara lain biasanya berasal dari cabai bubuk.

“Kekuatan cabai di Indonesia ada pada cabai rawit. Kita punya dua jenis cabai rawit di Indonesia yaitu rawit hijau dan merah. Kalau yang hijau cocok untuk makan gorengan, kalau merah punya ciri khas bisa di-blend untuk makanan lain dan rasanya lebih menggigit,” imbuhnya.

Dengan musim yang terbatas, membuat cabai Indonesia lebih pedas ketimbang negara lainnya.

“Kenapa di China ada dry chilli, di Jepang ada cabai bubuk, karena mereka musim cabai hanya sekali dalam satu tahun, di mana ditanam dan tumbuh di musim tertentu dan panen cuma satu kali satu tahun. Dan kalau ada, dicampur lada dengan cabai bubuk,” imbuhnya.

Dengan kondisi itu tak heran jika negara-negara Eropa banyak mendapat cabai dari hasil impor, namun olahannya tidak sepedas di Indonesia.

“Kalau di Eropa tidak ada, mereka beda, cuma sekadar ditumbuk halus dan itu didapatkan dengan diimpor, tapi pedasnya berbeda,” tutupnya.

Rabu, 17 Agustus 2011

Tips Ampuh : Tip Pilih Cabai Pedas







CABAI merupakan bumbu dapur paling banyak banyak dipakai dalam menu Nusantara. Cabai tidak hanya pemberi rasa pedas, juga penambah selera makan.

Cabai memiliki bentuk yang sangat bervariasi, mulai dari cabai merah, cabai rawit, dan cabai hijau. Mungkin selama ini, Anda hanya membelinya di pasar tradisional maupun supermarket tanpa mengetahui kondisinya. Jangan heran bila Anda memilih cabai dengan kondisi tidak baik walaupun ketika dilihat teksturnya sangat mulus. Simak tip memilih cabai yang baik, seperti dilansir ehow.

Perhatikan bentuk cabai

Untuk mengetahui cabai yang baik sebenarnya sangat sederhana. Perhatikan bentuknya. Cabai berkualitas baik berbentuk lurus serta memiliki warna merah yang sangat terang. Memang, terkadang ada bentuk cabai yang kecil dan sedikit melengkung, namun hasil pedasnya lebih sedikit ketika diolah menjadi masakan.

Kenali rasa dan tekstur

Cabai murni memiliki rasa yang berbeda. Cabai harus memiliki konsistensi tebal dan tekstur yang berbeda terlebih saat direbus.

Sajian cabai

Cabai tidak hanya disajikan dalam sambal, juga bisa dalam berbagai olahan. Cabai dapat digunakan sebagai topping untuk hamburger, hot dog, kentang goreng, atau sandwich, juga bisa disajikan di atas pasta.

Setiap daerah memiliki cara berbeda dalam mengolah cabai. Seiring berkembangnya jaman, jenis cabai pun telah dimodifikasi untuk menghasilkan cita rasa yang lezat, tidak sekadar rasa pedas.

Senin, 02 Mei 2011

Cabai Memiliki Lidah

















Cabai memiliki lidah ???? Aneh, unik, menarik, ajaib... pendapat anda bagaimana tentang cabai seperti memiliki lidah ini ?

Manfaat Cabai untuk Kesehatan






Oleh: Krisma Dewi

MESKIPUN harga cabai sedang melambung tinggi, sekiranya Anda jangan sampai tidak mengkonsumsinya sama sekali. Karena cabai sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Cabai, merupakan tanaman yang termasuk ke dalam keluarga tanaman Solanaceae.

Spesies tanaman cabai yang paling sering digunakan meliputi Capsicum annum, Capsicum frutescens, Capsicum chinense, Capsicum pubescens, dan Capsicum baccatum.

Para peneliti dari Los Angeles Center for Human Nutrition, universitas California, AS telah melakukan sebuah penelitian kecil, mereka menemukan bahwa zat yang terkandung di dalam cabe yang memberi rasa pedas yaitu capsaicin, ternyata tidak hanya menimbulkan keringat ketika disantap, tetapi juga membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak energi.

