Tampilkan postingan dengan label obat tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obat tradisional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2011

Tips Ampuh : Daun Sambung nyawa, Daun Ajaib Untuk Obat segala Penyakit


Sampai sekarang sambung nyawa terus dimanfaatkan sebagai pereda beragam penyakit. Industri nasional telah lama meliriknya untuk dijadikan ekstrak atau bahan dasar beragam ramuan dalam kemasan.

Daun Sambung nyawa, Daun Ajaib Untuk Obat Segala Penyakit

Kenyataan ini sebenarnya bermula dari pengakuan yang banyak muncul di tengah masyarakat. Sudah sejak zaman dulu orang memanfaatkan sambung nyawa untuk beragam keluhan, dari mulai maag, kolesterol tinggi, hingga hipertensi.

Seperti diungkapkan Laksmi. Perempuan yang tinggal di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini biasa mengonsumsi daun sambung nyawa sebagai lalapan. Seperti sayuran lain, menurutnya, daun sambung nyawa enak dijadikan urap atau lalapan. “Ambil daun sambung nyawa secukupnya, lalu cuci bersih. Bisa langsung dimakan seperti kenikir dalam pecel,” tuturnya. Resep itu terbukti efektif untuk meredakan maagnya jika kambuh.

Kenyataan ini sebenarnya bermula dari pengakuan yang banyak beredar di tengah masyarakat. Sudah sejak zaman dulu orang memanfaatkan Sambung Nyawa untuk beragam penyakit, dari

  1. Maag
  2. Kolesterol tinggi,
  3. Hipertensi,
  4. Kanker
  5. Diabetes / Gula
  6. Sakit akibat gigitan dan sengatan

Untuk mengkonsumsinya tak dibutuhkan kerepotan. Tinggal dicuci bersih-bersih, lantas langsung dilalap bisa, dicocol sambal pun boleh. Jika ingin variasi rasa, bisa juga dijus, ditumis, atau dikukus.

Penelitian tentang khasiat daun sambung nyawa untuk mengendalikan tekanan darah antara lain berjudul Uji Efek Hipotensif Gynura procumbens (Lour) Merr pada Tikus Jantan oleh Endang Hardini (Puslitbang Farmasi, Departemen Kesehatan RI) dan Significant Suppressive Effect of Gynura procumbens on Hypertension in Hypertensive Rats oleh Hee Jae Lee dari Department of Pharmacology, College of Medicine, Kyung Hee University, Seoul, Korea.

Penelitian Hee Jae Lee dan kawan-kawan dilakukan pada tikus jantan dewasa. Selama empat minggu tikus-tikus itu diberi ekstrak daun sambung nyawa (500 mg/kg). Hasilnya, tidak ditemui toksik dan ada penurunan tekanan darah secara berarti. Hasil penelitian tersebut menjadi dasar bagi beberapa produsen untuk meneliti dan mengolah daun sambung nyawa sebagai obat tradisional. Ada juga dalam bentuk food supplement.

Selain untuk menjaga tekanan darah agar tidak naik, sebenarnya daun sambung nyawa masih mempunyai banyak efek lain yang bagus untuk kesehatan, seperti mengendalikan kadar gula darah (antidiabetes), menurunkan kolesterol, mencegah dan memperbaiki kerusakan ginjal, dan mengurangi peradangan (anti-inflamasi)

Memang Indonesia kaya akan ragam tanaman obat tradisional sehingga kita punya begitu banyak alternatif untuk pengobatan. Namun, satu hal yang perlu diingat juga bahwa obat-obatan tersebut hanya sebagai pembantu saja. Jadi, pola hidup sehat juga harus kita lakukan agar penyakit yang kita deritadapat cepat tertanggulangi

Senin, 28 Maret 2011

Tips Ampuh : Kulit Mangga Ampuh Obati Cacingan dan Haid Wanita














JANGAN
langsung membuang kulit mangga seusai Anda mengupasnya sebab kulit mangga ternyata juga memiliki manfaat bagi kesehatan.

a. Kulit mangga dapat dijadikan sebagai obat cacing untuk anak. Daya antihelmintik pada kulit mangga membantu mencegah penyakit cacing untuk anak-anak, Antihelmintik juga sangat ampuh untuk membunuh kuman dan bakteri dalam perut.

