Tampilkan postingan dengan label tanaman obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanaman obat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Desember 2011

Tips Ampuh : Mentimun Menurunkan Tekanan Darah














MENTIMUN (Cucumis Sativus) terkenal dengan khasiatnya sebagai penurun tekanan darah bagi penderita hipertensi.

Sayuran yang anggota keluarga labu itu memiliki kandungan air berlimpah, lengkap dengan vitamin C dan silika.

Sebuah studi yang dikutip dari Health Me Up mengatakan kandungan kalium, magnesium, fosfor, betakaroten, dan asam folat yang terdapat di dalam mentimun dapat bekerja mengatur tekanan darah menjadi normal.

Penggunaan mentimun untuk menurunkan tekanan darah cukup mudah. Buah yang sering dikelompokkan sebagai anggota sayuran ini dapat dikomsumsi secara langsung begitu saja, dapat pula dijadikan sebagai teman lalapan dengan sambal, atau acar.

Mentimun juga nikmat jika dimasak atau dijus. Sayur yang satu ini sebaiknya tidak dikupas kulitnya karena kulit terluar mentimun mengandung serat. Benar-benar si hijau dengan banyak manfaat!

Rabu, 14 Desember 2011

Tips Ampuh : 2 Manfaat Jahe untuk Mulas dan Migrain















KEAJAIBAN
jahe telah lama dimanfaatkan khasiatnya untuk pengobatan alami sakit flu dan pilek. Tapi kini jahe juga bisa diberdayakan untuk mengatasi sakit yang disebabkan mulas dan migrain.

Pada suatu hari yang dingin, mungkin jahe akan menjadi pilihan utama bagi Anda. Jahe ditambah racikan daun kemangi, daun mint dan sesendok madu mampu menghangatkan tubuh sekaligus menciptakan cita rasa yang unik di lidah.

Tidak heran jika jahe menjadi rempah wajib di dapur-dapur Asia. Selain flu dan pilek, banyak orang juga menemukan jahe untuk membantu menyelesaikan masalah perut atau keracunan makanan. Jahe kemudian dipercaya mampu menyembuhkan masalah pencernaan.

Jahe juga bisa mengurangi rasa sakit dan peradangan karena memiliki sifat anti-inflamasi dan obat penghilang rasa sakit alami yang kuat.

Untruk mulas, jahe sering dibuat seperti menyeduh teh. Sementara untuk migrain masih dengan cara yang sama, jahe mampu menghentikan prostaglandin yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan pada pembuluh darah.

Rabu, 31 Agustus 2011

Tips Ampuh : Daun Sambung nyawa, Daun Ajaib Untuk Obat segala Penyakit


Sampai sekarang sambung nyawa terus dimanfaatkan sebagai pereda beragam penyakit. Industri nasional telah lama meliriknya untuk dijadikan ekstrak atau bahan dasar beragam ramuan dalam kemasan.

Daun Sambung nyawa, Daun Ajaib Untuk Obat Segala Penyakit

Kenyataan ini sebenarnya bermula dari pengakuan yang banyak muncul di tengah masyarakat. Sudah sejak zaman dulu orang memanfaatkan sambung nyawa untuk beragam keluhan, dari mulai maag, kolesterol tinggi, hingga hipertensi.

Seperti diungkapkan Laksmi. Perempuan yang tinggal di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini biasa mengonsumsi daun sambung nyawa sebagai lalapan. Seperti sayuran lain, menurutnya, daun sambung nyawa enak dijadikan urap atau lalapan. “Ambil daun sambung nyawa secukupnya, lalu cuci bersih. Bisa langsung dimakan seperti kenikir dalam pecel,” tuturnya. Resep itu terbukti efektif untuk meredakan maagnya jika kambuh.

Kenyataan ini sebenarnya bermula dari pengakuan yang banyak beredar di tengah masyarakat. Sudah sejak zaman dulu orang memanfaatkan Sambung Nyawa untuk beragam penyakit, dari

  1. Maag
  2. Kolesterol tinggi,
  3. Hipertensi,
  4. Kanker
  5. Diabetes / Gula
  6. Sakit akibat gigitan dan sengatan

Untuk mengkonsumsinya tak dibutuhkan kerepotan. Tinggal dicuci bersih-bersih, lantas langsung dilalap bisa, dicocol sambal pun boleh. Jika ingin variasi rasa, bisa juga dijus, ditumis, atau dikukus.

Penelitian tentang khasiat daun sambung nyawa untuk mengendalikan tekanan darah antara lain berjudul Uji Efek Hipotensif Gynura procumbens (Lour) Merr pada Tikus Jantan oleh Endang Hardini (Puslitbang Farmasi, Departemen Kesehatan RI) dan Significant Suppressive Effect of Gynura procumbens on Hypertension in Hypertensive Rats oleh Hee Jae Lee dari Department of Pharmacology, College of Medicine, Kyung Hee University, Seoul, Korea.

Penelitian Hee Jae Lee dan kawan-kawan dilakukan pada tikus jantan dewasa. Selama empat minggu tikus-tikus itu diberi ekstrak daun sambung nyawa (500 mg/kg). Hasilnya, tidak ditemui toksik dan ada penurunan tekanan darah secara berarti. Hasil penelitian tersebut menjadi dasar bagi beberapa produsen untuk meneliti dan mengolah daun sambung nyawa sebagai obat tradisional. Ada juga dalam bentuk food supplement.

Selain untuk menjaga tekanan darah agar tidak naik, sebenarnya daun sambung nyawa masih mempunyai banyak efek lain yang bagus untuk kesehatan, seperti mengendalikan kadar gula darah (antidiabetes), menurunkan kolesterol, mencegah dan memperbaiki kerusakan ginjal, dan mengurangi peradangan (anti-inflamasi)

Memang Indonesia kaya akan ragam tanaman obat tradisional sehingga kita punya begitu banyak alternatif untuk pengobatan. Namun, satu hal yang perlu diingat juga bahwa obat-obatan tersebut hanya sebagai pembantu saja. Jadi, pola hidup sehat juga harus kita lakukan agar penyakit yang kita deritadapat cepat tertanggulangi

Selasa, 23 Agustus 2011

Akan Hadir, Puskesmas Khusus Jamu












JAKARTA.
Sebagai salah satu negara yang kaya akan tanaman obat, penggunaan ramuan herbal di Indonesia memang tidak asing lagi. Secara turun-temurun masyarakat sudah menggunakan tanaman obat sebagai alternatif dalam menyembuhkan berbagai penyakit.

Demi memaksimalkan potensi kekayaan alam tersebut, Kementerian Kesehatan kini memiliki suatu program guna menjadikan jamu sebagai tuan rumah di negara sendiri. Salah satu upaya yang saat ini dilakukan adalah mendirikan layanan pusat kesehatan masyarakat (puskemas) khusus untuk jamu dan obat-obat herbal.

"Hal tersebut dimaksudkan supaya masyarakat ada pilihan pengobatan. Tapi, jamu yang kita harapkan tentu yang sudah evidence base (terbukti secara ilmiah) dan di-back up dengan research. Kalau dulu, orang diare mungkin akan diberi tiga lembar daun jambu. Padahal itu kan lembarnya ada yang lebar dan kecil. Nanti kita akan buat takarannya menjadi miligram dalam bentuk kapsul. Ini barangkali yang akan dikembangkan,” kata Slamet Riyadi Yuwono, Direktur Jenderal Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak saat menerima 470 peserta Temu Karya Nasional dalam rangka Penyelengaraan Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional 2011 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa, (16/8/2011).

Slamet mengatakan, dari segi jumlah kekayaan tanaman herbal, Indonesia sebenarnya tidak kalah dari China. Namun, yang terjadi sekarang ini, China jauh lebih berkembang dalam pemanfaatan dan pembuatan obat-obat herbal. Padahal, Indonesia mempunyai lahan yang cukup luas, tetapi sayang belum dikelola dengan baik.

Sementara itu, di tempat yang sama, Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif, dan Komplementer Abidinsyah Siregar mengatakan, sejauh ini sudah ada sekitar 70 puskesmas di Jawa Tengah yang dijadikan pusat uji pelayanan jamu.

"Jadi tempat uji model saja. Nanti begitu oke, baru diterapkan secara nasional. Namun, ke depan kita akan membuat puskesmas khusus untuk jamu," ucapnya.

Menurut Abidinsyah, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2010 terkait respons masyarakat terhadap pengobatan tradisional, diketahui bahwa 55,3 persen penduduk Indonesia pernah menggunakan jamu. Di antara 55,3 persen tersebut, 95,6 persen mengakui, jamu sangat bermanfaat untuk kesehatan.

"Jadi, setiap orang yang pernah menggunakan jamu itu merasa menemukan manfaat dan tidak ragu mendekati angka 100 persen. Persoalan kita tinggal bagaimana memperbesar angka yang 55,3 persen itu dengan memberikan pelayanan dan dilakukan secara formal (puskesmas dan rumah sakit)," katanya.

Puskesmas, seperti konsep yang sudah ada, berfungsi memberikan pelayanan kesehatan promotif dan preventif, di samping kuratif dan rehabilitatif. Tambahan pelayanan tradisional diharapkan dapat meningkatan kualitas kesehatan dan mencegah seseorang jatuh sakit.

"Pelayanan tradisional ini dimaksudkan sebagai upaya preventif. Untuk wilayah preventif, tanaman obat herbal dan tradisional menjadi solusinya. Dunia puskesmas adalah promotif dan preventif. Maka dari itu, harus disediakan puskesmas jamu,” paparnya.

