Tampilkan postingan dengan label pupuk enzim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pupuk enzim. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Oktober 2013

FOTO : Tanaman Cabai Menggunakan Pupuk Cair Enzim BSP-ELF


Tanaman cabai menggunakan Pupuk Cair Enzim BSP-ELF pasti meningkatkan kwalitas dan kwantitas hasil panen tanaman cabai

Selasa, 27 Agustus 2013

Panen Kentang Dengan Pemakaian Pupuk Cair Enzim BSP-ELF



Pemakaian Pupuk Cair Enzim mulai merambah Tanah Karo Sumut

Pemakaian Pupuk Cair Enzim BSP-ELF mulai merambah di Kabupaten Karo Sumut. Petani yang sudah memakai pupuk ini menyatakan bahwa setelah memakai Pupuk Cair Enzim BSP-ELF telah meningkatkan hasil panen mereka sebesar 50 - 100%. Keberhasilan peningkatan hasil panen ini berlaku pada setiap jenis tanaman mereka seperti tomat, cabe, kol, kentang, terong, jeruk dan berbagai tanaman lainnya

Pemerintah Targetkan Semua Pupuk Pakai Nano Technology di 2015

Jakarta - Pemerintah kini sedang mengembangkan metode nano bio technology untuk diaplikasikan di produk pangan atau pertanian. Tahun 2015 nanti, metode ini ditargetkan sudah bisa diaplikasikan.

Kepala Badan penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Haryono mengatakan, nano technology merupakan metode pertanian masa depan. Inisiasi ini berangkat dari pertemuan global para pengamat pertanian di Beijing beberapa waktu lalu.

"Awalnya pertemuan global leader for agricultural science and technology, 6 Juni di Beijing. Yang hadir Dirjen FAO, dan lembaga penelitian dunia. Lalu ada 2 Badan Litbang Pertanian. Untuk diskusi mengenai pertanian masa depan. Isu yang diambil itu teknologi ke depan itu apa, nano technology salah satunya," ungkap Haryono sata ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jaksel, (10/6/2013).

Haryono merinci, nano technology ialah suatu sistem memperkecil partikel dan mengubah strukturnya agar lebih efisien. Dia mencontohkan, di tahun 2015 nanti, teknologi ini akan diaplikasikan untuk pupuk.

"Contohnya pupuk. Kalau diperkecil itu lebih mudah diserap oleh tanaman. Perbedaannya dengan teknologi nano itu daya serap tanaman terhadap pupuk itu lebih efektif. Jadinya larinya ke efisien cost. Itu sangat menjanjikan untuk mengefisienkan input," katanya.

Metode ini sebenarnya sudah diaplikasikan untuk pupuk beberapa komoditi, namun sayangnya belum begitu masiv. Saat ini, Kementerian Pertanian sedang membangun Leboratorium Penelitian Nano Technology di Bogor yang akan rampung 2014.

"Setelah 2014 lah mudah-mudahan bisa. Itu mulai dari yang terkait dengan pemupukan, keamanan pangan, fortifikasi pangan, lebih kepada pangan fungsional. Jadi sebenarnya boisa diapakaiu ke pertanian," katanya.

Sementara itu, Direktur Perindustrian dan Perdagangan Pandu Tani Indonesia David Kuriniawan Winata mengatakan, dengan teknologi ini, petani bisa menghemat biaya produksi dalam membeli pupuk, selain meningkatkan produktifitas pertaniannya.

"Justru menggunakan teknologi ini bisa efektif. Sehingga pendapatan petani makin meningkat. Mereka bisa cut the cost sampai 50%. Dan meningkatkan produktifitas sampai 100%," katanya.



Senin, 15 Juli 2013

Nano Technology Mulai Rambah Pertanian


Meski penerapan nano technology pada sektor pertanian khususnya pada pembuatan pupuk baru akan diterapkan pemerintah tahun 2015 mendatang, namun sejumlah perusahaan pupuk di tanah air sudah lebih dulu melakukannya. Ini karena sejumlah negara-negara di dunia telah menerapkannya sejak beberapa tahun lalu seiring dengan manfaat yang dihasilkan nano technology dalam pertanian sangat signifikan.
Belum lama ini Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Haryono menegaskan bahwa tahun 2015, semua pupuk di targetkan sudah menggunakan nano technology. “Nano technology merupakan metode pertanian masa depan. Inisiasi ini berangkat dari pertemuan global para pengamat pertanian di Beijing beberapa waktu lalu,” kata Haryono belum lama ini di Jakarta.

Awalnya, pertemuan global leader for agricultural science and technology, 6 Juni di Beijing. Yang dihadiri Dirjen FAO dan lembaga penelitian dunia serta 2 Badan Litbang Pertanian. Salah satu isu yang diambil, adalah nano technology. “Jadi, di tahun 2015 nanti, teknologi ini akan diaplikasikan untuk pupuk. Dan, Kementerian Pertanian sedang membangun leboratorium penelitian nano technology di Bogor yang akan rampung 2014,” sebutnya.

