Selasa, 28 Desember 2010

Lowongan Kerja Pertanian Desember 2010

Perusahaan kami yang tergabung dalam Indofood-Group, bergerak dalam bidang Agribisnis berupa perkebunan, pengolahan kelapa sawit, serta memproduksi dan memasarkan minyak goreng, margarin dan lemak nabati, membutuhkan tenaga-tenaga yang ulet, dinamis dan menyukai tantangan, untuk bergabung bersama kami dengan posisi :

ASISTEN KEBUN – AKB

Penempatan : Sumatera dan Kalimantan

Persyaratan :

  • Pria, usia max. 28 tahun
  • Lulus Ujian Negara / PTS dengan IPK minimal : 2,75
  • Pendidikan : D-3/S-1 Pertanian (Agronomi/ Budidaya Perkebunan, Ilmu Tanah, Ilmu Hama & Penyakit Tanaman, Sosek. Pertanian)
  • Memiliki kemampuan memimpin
  • Memiliki daya juang yang tinggi dan good interpersonal skills

Jika anda merasa sesuai dengan kualifikasi di atas, silahkan kirimkan lamaran lengkap anda
Ke alamat berikut :

Human Resources Department
PT. Salim Ivomas Pratama
Sudirman Plaza, Indofood Tower Lt. 11
Jl. Jend. Sudirman Kav. 76-78
Jakarta 12910
Atau melalui email ke :
HR.recruitment@simp.co.id

(Mohon menuliskan kode lowongan di kanan atas amplop atau sebagai judul/ subyek email anda)



Lowongan Kerja di Perkebunan PT. TOR GANDA Terbaru Desember 2010

Dibutuhkan segera Tenaga Profesional untuk posisi “PENELITI” dibagian :

  1. Tanah dan Pemupukan
  2. Agronomi dan Proteksi Tanaman
  3. Kultur Jaringan Tanaman

Untuk ditempatkan di MEDAN

Persyaratan sbb :

  • Pendidikan S1 Pertanian Jurusan Ilmu Tanah
  • Pendidikan S1 Pertanian Jurusan Budi Daya Pertanian atau Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman
  • Pendidikan S1 Pertanian Jurusan Budi Daya Pertanian atau S1 Biologi FMIPA
  • Pria/Wanita, usia 20 s/d 30 thn
  • IPK min. 2.75
  • Diutamakan berpengalaman di Labolatorium Kultur Jaringan Tanaman
  • Surat lamaran dikirim paling lambat tanggal 18 Desember 2010 disertai fotocopy Ijazah, tanskrip nilai, KTP, CV, pasphoto terbaru 3×4

Lamaran dikirim/diantar langsung ke kantor:

PT. TOR GANDA
Jl. Abdullah Lubis No. 26 Medan
Atau PO. BOX 1109 Medan 20001

Jumat, 17 Desember 2010

Pupuk Organik Dari Sampah Perkotaan

Debit sampah di kota besar semacam Jakarta bisa mencapai 8500 ton per hari. Persentase terbesar dari jumlah sampah tersebut adalah sampah organik yang potensial untuk dikembangkan sebagai pupuk. BPTP DKI Jakarta telah menghasilkan kajian dalam pemanfaatan limbah dengan metode pengomposan, formula pupuk organik padat dalam bentuk pelet dan granul ("HPS Granular/HPS Pelet'), dan pupuk organik cair "HPS-1" (Harapan Petani Sejahtera).

Teknologi pengomposan sampah organik pasar yang telah teruji paling sesuai untuk jenis sampah tersebut (kandungan air sangat tinggi) adalah melalui pengaturan sistem drainase melalui kemiringan bidang pengomposan sebesar 15o serta pembuatan alur-alur pembuangan lindi pada bidang sejajar kemiringan bidang. Selain itu melalui pengaturan sistem aerasi menggunakan bambu atau paralon yang dilubangi pada sisi-sisinya dan ditanam di dalam tumpukan bahan kompos; serta perlakuan inokulasi menggunakan mikroba eksogenous. Karakteristik kimia kompos yang dihasilkan, diantaranya, C organik 13%, N-total 3,53%, P-total 0,53%, K-total 4,44%, Ca 5,80%, Mg 1,34%, C/N ratio 10 setelah 14 hari waktu pengomposan.