Abidinsyah menuturkan, untuk mewujudkan terciptanya puskesmas jamu bukanlah hal yang sulit. Sebab, selama ini jamu sudah dikenal masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Tinggal bagaimana membuatnya sebagai bahan yang formal dan aman untuk digunakan.

"Target kita tahun ini saja 100 dari 497 (20 persen) puskesmas kabupaten/kota sudah memberikan pelayanan terintegrasi, yaitu telah menambahkan pelayanan jamu di dalamnya (campuran dengan konvensional),” katanya.


Sabtu, 23 Juli 2011

BUDIDAYA ASHITABA : Tanaman obat dari Jepang penangkal kanker











Ashitaba tanaman obat asal Jepang untuk penangkal kanker


Tanaman obat ashitaba (Angelica keiskei) sangat populer di negara asalnya, Jepang. Tanaman berdaun mirip seledri ini dipercaya memiliki kandungan antiaging, antiinflamasi, dan pencegah kanker. Getah pohon ini bermanfaat untuk terapi penyakit kanker.

Walaupun memiliki manfaat berjibun, di Indonesia tanaman ashitaba masih belum sepopuler di Jepang. Karena itulah sebagian besar produksi tanaman ini diekspor ke luar negeri.

Salah satu petani yang membudidayakan tanaman ashitaba adalah Nizar Zulmi di Sembalun, Lombok Timur. Dengan luas lahan mencapai 1 hektare (Ha), Nizar dalam sebulan mengaku mampu menghasilkan 100 kilogram (kg) daun ashitaba kering.

Selain dijual dalam bentuk daun kering, ashitaba juga dijual dalam bentuk bubuk. "Biasanya yang meminta bentuk bubuk adalah pasar luar negeri. Dengan dimensi lebih kecil, biaya angkut lebih murah," kata Nizar.

Daun ashitaba kering dijual dengan harga Rp 150.000 per kg, sedangkan dalam bentuk bubuk harganya Rp 160.000 per kg. Daun kering seberat 1 kg dihasilkan dari daun basah 15 kg.

Tak hanya daun, getah tanaman ashitaba juga memiliki nilai ekonomis tinggi. "Harganya mencapai Rp 600.000 per liter," katanya. dalam sebulan, Nizar mampu mengumpulkan empat liter getah dengan omzet mencapai Rp 17,4 juta per bulan.

Daun kering, bubuk, dan getah tanaman ashitaba dijual Nizar ke pengepul di Bali. Oleh pengepul di Bali, produk tanaman obat itu selanjutnya diekspor ke Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia. "Hampir semua produk ashitaba di Bali berasal dari Lombok," tandas Nizar.

Sayangnya, pasca gempa dan tsunami yang melanda Jepang, membuat produknya yang berbau Jepang ikut terimbas. Walhasil, ekspor langsung ke Malaysia dihentikan karena kekhawatiran terkena imbas radiasi nuklir.

Selain Nizar, Ruslan Abdul Gani juga membudidayakan ashitaba. Lelaki yang juga asal Lombok Timur ini memiliki lahan mencapai 1 ha.

Dari lahan itu, Ruslan mampu mengumpulkan getah sebanyak 5 liter. Dari getah tersebut, dia mendapat penghasilan Rp 3,5 juta per bulan, sebab harga jualnya mencapai Rp 700.000. "Itu sudah termasuk ongkos kirim," kata Ruslan yang telah menjadi petani ashitaba sejak sembilan tahun lalu.

Selain pendapatan dari getah tanaman, Ruslan juga mampu memproduksi 50 kg daun ashitaba kering dalam sebulan. Daun ashitaba kering dijual seharga
Rp 300.000 per kg termasuk ongkos kirim.

Dengan harga jual tersebut, dia mendapat omzet per bulan mencapai Rp 15 juta. Produk-produk ashitaba lebih banyak dijual ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Saya jual ke pengepul di Mataram. Oleh mereka kemudian akan dijual lagi" ujarnya.

Karena belum banyak dikenal masyarakat Indonesia, sampai saat ini baik Nizar maupun Ruslan masih mengandalkan penjualan melalui pengepul. Sama seperti pengepul di Bali, pengepul di Mataram juga mengekspor daun dan getah ashitaba ini. "Penjualan asithaba memang masih tergantung pada pasar ekspor" ujar Nizar.

Ashitaba sudah bisa panen ketika pohon berumur satu tahun

Perawatan pohon ashitaba tidak boleh menggunakan zat kimia. Untuk menanggulangi serangan hama, pembudi daya pun menggunakan cara manual, yakni dengan cara membuangnya. Satu hal yang menguntungkan, mereka bisa memanen ashitaba mulai umur satu tahun.

Ashitaba berarti daun hari esok. Tanaman yang memiliki nama latin Angelica keiskei ini tumbuh baik di ketinggian 200 kaki dari permukaan air laut. Seorang pembudi daya ashitaba di Lombok Timur, Ruslan Abdul Gani mengaku penanaman ashitaba tidak memerlukan perlakuan khusus.

Menurut pria yang akrab disapa Ulin ini, penanam ashitaba hanya cukup memberinya air dan pupuk supaya tanaman tumbuh besar. "Pupuk yang diberikan adalah pupuk organik, seperti pupuk kandang, sehingga sangat murah," terangnya.

Ia juga mengingatkan, dalam pemeliharaan selanjutnya, ashitaba juga tak membutuhkan pestisida. Maklum, negara yang menjadi tujuan ekspor tanaman ini adalah Jepang dan Korea Selatan. "Mereka menolak tanaman yang menggunakan pestisida," jelas Nizar, seorang pembudi daya ashitaba lainnya di Lombok Timur.

Pria yang kini menanam sekitar 1.000 pohon ashitaba di lahan seluas hampir satu hektare ini hanya mengandalkan pupuk organik berbahan tumbuhan, seperti jerami dan kayu. Berdasarkan pengalamannya, pupuk kompos kurang baik bagi tanaman ini karena terlalu panas.

Hama yang menyerang ashitaba biasanya adalah hama penggerek yang menyerang akar tanaman. Karena menghindari pestisida, Nizar pun mengupah orang untuk mencangkul tanah agar gembur dan membunuh penggerek.

Bila ada pohon yang terserang hama, tak ada pilihan lain, selain membuangnya. Lahan bekas tanaman itu dicangkul kembali dan didiamkan selama dua minggu.

Untunglah, selama ini serangan penggerek belum menjadi wabah. "Dalam satu hektare, yang terkena penggerek mungkin hanya 50 pohon," kata Nizar.

Daun-daun ashitaba mulai bisa dipetik ketika pohon berumur satu tahun. Saat itu, para petani bisa memanen, baik dari daun dan menyadap getahnya.

Nah, ketika pohon berumur lima tahun, lanjut Nizar, justru daunnya makin sedikit. Sebaliknya, getah yang dihasilkan akan bertambah banyak. Pada umur empat tahun, pohon ini sudah mencapai tinggi satu meter dan pada umur 15 tahun, tinggi pohon mencapai dua meter.

Meski begitu, Nizar tak memiliki pohon yang umurnya lebih dari lima tahun. Pasalnya, banyak pembeli yang menginginkan pohon dengan banyak daun. "Kalaupun ada yang ingin ashitaba lebih dari lima tahun, biasanya untuk tanaman bibit," ujarnya.

Prospek budi daya pohon ashitaba memang cerah. Ulin melihat, belum banyak orang yang menanam pohon yang punya banyak khasiat bagi kesehatan ini. "Penanaman baru di sekitar Lombok dan daerah di Nusa Tenggara Barat," ujarnya.

Ia mengingat, saat pertama kali menanam ashitaba tahun 1994 lalu, orang yang membudidayakan pohon ini masih bisa dihitung dengan jari. Namun, sekarang, hampir semua tetangganya menanam ashitaba. "Saya berharap, makin banyak orang menanam ashitaba di lahan-lahan atau pekarangannya," katanya.

Tapi, harapan ini agaknya sulit terwujud. Pasalnya, kata Nizar, pembudi daya yang menjual bibit ashitaba masih sangat jarang. "Mereka takut pasarnya terganggu," ujarnya. (KONTAN)

Rabu, 22 Juni 2011

Peminat Buah Naga di Medan Mulai Meningkat












Medan
. Buah naga atau dikenal dengan nama dragon fruit ini kini mulai membanjiri pasar-pasar tradisional di Kota Medan. Padahal, sebelumnya buah berwarna merah ini hanya bisa ditemukan di pasar-pasar modern.

"Dalam lima bulan terakhir ini mulai banyak yang membeli buah naga ini," kata Iwan, pemilik kios Buah Sagar Jaya di Jalan AR Hakim, Medan, Selasa (21/6).

Dikatakannya, harga buah naga yang dijualnya bervariasi mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kg. “Awalnya tidak ada yang membeli, namun ketika orang mulai mengerti tentang khasiatnya maka konsumen pun mulai tertarik dan membelinya. Setiap hari saya bisa menjual sekitar 2-3 kotak yang tiap kotaknya berisi 10 buah,” aku Iwan.

Sepengetahuannya, buah naga berkhasiat sebagai obat kanker usus, selain mencegah kandungan kolesterol yang tinggi dalam darah dan menurunkan kadar lemak dalam tubuh. "Pembeli buah naga didominasi oleh orangtua, umumnya mereka bilang untuk obat, menurunkan kadar kolesterol," ujarnya sembari mengatakan, buah naga yang dijualnya berasal dari China.