Caranya: Rebus kulit mangga selama 15 menit maka zat antihelmintik di kulit mangga akan keluar. Ambil air rebusan kulit mangga dan taruh ke gelas untuk diminum. Rebusan kulit mangga ini sangat ampuh membunuh bakteri jahat di dalam perut.

b. Kulit mangga yang digoreng merupakan obat yang mujarab untuk pendarahan yang berlebihan selama haid. Ambillah kulit mangga yang masih hijau warnanya lalu goreng dalam minyak yang sudah panas. Setelah masak, makanlah, ulangi sampai pendarahan berkurang.

Benalu Kopi Menjadi Primadona

Oleh: An’nisa

BENALU atau parasit yang dapat tumbuh dengan sendirinya diberbagai pohon, tanpa disediakan media tumbuhnya dapat berkembang subur.

Karena kehadirannya pada sejumlah batang pohon bukan sesuatu yang sangat diharapkan, maka tumbuh pula berbagai sebutan miring pada tumbuhan parasit ini.

Ada sebahagian menyebut- kan bahwa benalu atau parasit adalah sebagai tumbuhan yang mengambil sari dari batang atau ranting tempatnya tumbuh. Ada pula yang berkomentar, parasit seumpama lintah darat maka banyak para petani yang membencinya.

Benalu yang dapat tumbuh pada batang pohon yang menghasilkan buah seperti jambu, kuini, mangga dan kopi terdiri dari berbagai jenis. Ada benalu berwarna merah, hijau dan berwarna putih. Namun di balik berbagai sebutan yang tidak sedap terhadap benalu ini, be-nalu kopi adalah salah satu primadona yang dianggap mampu mengobati berbagai penyakit. Dari dulu benalu kopi sesuatu tumbuhan yang dicari sebagai obat alternatif. Adalah benalu yang tumbuh pada pohon kopi, sehingga disebut "benalu kopi."

Media tumbuh benalu kopi, umumnya pada tanaman pohon kopi yang usianya sudah tua.Benalu kopi tempat tumbuh pada batang atau ranting phon kopi untuk Sumatera Utara terdapat di kawasan dataran tinggi, misalnya pada tumbuhan batang kopi di Kabupaten Dairi dan di kawasan Pakantan Mandaling Natal.

Kopi Pakantan bahkan sudah terkenal sejak zaman penjajahan Belanda dan pada penjajahan zaman Jepang kopi Pakantan telah banyak diekspor ke Jepang melalui pelabuhan Teluk Bayur Padang.Kopi Pakantan yang telah berusia ratusan tahun tidak diragukan lagi tempat media tumbuh benalu kopi yang dianggap berkhasiat itu.

Dari ramuan pengobatan tradisional suku Batak tenyata benalu kopi memiliki manfaat yang tidak terkira jumlahnya. Benalu kopi diprediksi dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti asam urat, ginjal, diabetes, kanker dan berbagai penyakit lainnya.

Bukan hanya suku Batak yang memanfaatkan benalu kopi sebagai obat tradisional, di Tiongkok kuno benalu kopi sebagai campuran obat tradisional telah lama digunakan. Keunggulan obat tradisional tersebut sudah lama diketahui, selain manjur untuk pengobatan berbagi penyakit di atas, jelas pula bahwa penggunaan obat alami bebas dari kimia.

Obat-obat yang mengandung kimia di satu sisi dapat menyembuhkan penyakit, tepai di sisi lain dapat menimbulkan efek samping. Efek samping dari obat-obat yang mengandung kimia tersebut dalam jangka waktu tertentu muncul ke permukaandan penyebuhannya harus ditangani secara serius oleh pihak medis.

Pada dasarnya benalu kopi bukan tumbuhan yang dikehendaki karena sosoknya yang dianggap parasit atau pengisap sari tumbuhan yang dipelihara.

Namun walau belum terpublikasi hasil penelitian para ahli kepada rakyat, tetapi etnis suku Batak di daerah ini sudah lama mengetahui bahwa benalu kopi adalah tumbuhan yang berkhasiat dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Khasiat

Menjadikan benalu kopi sebagai obat tentunya membubutuhkan pengolahan yang sempurna. Pengolahan tersebut memiliki tatacara tersendiri agar khasiatnya tidak terbuang percuma. Apabila salah dalam pengolahan bisa saja tidak ada artinya, sama dengan berbagai tumbuhan lainnya yang sama sekalai tidak ada khasiatnya.

Memanfaatkan obat-obat tradisional seperti itu hampir sebahagian besar dengan cara mengambil sarinya. Ada dengan cara ditumbuk sampai halus, baru diperas airnya. Adapula yang direbus, juga dengan mengambil sari dari air rebusan itu.

Demikian pula dengan mengolah benalu kopi boleh dilakukan dengan cara yang disebut infusa. Air sari tumbuhan obat yang dihasilkan dengan cara perebusan dengan air biasa dengan suhu 90 derjat celcius dilakukan selama 15-20 menit.

