Tampilkan postingan dengan label tipe kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tipe kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2011

Tips Ampuh : Mengatasi Mag dengan Tanaman














Sakit mag sering kali digambarkan sebagai termakannya lambung kita oleh asam lambung. Kalau penyakit ini menimpa, kita akan merasakan sakit luar biasa pada perut atas sebelah kiri. Ternyata beberapa tanaman di sekitar kita punya khasiat mencegah dan menyembuhkannya.

Sakit mag merupakan istilah yang populer untuk menggambarkan kondisi-kondisi seperti ini: kalau sering muntah agak asam, suhu badan naik, muka pucat, nafsu makan kurang, kalau sedang kosong perut terasa sakit, perih, dan sesak pada bagian atas ulu hati sakit hingga kadang-kadang membuat kita terbangun di tengah malam, buang hajat tidak teratur, terkadang sembelit atau mencret.

Maag sendiri merupakan kosa kata Belanda yang berarti lambung yang kemudian diindonesiakan menjadi mag. Jadi, sakit mag sebenarnya adalah sakit lambung. Umumnya, penyakit yang sering terjadi pada orang bergolongan darah O ini berupa radang selaput lendir (mukosa), lambung (gastritis), atau luka mukosa lambung (gastric ulcer) yang dikenal dengan istilah tukak lambung (ulcus pepticum).

Biang keladi penyakit ini adalah zat yang dapat menginhibisi sekresi asam lambung. Misalnya, histamin dan anti-inflamasi non-steroid. Kerja berat, pikiran tegang, tidak tenang, atau kurang tidur juga menyebabkan kadar asam lambung yang tinggi. Sering terlambat makan, kebiasaan minum obat yang bersifat asam saat perut kosong, minum minuman beralkohol, dan mengisap rokok berlebihan juga bisa menjadi penyebab penyakit ini. Demikian pula dengan infeksi bakteri Helicobacter pylory yang dapat menyerbu lapisan submukosa lambung.

Berdasarkan penyebab tadi, penyembuhannya dilakukan dengan menetralkan asam lambung, mengurangi produksi asam lambung, mengobati infeksi pada selaput lendir lambung, dan mengurangi rasa sakit akibat iritasi selaput lendir atau kekejangan otot dinding lambung. Obatnya antasid, antihistamin, antikolinergik, demulcent (dapat mengurangi iritasi lokal pada tukak lambung, dan secara fisik melindungi sel-sel di bawahnya terhadap kontak dan iritasi dari luar). Khusus untuk sakit lambung karena infeksi H. pylory pengobatannya menggunakan antibiotik.

Penderita dianjurkan pula untuk makan dalam jumlah sedikit tetapi sering.

Selain dengan pengobatan menggunakan obat farmasi, penyembuhan sakit mag juga bisa dengan menggunakan tanaman obat. Dengan mencampur tanaman yang mempunyai sifat demulcent, antasid dan astringent, akan dapat diperoleh sediaan paling baik untuk pengobatan luka (tukak).

Berikut adalah beberapa resep tanaman untuk mengatasi berbagai gangguan lambung.

Kunyit (Curcuma longa atau C. domestica)

Seibu jari rimpang kunyit setelah dicuci, diparut. Parutannya kemudian diberi sedikit air dan diperas. Minum 2x sehari, pagi sebelum makan dan malam sebelum tidur.

Lidah buaya (Aloe vera)

Ambil gel segar dari setengah lembar daun lidah buaya. Gel sebanyak ini diminum untuk sekali minum. Minumlah 2x sehari. Bisa diberi madu secukupnya. Untuk ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi ramuan ini.

Kamomila (Matricaria recutita)

Seduh 1 sendok teh bunga kamomila dengan 150 ml air panas, diamkan selama 5 - 10 menit, lalu minum. Ulangi seduhan ini 3 - 4 kali sehari.

Kencur (Kaempferia galanga)

Untuk mengatasi sakit mag: 1 jari rimpang kencur dicuci bersih, dikupas, dan dikunyah dengan garam seperlunya. Sesudah halus, telan kunyahan kencur tadi disusul dengan minum air hangat. Lakukan ini 3x sehari.

Cincau (Cylea barbata)

Ambil segenggam daun cincau (± 80 g berat basah). Daun dicuci bersih lalu digiling sampai halus. Hasilnya diremas dengan air minum seperlunya dan saring. Agar lekas mengental, beri kapur sirih seperlunya. Setelah menggumpal, makan dengan air gula atau sirup. Lakukan ini 3x sehari, masing-masing sebanyak _ gelas minum (kapasitas gelas kira-kira 200 ml).

Meniran (Phyllanthus niruni)

Cuci dan rebus _ genggam daun meniran dengan 3 gelas air dan biarkan sampai tinggal _ nya. Sesudah dingin disaring, lalu diminum dengan madu seperlunya. Lakukan cara ini 3x sehari.

Jika lambung kita bermasalah, tidak ada salahnya untuk berpaling ke alam untuk mencari obatnya.

Minggu, 19 Juni 2011

Merebus Herbal Pun Ada Aturannya

Merebus tanaman obat merupakan cara pengolahan herbal yang praktis dan banyak dipraktikkan untuk konsumsi rumahan. Perebusan bertujuan memindahkan zat-zat berguna dari herbal ke dalam larutan air. Kendati sederhana, teknik merebus herbal pun tidak bisa dilakukan sembarangan.

Menurut Prof Leonardus Broto Kardono, ahli ekstraksi bahan alam dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), penting untuk memerhatikan wadah yang akan dipakai untuk merebus. "Gunakan wadah yang terbuat dari gerabah, keramik, atau stainless steel," katanya di acara Teknologi Ektraksi Herbal Terkini yang diadakan oleh PT Deltomed Laboratories di Jakarta, Kamis (16/6/2011).

Merebus herbal memakai wadah dari besi dan aluminium cukup membahayakan karena saat merebus wadah tersebut akan mengeluarkan kontaminan berupa zat besi dan aluminium. Kontaminan ini akan mencemari ramuan yang sedang dibuat. "Reaksi yang timbul itu akan membuat airnya jadi terlihat biru," imbuhnya.

Ia menambahkan, selain praktis, merebus juga efektif untuk membunuh bakteri atau mikroba yang ada dalam tanaman herbal. Kendati begitu, menurutnya, tidak semua tanaman obat bisa diolah dengan cara direbus.

"Ada beberapa tumbuhan yang bahan aktifnya akan keluar jika diolah dengan direbus atau tumbuhan yang senyawa kimianya akan larut dalam air, terutama tumbuhan yang memiliki minyak astiri seperti kunyit, jahe, atau daun sirsak," katanya.

Salah mengolah tanaman herbal bisa menyebabkan herbal tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena khasiatnya tidak terasa. Karena itu, ia menyarankan masyarakat mengikuti pengalaman empirik dalam mengolah herbal untuk mencegah efek samping.

Bila ingin praktis lagi, saat ini sudah cukup banyak perusahaan pembuat jamu dan obat herbal yang memproduksi herbal secara modern sehingga menghasilkan produk dengan kualitas lebih baik. Contoh terbaik adalah herbal kategori herbal terstandar dan fitofarmaka.