Beri, penjual buah naga lainnya mengaku peningkatan permintaan buah naga mulai terlihat sejak lima hingga enam bulan terakhir.

Di kios lain di kawasan Padang Bulan, Medan, Serli mengaku membeli buah naga untuk konsumsi orangtuanya yang menderita kolesterol tinggi. "Saya juga tahu dari dokter dan buku, tentang khasiat buah naga ini,” katanya sembari menunjukkan buah naga yang dibelinya.

Minggu, 19 Juni 2011

Merebus Herbal Pun Ada Aturannya

Merebus tanaman obat merupakan cara pengolahan herbal yang praktis dan banyak dipraktikkan untuk konsumsi rumahan. Perebusan bertujuan memindahkan zat-zat berguna dari herbal ke dalam larutan air. Kendati sederhana, teknik merebus herbal pun tidak bisa dilakukan sembarangan.

Menurut Prof Leonardus Broto Kardono, ahli ekstraksi bahan alam dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), penting untuk memerhatikan wadah yang akan dipakai untuk merebus. "Gunakan wadah yang terbuat dari gerabah, keramik, atau stainless steel," katanya di acara Teknologi Ektraksi Herbal Terkini yang diadakan oleh PT Deltomed Laboratories di Jakarta, Kamis (16/6/2011).

Merebus herbal memakai wadah dari besi dan aluminium cukup membahayakan karena saat merebus wadah tersebut akan mengeluarkan kontaminan berupa zat besi dan aluminium. Kontaminan ini akan mencemari ramuan yang sedang dibuat. "Reaksi yang timbul itu akan membuat airnya jadi terlihat biru," imbuhnya.

Ia menambahkan, selain praktis, merebus juga efektif untuk membunuh bakteri atau mikroba yang ada dalam tanaman herbal. Kendati begitu, menurutnya, tidak semua tanaman obat bisa diolah dengan cara direbus.

"Ada beberapa tumbuhan yang bahan aktifnya akan keluar jika diolah dengan direbus atau tumbuhan yang senyawa kimianya akan larut dalam air, terutama tumbuhan yang memiliki minyak astiri seperti kunyit, jahe, atau daun sirsak," katanya.

Salah mengolah tanaman herbal bisa menyebabkan herbal tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena khasiatnya tidak terasa. Karena itu, ia menyarankan masyarakat mengikuti pengalaman empirik dalam mengolah herbal untuk mencegah efek samping.

Bila ingin praktis lagi, saat ini sudah cukup banyak perusahaan pembuat jamu dan obat herbal yang memproduksi herbal secara modern sehingga menghasilkan produk dengan kualitas lebih baik. Contoh terbaik adalah herbal kategori herbal terstandar dan fitofarmaka.

Kamis, 02 Juni 2011

Tips Ampuh : Khasiat Alternatif Lengkuas













Lengkuas
, tanaman herbal menyerupai jahe ini tergolong famili rhizoma. Tak hanya sedap sebagai bumbu dapur, khususnya pada masakan Asia, lengkuas juga memiliki khasiat kesehatan.

  • Lengkuas mengandung zat antiinflamasi sehingga bermanfaat sebagai bahan pengobatan arthritis dan rheumatoid arthritis
  • Lengkuas juga membantu memulihkan rasa tak nyaman akibat peradangan di perut maupun bisul
  • Untuk meredakan mabuk laut atau dalam perjalanan darat, kunyah beberapa iris lengkuas
  • Lengkuas juga memiliki kandungan antioksidan yang mampu meminimalisasi kerusakan tubuh akibat paparan racun dan radikal bebas
  • Untuk memperlancar aliran darah, tambahkan lengkuas ke dalam menu masakan sehari-hari
  • Bila mengalami diare, kunyah juga beberapa iris lengkuas untuk meredakan diarenya
  • Selain kaya akan zat besi, soduim, serta vitamin A dan C, lengkuas juga kaya akan flavanoid dan fitonutrien.

Sabtu, 21 Mei 2011

Tips Ampuh : Aneka Khasiat Bunga Sedap Malam


Sedap malam lebih dikenal sebagai bunga hias. Wanginya yang seharum melati bermanfaat menenangkan hati orang di sekitarnya. Namun, sebenarnya bunga sedap malam punya sejumlah manfaat untuk kesehatan, mulai dari mengobati keluhan susah tidur, influenza, sampai rematik.

Bunga yang berasal dari Meksiko ini juga disukai di manca negara. Masyarakat Jepang menggunakan bunga sedap malam sebagai lambang cinta. Di Thailand, bunga yang harum di malam hari ini adalah kesayangan para perangkai bunga karena sifatnya yang harum dan tidak mudah layu.

Masyarakat Eropa memakai bunga bernama Latin Polianthes tuberosa Linn ini dalam upacara keagamaan. Tak heran bila bunga yang dikenal di luar negeri dengan nama tuberosa ini dijumpai menghiasi altar di gereja-gereja.

Kekasih Gelap

Keharumannya yang tak kalah dengan bunga melati membuat sedap malam dijuluki di luar negeri sebagai dangerous pleasure (kesenangan yang berbahaya). Tidak jelas mengapa disebut demikian. Namun, ada tahayul kuno di Perancis yang melarang anak gadis menghirup wangi bunga ini di kala malam karena akan membawa suasana romantis dalam diri mereka. Larangan yang sama juga berlaku di India dengan alasan yang sama pula, sehingga bunga ini diberi nama rat ki rani (kekasih gelap).

Meski ada kepercayaan demikian di India, pengobatan kuno dari India, Ayurveda, mengakui khasiat bunga yang juga disebut orang Sunda sebagai sundel malam ini bagi kesehatan. Menurut Ayurveda, sedap malam dikenal bisa memperbaiki ketenangan pikiran seseorang. Bunga ini bisa membuka chakra mahkota, sehingga memperbaiki kekuatan fisik seseorang.

Sedap malam juga memperkuat inspirasi artistik dalam diri seseorang karena kemampuannya menstimulasi sisi kanan otak yang mengurusi bagian kreativitas. Dari stimulasi di otak kanan itu sedap malam memberi ketenangan di pikiran dan hati.

Pada pengobatan tradisional masyarakat Indonesia tidak ada penjelasan seperti dalam Ayurveda. Namun, nenek moyang kita telah menggunakan keharuman bunga yang juga bernama Yek Lai Siang ini untuk menenangkan hati di kala perkabungan.

Hiasan bunga sedap malam pada upacara perkawinan di Indonesia memberi gairah tersendiri untuk pasangan pengantin baru. Praktik ini masih terus berlangsung sampai sekarang. Bahkan para pengelola spa menaburkan petikan bunga di kolam pemandian untuk memberi ketenangan pada orang yang berendam.

Menurunkan Panas

Sayangnya, tak seperti lavender yang minyak esensialnya dikenal luas menenangkan pikiran, minyak esensial bunga sedap malam sulit didapat. Menurut Lisa Maliga, seorang penulis di The Chamomile Times and Herbal News, tidak ada "minyak esensial" bunga sedap malam. Sebab, bunga ini tidak tahan terhadap temperatur tinggi ketika disuling menjadi minyak esensial.

Secara ilmiah, baru sedikit manfaat untuk kesehatan yang terungkap dari bunga sedap malam. Dari Ensiklopedia Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia yang ditulis oleh Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma, pakar pengobatan tradisional dan tumbuh-tumbuhan berkhasiat obat, diketahui bahwa sedap malam bersifat manis, sejuk, dan sedikit tawar. Tanaman ini berkhasiat menurunkan panas (antipiretik) dan menghilangkan bengkak. Sementara itu, kandungan kimia yang diketahui adalah sapogenin.

Bagian tanaman yang dipakai sebagai obat adalah bagian bunga dan akar. Keduanya bisa diolah untuk pemakaian luar dan dalam. Prof. Hembing menyarankan agar pengobatan dengan ramuan sedap malam ini dilakukan secara teratur. Namun, penderita penyakit serius dan berat sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter.

Aneka Resep Bunga Sedap Malam

Berikut ini beberapa resep yang menggunakan bahan bunga sedap malam sebagaimana ditulis oleh Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma.

1. Katarak, Radang Mata

Bahan-bahannya : bunga sedap malam 50 kuntum

Cara membuatnya : Rebus 50 kuntum bunga sedap malam dengan 1.500 cc air hingga mendidih. Tunggu sampai dingin. Setelah dingin, gunakan untuk mencuci mata.

2. Bisul (Furunculus) dan Bengkak (Edema)

Bahan-bahannya : akar sedap malam.

Cara membuatnya : Ambil akar sedap malam secukupnya lalu cuci bersih. Setelah itu tumbuk halus dan tempelkan pada bagian yang sakit.

3. Susah Tidur, Menenangkan Pikiran dan Hati, Penambah Darah, dan Pandangan Kabur

Bahan-bahannya : 30 kuntum bunga sedap malam, 15 gram kie cie (bisa dibeli di toko obat Cina), 1-2 buah hati ayam, 2 siung bawang putih, 4 siung bawang merah, 10 gram jahe, merica, garam, dan kecap masing-masing secukupnya.

Cara membuatnya : Iris bawang putih dan bawang merah. Tumis semua bahan dengan minyak goreng nonkolesterol secukupnya. Tambahkan tepung tapioka yang telah diencerkan secukupnya. Masak sampai matang.