Mengambil sari tumbuhan dimaksud harus benar-benar memperhatikan komposisinya misalnya dalam 100 gram bahan tumbuhan obat direbus dengan segelas air, hasil yang diharapkan hanya sepertiga gelas.

Hasil akhir dari sari tumbuhan obat tersebut sebaiknya dilaksanakan dengan menggunakan wadah atau panci khusus.

Panci khusus tersebut disebut pula panci infus, yakni panci bersusun dua. Bahagian panci yang berada di bawah diisi dengan air sebagai pemanas.Sementara panci di atasnya berisi air penyari dan bahan obat. Cara lain adalah dengan menggunakan kaleng lapis dua yakni lapis pertama diisi dengan air dan lapisan kedua berbagai bahan baku obat yang tidak tersambung dengan air pemanas di lapis pertama.

Dengan cara demikian, panas air pada lapisan panci pertama dan kedua dapat dikontrol dan bahan obat tersaring secara benar. Lagi pula rancangan khusus yang dimiliki panci infus membuat zat kimia yang tercampur di dalamnya tidak tercampur dengan sari tanaman atau bahan obat.

Dalam memperoses benalu kopi menjadi obat jangan lupa terlebih dahulu membersihkannya, karena pada lembar benalu kopi tersebut bisa saja terdapat jamur yang membahayakan. Secara cepat dapat diperhatikan, pada lembar daun tumbuhan benalu itu terdapat jentik-jentik berwarna putih, bisa saja itu sejenis jamur.

Maka sebelum mengolahnya menjadi obat harus benar-benar diperhatikan.Salah-salah dalam pengolahan, bukan pengobatan yang dihasilkan tapi malapetaka yang datang. Suhu air yang berlebihan akan dapat merusak sari tumbuhan obat.

Selain dengan cara mengambil sari benalu kopi dengan cara merebusnya, cara lain dapat pula dilakukan dengan mengiris daun benalu kopi lalu dijemur hingga kering. Setelah kering, kapan saja digunakan tinggal menyeduhnya dengan air panas.

Kepada pengguna perlu diingatkan, apabila membeli benalu kopi di pasaran yang sudah berbentuk sachet harus diperha-tikan produsen yang memproduksinya tidak mencampurnya dengan bahan yang mengandung kimia.

Bahakan dalam bentuk kemasan juga harus terbebas dari bahan yang mengandung kimia apalagi untuk pengobatan penyakit kanker.

Penyajian obat-obat tradisional sebaiknya dilakukan dengan peralatan yang berbahan baku proselen atau periuk tanah agar terhindar dari bahan kimia termasuk gelas plastik, melamin dan peralatan lain yang mudah terkontaminasi dengan berbagai sumber beracun.

Jumat, 18 Maret 2011

Makan Terung Tingkatkan Libido








APA nasihat yang biasa dilontarkan oleh orang-orang ketika Anda ingin memakan terung? “Jangan makan terung, tidak baik untuk perempuan” atau “terung bisa bikin impotensi”. Apakah benar mitos itu? Atau sebaliknya, sayuran buah berwarna biru dan ungu ini malah memiliki khasiat obat herbal untuk masalah disfungsi ereksi?

Terung mengandung energi 7,4 kalori, 1,2 gr protein, 0,2 gr lemak, l 0,0 mg kolesterol, vitamin (A, B1, B2, B6, dan C) antara 0,0 mg hingga 2,8 mg, serta potasium 187,0 mg. Kandungan airnya 92,5 gr. Hal ini membuat terung bisa dipakai untuk memelihara kelangsingan tubuh, mengendalikan stres, karena kandungan senyawa solanin yang dalam jumlah tertentu, bisa mengendurkan urat-urat saraf atau mempertahankan darah agar tidak naik-turun secara drastis.

Hembing Wijayakusuma, pakar kesehatan, mengatakan mengonsumsi terung dapat meningkatkan libido dan mengatasi masalah disfungsi ereksi.

Waluyo Soerjodibroto, ahli gizi dari Universitas Indonesia, mengatakan untuk mendapatkan khasiat dari terung ini, sebaiknya buah itu disajikan dengan direbus atau dikukus. Sebab, terung yang digoreng dan diberi bumbu, atau dimasak dengan santan, akan hilang semua khasiatnya. Yang ada hanya nikmat di lidah.

