Tampilkan postingan dengan label buah jeruk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buah jeruk. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2011

Berita Pertanian : Akibat Hujan Es, Tanaman Jeruk Terancam Gagal Panen

Berastagi. Hujan es yang terjadi Sabtu (16/4) sekitar pukul 16.25 Wib di Desa Lingga Julu Kecamatan Simpang Empat, membuat para petani jeruk kehilangan produksi.

Salah seorang petani jeruk yang mengalami kerugian akibat hujan es tersebut, Join Ginting kepada pada MedanBisnis di ladangnya, mengatakan, kondisi jeruk mereka pada Minggu (17/4) berubah warna menjadi kehitaman (lembam). Padahal, kondisi buah jeruk sudah mulai membesar. “Melihat kondisi buah jeruk yang kehitaman itu, sepertinya tidak akan bisa pulih seperti sediakala. Kalau itu terjadi, petani jeruk di Desa Lingga akan mengalami kerugian yang cukup besar. Karena buah jeruk sudah besar,” jelasnya.

Peristiwa yang sama juga banyak di alami para petani, bahkan ada juga yang mengalami di luar Desa Lingga Julu, seperti di Desa Dukumsiroga. Dari penelusuran MedanBisnis di beberapa lokasi buah jeruk yang terancam gagal itu bisa menjapi puluhan ton. Belum lagi yang terjadi pada sayuran kol, dan beberapa macam jenis tanaman yang siap panen yang terkena hujan es tersebut menjadi busuk.

Rabu, 16 Maret 2011

Tips Ampuh : Mengenali Baik Buruk Jus Jeruk













SEGELAS
jus jeruk setiap hari memang bisa membantu membuat kulit senantiasa bersinar serta menjauhkan Anda dari virus flu. Itu disebabkan kandungan vitamin C pada jeruk yang terbilang tinggi sehingga sistem kekebalan tubuh pun meningkat.

Meski begitu, tidak semua jenis olahan jeruk memiliki khasiat yang sama. Ada beberapa hal yang perlu diketahui sehingga Anda bisa memaksimalkan asupan jeruk untuk tubuh.

  1. Anda tidak perlu minum jus jeruk dalam jumlah banyak untuk mendapatkan manfaat kesehatannya. Terlebih , karena jus jeruk mengandung kalori yang cukup tinggi. Bila Anda memilih untuk meminum jeruk dalam kemasan kaleng, pastikan untuk memeriksa kandungan gula pada labelnya. Kadar gula tinggi pada jus jeruk kalengan justru bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan gula darah dalam tubuh.
  2. Sering kita dengar bahwa memakan daging buah jeruk atau pulp lebih menyehatkan, hingga banyak produk jus jeruk yang menyertakan pulp dalam produknya dan menjanjikan khasiat kesehatan lebih besar. Namun, sebenarnya hal itu belum dapat dipastikan secara ilmiah. Bila Anda kerap memiliki masalah dengan percernaan dan perut Anda, perlu diingat bahwa jeruk adalah buah yang mengandung asam. Keasaman pada jeruk bahkan bisa menyebabkan kerusakan pada gigi. Maka itu, tetap perhatikan dan batasi asupan jus jeruk Anda.

Rabu, 09 Maret 2011

Resep Minuman : Sari Tomat Jeruk









Udara dingin menyerang tubuh anda di malam hari namum siang hari justru begitu panas. Daripada meneguk minuman manis yang bisa menambah kadar gula darah Anda, lebih baik anda minum saja sari tomat jeruk yang segar sekaligus menyehatkan.

Bahan-bahan yang digunakan :

  • 2 bh tomat
  • 100 gr gula halus
  • 2 bh jeruk manis, diambil airnya.
  • ½ gelas es serut

Cara Membuatnya :

  • Campurkan buah tomat, gula halus, air jeruk dan es serut, dimasukkan kedalam blender.
  • Setelah semuanya lumat secara merata kemudian dituang kedalam gelas.
  • Sajikan selagi dingin, mmm....segar

Selasa, 08 Maret 2011

Berita Pertanian : CUACA EKSTREM , Produksi Jeruk Pamelo Merosot Tajam



Magetan. Produksi jeruk pamelo (Citrus maxima) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tahun ini merosot tajam hingga 75 persen akibat cuaca ekstrem dan serangan hama penyakit. Sebagian besar petani jeruk terpaksa memanen dini.