Komposisi formula pupuk organik padat dalam bentuk pelet dan granul berbahan baku kompos sampah kota (Pupuk HPS Granular/HPS Pelet) yang dikembangkan meliputi tepung kompos sampah kota 75% (b/b), Batuan Fosfat 10% (b/b), Arang Sekam 10% (b/b), Zeolit 5% (b/b), serta kultur campuran penambat N-bebas dan pelarut fosfat dengan kerapatan minimal 106 sel.g-1 bahan pupuk. Formulasi pupuk HPS-1 meliputi ekstrak sampah sayur dan buah 70% (v/v) dan Molase 30% (v/v) yang difermentasi secara anaerobik selama 14 hari menggunakan kultur campuran Lactobacillus sp. Hasil fermentasi sebanyak 80% (v/v) diperkaya hasil fermentasi batuan fosfat 20% (v/v) dan kultur campuran pelarut fosfat (Pseudomonas sp.) dan penambat N bebas (Azozpirilium sp.), masing-masing dengan kerapatan 106-109 sel.ml-1.

Pada beberapa komoditas tanaman sayuran (terong, kacang panjang, sawi, selada, bayam, dan kangkung serta jagung manis) pupuk HPS Granul, HPS Pelet, maupun HPS-1 (cair) memiliki nilai efektivitas agronomis nisbih (RAE) berkisar 60-87% dibandingkan pupuk kimia NPK (Teknologi Petani). Berdasarkan nilai RAE tersebut, maka pupuk HPS tersebut secara umum layak untuk digunakan sebagai pupuk alternatif pengganti pupuk kimia dalam sistem pertanian organik tanpa pupuk mineral/kimia atau dapat juga dikombinasikan dengan pupuk kimia guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pupuk kimia dalam sistem pertanian konvensional.

Teknologi pembuatan pupuk dari sampah tersebut telah didiseminasikan pada semua wilayah di DKI Jakarta, baik melalui forum yang difasilitasi oleh Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta dan Suku Dinas Pertanian di lima wilayah kota, maupun melalui media dan kegiatan diseminasi BPTP Jakarta (media cetak, audio visual, gelar dan temu teknologi, serta pertemuan rutin dengan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani).

Hingga saat ini, Teknologi pengomposan pupuk dari sampah kota telah diadopsi oleh Kelompok Tani Adenium Jaya, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sementara itu, teknologi pembuatan pupuk cair (HPS-1) telah diadopsi oleh Kelompok Tani Nusa Indah, Jakarta Selatan.

Penerapan pembuatan pupuk organik padat dan cair sedang diinisiasi untuk diterapkan di Kelompok Tani Primatara dan Kelompok Peternak di Wilayah Mampang Prapatan, Jakarta selatan. Selain itu, tercatat beberapa kelompok masyarakat dan kelompok tani telah menelusuri lebih lanjut informasi teknologi yang dikembangkan guna ditindaklanjuti dalam penerapan di lapang.

(Sumber : Deptan)

Kamis, 16 Desember 2010

Tips Mengenal Pupuk Palsu

Sulit untuk membedakan pupuk palsu dengan pupuk asli karena umumnya pemalsu sudah paham dan terkoordinir untuk mengambil keuntungan dari pemalsuan pupuk. Teknologi sudah canggih, banyak cara untuk memalsukan produk dari pupuk.

Dari bentuk dan penampilan fisik dari pupuk palsu sulit dibedakan dari pupuk aslinya jika hanya sepintas atau sebentar saja kita lihat dan perhatikan. Keaslian dari pupuk, apakah asli atau palsu mungkin baru kita ketahui setelah pupuk kita pergunakan sehingga nampak hasil dari pemupukan yang tidak memuaskan. Jika tepat dosis dan teknis penggunaan pupuk umumnya hasil pemupukan akan memuaskan pada pertumbuhan tanaman.

