Tampilkan postingan dengan label penyakit padi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit padi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Februari 2011

Berita Pertanian : Hawar Daun Serang Tanaman Padi di Lendah

20110225164215_IMG0011A.jpg

Kulonprogo. Tanaman padi di Bulak Karang Desa Sidorejo dan Bulak Jatirejo Desa Jatirejo Kecamatan Lendah Kabupaten Kulonprogo terserang penyakit hawar daun. Penyakit ini menyerang di sekitar 40 persen luasan hamparan tanaman padi di Bulak Karang, sedangkan di Bulak Jatirejo sekitar 10 persen saja. Tanaman padi yang terserang penyakit ini terlihat kemerah-merahan dan pertumbuhannya lambat.

Suremi (59) petani warga Pedukuhan Jatirejo Desa Jatirejo Kecamatan Lendah ketika ditemui Jum'at (25/02) menuturkan bahwa sudah sekitar seminggu ini tanaman padinya terlihat kemerah-merahan. "Dulu itu jarang sekali tanaman padi terkena penyakit seperti ini," katanya. Upaya untuk mengatasi penyakit ini, Suremi melakukan penyemprotan dengan menggunakan insektisida.

Keadaan tanaman padi di Bulak Karang memang lebih buruk dibandingkan dengan Bulak Jatirejo. Mujimin (45) petani warga Pedukuhan Diran Desa Sidorejo Kecamatan Lendah mengeluhkan bahwa tanaman padi lambat pertumbuhannya. "Ungkris-ungkrisan," jelasnya.

Menanggapi terjadinya serangan penyakit hawar daun, Eko Purwanto PPL dari Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Lendah menjelaskan bahwa penyebab penyakit hawar daun adalah bakhteri xantomonas. "Keadaan masih diperburuk dengan adanya kelebihan kandungan unsur Nitrogen dalam tanah," tambahnya. Upaya sementara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan serangan penyakit ini, Eko Purwanto menyarankan untuk melakukan sistem pengairan berselang. "kadang diairi penuh, kadang dikeringkan," demikian menutup mengakhiri penjelasan. (hj)

Berita Pertanian : Padi Berbintik Hitam

Cuaca tak menentu membuat petani di Pagaralam khawatir. Hasil panen diperkirakan tak akan maksimal, padi yang siap panen rusak. Tak hanya padinya yang ampe (kosong, red) tetapi buah padi banyak yang terlihat bintik-bintik hitam.Purwanto (34), petani Dusun Mekar Jaya, Kelurahan Pagaralam, mengakui buah padinya banyak yang rusak, sementara batang dan daunya normal.

‘’Sebagian buah berbintik hitam, saat padi berbunga bertepatan dengan cuaca buruk seperti hujan yang disertai angin kencang. Akibatnya buah padi banyak yang hitam, hasil panen pun dipastikan merosot,” ujarnya.Normalnya, untuk satu hektare diperkirakan mampu menghasilkan 1 ton beras. ‘’Tetapi panen kali ini hanya mampu menghasilkan 700 kg beras,’’ ujarnya yang berharap ke depan ada penyuluhan tentang hama yang sering menyerang tanaman.

Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Jumaldi Jani SP MM melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Sukuran SP mengatakan, bintik hitam atau ampe yang menyerang buah padi bukan akibat serangan hama tetapi akibat cuaca buruk. ‘’Biasanya hal tersebut bermula saat padi berbunga, ketika itu turun hujan atau angin kencang, akibatnya buah padi ampe dan bintik hitam,” ujarnya.(Sumex)