4. Meningkatkan Stamina

Bahan-bahanya : 50 kuntum bunga sedap malam, 50 gram kacang kapri, 1 butir telur ayam, 100 gram udang, 10 gram jahe, 2 siung bawah putih, 4 siung bawang merah.

Cara membuatnya : Tumis semua bahan dengan minyak goreng nonkolesterol secukupnya. Jangan lupa tambahkan tepung maizena yang telah diencerkan. Masak sampai matang.

5. Mempertajam Penglihatan

Bahan-bahannya : 30 kuntum bunga sedap malam, 70 gram kacang kapri muda, 100 gram daging ayam, 75 gram wortel, 1 butir telur ayam, 10 gram jahe, 2 siung bawang putih, 4 siung bawang merah, kecap manis dan garam secukupnya.

Cara membuatnya : Potong-potong daging ayam dan wortel. Kemudian siapkan bawang putih dan bawang merah yang telah diiris-iris. Tumis semua bahan dengan minyak goreng nonkolesterol sampai matang.

6. Influenza

Bahan-bahannya : 20 gram akar sedap malam, 15 gram jahe, 2 batang daun bawang putih, 600 cc air bersih.

Cara membuatnya : Rebus bahan bersama air sampai tersisa separuh (300 cc). Air rebusan tersebut diminum dua kali masing-masing 150 cc.

7. Radang Tenggorokan, Bau Mulut, Suara Serak, Sakit Saat Menelan Makanan

Bahan-bahannya : 20 gram akar sedap malam, 25 gram sambiloto segar, 600 cc air bersih.

Cara membuatnya :Rebus bahan bersama air sampai tersisa setengah (300 cc). Setelah itu saring dan minum dua kali sehari masing-masing 150 cc.

8. Rematik

Bahan-bahannya : 30 gram akar bunga sedap malam, 20 gram jahe merah, gula merah secukupnya, 400 cc air.

Cara membuatnya :Rebus bahan bersama 400 cc air hingga mendidih. Saring dan bagi dua bagian untuk diminum dua kali sehari.

Minggu, 15 Mei 2011

Tips Ampuh : Manfaat Minyak Asiri dalam Daun Jeruk Purut






JERUK purut, selama ini sering diasumsikan masyarakat gunanya hanya untuk pengobatan tradisional. Sangat erat dengan ramuan perdukunan atau menjadi salah satu kebutuhan kebutuhan bagi sosok yang sering disebut orang pintar.

Untuk ramuan pengobatan tradisional, memang biasanya jeruk purut merupakan kombinasi beraneka bunga yang sering digunakan untuk berlangir (marpangir) bahasa Tapanuli.

Lazim digunakan dalam pengobatan tradisional untuk dimandikan setelah ramuan itu dicampur atau disiramkan pada ruang-ruang atau kamar rumah yang dianggap dihuni orang halus.

Di beberapa daerah di Sumut, pada saat menjelang bulan puasa Ramadhan biasanya jeruk purut menjadi barang yang laris manis karena akan digunakan untuk berlangir membersihkan diri di beberapa tepian mandi.

Aroma yang khas dari jeruk purut dengan mengesampingkan penelitian klinis memang menyegarkan. Tidak jarang kulit dari jeruk purut sering digunakan para supir truk atau bus lintas jarak jauh sebagai obat ngantuk. Bau dari komponen jeruk purut, daging atau kulitnya apabila tercium seolah-olah mendatangkan energi baru pada saat badan terasa letih.

Pohon jeruk purut banyak tumbuh di pekarangan rumah atau kebun. Ia dapat tumbuh dimana saja, baik dataran rendah maupun dataran tinggi. Namun keluarga tumbuhan jeruk lebih subur tumbuh di dataran tinggi, termasuk jeruk manis. Tumbuh dengan ketinggian antara 5-10 meter. Batang dan rantinya banyak diselingi duri-duri runcing. Tumbuhan tahan banting terhadap cuaca, untuk pengembangannya banyak dilakukan pencakokan.

Karakter daun jeruk purut merupakan daun majemuk menyirip beranak daun satu.Tang-kainya melebar ke kiri dan kanan mirip anak daun. Lembar atau helaian daun berbentuk bulat telur sampai berbentuk lonjong.

Pangkal daun membundar atau tumpul, ujungnya tumpul sampai meruncing memiliki panjang antara 8-15 Cm lebar daun sekitar 2-6 Cm. Kedua per- mukaan licin berbintik-bintik kecil berwarna jernih. Permukaan atas daun berwarna hijau tua agak mengkilap sedangkan permukaan bawah hijau muda atau kekuningan, buram. Apabila daun ini diremas baunya harum.

Aroma dari daun jeruk purut ini pada saat daun mula-mula diremas terasa tajam menusuk hidung. Namun aroma itulah yang membuat badan terasa segar setelah menciumnya.

Bunga dari jeruk purut berbentuk seperti bintang berwarna putih kemerah-merahan atau putih kekuning-kuningan. Bentuk jeruk purut bulat telur, kulitnya hijau berkerut, berbenjol-benjol. Rasanya asam condong pahit.

Barangkali karena permukaan kulit jeruk ini berkerut dan benjol-benjol makanya namanya lebih dikenal secara luas menjadi jeruk purut. Dari tampilan permukaan kulitnya, terlihat jelas perbedaan antara kulit jeruk manis dengan jeruk purut tersebut. Kalau kulit jeruk manis rata-rata tampilannya sangat mulus.

Kandungan-kandungan yang terdapat pada daun jeruk purut, yakni kandungan kimia daun mengandung tanin 1,8 persen, steroid triterpenoid dan minyak asiri 1-1,5 persen v/b. Kulit buah juga mengandung saponin tanin 1 persen, steroid triterpenoid dan minyak asiri yang mengandung sitrat 2-2,5 persen v/b.

Bagian-bagian yang dapat dijadikan obat pada komponen jeruk purut yakni buah untuk mengatasi influenza, badan telah, kulit kepala bau dan kulit yang bersisik mengelupas.

Sementara daun jeruk purut dapat digunakan untuk mengatasi kelesuan setelah sakit berat.

Cara-cara Pengobatan

Pengobatan dengan cara diminum yakni sediakan 1-2 buah perasan air jeruk yang dimasak, lalu diminum sewaktu hangat-hangat kuku.

Cara penggunaan setelah sekian lama sakit yakni ambil dua genggam daun jeruk purut segar, lalu direbus dengan 3 liter air hingga mendidih selama 10 menit.Air yang sudah mendidih tersebut dicampur dengan satu ember air bersih hangat dan digunakan untuk mandi.

Untuk pengobatan luar, belah jeruk purut 2-4 bagian kemudian digosokkan kebagian kulit yang bersisik, lakukan sekali sehari pada waktu malam sebelum tidur. Mengatasi kulit kepala yang bau air perasan buah jeruk purut digunakan untuk membasahi rambut yang sudah selesai dikeramas.

Cara membasahinya dengan air jeruk purut yakni setelah rambut dikeramas dan kering benar baru dibasahi dengan air persan jeruk purut dimaksud.

Pengobatan influenza yakni, terlebih dahulu dengan memotong buah jeruk purut yang sudah masak tentunya dengan kandungan air yang banyak. Air perasan jeruk tersebut diseduh dengan air panas seabanyak 60 cc, sekali teguk selagi hangat.

Cara mewangikan rambut kepala, cuci satu buah jeruk purut yang sudah masak, lalu diparut dan disiram dengan satu sendok makan air bersih. Air yang sudah disaring digosok ke bagian-bagian pangkal rambut yang sudah dikeramas.

Cara ini dapat dilakukan ber-ulang-ulang ketika rambut mulai terasa dan berbau. Selamat mencoba.

Sabtu, 14 Mei 2011

Tips Ampuh : Peterseli dan Seledri Lawan Kanker Payudara

Peterseli dan Seledri Lawan Kanker Payudara

PETERSELI dan seledri biasanya digunakan sebagai penyedap maupun aksen dekoratif untuk membuat hidangan terlihat cantik. Tak hanya itu, ternyata kedua tanaman ini juga mampu menghentikan sel-sel kanker payudara pada jenis tumor tertentu dan mencegahnya bertambah banyak dan berkembang.

Dalam studinya, Salman Hyder peneliti dari University of Missouri, mengidentifikasi tikus dengan jenis kanker payudara tertenu. Tikus itu lalu diberikan apigenin, suatu senyawa yang bisa ditemukan di peterseli, seledri, apel, jeruk, dan kacang-kacangan.

Tikus yang terpapar apigenin, mengalami perkembangan tumor lebih lambat dan mengalami penundaan pembentukan tumor. Hyder yakin temuan ini dapat berkontribusi pada terapi penggantian hormon tertentu. "Enam sampai 10 juta perempuan di Amerika Serikat menerima terapi penggantian hormon (HRT)," kata Hyder.

"Kita tahu bahwa hormon sintetis tertentu yang digunakan dalam HRT mempercepat perkembangan payudara tumor. Dalam penelitian kami, kami membedah tikus dengan menggunakan satu bahan kimia yang digunakan dalam HRT paling umum di Amerika Serikat yakni progestin yang disebut medroksiprogesteron asetat (MPA).