Walaupun sulit membedakan pupuk asli atau palsu, namun sebenarnya pupuk palsu dapat dikenali asalkan kita cermati dan teliti memperhatikannya. Hal-hal yang harus kita ketahui dan curigai dari pupuk palsu adalah sebagai berikut :
  1. Tidak terdaftarnya merk pupuk di Departermen Pertanian Indonesia,
  2. Produsen pupuk atau perusahaan yang memproduksi atau memasarkan pupuk tidak tertera pada kemasan atau label produk,
  3. Anjuran dosis dalam pemakaian dan dan kadar kandungan unsur dari pupuk kadang tidak tertera pada label atau kemasan,
  4. Sistem pemasaran dari pupuk tidak sesuai prosedur yang ada,
  5. Tidak ada dijualnya pupuk tersebut di kios, toko atau agen resmi pertanian,
  6. Pupuk palsu lebih sering dipasarkan hanya dari mulut ke mulut secara perorangan atau langsung ke petani,
  7. Harga pupuk palsu umumnya jauh di bawah harga pupuk sejenis yang asli beredar di pasaran pertanian'
  8. Tidak sesuainya merk dagang dan komposisi unsur hara dengan izin peredarannya.
  9. Jadi pastikan terlebih dahulu dengan teliti dan cermat sebelum membeli pupuk, pastikan asli atau palsu. Jangan membeli produk aspal, asli tapi palsu.

Selasa, 07 Desember 2010

Mengembang-biakkan Bakteri EM (Effective microorganisme)

Effective Microorganisme (EM) adalah suatu kultur campuran berbagai mikroorganisme bermanfaat yang dapat digambarkan sebagai inokulan untuk mendapatkan keragaman mikroba tanah. EM (Effective Microorganisme) adalah inokulan mikroba yang berfungsi sebagai alat pengendali biologis dalam menekan dan atau mengendalikan hama dan penyakit dengan cara memasukkan mikroorganisme bermanfaat ke dalam lingkngan hidup tanaman. Dengan demikian hama dan penyakit di hambat pertumbuhannya atau dikendalikan dalam proses alami melalui peningkatan kegiatan kompetitif dan antagonistik antar mikroorganisme. Secara umum EM mengandung mikroorganisme utama yaitu bakteri Fotosintetik, bakteri Asam Laktat, Ragi (yeast), Actinomycetes dan Jamur Fermentasi.
Secara umum manfaat Teknologi EM dalam bidang pertanian adalah :
  1. Memperbaiki sifat biologis, fisik, dan kimia tanah
  2. Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi
  3. Memfermentasi bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi
  4. Menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian yang berwawasan lingkungan
  5. Meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan di dalam tanah
Cairan bakteri EM dapat kita kembang biakkan sendiri. Dengan melakukan pembiakan EM sendiri akan membuat kita memiliki stok EM lebih banyak untuk dipergunakan karena kita tahu tidak sebegitu mudah mencari bakteri EM ini dan tentunya akan menghemat biaya.

Bahan-bahan yang dipergunakan untuk membiakkan cairan bakteri EM adalah :
  • 1 liter cairan bakteri EM yang kita beli dari toko pertanian,
  • 3 kg bekatul,
  • 1/4 kg terasi,
  • 1/4 liter cairan molase (larutan gula),
  • 5 liter air bersih dari sumur.
Alat-alat yang digunakan adalah :
  • gayung kecil atau cangkir,
  • kayu pengaduk,
  • panci untuk memasak air,
  • saringan kain,
  • 5 buah botol.
Cara membuat biakan cairan bakteri EM adalah :
  • masak air bersih dari sumur menggunakan panci pemasak sampai mendidih,
  • masukkan terasi, bekatul dan cairan molase sekaligus semuanya ke dalam panci berisi air mendidih tadi dan diaduk hingga rata,
  • dibiarkan campuran atau adonan sampai dingin (suhu kamar), setelah adonan dingin masukkan cairan bakteri EM ke dalam panci berisi adonan tadi dan diaduk hingga merata. Diharuskan mencampurkan bakteri EM setelah adonan dingin karena jika masih suhunya panas akan mematikan bakteri EM yang akan dibiakkan tersebut.
  • tutup rapat selama 2 hari dan jangan sampai udara masuk ke dalam panci panci adonan tadi,
  • kemudian pada hari ketiga, dibuka tutup panci dan diaduk rata adonan selama lebih kurang 10 menit dan tutup kembali panci tetapi jangan ditutup terlalu rapat,
  • lakukan hal yang sama sampai seminggu dan jangan lupa jika menutup panci tidak rapat,
  • pengembangbiakan bakteri EM selesai dan berhasil maka sudah dapat diambil dan disaring ke dalam botol untuk disimpan,
  • simpan botol-botol di tempat yang sejuk tidak terkena sinar matahari langsung dan botol jangan ditutup rapat agar bakteri mendapatkan kebutuhan oksigen.