Sampai di situ keterangan Haryono yang dikutip MedanBisnis beberapa waktu lalu. Lantas bagaimana kesiapan perusahaan pupuk di tanah air khususnya di Sumatera Utara (Sumut) terhadap penerapan nano technology?

Menurut Direktur Citra Buana Utama Mandiri Eka JB, pihaknya selaku produsen pupuk Bio Micro Decomposer, Bio Micro Neutralizer dan Bio Micro Fertilizer sangat merespon penerapan nano technology dalam pembuatan pupuk. Bahkan, pihaknya sudah menggunakan nano technology pada pupuk yang mereka produksi, seperti Bio Micro Decomposer, Bio Micro Neutralizer dan Bio Micro Fertilizer sejak tahun 2007 bahkan terhadap pupuk organik granul (POG) sejak tahun 2010.

“Untuk pupuk organik granul kami juga sudah menerapkan nano technology sehingga tampilan pupuk organik lebih mengkilap dan bersih,” kata Eka dalam perbincangannya dengan MedanBisnis, Jumat pekan lalu di kantornya Mandiri Building Lt 5, Jalan Imam Bonjol, Medan.

Didampingi General Manager (GM) Sumber Daya Manusia Benny Tobing dan GM pemasaran Ferry Tampubolon, Eka mengatakan, nano technology merupakan sebuah penemuan hasil riset dan rekayasa teknologi dalam pemecahan partikel mineral dan materi lain menjadi ukuran nano atau seperjuta diameter rambut manusia.

Nano technology ini mempunyai sifat-sifat tertentu yang bermanfaat dalam bidang pertanian, peternakan, farmasi, energi, elektronik, industri tinta, kertas, parfum dan lain sebagainya.

Di Indonesia, suku Jawa yang mempunyai peradaban yang sudah sangat tua dan maju, pada abad ke-12 sudah menerapkan ilmu nano technology, yang pada saat itu diaplikasikan oleh para Empu untuk pembuatan pusaka, pengobatan dan penyuburan tanah. Teknologi ini diterapkan di bidang pertanian untuk meningkatkan hasil produksi tanaman.

“Dan, mineral merupakan kebutuhan esensial semua makhluk hidup untuk pertumbuhan karena keterlibatannya dalam berbagai enzim dan reaksi kimia yang terjadi dalam jaringan tubuh. Mineral nano atau hypernano nutrients dapat langsung diserap tanaman dalam hitungan menit, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih cepat dan lebih produktif. Karena semua unsur yang dibutuhkan tanaman terpenuhi,” papar Eka.

Itulah sebabnya lanjut Eka, mengapa nano technology ini dipakai negara-negara maju seperti Amerika, Jerman, Australia dan sejumlah negara dunia lainnya termasuk China.

Menurut Eka, ada beberapa tahapan dalam proses nano technology. Pertama, pemanasan sampai dengan suhu 2700 derajat celcius untuk kristalisasi. Kedua, proses pemecahan dan ekstraksi mineral menjadi liquid (cair) selama 9 jam di dalam tabung reaksi. Ketiga, proses elektrisasi di dalam tabung untuk pengaktifan mineral nano menjadi lebih dinamis dan yang terakhir adalah penyimpanan liquid minerals selama 24 jam untuk menetralkan seluruh unsur mineral menjadi smooth dan sangat ramah bagi lingkungan.

“Jadi, nano technology yang kami terapkan dalam memproduksi pupuk kami mengadopsi teknologi itu dari Jerman dan Amerika. Memang, investasi awalnya sangat mahal, namun manfaat yang dihasilkan dalam dunia pertanian sangat luar biasa. Dan, kita mau sektor pertanian kita maju di tengah semakin terbatasnya lahan pertanian kita yang ada,” tegas Eka.

Senin, 10 Juni 2013

Pupuk Cair Enzim BSP-ELF

                                                         Pupuk Cair Enzim Cair BSP-ELF

Budidaya Tomat Memakai Pupuk Enzim BSP-ELF




Menggunakan Pupuk Cair Enzim BSP-ELF ternyata terbukti meningkatkan hasil panen tanaman tomat lebih dari 100 persen, dimana budidaya tanaman tomat Bapak Cekta Sembiring di Desa Gajah Kec. Simpang Empat Kab. Karo ini setelah menggunakan Pupuk Cair BSP-ELF meningkat lebih dari 100 persen. "Tiga kali panen pertama saja, modal saya sudah balik" ujar Pak Cekta ketika diwawancarai (Senin,10/06/13)

Senin, 20 Mei 2013

Pupuk Cair Enzim BSP-ELF terbukti menaikkan hasil produksi Tanaman Hortikultura





Pupuk Cair Enzim BSP-ELF memang telah terbukti meningkatkan produksi hasil tanaman hortikultura baik kwalitas atau mutu dan kwntitas atau jumlah produksi seperti yang terlihat pada gambar di atas dimana petani tomat Tanah Karo memakai pupuk cair BSP-ELF

Selasa, 16 April 2013

Pupuk Cair BSP-ELF mempercepat Tanaman Untuk Panen


Pupuk Cair Enzim BSP-ELF terbukti mempercepat pertumbuhan tanaman dan mempercepat waktu untuk panen tanaman.