Terung dari spesies Solanum melongena ini memang belum dikenal umum sebagai tanaman obat. Terung gelatik atau leunca berbentuk bulat kecil-kecil, dipercaya memiliki khasiat untuk berbagai penyakit. Terung yang tergolong dalam tumbuhan jenis solanacea ini getahnya dapat sebagai obat kutil.

Selain itu, rebusan air daun dari terung jenis ini juga dapat melancarkan buang air kecil, menyembuhkan sakit perut, batuk, mampu menurunkan tekanan darah tinggi serta bermanfaat mengurangi jumlah sel darah putih dalam tubuh.

Di Nigeria, sayuran buah terung digunakan sebagai alat kontrasepsi, terutama bagi kaum pria. Khasiat lain dari sayur terung yang sering dilalap ini adalah sebagai zat antirematik. Pengobatan tradisional di Nigeria percaya, bahwa terung dapat menyembuhkan atau setidaknya mengurangi serangan rematik tertentu.

Terung mengandung striknin, skopolamin, skopoletin, dan skoparon, berfungsi sebagai penghambat serangan sawan dan gugup. Jadi terung dapat mengobati penyakit epilepsi.

Kandungan protease (tripsin) pada terung dipercaya dapat menolong melawan serangan zat penyebab kanker. Pada penelitian yang spesifik, terung dikatakan bagus untuk mengurangi risiko penyakit kanker perut.

Antosinidin delphinidin dalam terung disebut juga nasusin. Zat ini menghambat reaksi radikal hidroksil yang sangat membahayakan tubuh.

G.H.A. Mitschek, ilmuwan Universitas Graz, melakukan penelitian berseri terhadap hewan. Dia memberikan diet tinggi kolesterol pada beberapa kelinci dan juga memberikan terung dalam jumlah yang bervariasi. Meskipun dosis yang diberikan tidak terlalu besar, terung mampu menghambat pembentukan plak-plak lemak, mencegah dan mengobati ateroklerosis.

Selain itu, terung juga dapat menghambat atau membatasi asupan kolesterol dalam saluran cerna, bahkan mampu mengangkat kolesterol yang terdapat dalam aliran darah.

Minggu, 06 Maret 2011

Tips Ampuh : Obat Tradisional Pengusir Demam Anak


Banyak orangtua panik bila mendapati suhu tubuh anaknya di atas rata-rata atau sering disebut demam. Sebagai pertolongan pertama, umumnya diberikan obat penurun panas yang berbahan dasar kimia seperti golongan parasetamol, asam salisilat, ibuprofen, dan lain-lain. Jarang sekali orangtua yang langsung teringat memberikan obat-obatan tradisional.

Padahal, obat-obatan tradisional yang berasal dari tanaman obat ini tak kalah ampuhnya sebagai pengusir demam. Malah, obat-obatan tradisional memiliki kelebihan, yaitu toksisitasnya relatif lebih rendah dibanding obat-obatan kimia. Jadi, relatif lebih aman, bahkan tidak ada efek samping bila penggunaannya benar. Soalnya, kandungan tanaman obat bersifat kompleks dan organis sehingga dapat disetarakan dengan makanan, suatu bahan yang dikonsumsi dengan maksud merekonstruksi organ atau sistem yang rusak. Selain itu, harganya pun lebih murah.

Tiga Jenis Demam

Namun, sebelum mengenal lebih jauh tentang tanaman obat penurun panas, perlu dipahami lebih dulu pengertian demam. Demam pada anak dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
  1. Demam karena infeksi yang suhunya bisa mencapai lebih dari 38°C. Penyebabnya beragam, yakni infeksi virus (seperti flu, cacar, campak, SARS, flu burung, demam berdarah, dan lain-lain) dan bakteri (tifus, radang tenggorokan, dan lain-lain).
  2. Demam noninfeksi, seperti kanker, tumor, atau adanya penyakit autoimun seseorang (rematik, lupus, dan lain-lain).
  3. Demam fisiologis, seperti kekurangan cairan (dehidrasi), suhu udara yang terlalu panas, dan lain-lain.
Nah, dari ketiganya, hanya demam yang disebabkan oleh infeksi dan noninfeksi sajalah yang memerlukan obat penurun panas. Untuk mempercepat proses penurunan panasnya, selain ramuan tradisional yang diminum, dapat juga diberikan baluran atau kompres untuk membantu.

Akan halnya demam fisiologis, tak diperlukan obat-obatan penurun panas karena umumnya jarang melebihi 380°C. Untuk menurunkan suhu tubuh, cukup diberikan minum yang banyak dan diusahakan berada dalam ruangan berventilasi baik atau berpendingin.