Di sentra perkebunan jeruk pamelo di Kecamatan Bendo, misalnya, produksi buah rata-rata turun 50-75 persen per pohon. Namun menurut data Dinas Pertanian Magetan, penurunan produksi rata-rata hanya berkisar 30 persen per pohon.

Petani jeruk pamelo asal Desa Dukuh, Sanah (73), Senin (7/3), mengatakan, pada tahun lalu rata-rata setiap pohon mampu menghasilkan 50-100 buah jeruk. Namun tahun ini hanya menghasilkan paling banyak 25 buah.

”Banyak bunga yang rontok karena diguyur hujan. Waktu pembuahan seharusnya pada musim kemarau. Kemarin masih hujan sehingga proses pembuahan kurang berhasil,” ujarnya.

Suparno, petani lainnya, menambahkan, jika satu hektar tanaman biasanya mampu menghasilkan 6.000 buah jeruk pamelo, saat ini hanya sekitar 2.000 buah. Itu pun harus disertai dengan usaha lebih keras, seperti merawat buah dengan cara membungkus satu per satu.

Petani jeruk pamelo kian dipusingkan dengan serangan hama penyakit, seperti lalat buah dan penyakit bintil-bintil pada lapisan kulit jeruk. Untuk meminimalkan kerugian, petani melakukan panen dini buah.

Kepala Dinas Pertanian Magetan, Eddy Suseno, menyebutkan, penurunan produktivitas terjadi secara merata di seluruh sentra produsen yang tersebar di Kecamatan Bendo, Sukomoro, Takeran, dan Kawedanan.

Di sentra perkebunan jeruk di Desa Cinta Asih, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, curah hujan yang tinggi memicu timbulnya tumbuhan liar kemuning dan babadotan. Menurut Entang, Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Kecamatan Samarang, tumbuhan liar itu menjadi tempat berkembang biak kutu loncat jeruk yang menjadi perantara penyakit citrus vein phloem degeneration (CVPD).

Berita Pertanian : Harga Tinggi tak Gairahkan Petani Kembangkan Jeruk










Kabanjahe
. Meski harganya tinggi namun itu tidak membuat petani bergairah untuk mengembangkan tanaman jeruknya lagi. Serangan hama dan biaya produksi yang tinggi, membuat petani enggan untuk mempertahankan tanaman jeruknya. Kondisi ini pula yang membuat tanaman jeruk di Kabupaten Karo sebagai sentra holtikultura di Sumatera Utara (Sumut) banyak yang tidak produktif.
Ketua Asosiasi Petani Jeruk Indonesia Kabupaten Karo, Saul Surbakti mengatakan, tingginya biaya produksi tanaman jeruk yang mencapai Rp 200.000 per pokok (mulai tanam hingga panen perdana) sangat memberatkan petani untuk mempertahankan tanamannya. Biaya yang mahal tersebut difaktori tingginya kebutuhan obat pengendali serangan hama dan penyakit pada tanaman jeruk.

"Apalagi harga jual jeruk sempat turun sehingga petani bukannya untung tapi malah merugi. Belum lagi serangan hama yang belum bisa dikendalikan," ujarnya kepada MedanBisnis, Senin (7/3).

Dikatakannya, saat ini harga jual jeruk memang tinggi yakni berkisar Rp 7.000 hingga Rp 8.000 perkg karena persediaan barang yang sedikit. Namun, hal tersebut belum bisa membangkitkan gairah petani mempertahankan bahkan mengembangkan tanaman jeruknya. "Petani masih trauma, kalau mereka masih mengembangkan produksinya ternyata harga jual turun," katanya.

Namun, pihaknya terus berupaya melakukan penyuluhan kepada petani untuk mau mengembangkan tanaman jeruk yang biasa disebut Jeruk Medan ini karena komoditas tersebut merupakan unggulan Sumut yang sudah terkenal seantero Indonesia.