Kamis, 02 Desember 2010

DNA PENCIUMAN LALAT BUAH

by : Sciencedaily

Suatu penelitian baru mengidentifikasi potongan sel DNA gen lalat buah yang dapat mengaktifkan atau menonaktifkan penciuman sehingga membuka jalan bagi penolak serangga yang lebih baik.

Dengan mengacu pada "hidung" lalat buah, ilmuwan Yale telah menemukan sebuah penolak serangga baru yang dapat mengurangi penyebaran penyakit menular dan kerusakan pada tanaman pertanian. Hal ini dikarenakan untuk pertama kalinya mereka meneliti bagaimana mengaktikan atau mengnonaktifkan sekelompok gen yang digunakan dalam membedakan bau sehingga membuka kesempatan menemukan pengendalian serangga yang baru. Sama halnya dalam pengembangan obat baru, peneliti dapat menciptakan zat yang membuat tanaman dan orang-orang "tak terlihat" oleh serangga. Serangga akan menyerang seseorang atau tanaman kemungkinannya menjadi jauh lebih kecil jika kemampuan penciumannya salah, seperti halnya dengan nyamuk akan terganggu oleh bahan aktif dalam penolak serangga, DEET yang memiliki bau asam laktat. Temuan ini dilaporkan dalam edisi 2010 September jurnal Genetics.

Menurut Carson Miller, seorang peneliti yang bekerja Departemen Molekuler, Seluler dan Perkembangan Biologi di Yale University, "Salah satu pertanyaan mendasar dalam biologi adalah, bagaimana sel memilih gen mana yang diaktifkan atau harus non aktifkan? Dengan mempelajari syaraf penciuman lalat buah, kami berharap dapat mempelajari bagaimana sel membuat pilihan-pilihan, serta untuk mengembangkan penolak serangga lebih efektif berdasarkan penciuman bau."

Para ilmuwan mempelajari empat gen dari sekelompok gen reseptor bau di lalat buah. Gen ini mampu membuat lalat memiliki kemampuan untuk mendeteksi aroma yang berbeda. Bagian DNA di depan gen ini berisi informasi yang cukup untuk memberitahu lalat bagaimana mengaktifkan gen pada sel tertentu. Miller membuat gen pelapor penciuman buatan sebuah gen reseptor pada aturan DNA untuk mengendalikan uji gen yang dapat dengan mudah dimonitor perkembangannyai. Dalam sebuah gen reporter yang diciptakan, masing-masing berisi kurang dari aturan DNA yang berlaku. Tujuannya adalah untuk menentukan bagaimana lama waktu terpendek pada batasan aturan namun masih bisa mengontrol pengujian gen normal. Ini membantu Miller dalam mengidentifikasi di mana elemen kontrol yang penting tersebut terletak pada peraturan DNA , dan bagaimana mengaktifkan atau menon aktifkan gen di dalam sel tempat yang membutuhkan pada tempatnya masing masing.

"indera penciuman bau adalah kelemahan bagi banyak serangga," kata Mark Johnston, Editor Kepala jurnal GENETICS, "dan semakin kita belajar tentang reseptor bau maka akan memudahkan dalam melibatkan mereka untuk penanggulangan hama penyakit serangga dan kehancuran tanaman. Penelitian ini merupakan langkah maju dalam melakukan identifikasi mekanisme sangat selektif dari 'gen penciuman bau'

Sumber : Deptan

Pupuk Cair Organik

Pupuk cair organik dapat digunakan atau diberikan kepada tanaman dengan cara dikocor ke perakaran tanaman dan disemprotkan ke daun tanaman. Dalam penggunaannya perlu diperhatikan dosisnya. Dimana pupuk cair yang dikocor ke akar tanaman dengan perbandingan air dan pupuk cair adalah 250 liter air dengan 1 liter pupuk cair atau 2,5 liter air dicampur dengan 10 ml pupuk cair.