Capsaicin mirip seperti minyak dan menyengat sel-sel pengecap lidah. Selain capsaicin, cabai juga mengandung dihidro capsaicin, capsaicinoids, karoten, vitamin A dan C, zat pewarna alami, fosfor, zat besi dan niasin.

Capsaicinoids mirip dengan capsaicin. Apabila cabai dimakan, senyawa-senyawa capsaicinoids berikatan dengan reseptor nyeri di mulut dan kerongkongan sehingga menyebabkan rasa pedas. Kemudian reseptor ini akan mengirimkan sinyal ke otak yang mengatakan bahwa sesuatu yang pedas telah dimakan. Otak merespon sinyal ini dengan menaikkan denyut jantung, meningkatkan pengeluaran keringat, dan melepaskan hormon endorfin.

Adapun manfaat cabai untuk yang mengkonsumsi adalah sebagai berikut:

1. Memperkecil risiko terserang stroke, impotensi, jantung koroner dan penyumbatan pembuluh darah. Hal ini karena dengan mengkonsumsi capsaicin secara rutin darah akan tetap encer dan kerak lemak pada pembuluh darah tidak akan terbentuk. Cabai juga berkhasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis).

2. Meredakan pilek dan hidung tersumbat karena capsaicin dapat mengencerkan lendir. Sehingga, lendir yang tersumbat dalam rongga hidung akan menjadi encer dan keluar. Ini berlaku pada sinusitis dan juga batuk berdahak.

3. Meningkatkan nafsu makan. Karena capsaicin dapat merangsang produksi hormon endorphin. Endorphin adalah hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan.

4. Menurunkan hipertensi, karena cabai mengandung banyak vitamin C dan betakaroten (provitaminA) lebih dari buah-buahan seperti mangga, pepaya, nanas, dan semangka. Cabai membantu memperkuat pembuluh darah, yang membuat mereka lebih elastis sehingga dapat menyesuaikan dengan fluktuasi tekanan darah.

5. Mengurangi resiko kanker prostat, menurut penelitian capsaicin tidak hanya membuat lidah menjadi terasa panas tetapi juga membunuh sel-sel jahat yang menyebabkan kanker prostat.

6. Menurunkan berat badan, karena cabai dapat membantu merangsang tubuh untuk lebih cepat membakar lemak dan menyeimbangkan metabolisme tubuh melalui rasa panas yang dihasilkan dari capsaicin dan diyakini dapat membantu pembakaran kalori hingga 25 persen.

7. Kandungan antioksidannya dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.

8. Ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit.

9. Menurunkan kadar kolesterol, menormalkan kaki dan tangan yang lemas, meredakan migraine, gangguan rematik dan jari nyeri karena kedinginan, mengobati perut kembung, memberi kalsium dan fosfor bagi tubuh (karena kandungan kalsium dan fosfor pada cabai tidak kalah dari yang ada pada ikan segar.

Manfaat lain cabai selain manfaat jika cabai dikomsumsi, yaitu :

  1. Selain dikonsumsi, cabai juga bisa menghilangkan rasa dingin pada tubuh dengan cara mengoleskannya pada bagian yang terasa dingin. Daun cabai juga bermanfaat mengatasi sakit perut dan bisul, dengan cara digiling kemudian dibalurkan di daerah yang sakit. Bubuk cabai merah kering sangat berkhasiat meredakan rasa nyeri dan pendarahan pada bagian tubuh yang terluka (seperti terluka karena pisau). Bubuk cabai tersebut tidak akan menimbulkan perih pada luka karena adanya zat capsaicin pada cabe merah yang menghilangkan rasa sakit.
  2. Penurun demam tinggi. Daun cabai juga dapat mengatasi demam tinggi, caranya adalah segenggam daun cabai rawit ditumbuk sampai halus dan campurkan satu sendok minyak selada sampai rata. Setelah itu tempelkan ramuan pada ubun-ubun atau dibalurkan pada seluruh badan. Selimuti badan penderita dengan selimut yang tebal. Tak berapa lama, badan akan mengeluarkan keringat, sehingga panas badan akan menurun dengan cepat.

Cabai memang sangat bermanfaat, tapi bukan berarti dianjurkan mengkonsumsinya sebanyak mungkin cabai juga memiliki dampak negatif , yaitu menyebabkan seseorang menjadi pelupa.

