BLOG Ricky Untuk Pertanian. Blog ini memuat tentang pertanian secara umum dan ada tambahan dari berita pertanian, tips ampuh berhubungan dengan pertanian, lowongan kerja bidang pertanian dan resep makanan-minuman dari hasil pertanian. Yang pasti Pertanian Untuk Negeriku Tercinta Indonesia.
Kamis, 07 Juli 2011
Berita Pertanian : Disbun Ajak Petani Jalin Kemitraan Dengan Ekportir
"Arahan yang kami sampaikan ini, semata mata guna meningkatkan mutu dan harga kopi, dan yang paling terpenting bila petani melakukan kemitraan dengan eksportir, maka kualitas kopi daerah ini akan semakin baik," kata Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Lampung Barat, melalui Bidang Bina Produksi Perkebunan, Agustanto Basmar, di Liwa, Jumat.
Dia menjelaskan, ekportir kopi memiliki standar mutu kopi yang mampu bersaing di pasaran.
Ekspotir tersebut, jelas Agustanto, menjadi langkah strategis untuk mengarahkan petani mewujudkan mutu kopi terbaik dengan uji coba yang dilakukan pihak eksportir.
"Standar mutu menjadi ujung tombak eksportir kopi melakukan kemitraan, artinya dengan standar mutu tersebut, petani dapat memberikan perubahan terhadap anjloknya mutu kopi selama ini," kata dia.
Kemudian, lanjut dia, kemitraan yang terjalin akan berdampak besar terhadap produktifitas dan pendapatan petani, sebab dari sertifikasi lahan yang diberikan perusahan membutikan bahwa petani mampu menghasilkan mutu kopi terbaik.
Lampung Barat menjadi daerah penghasil kopi terbesar di Provinsi Lampung, sebab separuh dari luas daerah tersebut di budidayakan komoditas kopi.
Data Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Barat menyebutkan, luas lahan kopi mencapai 60.347.70 hektare dengan hasil kopi kering per tahun mencapai 28,712 ton per hektare.
Ada sekitar 600 kelompok petani kopi di Lampung Barat yang terus aktif melakukan kegiatan perkebunan, akan tetapi jumlah tersebut baru terdapat 120 kelompok yang menjadi mitra lima eksportir.
Eksportir sendiri memiliki standar mutu kopi yang memenuhi permintaan pasar, sehingga saat petani mulai memutuskan untuk melakukan kemitraan dengan pihak perusahaan, secara otomatis petani tersebut akan mengikuti ketentuanh yang diberlakukan termasuk menjaga mutu dan kualitas kopi.
Lampung Barat sendiri telah memiliki lima eksportir kopi yang telah bermitra dengan kelompok tani, yakni PT Nesle, Indocapco, Indokom, PT Armajaya Indonesia, dan Perusahaan Lowis Dreyfus.
Sebanyak 120 kelompok tani yang melakukan kemitraan terdapat 94 kelompok yang berhasil memperoleh sertifikasi dari perusahaan tersebut dan sisanya tengah melakukan serangkaian uji coba untuk memperoleh sertifikasi mutu kopi.
Sertifikasi yang dibuat itu nantinya dapat membantu petani dalam meningkatkan harga jual kopi, sehingga pendapatan petani semakin baik, yang ditunjukan pula dengan peningkatan taraf hidup.
Sertifikasi kopi yang dibuat bertujuan untuk mempermudah proses ekspor kopi keluar negeri terlebih beberapa perusahaan asing tidak mau membeli kopi bila belum disertakan label sertifikasi yang dikeluarkan lembaga berwenang.
Selain itu, sertifikasi yang dikeluarkan menyatakan bahwa biji kopi yang dijual memiliki kualitas baik, tidak menggunakan bahan kimia, dan penanaman kopi tidak masuk dalam hutan kawasan, sehingga biji kopi yang dijual itu dinyatakan siap ekspor.
"Saya berharap agar petani dapat meningkatkan kemitraan dengan eksportir kopi, sehingga ke depan kehidupan petani Lampung Barat semakin baik," katanya.(ant)
Senin, 09 Mei 2011
Berita Pertanian : Ekspor Kopi Terkerek Harga Dunia
Sekjen Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Rachim Kartadibrata mengatakan harga kopi tahun ini mengalami kenaikan kalau dibandingkan awal tahun lalu. Disebutkan, harga kopi sebesar USD2,60 per ton. Sementara tahun lalu kurang dari USD2 per ton. "Karena itu kalau berdasarkan nilai mengalami kenaikan signifikan," katanya, Senin, 9 Mei.
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan komoditas kopi termasuk dalam sepuluh produk utama dalam ekspor non migas. Sedangkan komoditas lain seperti sawit, kakao dan karet. Sementara kalau berdasar nilai mengalami kenaikan sebesar 77 persen dari periode sama tahun lalu.
Menurut dia kenaikan pada awal tahun ini terjadi karena profit taking di kalangan eksportir. Mereka menahan untuk menjual kopi ke pasar luar negeri pada tahun lalu. Kemudian menjual pada tahun ini ketika harga kopi global mengalami kenaikan.
"Karena itu dari sisi volume pun mengalami kenaikan. Sebab demand yang tinggi tanpa disertai suplai cukup mendorong kenaikan harga," ucap Rachim.
Oleh karena itu, kata dia, dari sisi produksi sebenarnya belum ada peningkatan kalau dibandingkan tahun lalu.
Malah dia memperkirakan produksi kopi tahun ini mengalami penurunan. Faktor cuaca membuat produksi tidak bisa maksimal. Dicontohkan produksi di Kolombia mengalami penurunan sehingga posisi sebagai negara penghasil kopi melorot ke urutan ke empat setelah Brazil, Vietnam dan Indonesia.