Sedangkan untuk dosis dengan cara pengaplikasian secara penyemprotan ke daun tanaman adalah 100 liter air dicampurkan dengan 1 liter pupuk cair organik atau 2 liter air dicampur dengan 20 ml pupuk cair. Penggunaan pupuk dilakukan seminggu sekali, baik dengan cara kocor atau disemprotkan ke tanaman.

Bahan yang paling baik untuk dipakai dalam pembuatan pupuk cair organik adalah sisa sayuran atau buah-buahan seperti : kubis, sawi, wortel, bayam, labu, pisang, jeruk karena mudah terdekomposisi dan mengandung nutrisi atau bahan organik tinggi yang akan akan dibutuhkan tanaman.

Dalam pembuatannya bahan-bahan yang digunakan adalah :
  • sampah organik berupa sayuran atau buah-buahan sebanyak 12-15 kg,
  • 1 liter cairan bakteri EM (Effective Microorganisme),
  • 1 liter air tajin (air bekas cucian beras),
  • 1 liter air kelapa tua,
  • 500 ml cairan molase, dapat juga menggunakan gula merah atau gula putih yang dilarutkan (500 gram gula merah atau gula putih dilarutkan dengan air 500 ml), dan
  • 7 liter air bersih dari sumur atau sungai.
Alat-alat yang digunakan adalah :
  • pisau atau alat untuk mencacah sampah organik,
  • ember plastik ukuran 20 liter yang mempunyai tutup,
  • tali rapia,
  • karung atau goni beras ukuran 25 kg yang terbuat dari serat sintetis,
  • batu berat untuk beban,
  • masker kain, dan
  • sarung tangan karet atau plastik.
Cara membuatnya :
  • sampah organik dicincang/dicacah hingga kecil-kecil dan masukkan ke dalam goni semuanya, ditekan sampai padat kemudian diikat dengan tali,
  • dibuat larutan media dengan cara mencampurkan cairan EM, air molase, air tajin, air kelapa dan air sumur ke dalam ember dan ingat memakai sarung tangan,
  • masukkan goni berisi sampah organik ke dalam ember berisi larutan tadi, direndamkan atau ditenggelamkan seluruh goni dan diatas goni diletakkan batu beban agar goni yang berisi sampah tidak naik dan masih tenggelam,
  • ditutup rapat ember dan jika perlu dipinggir ember dan tutupnya diisolasi agar udara tidak bisa masuk ke dalam ember,
  • simpan ember ditempat yang tidak terkena matahari langsung dan disimpan selama 10 hari sehingga proses fermentasi akan terjadi,
  • setelah 10 hari buka ember dan sebelumnya pakai sarung tangan,
  • angkat goni berisi sampah organik tadi dan pisahkan dari ember berisi larutan, sisa sampah hasil fermentasi bisa juga dibuat menjadi pupuk organik kompos,
  • cairan yang di dalam emberlah yang merupakan pupuk cair organik.
Proses pembuatan pupuk organik cair dikatakan berhasil ditandai dengan adanya bercak putih di permukaan cairan. Pupuk cair organik ini berwarna kuning kecoklatan dengan bau sangat menyengat dan untuk mengurangi baunya dicampur dengan air perasan jeruk sitrun jika perlu.

Dalam pembuatan pupuk organik cair ini harus teliti dan jangan sampai ember dimasuki udara selama proses fermentasi berlangsung, walaupun lebih sering berhasil namun sayapun pernah gagal dalam pembuatan pupuk cair organik ini. Semoga sukses dalam membuat pupuk cair organik ini dan diharapkan bermanfaat bagi banyak orang terutama buat petani.

Minggu, 28 November 2010

Sistem Pola Tanam

Pola penanaman dapat dengan dua sistem yaitu sistem monokultur dan polikultur. Monokultur adalah penanaman satu jenis tanaman pada lahan dan waktu penanaman yang sama. Sedangkan polikultur adalah penanaman lebih dari satu jenis tanaman pada lahan dan waktu yang sama.

Disini saya akan menulis lebih tentang polikultur daripada monokultur karena pola tanam monokultur sudah umum umum diterapkan dalam pertanian kita dan secara teknis budidayanya sudah banyak dimengerti dan relatif mudah diterapkan karena tanaman yang ditanam dan dibudidayakan hanya satu jenis tanaman saja.