Selasa, 05 April 2011

Tips Ampuh : Cara Jitu Tanaman Cabai Bebas Penyakit



KEBUTUHAN cabai merah di Indonesia meningkat 7,5% setiap tahun. Sayangnya hal itu tidak diimbangi laju produktivitas yang tinggi. Saat ini produksi per ha berkisar 6—7 ton dari semestinya 12—15 ton. Banyak sebab yang membuat produktivitas anjlok: pengolahan lahan yang tidak tepat, pemakaian benih rentan hama penyakit, serta perawatan yang kurang pas.

Di sisi lain penanaman cabai pada hamparan luas dan waktu tidak serempak rentan menuai masalah. Tanaman yang ditanam terus-menerus membuat keragaman komponen biotik pada ekosistem alami di lokasi budi daya menjadi rendah. Alhasil, organisme pengganggu cabai leluasa berkembang dan merugikan pekebun. Supaya pekebun terhindar dari beragam masalah, perlu melakukan berbagai tindakan mulai dari pemilihan benih, persemaian, pengolahan lahan, hingga panen.

Berawal dari Benih

Untuk benih, misalnya, pilih varietas yang cocok dengan lokasi setempat. Para pekebun di Pantai Utara, Jawa Tengah, sebagai contoh bisa menggunakan varietas Tanjung. Varietas ini selain cocok tumbuh di dataran rendah juga tahan terhadap penyakit virus kuning. Sementara itu, di dataran tinggi, pilih cabai hibrida bersertifikat yang terjamin kualitasnya, sebagai contoh Lembang-1.

Ketika benih disemai, gunakan media campuran 1 bagian pupuk kandang matang dan 1 bagian tanah subsoil yang diambil dari tanah sedalam 20 cm. Sebelum biji disebar, tanah disiram air hingga rata terlebih dulu. Untuk menghindari penyakit yang terbawa dalam benih, rendam dalam air panas bersuhu 50 derajat Celsius hingga air dingin. Bisa pula merendam dalam fungisida berbahan aktif propamokarb hidroklorida dosis 1 ml/1 liter air. Setelah direndam selama 1 jam, benih ditiriskan.

Lahan persemaian sebaiknya diberi naungan plastik tembus cahaya atau naungan atap permanen dengan ketinggian 1,5 m agar sinar matahari bisa menerobos masuk. Untuk menghindari infeksi virus pada bibit di persemaian, tutup persemaian dengan kasa agar serangga vektor tidak bisa masuk. Kasa berkerapatan 50 mesh dapat menahan kutu daun dan kutu kebul.

Sebelum dipindahtanamkan, olah tanah dengan dicangkul sedalam 30—35 cm dan di balik 2—3 kali. Setiap pembalikan tanah biarkan selama 1 minggu. Tujuannya agar mikroba patogen tanah terbunuh sinar matahari. Serasah dari pertanaman sebelumnya harus dikumpulkan dan dimusnahkan dengan jalan dibakar karena menjadi sarang ulat tanah.

Pemberian nematisida berbahan aktif karbofuran dosis 1—3 kg/ha mutlak jika ditemukan akar gulma membengkak akibat serangan nematoda atau ditemukan 300 ekor nematoda puru akar dalam 1 kg tanah. Nematisida diberikan berbarengan dengan aplikasi pupuk kandang.

Agar cabai tahan terhadap serangan virus gemini, bibit di persemaian disemprot ekstrak bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) berkadar 25%. Lakukan 5 hari sebelum bibit dipindah ke lahan. Untuk virus mosaik dapat diinduksi vaksin carna-5 10% dengan jalan dioleskan pada daun saat umur 14 hari sebelum tanam. Tujuan induksi merangsang cabai untuk membentuk ketahanan sistemik terhadap virus.

Setelah cabai ditanam di lahan, gangguan hama, dan penyakit tetap mengancam, contohnya hama pengisap daun. Untuk mengatasinya gunakan perangkap berupa kertas kuning berukuran 20 cm x 30 cm, dibungkus kantung plastik bening. Bagian terbuka menghadap ke bawah. Olesi bagian luar kantung plastik dengan minyak atau oli bekas agar hama pengisap daun menempel. Perangkap ini diganti setiap 10—14 hari.