Hyder menemukan bahwa senyawa tersebut mengurangi jumlah keseluruhan tumor. Namun, sementara apigenin melakukan penundaan pertumbuhan tumor, itu tidak menghentikan pembentukan awal sel kanker di dalam payudara.

Hyder berkata, "Para peneliti belum mengidentifikasi dosis apigenin bagi manusia belum."

"Namun demikian, tampak bahwa menjaga tingkat minimal apigenin dalam aliran darah penting untuk menunda timbulnya kanker payudara yang berkembang sebagai respons terhadap progestin seperti MPA," kata Hyder.

"Maka itu, ada baiknya bagi kita untuk memakan sedikit peterseli dan seledri setiap hari," tambahnya. Penelitian ini diterbitkan pada jurnal Cancer Prevention Research edisi Mei 2011.

Jus Bayam Atasi Tukak Lambung


Sayur kesukaan Popeye, tokoh kartun pelaut ini memang enak disayur bening. Selain menghilangkan lesu, bayam yang dibuat jus bermanfaat untuk mengatasi berbagai macam penyakit pencernaan, salah satunya tukak lambung.

Bayam, tanaman sayuran yang dikenal dengan nama ilmiah Amaranthus spp (dalam bahasa Yunani, amaranth berarti abadi) pada mulanya dikenal sebagai tanaman hias. Namun, setelah diketahui mengandung berbagai macam zat gizi, tanaman ini lalu dipromosikan sebagai sumber pangan juga.

Tanaman dari keluarga Amaranthaceae ini memiliki sekitar 60 genus yang terbagi dalam sekitar 800 spesies bayam. Namun, dari sekian banyak jenis itu, bayam dibedakan atas dua macam, yaitu bayam liar dan bayam budi daya.

Dikenal dua jenis bayam liar, yakni bayam tanah (A. blitum L.) dan bayam berduri (A. spinosus L.). Ciri utama bayam liar adalah batangnya berwarna merah dan daunnya kaku (Jawa: kasap).

Jenis bayam budi daya dibedakan menjadi dua macam, yakni bayam cabut, bayam sekul, atau bayam putih (A. tricolor L.) dan bayam tahun atau bayam kakap. Ciri-ciri bayam cabut adalah memiliki batang berwarna kemerah-merahan atau hijau keputih-putihan, dan bunga keluar dari ketiak cabang. Bayam cabut yang batangnya merah disebut bayam merah, sedangkan yang batangnya putih disebut bayam putih. Bayam tahun atau bayam kakap (A. hybridus L.) cirinya berdaun lebar. Bayam jenis ini dibedakan atas dua spesies, yaitu A. hybridus caudatus L dan A. hibridus paniculatus L.

Ciri A. hybridus caudatus L. berdaun agak panjang dengan ujung runcing, berwarna hijau kemerah-merahan atau merah tua, bunganya tersusun dalam rangkaian panjang terkumpul pada ujung batang. A. hibridus paniculatus L. mempunyai dasar daun yang lebar sekali, berwarna hijau, rangkaian bunga panjang tersusun secara teratur dan besar-besar pada ketiak daun.

Raja Sayuran

Kandungan gizi bayam demikian banyak. Menurut Dr. Seno Sastroamidjojo, dalam 100 gram bayam terkandung tenaga sebesar 21,0 Kcal, air 92,9 gr, protein 2,1 gr, lemak 0,2 gr, karbohidrat 2,7 gr, serabut 0,7 gr, abu 1,4 gr, kalsium 90,0 mg, fosfor 29,0 mg, besi 3,8 mg, natrium 131,0 mg, kalium 385,0 mg, betakaroten 4080,0 ug, vitamin B1 0,08 mg, vitamin B2 0,15 mg, niacin 0,7 mg, dan vitamin C 76,7 mg. Karena kandungan nutrisinya yang tinggi inilah, bayam sering disebut sebagai 'King of Vegetables' atau 'Raja Sayuran'.

Kandungan asam folat dan asam oksalat membuat bayam bisa dipakai untuk membantu mengatasi berbagai macam masalah. Misalnya menurunkan kadar kolesterol, mencegah sakit gusi, mengobati eksim, asma, untuk perawatan kulit muka, kulit kepala, dan rambut. Yang paling terkenal adalah mengobati rasa lesu dan kurang bergairah sebagai tanda kurang darah.

Lebih dari itu, serat yang cukup tinggilah yang sangat mempengaruhi kenapa bayam bagus untuk pencernaan kita. Dengan demikian, penyakit seperti sembelit, jantung, stroke, dan persoalan mengenai tekanan darah dan pembuluh darah bisa diatasi. Namun, di samping manfaatnya, bayam tetap memiliki keterbatasan. Kelemahan bayam terletak pada saat proses pengolahannya. Kita tidak boleh memasak sayur bayam dengan panci aluminium. Aluminium ini bisa menyebabkan racun karena bereaksi dengan zat besi yang terkandung di dalam bayam.

Lebih dari itu, kita juga tidak boleh mengonsumsi sayur bayam kalau sayur tersebut sudah lewat dari lima jam sejak dimasak. Dan seperti sayuran lain, bayam juga tidak baik bila dimasak terlalu lama di atas api karena menyebabkan gizinya banyak yang terbuang.

Dan yang paling penting harus diperhatikan adalah mereka yang menderita asam urat dan rematik. Mereka tidak boleh mengasup sayur jenis ini karena bisa menyebabkan rasa ngilu yang berlebihan dan asam urat kambuh. Ini terjadi karena kandungan zat purin dalam bayam sangat tinggi. Purin inilah yang kemudian diubah menjadi asam urat dalam tubuh.

Berbagai Ramuan Bayam

Selain dibuat sayur bening, kita bisa menggunakan bayam untuk keperluan pengobatan. Berikut ini beberapa ramuan bayam yang diambil dari berbagai sumber, salah satunya dari buku Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Bagian 2.


Sembelit, Sakit Gusi, Tukak Lambung

Bahan- bahan yang digunakan :

  • seikat bayam
  • sesendok madu

Cara Membuatnya :

Cara I

  • Bersihkan bayam terlebih dahulu dan potonglah akarnya.
  • Masukkan dalam juicer.
  • Setelah itu minumlah jus sebanyak setengah liter sehari.
  • Lakukan selama beberapa hari

Cara II

  • Setelah dicuci dan dipotong, giling bayam sampai halus.
  • Tambahkan setengah cangkir air matang dan satu sendok makan madu.
  • Setelah itu diperas dan disaring.
  • Minum tiga kali sehari, setiap kali setengah cangkir.


Perawatan Kulit Muka, Kepala, dan Rambut

Bahan-bahan yang digunakan :

  • segenggam kunyit
  • seikat daun bayam

Cara Membuatnya :

Cara I

  • Bayam dibersihkan, baru diblender.
  • Setelah itu peras dan ambil airnya.
  • Ambil kunyit setelah dibersihkan.
  • Potong kecil-kecil dan masukkan ke blender.
  • Tambahkan air secukupnya. Peras kunyit dan tinggalkan air sarinya.
  • Campur air sari kunyit dan bayam.
  • Tambahkan dengan sedikit air hangat.
  • Gunakan untuk mencuci muka atau keramas.

Cara II

  • Masukkan seikat bayam yang sudah dibersihkan ke dalam jucier.
  • Gunakan jus bayam untuk menggosok seluruh bagian wajah Anda di sekitar sudut mata, dahi, bibir, dan dagu.
  • Lakukan perawatan ini selama lima menit ketika bangun pagi dan malam hari menjelang tidur. Bila perlu bilaslah dengan air dingin.


Bronkitis, Anemia, Demam, Keputihan, Gangguan Lever

Bahan-bahan yang digunakan :

  • seikat bayam
  • sesendok madu

Cara Membuatnya :

  • Masukkan bayam dalam blender dengan ditambah sedikit air matang.
  • Peras hasil blenderan bayam dan tambahkan madu ke dalamnya.
  • Minum sehari sekali, satu gelas.

Disengat Lebah, Ulat Bulu, Lipan


Bahan yang digunakan :
  • segenggam bayam
Cara Membuatnya :
  • Memarkan bayam dan tempelkan pada bagian tubuh yang sakit atau gatal.
  • Bisa juga dilengkapi dengan membuat jus bayam dan diminum sehari sekali satu cangkir.

Selasa, 03 Mei 2011

Tips Ampuh : Bahan Makanan Pengusir Gatal








Gatal-gatal di kulit akibat gigitan serangga, alergi, obat-obatan, dan sebagainya, bisa coba dihilangkan dengan aneka cara alami ini:

  1. Mandi susu. Campurkan oatmeal ke dalam susu evaporasi (susu yang sudah dikurangi kadar airnya_ dan gunakan untuk mandi. Oatmeal (1-2 mangkuk kecil) juga bisa dicampur dengan air hangat dalam bak berendam. Susu bekerja cukup baik untuk mengusir gatal-gatal di kulit dan membuat kulit lebih halus.
  2. Baking soda (sekitar 1 mangkuk kecil) juga bisa dicampurkan ke dalam bak mandi berisi air hangat untuk mengurangi gatal-gatal akibat iritasi, gigitan serangga, sengatan lebah, dan lainnya. Berendamlah sekitar 30-60 menit. Untuk luka sedikit di kulit, campurkan tiga bagian baking soda dengan satu bagian air, lalu oleskan pasta ini ke area yang gatal. Namun, jangan lakukan hal ini jika kulit terluka.
  3. Oleskan air perasan lemon ke bagian tubuh yang gatal, biarkan hingga kering. Jeruk mengandung bahan anestetik dan antiradang yang ampuh mengatasi gatal-gatal.
  4. Oleskan daging tanaman lidah buaya ke tubuh yang gatal. Zat dalam lidah buaya tak hanya bisa mengatasi luka bakar, tapi juga gatal-gatal.
  5. Mandi dengan air yang dibubuhi minyak pepermint. Untuk area yang sedikit, seduh daun mint dan gunakan airnya untuk membasuh bagian tubuh yang gatal, atau celupkan kain bersih ke air seduhan daun mint kemudian kompreskan ke bagian tubuh yang gatal.

