BLOG Ricky Untuk Pertanian. Blog ini memuat tentang pertanian secara umum dan ada tambahan dari berita pertanian, tips ampuh berhubungan dengan pertanian, lowongan kerja bidang pertanian dan resep makanan-minuman dari hasil pertanian. Yang pasti Pertanian Untuk Negeriku Tercinta Indonesia.
Tampilkan postingan dengan label banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label banjir. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 Januari 2013
Berita Umum : Jokowi Perkirakan Kerugian Akibat Banjir Rp. 20 Triliun
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memperkirakan kerugian akibat banjir mencapai sekitar Rp.20 triliun. "Kalau kita hitung-hitung, total kerugian akibat banjir melanda Jakarta kira-kira Rp.20 triliun," kata Jokowi sapaan akrab Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Selasa (22/1).
Label:
banjir,
banjir jakarta,
kerudian akibat banjir
Selasa, 03 Mei 2011
Berita Pertanian : Ratusan Hektare Padi Terendam Banjir Bengawan Solo
Bojonegoro. Ratusan hektare tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Dander, Kalitidu, Trucuk dan Kota, Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), Senin (2/5) terendam air akibat meluapnya Bengawan Solo.
Seorang petani Desa Ngablak, Kecamata Dander, Maryono (51), mengatakan, tanaman padinya yang terendam air banjir berusia sekitar 55 hari, luasnya mencapai 0,5 hektare, separuhnya sudah ditenggelamkan air luapan sungai terpanjang di Jawa. "Terpaksa saya panen, sebab air terus meninggi," katanya, ketika ditemui di tepi jalan raya di desa setempat dengan tiga tenaga kerja pemanen.Dengan memafaatkan sebuah perahu tembo, Maryono mengangkut tanaman padinya yang sudah dipanen, menuju tepi jalan raya, sekaligus merontokkan tanaman padinya itu.
Ditanya hasilnya, Maryono, mengaku, karena dipanen dini, jelas produksinya turun.
"Hasilnya pun hitam, tapi mau bagaimana lagi, lebih baik begini dari pada semuanya rusak terendam air banjir," katanya.
Selain Maryono, sejumlah petani di desa setempat juga memanen paksa tanaman padinya. Pantauan Antara, ratusan hektare tanaman padi yang terendam air banjir di sejumlah desa di Kecamatan Kalitidu, Trucuk dan Kota Bojonegoro, rata-rata masih hijau, belum mengeluarkan buah. "Kalau tanaman padi yang hijau itu, usianya sekitar sebulan," kata Maryono menjelaskan.
Diperkirakan, kalau genangan air Bengawan Solo semakin meninggi tanaman padi yang terendam air banjir akan semakin meluas. Sementara itu, petugas Posko Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumberdaya Air Bengawan Solo di Bojonegoro, Dimas menjelaskan, air Bengawan Solo di Bojonegoro, masuk siaga II dengan ketinggian air mencapai 14, 62 pukul 18.00 WIB.
Ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro itu, satu jam sebelumnya 14,59 meter. Sedangkan ketinggian air Bengawan Solo di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari Kota Bojonegoro, juga masih naik menjadi 28,28 meter pukul 18.00 WIB. "Air Bengawan Solo di Ngawi, juga masuk siaga banjir," katanya menambahkan.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bojonegoro, Soehadi Moelyono meminta masyarakat di sepanjang bantaran Bengawan Solo di wilayahnya waspada, karena air Bengawan Solo masih akan terus merangkak naik. "Seluruh jajaran instansi terkait, sudah kami instruksikan untuk waspada, apalagi baru saja ada kejadian perahu dengan penumpangnya tenggelam," katanya menegaskan. (ant)
Senin, 31 Januari 2011
Berita Pertanian : Petani Cabai Kundur Gagal Panen Akibat Banjir
Karimun, Kepri. Sejumlah petani Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau gagal panen akibat lahan perkebunannya kebanjiran sejak tiga hari lalu.
Jali, petani cabai di Desa Tanjungsusup, Kecamatan Kundur, Senin mengatakan, sedikitnya lima ribu batang tanaman cabainya gagal panen karena terendam air setinggi satu meter.
``Ini memang musibah besar bagi saya. Saat ini tanaman itu masa panen,`` katanya.
Sebelum banjir dia sudah memanen, namun jumlahnya masih kecil. Sedangkan sisanya gagal dipanen menyusulnya banjir yang dipicu guyuran hujan dengan curah tinggi.
``Cabai yang sudah dipanen hanya senilai Rp2,5 juta. Sisanya yang belum dipanen mencapai Rp60 juta,`` katanya.
Anwar, petani lain mengungkapkan sedikitnya tiga ribu batang tanaman cabainya rusak terendam air.
``Bagaimana mau panen, seluruh areal perkebunan terendam. Sedangkan cabai yang hendak memasuki masa panen membusuk akibat jamur,`` katanya.
Sementara itu, banjir juga mempengaruhi petambak ikan lele, Auzar yang mengaku tambak ikan miliknya berubah menjadi danau akibat banjir. Ikan lele yang berada dalam tambak hanyut terbawa banjir.
``Entahlah, bang. Sudah nasib saya padahal bulan depan mau panen. Nilai hasil panen puluhan juta rupiah,`` ucapnya.
Hujan dan banjir juga mengakibatkan ratusan hektare tanaman karet tidak bisa dipanen.
Raja Zuriantiaz, warga Kundur mengatakan petani karet tidak bisa panen karena pohon karet basah.
``Getah yang dipanen tidak boleh bercampur air. Sedangkan lahan perkebunan juga terendam,`` katanya. (ant)
Jali, petani cabai di Desa Tanjungsusup, Kecamatan Kundur, Senin mengatakan, sedikitnya lima ribu batang tanaman cabainya gagal panen karena terendam air setinggi satu meter.
``Ini memang musibah besar bagi saya. Saat ini tanaman itu masa panen,`` katanya.
Sebelum banjir dia sudah memanen, namun jumlahnya masih kecil. Sedangkan sisanya gagal dipanen menyusulnya banjir yang dipicu guyuran hujan dengan curah tinggi.
``Cabai yang sudah dipanen hanya senilai Rp2,5 juta. Sisanya yang belum dipanen mencapai Rp60 juta,`` katanya.
Anwar, petani lain mengungkapkan sedikitnya tiga ribu batang tanaman cabainya rusak terendam air.
``Bagaimana mau panen, seluruh areal perkebunan terendam. Sedangkan cabai yang hendak memasuki masa panen membusuk akibat jamur,`` katanya.
Sementara itu, banjir juga mempengaruhi petambak ikan lele, Auzar yang mengaku tambak ikan miliknya berubah menjadi danau akibat banjir. Ikan lele yang berada dalam tambak hanyut terbawa banjir.
``Entahlah, bang. Sudah nasib saya padahal bulan depan mau panen. Nilai hasil panen puluhan juta rupiah,`` ucapnya.
Hujan dan banjir juga mengakibatkan ratusan hektare tanaman karet tidak bisa dipanen.
Raja Zuriantiaz, warga Kundur mengatakan petani karet tidak bisa panen karena pohon karet basah.
``Getah yang dipanen tidak boleh bercampur air. Sedangkan lahan perkebunan juga terendam,`` katanya. (ant)
Label:
banjir,
cabai,
gagal panen,
hasil pertanian,
karimun
Langganan:
Postingan (Atom)