Sementara itu, untuk menahan atau mengurangi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dari luar kebun bisa dimanfaatkan tanaman jagung. Tanam jagung di sekeliling kebun 3—4 minggu sebelum bibit cabai dipindahtanamkan. Jagung ditanam 6 baris dengan jarak rapat 30 cm x 15 cm. Masukkan benih jagung 1 butir per lubang tanam. Jika jarak tanam 30 cm x 20 cm, setiap lubang diisi 2 butir benih jagung. Sebaiknya pilih jagung manis yang bernilai ekonomi tinggi supaya bisa menambah pendapatan.

Selain jagung, tanaman sela lain yang bisa dimanfaatkan mengurangi serangan OPT adalah tomat dan kubis. Kedua tanaman itu bisa ditanam di antara cabai atau di pinggir bedengan. Tomat ditanam 2 minggu setelah cabai, kubis sebulan pascatanam cabai.

Minggu, 27 Maret 2011

Berita Pertanian : Lahan Telantar akan Dimanfaatkan untuk Pengembangan Cabai

Ternate. Pemerintah Kota (Pemko) Ternate, Maluku Utara (Malut), akan memanfaatkan semua lahan telantar di daerah ini untuk pengembangan tanaman cabai dan tanaman sayur lainnya.
"Pemko akan mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk membantu petani memanfaatkan lahan telantar di daerah ini menjadi lokasi pengembangan cabai dan berbagai jenis tanaman sayur lainnya," kata Walikota Ternate Burhan Abdurahman di Ternate, Jumat (25/3).

Dikatakannya, kebutuhan cabai dan berbagai jenis sayur di Ternate selama ini banyak dipasok dari daerah lain di Malut, bahkan ada yang dari Sulawesi Utara sehingga rentan terjadi lonjakan harga.

Selama beberapa bulan terakhir harga cabai mengalami lonjakan terutama kalau pasokan ke Ternate mengalami keterlambatan atau terjadi gagal panen.

Harga cabai di Ternate sering melonjak sampai Rp100 ribu per kg, padahal harga di daerah lain paling tinggi Rp60 ribu per kg. Hal ini terjadi karena pasokan dari daerah lain terhambat, misalnya akibat cuaca buruk.

Untuk mengatasi hal tersebut Pemkot Ternate akan mendorong pengembangan cabai dan berbagai jenis sayur lainnya di Kota Ternate dengan memanfaatkan lahan telantar.

Burhan mengatakan, dirinya telah menginstruksikan instansi teknis terkait di antaranya Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Ternate untuk melaksanakan program tersebut bekerja sama dengan petani setempat.

Di Kota Ternate terdapat ribuan hektar lahan telantar dan kalau semuanya ditanami dengan cabai dan berbagai jenis sayur, hasilnya selain dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, juga bisa dipasarkan ke berbagai daerah lain di Malut.

Sementara itu, harga cabai di Kota Ternate yang sebelumnya sempat menembus Rp100 ribu per kg, kini berangsur turun. Harga terakhir mencapai Rp50 ribu per kg. (ant)

Senin, 07 Maret 2011

Berita Pertanian : Pasokan Melimpah, Harga Cabai Turun

KALIANDA. Sejumlah harga bumbu masak di bilangan pasar Inpres Kalianda turun.

Cabai, misalnya, pada musim hujan ini dijual Rp32 ribu/kg dari sebelumnya Januari 2011 lalu mencapai Rp50 ribu/kg. Demikian pula harga tomat semula Rp3.000/kg, kini turun menjadi Rp1.000/kg. Sedangkan, harga bawang merah tetap stabil mencapai Rp24 ribu/kg.

Narti (36), pedagang bumbu masak dan sayur-mayur di pasar Inpres Kalianda, Minggu (6-3), mengatakan turunnya harga cabai merah ini karena banyaknya pasokan yang dikirim para pedagang pengumpul dari berbagai daerah di Lampung.

"Karena, stoknya banyak sehingga memengaruhi harga jual komoditas perkebunan itu," kata dia kemarin.