Polikultur..... , pemilihan tanaman dan teknis budidaya yang baik dan tepat pada sistem polikultur ini akan memberikan bermacam keuntungan, diantaranya adalah :
  • Dapat menambah kesuburan tanah. Menanam tanaman kacang-kacangan berdampingan dengan tanaman jenis lainnya dapat menambah kandungan unsur Nitrogen dalam tanah karena pada bintil akar kacang-kacangan menempel bakteri Rhizobium yang dapat mengikat Nitrogen dari udara. Dan menanam secara berdampingan tanaman yang perakarannya berbeda dapat membuat tanah menjadi gembur.
  • Meminimalkan hama dan penyakit tanaman. Sistem polikultur dibarengi dengan rotasi tanaman dapat memutuskan siklus hidup hama dan penyakit tanaman. Menanam tanaman secara berdampingan dapat mengurangi hama penyakit tanaman salah satu pendampingnya, misalnya : bawang daun yang mengeluarkan baunya dapat mengusir hama ulat pada tanaman kol atau kubis.
  • Mendapat hasil panen beragam yang menguntungkan. Menanam dengan lebih dari satu tanaman tentu menghasilkan panen lebih dari satu atau beragam tanaman. Pemilihan ragam tanaman yang tepat dapat menguntungkan karena jika satu jenis tanaman memiliki nilai harga rendah dapat ditutupi oleh nilai harga tanaman pendamping lainnya.
Sistem penanaman polikultur juga memiliki kekurangan terutama jika tidak sesuai dengan pemilihan jenis tanaman, diantaranya adalah :
  • Persaingan antara tanaman dalam menghisap unsur hara dalam tanah.
  • Dengan beragam jenis tanam maka hama penyakit juga semakin banyak atau beragam.
  • Pertumbuhan tanaman akan saling menghambat.
Dalam pola tanam polikultur terdapat beberapa macam istilah dari sistem ini, yang mana pengertiannya sama yaitu menanam lebih dari satu jenis tanaman pada lahan yang sama tetapi alasan dan tujuannya yang berbeda, yaitu :
  1. Tumpang Campuran yaitu menanam lebih dari satu jenis tanaman pada satu lahan dan dalam waktu yang sama dan umumnya bertujuan mengurangi hama penyakit dari jenis tanaman yang satu atau pendampingnya.
  2. Tumpang Sari yaitu menanam lebih dari satu jenis tanaman pada satu lahan dan dalam waktu yang sama dengan barisan-barisan teratur.
  3. Tumpang Gilir yaitu menanam lebih dari satu jenis tanaman pada satu lahan yang sama selama satu tahun untuk memperoleh lebih dari satu hasil panen.
  4. Tanaman Pendamping yaitu penanaman dalam satu bedeng ditanam lebih dari satu tanaman sebagai pendamping jenis tanaman lainnya yang bertujuan untuk saling melengkapi dalam kebutuhan fisik dan unsur hara.
  5. Penanaman Lorong yaitu menanam lebih dari satu jenis tanaman pada suatu lahan dengan penanaman tanaman berumur pendek diantara larikan atau lorong tanaman berumur panjang atau tanaman tahunan.
  6. Pergiliran atau Rotasi Tanaman yaitu menanam lebih dari satu jenis tanaman yang tidak sefamili secara bergilir pada satu lahan yang bertujuan untuk memutuskan siklus hidup hama penyakit tanaman.
Dalam penanaman sistem polikultur ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis tanaman yang akan ditanam dalam penerapannnya yaitu :
  • Kebutuhan sinar matahari ; pemilihan jenis tanaman yang tinggi, rindang, berdaun lebat dan membutuhkan sinar matahari lama dengan jenis tanaman yang pendek dan tidak membutuhkan sinar matahari lama atau perlu naungan.
  • Kebutuhan unsur hara ; adanya jenis tanaman yang membutuhkan sedikit unsur N dan jenis tanaman yang membutuhkan banyak unsur N dan ada jenis tanaman yang mampu mengikat unsur N dari udara yaitu tanaman kacang-kacangan.
  • Sistem perkaran ; Adanya jenis tanaman yang memiliki perakaran di dalam tanah yang dalam, dangkal, melebar dan lainnya.
Jika sudah mengenali pola penanaman terutama pola tanam polikultur, mari memulai untuk menerapkannya dan semoga ulasan di atas sedikit banyak berguna bagi kita.