Meski memang bantuan dari pemerintah Sumut untuk mengendalikan serangan hama pada tanaman jeruk masih sangat minim bahkan belum nampak upaya mempertahankan komoditas tersebut. "Kita berharap dengan harga yang bagus saat ini dapat membangkitkan gairah petani mengembangkan tanaman jeruk. Dan, jika produksi dapat kembali meningkat, kita akan upayakan perluasan pemasaran untuk mempertahankan harga agar tetap tinggi," imbuhnya.

Sementara petani jeruk di Kabupaten Karo, Peraturan Guru Singa, mengakui, lahan tanaman jeruk yang selama ini dikembangkannya sudah beralih ke tanaman lain seperti jagung, kol bunga dan kentang. "Dulu luas tanaman jeruk yang saya kembangkan mencapai 10 hektar tapi kini bersisa 3 hektar saja. Menanam jeruk ini belum begitu menguntungkan, jadi petani kurang bergairah," akunya.

Menurutnya, tanaman jeruk sudah lama terserang hama lalat buah yang dapat menggugurkan buah bahkan mengakibatkan tanaman tidak produktif kembali. "Bayangkan saja, dari 10 ton buah yang berbuah, hanya sekitar 100 kg saja yang bisa dipanen dan dipasarkan. Ini sangat merugikan, apalagi dilihat dari biaya produksi yang begitu tinggi," jelasnya.

Harga yang bagus saat ini, diakui Peraturan, tidak membuat petani langsung berkenan kembali mengalihkan tanaman ke jeruk karena belum ada jaminan harga akan terus tinggi. Sebab, harga yang diperoleh tersebut hanya akan habis digunakan untuk membeli obat dan perawatan tanaman dari serangan hama sehingga keuntungan tidak bisa dinikmati petani.

"Kalau pemerintah mau menjamin harga jualnya dan membantu petani mengendalikan serangan hama, mungkin produksi jeruk dapat kembali ditingkatkan. Karena sampai saat ini permintaan jeruk dari luar propinsi masih banyak, tapi produksi kita yang terus menurun," imbuhnya.

Berdasarkan data, produksi jeruk di Sumut, tahun 2007 mencapai 961.918 ton. Namun turun dan menjadi 856.019 ton pada 2008. Tetapi, tahun 2009 produksi jeruk kembali naik menjadi 861.530 ton dengan tanaman jeruk yang menghasilkan 5.172.995 pohon dan produktivitas 166,54 kg per pohon nya.

Rabu, 02 Maret 2011

Tips Ampuh : Cara Alami Mengusir Ketombe


Mengusir ketombe juga bisa menggunakan cara alami. Jeruk nipis adalah salah satu buah yang dipercaya bisa mengontrol keberadaan ketombe. Arthur S Simon, dokter spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Pertamina, Balikpapan, Kalimantan Selatan, mengatakan, jeruk nipis dapat melunturkan minyak (sebum) di kulit kepala. Dengan begitu, habitat atau tempat bersarang jamur yang merugikan pun dapat dikurangi.

Selain bisa mengendalikan sebum di kepala, jeruk nipis juga bisa memberikan efek segar dan nyaman, terutama bagi kepala berketombe yang kerap dihinggapi rasa gatal. Buah yang kaya dengan kandungan vitamin C ini juga bisa membuat rambut tampak sehat dan cantik berkilau.

Cara penggunaannya tidak sulit. Sebelum keramas, usapkan irisan jeruk nipis atau perasan jeruk nipis pada kulit kepala, terutama di daerah berketombe. Diamkan sekitar 15 menit sebelum membasuh dan berkeramas.

Dokter spesialis kulit dan kelamin dari RS Cipto Mangunkusumo, Eddy Karta, juga merekomendasikan penggunaan tea tree oil sebagai salah satu bahan alami pengusir ketombe. Menurut Kim, sudah banyak tea tree yang dijual dalam bentuk kemasan jadi sehingga penerapannya lebih mudah.

Tumbuhan dari Australia ini memiliki kemampuan sebagai antiseptik dan antijamur. Selain mengatasi ketombe, tea tree juga sering digunakan untuk mengatasi gangguan kulit lainnya, seperti kutu air, jerawat, eksem, psoriasis, infeksi jamur, bisul, dan infeksi kutu