Pasokan berbagai bumbu masak yang dijualnya secara eceran kepada para pembeli, menurut Narti, sebagian barang diperoleh dari sekitaran Kalianda. Namun, banyak juga pasokan barang yang dijual para pedagang di pasar Inpres Kalianda didatangkan dari Lampung Barat dan Bandar Lampung.

"Apabila, musim hujan seperti ini kebutuhan bumbu masak cukup berlimpah stoknya di sejumlah pedagang. Sebab, banyak petani yang panen sayur-sayuran dan berbagai bumbu masak sepeti cabai dan tomat," kata dia.

Hal senada dikatakan pedagang lainnya, Jumirah. Menurut dia, meskipun harga sejumlah bumbu masak turun, minat beli masyarakat tetap stabil. "Kebutuhan bumbu masak, tetap stabil di masyarakat. Kalaupun ada peningkatan, ketika ada masyarakat yang menggelar hajatan baik resepsi pernikahan maupun khitanan," kata Jumirah. (LP)

Rabu, 02 Maret 2011

Berita Pertanian : Cabai Masih Rp 70.000 di Palangkaraya


PALANGKARAYA. Harga cabai rawit yang masih tinggi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menyebabkan penjualan para pedagang menurun hingga 50 persen. Tingginya harga cabai rawit menyumbang andil inflasi di Palangkaraya.

Musohatun (35), pedagang di Pasar Sore, Palangkaraya, Selasa (1/3/2011), menjelaskan, harga cabai rawit saat ini sebesar Rp 70.000 per kilogram (kg). Harga itu terus merambat naik sejak akhir tahun 2010. Ketika itu, harga cabai rawit masih sekitar Rp 60.000 per kg.

"Cabai rawit di Palangkaraya dipasok dari Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Harga di daerah asal sudah tinggi. Selain itu, di Jawa juga panennya tidak besar," ucapnya.

Penjualan Musohatun pun menurun. Jika pada tahun 2010 ia dapat menjual hingga 50 kg cabai rawit per hari, maka saat ini rata-rata hanya sekitar 20 kg per hari.

Pedagang di Pasar Baru, Palangkaraya, Eri (25), mengatakan, harga cabai rawit yang dijualnya sebesar Rp 80.000 per kg. Harga itu terus merambat naik sejak sebelum bulan puasa pada tahun 2010. Ketika itu, harga cabai rawit masih sekitar Rp 70.000 per kg. Harga cabai masih tinggi karena cuaca tak mendukung.

"Cabai berasal dari Jawa dan gelombang laut saat ini masih tinggi. Selain itu, di Jawa sempat ada gunung meletus. Letusan dan abu gunung merusak tanaman cabai," katanya. Menurut Eri, biaya angkut dengan kapal laut lebih kurang Rp 1.000 per kg. Namun, jika menggunakan pesawat, maka biayanya mencapai Rp 7.000 per kg.

"Mungkin itu sebabnya harga cabai tinggi. Cabai rawit dipasok antara lain dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta," katanya. Jumlah cabai yang dijual Eri pun turun. Sebelum harga cabai naik, ia bisa menjual hingga 50 kg per hari. Namun, saat ini hanya sekitar 25 kg per hari.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng Panusunan Siregar mengatakan, inflasi Palangkaraya pada Februari 2011 sebesar 0,02 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi adalah ayam goreng sebesar 0,0787 persen, disusul cabai rawit sebesar 0,0547 persen.

Komoditas lain yang harganya naik adalah ikan baung, ikan saluang, batu bata, dan kontrak rumah. Ia mengatakan, harga cabai rawit di Sampit, Kalteng, juga naik.

Kenaikan harga cabai rawit dipicu cuaca yang tak bersahabat. Gelombang laut masih tinggi sehingga menghambat kapal pengangkut untuk berlayar ke Kalimantan. "Akhir-akhir ini masih turun hujan deras. Suplai yang terbatas tak mampu memenuhi semua kebutuhan," tuturnya.

Kepala Seksi Harga Konsumen BPS Kalteng Yana Hendriana mengatakan, cabai rawit di Palangkaraya masih dikirim dari Jawa. Karena itu, kondisi di Jawa juga amat berpengaruh terhadap harga cabai di Palangkaraya. Jika musim tak mendukung, misalnya, maka harga cabai akan naik.