"Taksasi atau perkiraan besaran produksi tahun ini sekitar 550 ribu ton," sebut Rachim. Proyeksi produksi tersebut turun dari realisasi produksi tahun lalu yang membukukan 650 ribu ton. Berdasar realisasi tahun lalu sebanyak 180 ribu ton terserap untuk industri pengolahan dalam negeri. Sisanya sejumlah 470 ribu ton mengisi pasar luar negeri.
"Selama ini masih banyak diekspor ke sejumlah negara seperti Amerika, Eropa dan Jepang. Sebagian kecil ada yang diekspor ke Asean seperti Filipina, Malaysia dan Thailand," urainya.
Kamis, 10 Maret 2011
Berita Pertanian : Kopi "Sigararutang" Tembus Pasar Internasional

Medan. Kopi varietas "Sigararutang" asal Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, kini sudah mampu menembus pasar internasional.
"Kami sekarang sanggup mengekspor hingga 200 ton kopi Sigararutang ke Amerika Serikat setiap bulan," kata Ahmad Lopes, Humas PT Sumatera Speciality Coffeess (SSC) Siborongborong, selaku perusahaan eksportir di Tapanuli Utara, Kamis.
Menurutnya, kopi yang diekspor tersebut didominasi hasil perkebunan petani kopi Kabupaten Tapanuli Utara, selain berasal dari petani Toba Samosir, Humbang Hasundutan dan Kabupaten Dairi.
Ia mengatakan, setiap bulan pihaknya membeli sekitar 200 ton kopi untuk diekspor ke berbagai negara melalui pelabuhan Belawan, termasuk perusahaan Starbuck di Amerika Serikat yang merupakan tujuan ekspor terbesar.
"Hampir 80 persen bahan baku ekspor tersebut hasil perkebunan petani daerah Tapanuli Utara, dibeli dari sejumlah kelompok tani yang menjadi binaan PT. SSC dalam wadah koperasi," ujarnya.
Dikatakannya, harga beli kopi di tingkat petani berkisar hingga Rp290 ribu per kaleng dan tergantung kualitas kopi yang dihasilkan.
"Kualitas paling bagus, bisa mencapai Rp290 ribu per kaleng, ditambah bonus sebesar Rp200 per liter bagi petani kopi yang sudah terdaftar sebagai langganan," ujar Lopes.
Ia menyebutkan, pihaknya telah melakukan kontrak kerja sama dengan perusahaan kopi Starbucks di Amerika Serikat.
Luas kebun kopi varietas Sigararutang di Tapanuli Utara mencapai 20.000 hektare, dengan produksi rata-rata sembilan ton per hektare. Komoditas itu dibudidayakan oleh hampir 9.000 lebih kepala keluarga. Tanaman rusak atau tidak menghasilkan hanya berkisar 300 hektare. (ant)
Jumat, 04 Maret 2011
Berita Pertanian : Tahun ini, pertumbuhan ekspor kopi masih negatif

JAKARTA. Ekspor kopi nampaknya masih negatif di tahun ini. Penyebabnya, lagi-lagi faktor cuaca yang kurang mendukung panen kopi.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, ekspor kopi tahun ini masih belum menandakan pertumbuhan yang baik. Padahal beberapa ekspor komoditas mengalami peningkatan. Oleh karena itu, tahun ini, pemerintah akan lebih mendorong peningkatan ekspor kopi.
Data BPS menunjukkan, total nilai ekspor kopi di 2010 hanya US$ 0,81 miliar, turun dibanding 2009 yang senilai US$ 0,82 miliar. Jadi, pertumbuhan ekspor kopi selama 2009 hingga 2010 justru minus 1,2%.
Walaupun ekspor kopi kian merosot, namun tak menyurutkan usaha para eksportir. Ketua Kompartemen Promosi Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia Suyanto Husein mengatakan, tahun ini akan melakukan berbagai cara agar ekspor kopi tidak turun lagi. "Setidaknya, ekspor kita tetap dipertahankan seperti tahun lalu, jangan sampai turun lagi," ujarnya.
Suyanto bilang, oleh karena itu, para pengusaha berusaha meningkatkan produksi kopi serta memperluas pangsa pasar ke Rusia dan wilayah Timur tengah. Selama ini, memang ekspor kopi Indonesia terbesar ke negara Amerika Serika, Jepang, dan Eropa.
Terkait krisis Mesir
Adapun, kerusuhan yang sebelumnya terjadi di Mesir bisa berimbas pada ekspor Indonesia. Pasalnya, pasca kerusuhan, Mesir mengalami krisis. Padahal, Mesir menjadi salah satu importir kopi jenis robusta dari Indonesia.
Namun, Suyanto bilang, dampak ekspor kopi robusta tidak terlalu signifikan saat ini. "Pengaruh tetap ada, tapi tidak besar. Sebab, ekspor kopi ke sana juga tidak terlalu besar, dan sampai sekarang ekspor ke Mesir tetap lancar selama terusan Suez tidak bermasalah," jelasnya.
Data AEKI total ekspor kopi pada 2010 mencapai 400.000 ton. Adapun untuk jumlah ekspor tahun ini menurut Suyanto baru bisa dihitung setelah panen raya di bulan Maret hingga April. Sebab, sejak awal tahun asosiasi masih mengekspor kopi dari persedian hasil panen tahun lalu. "Dan kami berharap ekspor tahun ini minimal dapat mencapai angka yang sama seperti tahun lalu," imbuhnya.
Sementara, Mari menyebut, karena kapasitas produksi kopi dalam negeri belum cerah, sedangkan pasar Timur Tengah sangat penting, maka tahun ini pihaknya akan bekerja sama dengan eksportir kopi untuk mendorong ekspor ke wilayah Timur Tengah.