Daun mint mengandung mentol yang bersifat anestetik dan antiradang. Asam rosmarinik di dalamnya juga bersifat antiradang yang mudah diserap ke dalam kulit.

  • Tambahkan dua sendok makan cuka apel ke dalam air mandi dan gatal-gatal pun akan berkurang.
  • Kompres bagian yang gatal-gatal dengan kompres dingin.

Jumat, 29 April 2011

Tips Ampuh : Rahasia Khasiat Ketumbar












MESKI
lebih umum digunakan dalam bahan memasak sehari-hari, ketumbar ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Ketumbar selama ini memang dikenal keampuhannya dalam menyehatkan pencernaan.

Apa saja manfaat lain ketumbar? Berikut beberapa di antaranya seperti dikutip dari Times of India :
  1. Ketumbar bermanfaat bagi perempuan terutama bagi yang menderita sindrom pramenstruasi (PMS). Rebus saja 6 gram biji ketumbar dalam 500 ml air lalu tambahkan gula. Minumlah selagi hangat.
  2. Untuk penderita arthritis atau radang sendi, ketumbar memiliki sifat antiinflamasi. Rebus saja biji ketumbar dengan air dan minumlah untuk meredakan nyeri radang sendi.
  3. Ketumbar juga dikenal mampu menurunkan gula darah dengan merangsang sekresi insulin. Tanaman ini juga telah dikenal sebagai 'tanaman anti-diabetes'. Ketumbar membantu kinerja jantung dengan menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.
  4. Ketumbar juga bagus untuk kulit. Aduk bubuk ketumbar dengan bubuk kunyit yang diberi air secukupnya lalu oleskan pada jerawat dan komedo.

Peluang Usaha Pertanian : Menangguk Untung dari Sari Temulawak







Berkah Tuhan Bumi Nusantara Indonesia ini sungguh luar biasa. Sebagian kecil di antaranya adalah temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Tanaman bangsa jahe-jahean ini mempunyai khasiat herbal amat beragam dan sudah menjadi perhatian dunia. Berbisnis temulawak, selain melestarikan budaya leluhur, juga menguntungkan.

Siapa yang tidak kenal temulawak? Khasiatnya yang beragam di bidang kesehatan seperti untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh, menyembuhkan penyakit hepatitis, kulit, batu empedu, demam dan gangguan pencernaan menjadikan temulawak sebagai bahan baku utama dalam pembuatan obat, bahan makanan maupun minuman penyegar.

“Ibarat makan, temulawak merupakan nasi dalam pembuatan obat herbal. Hampir 80% bahan baku obat herbal adalah temulawak. Bahkan temulawak ini mempunyai potensi menjadi ikon nasional sebagaimana ginseng untuk Korea,” ujar Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Rifatul Widjhati pada acara Bincang Iptek BPPT, Rabu (6/4) lalu.

Dia menambahkan, “ Dalam bahasa inggris saja temulawak dikenal dengan sebutan Java Turmeric (Kunyit Jawa), ini membuktikan bahwa temulawak sudah lama dikenal dan digunakan masyarakat kita.”

Lebih lanjut Rifatul mengungkapkan, BPPT telah melakukan penelitian terhadap DNA fingerprint tanaman temulawak untuk membuktikan tanaman ini sebagai tanaman asli Indonesia. Itu berkaitan dengan upaya Malaysia dan India yang ingin mengklaim temulawak sebagai tanaman asli kedua negara.

Sementara, menurut Teuku Tajuddin dari Balai Penelitian Bioteknologi BPPT, lembaga tempat dia mengabdikan diri itu telah meneliti DNA dan varietas temulawak sejak 2008, rencananya akan selesai pada 2012.

“Penelitian ini untuk membuktikan apakah temulawak tanaman asli Indonesia, atau bukan. Penelitian menyangkut sidik jari, sebaran tanaman, dan jumlah varian, serta formulanya,’’ jelas Tajuddin dalam diskusi tentang potensi obat herbal Indonesia di BPPT, Jakarta, Rabu (6/4).

Tajuddin menyatakan, dia telah mengelompokkan tanaman temulawak ini mulai dari Lampung, Bali, Boyolali, Merauke, Ciamis, Bengkulu, Pulau Buru, Ambon, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Bengkulu.

Dari hasil penelitian komposisi genetika, menunjukkan bahwa temulawak di Jawa dan Pulau Buru ada kesamaan. Demikian juga dengan kelompok tanaman yang jenisnya sama terdapat di Lampung, Boyolali, Ciamis, Pulau Buru, Sulawesi, NTB, Bengkulu, Merauke, memiliki jenis yang sama. Sedangkan dari Bali dan Ambon berbeda.

‘‘Untuk Bali memang belum lengkap datanya. Tapi untuk Ambon, berdasarkan catatan sejarah, asal usul temulawak dari Ambon. Dan berbeda dengan temulawak yang ada di tempat lain. Ini masih dalam pembuktian,’’ ujarnya.

Susah Dapat Klaim

Perbedaan itu bisa disebabkan karena evolusi alam. Apabila dari jumlah varian maupun komposisi khasiatnya lebih banyak ditemukan di Indonesia, maka tanaman itu bisa diklaim milik Indonesia.

Diakuinya untuk mendapat klaim tanaman asli Indonesia memang susah. Apalagi tanaman itu juga ditemui di India, Malaysia, Thailand, dan China. ‘‘Kalau hasilnya memang bukan asli Indonesia, ya kami akan katakan apa adanya dari hasil riset ini.’’

Namun dia optimistis karena Korea saja hanya memiliki 33 persen tanaman ginseng. ‘‘Dengan pembuktian sejarah dan teknologi DNA serta varian itu bisa membantu mengungkapkan petunjuk soal asal usul temulawak.’’

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT, Bambang Marwoto, mengatakan kajian tersebut diperlukan untuk melindungi tanaman temulawak sebagai plasma nutfah asli Indonesia agar tidak dieksploitasi dan dipatenkan oleh negara lain.

Secara morfologis, lanjut Bambang, memang sulit membuktikan temulawak sebagai tanaman asli Indonesia secara morfologis. “Karena di Indonesia banyak spesies temulawak dan banyak timbul beberapa varietas atau spesies baru. Untuk itu, perlu dibuktikan secara genetik, seperti upaya forensik terhadap manusia. Beberapa spesies temulawak punya senyawa aktif yang berbeda-beda. Seperti sidik jari, DNA temulawak dilihat dari senyawa aktifnya,” ungkapnya.

“Sidik jari DNA berlaku sebagai barcode atas tanaman unggulan lokal kita. Dengan ini, kita dapat melindungi sekaligus memanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia,” kata Bambang.

Potensi Ekonomis

Temulawak sendiri mempunyai potensi ekonomis cukup besar. Atep Afia Hidayat, seorang penulis di blogforum kompasiana.com, belum lama ini menulis artikel kesehatan tentang potensi temulawak, yang di Jawa Barat dikenal dengan nama koneng gede itu.

“Belakangan ini temulawak makin naik daun, harganya mencapai USD 300 ( sekitar Rp 2,6 juta) per ton, dengan tingkat permintaan dunia mencapai 30.000 ton per tahun, sedangkan Indonesia baru bisa menyuplai 10 persen,” tutrnya.

Menurut Atep, meningkatnya nilai ekonomi temulawak, terutama disebabkan informasi yang meluas menyangkut khasiatnya dalam meredakan penyakit seperti hepatitis B. Selain itu, terjadi peningkatan minta masyarakat terhadap obat-obatan dari tumbuhan alami (fitofarmaka).

Berdasarkan catatan informasi yang dia kumpulkan, tahun 2000 omzet obat alami secara nasional mencapai Rp 1 triliun, dan tahun 2001 diperkirakan meningkat jadi Rp 1,4 triliun. Sementara pada Symposium Internasional Temu Lawak yang berlangsung 27-28 Mei 2008 di IPB, terungkap omzat obat alami atau obat tradisional tahun 2007 mencapai Rp 4 triliun, dan tahun 2008 menjadi Rp 7,2 triliun.

Atep juga mengungkapkan, memang belum ditemukan data yang akurat tentang mekanisme atau cara kerja temulawak dalam memerangi penyakit hepatitis. Namun, berdasarkan pengalaman masyarakat, khasiat temulawak sudah dikenal sebagai jamu yang ampuh untuk mengatasi sebah perut atau penyakit kuning (lever-Red).

Pengalaman dr. Melly Budhirman, seorang psikiater di Jakarta, sebagaimana diungkapkan dalam Intisari (September 1996), berawal dari gejala-gejala cepat lelah, nafsu makan menurun drastis kadang-kadang sampai muntah, dan bola mata kekuningan. Dari hasil pemeriksaan, ternyata terserang virus hepatitis B, yang kemungkinan ditularkan melalui jarum suntik yang tercemar virus.