"Begitu pula bila gelombang tinggi, kapal pengangkut dari Jawa akan susah bertolak ke Kalimantan sehingga memicu lonjakan harga," tuturnya. (kompas)

Kamis, 03 Februari 2011

Berita Pertanian : Cabai Impor Pun Diangkut dengan Pesawat


Cabai Merah.

JAKARTA. Untuk menutupi kekurangan stok cabai dalam negeri, impor cabai sekitar 15.000 ton dari luar negeri pun menggunakan pesawat.

Langkah impor cabai ini, menurut Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Gunaryo, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/2/2011), dilakukan dalam rangka mencukupi stok dan membantu menurunkan harga cabai yang kian meroket di pasar dalam negeri.

Cabai impor tersebut, imbuhnya, berasal dari negara-negara tetangga, seperti Thailand dan Malaysia. Hal ini juga diambil dengan mengukur jarak tempuh plus waktu transportasi agar cabai impor tidak rusak dan membusuk. ”Itu kemarin dilihat ada potensi. Setelah dihitung dengan transportasi, masih memungkinkan dibawa ke Indonesia. Masuk hanya hitungan 3, 4, hingga 5 jam. Satu upaya juga untuk menghadang harga dan pasokan dalam negeri,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, faktor yang memungkinkan agar waktu tempuh untuk mengangkut cabai impor dari negara tetangga relatif singkat, yakni hingga 5 jam, adalah menggunakan pesawat. ”Kalau bisa ditempuh 3-4 jam. Kalau container lewat dari itu berisiko. Cuma pesawat (yang memungkinkan),” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, dua pekan terakhir cabai rawit merah impor asal China dan Thailand telah menyerbu pasar Jakarta dan sekitarnya. Para pedagang mencampur rawit impor yang harganya lebih murah dengan rawit lokal untuk menekan harga cabai, yang di pasar Depok mencapai Rp 120.000 per kilogram.

Harga rawit merah berukuran kecil dari Thailand Rp 55.000 per kg, sedangkan yang lebih besar Rp 40.000-Rp 45.000 per kg. (kompas)

Selasa, 01 Februari 2011

Berita Pertanian : Petani Trauma Harga Cabai Meroket

JAKARTA - Melonjaknya harga cabai belakangan ini berefek pada tingginya inflasi Januari yang mencapai 0,89 persen karena adanya faktor psikologis membuat petani trauma.

"Ada semacam trauma dari kalangan petani. Pengalaman tahun sebelumnya, harga cabai mencapai Rp3.000 per kilogram (kg). Sedangkan break event point-nya Rp8.000. Ada dampak psikologis terhadap petani, mereka trauma dan juga tidak punya modal lagi untuk menanam cabai, sehingga ada pengurangan lahan cabai," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, di Kantornya, Jakarta, Selasa (1/2/2011).

Rusman menambahkan, di sisi lain, adanya anomali musim juga menjadi pemicu sehingga panen cabai pun banyak yang tidak berhasil. "Anomali musim bikin produktivitas sangat menurun. Lalu kurang matahari ketika cabai mau di panen, kemudian busuk," tambahnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan jika harga cabai mencapai Rp40 ribu per kg atau lebih, juga membuat petani tidak senang menjualnya. Sedangkan harga stabil yang diinginkan petani sekira Rp15 ribu per kg.

"Petani juga sekarang merasa enggak enak harga cabai Rp40 ribu. Idealnya harga cabai ditingkat petani yang aman itu Rp15 ribu per kg. Petani juga enggak ingin Rp40 ribu (jenis cabai merah kriting). Rp15 ribu sudah sejahtera bagi mereka karena mereka juga mau stabilitas harga cabai," bebernya. (Okezone)

Berita Pertanian : Harga Ideal Cabai Keriting Rp 15.000

JAKARTA. Lonjakan harga cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi tertinggi di Indonesia. Karena itu, Badan Pusat Statistik diminta memetakan harga cabai wajar di dalam negeri. Berdasarkan kajian di lapangan, harga jual cabai ideal seharusnya Rp 15.000 per kilogram.

Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, berdasarkan pemetaan di empat kabupaten sentra produksi cabai, yaitu Majalengka, Brebes, Garut, dan Tuban, produksi cabai nasional tahun lalu cukup drastis. "Ini yang membuat suplai ke pasar terganggu," ujarnya pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/2/2011).

Seperti diketahui, akibat lonjakan harga cabai yang cukup tinggi, beberapa waktu lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta BPS bersama Kementerian Pertanian untuk melakukan pemetaan mengenai tanaman cabai, termasuk untuk mengkaji berapa harga wajar cabai di pasaran.

Rusman mengatakan, penyebab turunnya produksi cabai nasional tahun 2010 adalah trauma yang dialami petani. Menurut Rusman, tahun 2009 harga cabai sempat melorot hingga Rp 3.000 per kg. Padahal, agar petani bisa balik modal (BEP), seharusnya harga jual cabai Rp 7.000-Rp 8.000 per kg.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Suswono mengakui, akibat curah hujan yang tinggi, produksi cabai nasional tahun 2010 memang melorot. Tahun lalu produksi cabai nasional diperkirakan hanya sekitar 1,2 juta ton. "Konsumsi cabai nasional juga sekitar 1,2 juta ton," ujar Suswono, akhir pekan lalu.

Akibat rendahnya harga cabai tahun 2009, petani merugi. Dampak psikologisnya, petani tidak menanam cabai dan membiarkan lahannya terbengkalai. "Akibat harga cabai rendah, petani kekurangan modal untuk menanam cabai," Rusman menambahkan.

Sebenarnya, menurut Rusman, petani mengusulkan agar pemerintah memberlakukan harga penetapan pemerintah untuk cabai. Sayang, usulan ini sulit diterapkan karena cabai bukan produk yang tahan lama dan bisa distok.

Meski begitu, Rusman mengatakan, krisis cabai tahun 2010 memberikan pelajaran bagi petani untuk melakukan diversifikasi produk, seperti cabai olahan atau cabai kering.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Hortikultura Hasanuddin Ibrahim mengatakan, produksi cabai nasional memang melorot pada tahun lalu. "Tahun depan produksi cabai diperkirakan bisa mencapai 1,45 juta ton," ujarnya, beberapa waktu lalu. (kontan)

Senin, 31 Januari 2011

Berita Pertanian : Petani Cabai Kundur Gagal Panen Akibat Banjir

Karimun, Kepri. Sejumlah petani Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau gagal panen akibat lahan perkebunannya kebanjiran sejak tiga hari lalu.

Jali, petani cabai di Desa Tanjungsusup, Kecamatan Kundur, Senin mengatakan, sedikitnya lima ribu batang tanaman cabainya gagal panen karena terendam air setinggi satu meter.

``Ini memang musibah besar bagi saya. Saat ini tanaman itu masa panen,`` katanya.

Sebelum banjir dia sudah memanen, namun jumlahnya masih kecil. Sedangkan sisanya gagal dipanen menyusulnya banjir yang dipicu guyuran hujan dengan curah tinggi.

``Cabai yang sudah dipanen hanya senilai Rp2,5 juta. Sisanya yang belum dipanen mencapai Rp60 juta,`` katanya.

Anwar, petani lain mengungkapkan sedikitnya tiga ribu batang tanaman cabainya rusak terendam air.

``Bagaimana mau panen, seluruh areal perkebunan terendam. Sedangkan cabai yang hendak memasuki masa panen membusuk akibat jamur,`` katanya.

Sementara itu, banjir juga mempengaruhi petambak ikan lele, Auzar yang mengaku tambak ikan miliknya berubah menjadi danau akibat banjir. Ikan lele yang berada dalam tambak hanyut terbawa banjir.

``Entahlah, bang. Sudah nasib saya padahal bulan depan mau panen. Nilai hasil panen puluhan juta rupiah,`` ucapnya.

Hujan dan banjir juga mengakibatkan ratusan hektare tanaman karet tidak bisa dipanen.

Raja Zuriantiaz, warga Kundur mengatakan petani karet tidak bisa panen karena pohon karet basah.

``Getah yang dipanen tidak boleh bercampur air. Sedangkan lahan perkebunan juga terendam,`` katanya. (ant)