Aneka Obat Tradisional Penurun Panas

Inilah beberapa pilihan obat penurun panas tradisional yang dapat dicoba. Penting diperhatikan, dosis yang tercantum pada ramuan berikut adalah dosis untuk orang dewasa. Bila ingin diberikan kepada anak, bacalah aturan dosis bagi anak dan sesuaikan dengan tingkatan usianya. (Lihat boks: Dosis Aman untuk Anak.)

1. Lempuyang Emprit (Zingiber amaricans)

Memiliki kandungan senyawa minyak atsiri, yaitu sekuiterpenketon yang bermanfaat untuk menurunkan panas. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya putih kekuningan dan rasanya pahit.

Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi lempuyang emprit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sendok makan (sdm) madu bunga kapuk, aduk rata. Berikan 3 kali sehari.

2. Kunyit (Curcuma longa)

Memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi (anti-peradangan). Selain sebagai penurun panas, campuran ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya oranye.

Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi kunyit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Tambahkan dengan perasan 1/2 buah jeruk nipis. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian campuran madu dan kunyit ini, kemudian berikan 3 kali sehari.

3. Sambiloto (Andrographis paniculata)

Seluruh bagian tanamannya dapat digunakan. Memiliki kandungan andrografolid lactones (zat pahit), diterpene, glucosides dan flavonoid yang dapat menurunkan panas. Bahkan pada tahun 1991 pernah diadakan penelitian di Thailand bahwa 6 g sambiloto per hari sama efektifnya dengan parasetamol.

Caranya: Rebus 10 gram daun sambiloto kering, 25 g umbi kunyit kering (2,5 ibu jari), dan 200 cc air. Rebus hingga mendidih dan airnya tinggal 100 cc, kemudian saring. Setelah hangat, tambahkan 100 cc madu bunga kapuk atau mahoni, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian, berikan 3 kali sehari.

4. Pegagan (Centella asiatica L.)

Tumbuhan yang dikenal pula dengan nama daun kaki kuda ini tumbuh merayap menutupi tanah. Daunnya berwarna hijau dan berbentuk seperti kipas ginjal. Memiliki kandungan triterpenoid, saponin, hydrocotyline, dan vellarine. Bermanfaat untuk menurunkan panas, revitalisasi tubuh dan pembuluh darah serta mampu memperkuat struktur jaringan tubuh. Pegagan juga bersifat menyejukkan atau mendinginkan, menambah tenaga dan menimbulkan selera makan.
Caranya : Rebus 1 genggam pegagan segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

5. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.)

Penampilan temulawak menyerupai temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya berbeda. Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sedangkan temu putih berwarna putih dengan tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan, sedangkan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda.

Temulawak memiliki zat aktif germacrene, xanthorrhizol, alpha betha curcumena, dan lain-lain. Manfaatnya sebagai antiinflamasi (antiperandangan), antibiotik, serta meningkatkan produksi dan sekresi empedu. Temulawak sejak dahulu banyak digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung dan pegal-pegal.

Caranya : Cuci bersih 10 gram rimpang temulawak. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 campuran madu dan temulawak, kemudian berikan 3 kali sehari.

6. Bawang merah (Allium cepa L.)

Bawang merah sering digunakan sebagai bumbu dapur. Memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin.

Caranya: Kupas 5 butir bawang merah. Parut kasar dan tambahkan dengan minyak kelapa secukupnya, lalu balurkan ke ubun-ubun dan seluruh tubuh.

7. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis)

Selain daun kembang sepatu, Anda juga dapat memanfaatkan daun kapuk atau daun sirih. Kembang sepatu mengandung flavonoida, saponin dan polifenol. Daun kapuk mengandung flavonoida, saponin dan tanin. Daun sirih mengandung flavonoida, saponin, polifenol, dan minyak atsiri.

Caranya: Cuci bersih daunnya, keringkan dengan lap bersih, panaskan sebentar di atas api agar lemas. Remas-remas sehingga lemas, olesi dengan minyak kelapa, kompreskan pada perut dan kepala.

8. Meniran (Phyllanthus niruri L.)

Tinggi tanamannya mencapai 1 meter, tumbuh liar, daunnya berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap. Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan. Memiliki kandungan lignan, flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, vitamin C, dan lain-lain. Bermanfaat untuk menurunkan panas dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Caranya: Rebus 1 genggam meniran segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

9. Air kelapa muda

Air kelapa muda banyak mengandung mineral, antara lain kalium. Pada saat panas, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Nah, untuk menggantikan keringat yang keluar, perbanyaklah minum air kelapa.