Dalam perkembangannya, berdasarkan pemeriksaan lengkap melalui scanning dan biopsy dinyatakan menderita hepatitis kronis aktif, kemudian berkembang menjadi sirosis hepatitis. Satu-satunya obat yang diberikan, kortikosteroid dengan dosis cukup tinggi 4 x 10 mg. Namun ternyata menimbulkan efek samping berupa bengkak-bengkak pada tubuh, dan pemeriksaan fungsi hati menunjukkan hasil yang buruk.

Setelah memperoleh informasi menyangkut khasiat temulawak, dr.Melly lantas mengkonsumsi sari temulawak (rebusan temulawak) selama empat bulan berturut-turut. Hasil biopsy oleh Dr.Sadikin Darmawan, seorang patolog senior, menyatakan bahwa kondisi hati dr.Melly sehat.

Pengalaman serupa juga diungkapkan oleh seorang ibu di Bandung, setelah menempuh pengobatan alternatif di Garut selama lebih dari setahun (menggunakan ramuan tradisional, dengan bahan utama temulawak), penyakit hepatitisnya dinyatakan sembuh.

Secara medis modern, temulawak memang belum direkomendasikan sebagai obat. Namun secara empiris, khasiat temulawak yang luar biasa itu sudah terbukti nyata, bahkan diakui dunia. Hal itu tentu membuka lebar peluang berbisnis temulawak.
Sari Temulawak

Sejak zaman dulu kala, negeri ini sudah dikenal memiliki kekayaan dan keanekaragaman flora. Termasuk, beragam tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan sebagai obat. Salah satu tanaman yang cukup populer dan punya khasiat ampuh sebagai penyembuh penyakit adalah temulawak. Tanaman ini merupakan famili Zingiberaceae, yang awalnya banyak ditemukan di hutan.

Sebagai salah satu herbal, temulawak dipercaya bisa mengatasi berbagai penyakit. Seperti, gangguan lever, mencegah hepatitis, meningkatkan produksi cairan empedu, membantu pencernaan, mengatasi radang lambung dan gangguan ginjal.

Dulu, nenek atau kakek kita biasa menyerap sari temulawak dengan cara merebusnya lalu meminum airnya. Kini, ada cara mengonsumsi temulawak yang lebih praktis. Yakni, temulawak instan. Salah satunya, temulawak instan produksi UD Sidariz di Blora, Jawa Tengah.

Karjan, pembina UD Sidariz, mengatakan, kelompok binaannya memproduksi temulawak instan sejak 2006. Mereka menjual temulawak instan dalam tiga kemasan, Yang pertama, kemasan saset berisi bubuk. Harganya Rp 10.000 per pak isi 10 saset. Kemudian, kemasan gelas plastik siap minum yang dijual seharga Rp 1.500 per kemasan. Dan yang ketiga, kemasan botol ukuran 650 ml dengan harga Rp 20.000 per botol.

Untuk menjaga pasokan temulawak, kelompok usaha itu memiliki lahan temulawak seluas 32,75 hektare. Ini adalah wilayah hutan rakyat yang dikelola bersama Perhutani. “Temulawak ditanam di sela-sela pohon jati,” kata Karjan. Dalam sebulan, kelompok usaha ini mengolah 5 kuintal temulawak. “Omzetnya masih kecil,” imbuhnya.

Pengenalan produk dan cara pemasaran merupakan salah satu kendala yang dihadapi kelompok usaha ini. Padahal, menurut Karjan, prospek minuman temulawak instan ini sangat bagus. Buktinya, salah satu perusahaan jamu berniat membeli produknya. “Jika spesifikasi yang diminta bisa kami penuhi maka kami akan memasok ke sana,” katanya.

Keyakinan akan cerahnya prospek bisnis ini pula yang membuat Lilik Indrawati menekuni bisnis temulawak instan. “Banyaknya orang beralih ke obat-obatan herbal ini, menyebabkan permintaan temulawak berdatangan,” ujarnya.

Lilik memasarkan temulawak instan dengan merek Temulawak Prima Herba, yang diproduksinya di Solo. Ia memasarkan produknya lewat internet, sehingga jangkauan pasarnya cukup luas. “Permintaan datang hampir dari seluruh Indonesia,” katanya. Tak heran, saban bulan Lilik mampu meraup omzet Rp 30 juta-Rp 40 juta dari bisnis ini.

Senin, 25 April 2011

Tips Ampuh : Manfaat Belimbing Bagi Kesehatan






BUAH belimbing dan asam belimbing, keduanya sama-sama bernama belimbing, tetapi sangat berbeda rasa. Buah belimbing mudah saja di dapat, harganya juga tidak tergolong mahal.

Sementara asam belimbing juga mudah didapat, tapi nilai jualnya tidak ada sama sekali.

Buah belimbing, bentuknya agak besar bersegi-segi.Apabila sudah matang berwarna kuning kehijauan dan cenderung kuning cerah. Sedangkan asam belimbing bentuknya kecil agak lonjong mendekati bulat. Apabila matang berwarna kuning pucat.

Dengan harga terjangkau, buah belimbing dapat dikonsumsi oleh siapa saja. Untuk dapat dikonsumsi, buah belimbing manis dapat dilakukan secara seder-hana, yakni buah yang sudah matang dimakan begitu saja. Sebelum dikonsumsi terlebih dahulu mengiris sudut segi-segi pada sisi buah dengan pisau. Gunanya membuang rasa kelat dan sedikit pahit pada segi sisi buah belimbing manis.

Buah belimbing manis dapat juga dijus menggunakan blinder setelah menambah bahan lainnya berupa gula putih ditambah sedikit susu dan butiran es. Para pemi-nat memposisikannya sebagai minuman vaforit di samping rasanya yang nikmat juga dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi.

Pohon belimbing, merupakan tanaman asli Indonesia dan juga terdapat di negara serumpun Malaysia. Batang pohon belimbing tidak tergolong tinggi, hampir satu kategori dengan pohon jambu air.

Buah belimbing manis dapat bermanfaat sebagai antioksidan, salah satu fungsinya untuk memerangi radikal bebas, mecegah sariawan, meningkatkan daya tahan tubuh dan mampu juga mencegah penyebaran sel-sel kanker. Fungsi lain secara umum yang terdapat pada buah belimbing manis untuk mengikat kolesterol dan asam empedu dalam usus.

Menurunkan kadar kolesterol dalam darah tergolong pula pekerjaan spesifik dari buah belimbing manis. Pengobatan lainnya juga sebagai anti hiper-tensi.

Selain pada buah belimbing manis, bunga, daun dan akarnya sejak dulu telah diyakini sebagai obat anti malaria,maag, bisul, rematik dan lainnya. Namun untuk penderita penyakit ginjal, diabetes tidak dianjurkan untuk mengkonsumsinya.

Asam Belimbing

Buah asam belimbing, tidak begitu banyak diketahui penggunaannya. Karena buah asam belimbing pada sebahagian masyarakat Tapanuli bagian selatan lebih banyak digunakan sebagai bumbu atau asam berbagai gulai jenis ikan.

Gulai ikan dengan memanfaatkan asam belimbing sebagai penyedapnya, tergolong nikamat. Gulai ikan mas di daerah ini, atau berbagai jenis ikan lainnya atau yang lebih populer disebut gulai arsik (gulai ikan kuahnya dike-ringkan) sebahagian besar menggunakan rencahan asam belimbing. Sajian menu gulai arsik tersebut akhir-akhir ini makin populer pada sejumlah rumah makan di beberapa kota Tapanuli bagian selatan.

Asam belimbing apabila musim berbuah, bukan main banyaknya. Mulai dari ranting, cabang hingga batang digelantungi buah asam belimbing. Pada musim berbuah itu tidak terlalu banyak digunakan masyarakat, buahnya lebih banyak jatuh dan membusuk.

Buah asam belimbing, selain penyedap berbagai jenis ikan daunnya juga banyak dimanfaat-kan sebagai bumbu penyedap berbagai masakan daging. Daun asam belimbing paling banyak digunakan untuk penyedap masakan daging kambing, lembu dan kerbau.

Pada beberapa desa, disaat pelaksanaan pesta adat yang spesifiknya memotong kerbau, bumbu penyedap sering digunakan daun asam belimbing. Daun asam yang digunakan untuk gulai daging kambing, selain mengurangi kadar lemak dalam kandungan daging juga menetralisir bau daging kam-bing.

Kendati secara klinis belum diuji daun asam belimbing dapat mengurangi kadar lemak daging, namun dari citarasa dan aroma yang ditimbulkannya jelas mengundang selera makan.

Beberapa jurus yang dapat dilakukan dengan menggunakan bahan tanaman belimbing sebagai berikut:

1. Melancarkan Air Seni.

Ambillah segenggam daun belimbing manis, setelah dicuci bersih lalu direbus dengan air ukuran dua gelas. Biarkan men-didih hingga tinggal setengahnya.Saring air rebusan dan campur sedikit madu, diminum dua kali sehari.

2. Malaria

Bunga belimbing yang sudah dikeringkan diseduh dengan air mendidih. Air seduhan tersebut disaring dan diminum dua kali sehari.

3. Penyakit Maag

Ambil 10 helai daun belimbing, seujung jari kunyit,seujung jari temu kunci, lalu direbus dengan setengah gelas air hingga mendidih. Setelah dingin diminum satu kali setiap hari.

4.Batuk Anak

Berikan buah belimbing manis yang sudah masak kepada anak, lalu dimakan dua kali sehari.

5. Rematik

Untuk obat rematik, akar pohon belimbing ditumbuk lalu dicampur dengan sedikit kencur. Campurkan pula tepung beras di tambah air secukupnya untuk ramuan itu. Tempelkan kepada bagian-bagain yang diserang rematik.

6. Hipertensi

Ambil buah belimbing muda, lau diparut. Air perasan buah belimbing muda itu diminum dua kali sehari. Selamat mencoba.

Rabu, 13 April 2011

Tips Ampuh : Buah Ara atau Buah Tin Ampuh Cegah Hipertensi



Buah Ara Ampuh Cegah Hipertensi


BUAH ara atau yang dikenal sebagai 'figs' dalam bahasa Inggris, 'figue' dalam bahasa Perancis memang belum terlalu popular di Tanah Air. Bagi orang Indonesia, umat kristiani memang mengenalnya dengan buah ara, sedangkan umat muslim mengenalnya dengan buah tin.

Buah berasa manis ini ternyata kaya nutrisi dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Meski musiman, buah ini kerap tersedia dalam bentuk yang dikeringkan. Rasanya pun akan lebih manis dalam bentuk kering dan bernutrisi karena mengandung vitamin A, B, and mineral seperti seperti fosfor, zat besi, kalsium, dan mangan. Berikut adalah beberapa manfaat buah ara yang mungkin belum diketahui oleh Anda:

a. Pektin, serat larut ini bisa ditemukan dalam buah ara yang bermanfaat bagi sistem pencernaan. Serat larut ini juga membantu membersihkan kolesterol yang terakumulasi dalam tubuh.

b. Hipertensi bisa timbul jika kadar kalium natrium terlalu tinggi dan kaliumnya rendah dalam tubuh. Buah Ara rendah sodium dan tinggi kalium sehingga ampuh cegah hipertensi.

c. Buah ara yang dikeringkan mengandung omega-3 dan asam lemak omega-6 bersama dengan fenol. Semua itu berguna mencegah penyakit jantung koroner.

d. Buah ara juga kaya kalsium sehingga baik untuk penguatan tulang.

e. Karena kaya kalium, buah ara membantu mengatur gula darah. Ini tentunya bermanfaat bagi penderita diabetes.

f. Makan buah ara efektif mengobati sakit tenggorokan karena kandungan lendir yang tinggi.

g. Selama ini, buah ara juga telah digunakan untuk mengobati kelemahan seksual. Caranya, rendam sekitar 2-3 buah ara dalam susu selama semalam dan makanlah di pagi harinya.

h. Karena kandungan zat besinya, buah ara berguna mengobati anemia.

i. Lumat buah ara segar dan oleskan ke wajah, biarkan selama 10-15 menit. Ini efektif untuk mengobati jerawat.

j. Makan buah ara dapat memulihkan rasa lelah dan meningkatkan kekuatan otak.

Kamis, 17 Maret 2011

Guna dan Manfaat Jahe Bagi Wanita













1. Terapi kanker ovarium

Jahe mungkin bisa sebagai senjata efektif dalam terapi kanker ovarium. Sebuah studi yang dilakukan di Comprehensive Cancer Center University of Michigan menemukan bubuk jahe menginduksi kematian sel di semua sel kanker pada ovarium yang terkena.

2. Pencegahan kanker kolon
Sebuah studi di University of Minnesota menemukan jahe dapat memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker kolorektal.

3. Morning sickness
Sebuah kajian dari beberapa penelitian telah menyimpulkan bahwa jahe sama efektifnya dengan vitamin B6 dalam terapi morning sickness saat kehamilan.

4. Terapi motion sickness
Jahe telah terbukti menjadi obat yang efektif untuk mual yang berkaitan dengan motion sickness.

5. Mengurangi nyeri dan peradangan
Satu studi menunjukkan bahwa jahe memiliki sifat anti-inflamasi dan merupakan obat penghilang rasa sakit alami yang kuat.

6. Meredakan nyeri lambung
Jahe telah lama digunakan sebagai obat nyeri lambung alami. Yang sering digunakan untuk tujuan ini dalam bentuk teh jahe.

7. Mencegah dan mengobati flu
Jahe telah lama digunakan sebagai pengobatan alami untuk pilek dan flu. Banyak orang juga mengandalkan jahe untuk dapat membantu dalam kasus flu perut atau keracunan makanan. Ini tidak mengherankan mengingat jahe memiliki efek positif pada saluran pencernaan.

8. Meredakan migrain
Penelitian telah menunjukkan bahwa jahe dapat meringankan gangguan migrain karena kemampuannya untuk menghentikan prostaglandin dari menyebabkan rasa sakit dan peradangan di pembuluh darah.

9. Mengurangi kram selama haid

Dalam pengobatan Cina, teh jahe dengan gula merah digunakan dalam pengobatan kram menstruasi.

10. Pencegahan kerusakan ginjal akibat diabetes

Sebuah studi yang dilakukan pada tikus diabetes menemukan bahwa pada tikus diberikan jahe memiliki insiden penurunan nefropati diabetik (kerusakan ginjal)

Rabu, 16 Maret 2011

Kemiri Menyehatkan Rambut sampai Perut















Masyarakat Indonesia sudah lama memanfaatkan minyak biji kemiri sebagai penumbuh dan penyubur rambut. Bila teratur mengoleskan minyak kemiri ke kulit kepala, rambut akan tumbuh sehat, tebal, dan berkilau.

Buah kemiri (Aleurites moluccana) juga diyakini berkhasiat mengobati buang air besar yang berdarah, diare, disentri, sakit perut, sembelit, demam, sariawan, dan sakit gigi.

Kemiri mengandung zat gizi dan nongizi. Zat nongizi dalam kemiri misalnya saponin, falvonoida, dan polifenol. Banyak peneliti telah membuktikan bahwa ketiga komponen ini memiliki arti besar bagi kesehatan. Kandungan zat gizi mikro yang terdapat dalam kemiri contohnya protein, lemak, dan karbohidrat.

Mineral yang dominan dalam kemiri adalah kalium, fosfor, magnesium, dan kalsium. Juga terkandung zat besi, seng, tembaga, dan selenium, dalam jumlah sedikit.

Kandungan penting lainnya adalah vitamin, folat, serta fitosterol yang dapat meruask enzim pembentuk kolesterol di dalam hati, sehingga menghambat pembentukan kolesterol.

Protein pada biji kemiri terdiri dari asam amino esensial maupun nonesensial. Fungsi asam amino esensial antara lain untuk pertumbuhan karena asam amino terdapat di semua jaringan dan membentuk protein dan antibodi.

Asam amino nonesensial yang menonjol pada kemiri, yaitu asam glutamat dan asam aspartat. Keberadaan asam glutamat yang memberikan rasa nikmat ketika kemiri digunakan sebagai bumbu. Hal itu membuat kemiri dapat mengganti penyedap masakan seperti MSG.

Senin, 07 Maret 2011

Berita Pertanian : Tanaman Kapulaga, Idola Baru di Purwakarta


Purwakarta. Redupnya industri teh rakyat di Purwakarta, Jawa Barat, mendorong para petani teh beralih ke komoditas kapulaga karena lebih jelas pasar dan harganya. Luas lahan yang ditanami tanaman obat itu kini diperkirakan telah mencapai ratusan hektar.

Kapulaga (Amomum cardamomum) terlihat ditanam di antara tanaman teh atau bekas kebun teh di sentra teh rakyat Kecamatan Wanayasa, Bojong, Kiarapede, dan Darangdan. Pilihan itu dilakukan karena petani teh terus merugi beberapa tahun terakhir, karena harga pucuk daun teh lebih rendah dari ongkos produksinya. Saat ini harganya Rp 1.150 per kg, sedangkan ongkos produksinya Rp 1.700 per kg.

Pandi (40), petani penggarap di Desa Linggasari, Kecamatan Darangdan, Minggu (6/3), mengatakan, kapulaga menjadi idola baru karena banyak pengepul siap menampung, baik biji basah maupun biji kering. Di Darangdan, harga biji kapulaga basah berkisar Rp 3.500-Rp 4.000 per kg dan kering Rp 70.000 per kg.

Selain itu, perawatan kapulaga terbilang gampang. Umumnya petani tidak memupuk atau menyemprot kapulaga. Mereka mulai memetik biji sejak usia tanaman tiga bulan, dan tanaman milik beberapa petani di kawasan itu kini telah 1-2 tahun.

Ade Sugema (48), Ketua Kelompok Tani Wargi Mukti di Desa Babakan, Kecamatan Wanayasa, menambahkan, alih fungsi kebun teh dengan tanaman yang lebih menguntungkan semakin meluas. Namun, harga biji kapulaga fluktuatif. Dua tahun lalu, biji kapulaga basah di Wanayasa masih Rp 7.000 per kg. Setelah itu harga turun jadi Rp 3.500 per kg seiring meluasnya area tanam, serta meningkatnya produksi dari kebun rakyat.

Diversifikasi terbukti menyelamatkan petani dari kerugian, seperti saat puluhan ribu pohon manggis dan cengkeh tak berbuah akibat anomali cuaca tahun lalu. ”Meski tak sebesar pendapatan dari cengkeh dan manggis yang mencapai jutaan hingga belasan juta rupiah, petani punya alternatif pemasukan dari menjual kapulaga,” kata Ade.