MATARAM. Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan sidang komunitas lada internasional ke-39 yang dihadiri delegasi dari negara-negara produsen lada, yang dijadwalkan 22-26 November mendatang.
"Sudah ada 11 negara produsen lada yang berkenan menghadiri sidang komunitas lada internasional itu, yang dijadwalkan berlangsu 22-26 November mendatang," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Imam Maliki, Kamis (22/9).
Usai pertemuan koordinasi terkait penyelenggaraan International Pepper Community (IPC) ke-39 di Mataram, Imam mengatakan perlu adanya pertemuan koordinasi yang dimaksudkan untuk mengecek kesiapan pihak-pihak terkait.
Imam mengatakan, sidang komunitas lada internasional itu akan melibatkan para ekspotir lada terkemuka, pejabat pemerintah serta pihak terkait lainnya yang berasal dari negara produsen lada baik anggota IPC maupun non-anggota IPC.
Sidang tersebut mengagendakan pembahasan perkiraan produksi yang lalu dan tahun-tahun mendatang, masalah standar mutu dan perdagangan lada dunia, sekaligus merupakan forum pertemuan para ahli teknis produksi dan perdagangan lada.
Pokok bahasan lainnya yakni berbagai aturan-aturan perdagangan lada, permintaan lada saat ini dan tren di masa mendatang, serta pola konsumsi dunia.
BLOG Ricky Untuk Pertanian. Blog ini memuat tentang pertanian secara umum dan ada tambahan dari berita pertanian, tips ampuh berhubungan dengan pertanian, lowongan kerja bidang pertanian dan resep makanan-minuman dari hasil pertanian. Yang pasti Pertanian Untuk Negeriku Tercinta Indonesia.
Tampilkan postingan dengan label lada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lada. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 September 2011
Kamis, 18 Agustus 2011
Tips Ampuh : Trik Pilih Lada Berkualitas Baik
LADA biasanya digunakan sebagai penambah selera makanan. Lada bahkan banyak digunakan pada menu Nusantara dan western.
Aroma tajam dari lada menjadikan masakan semakin terasa lezatnya, meskipun menjadi sedikit pedas. Akan tetapi, memilih lada yang akan dipakai harus mempunyai kualitas yang baik.
Berikut cara memilih lada yang baik, seperti diutarakan Rika Fardani selaku Assistant Marketing Manager Japanese Restaurant Pepper Lunch saat berbincang dengan okezone di Plaza Indonesia, Sudirman, Jakarta, belum lama ini:
Tekstur
Tekstur lada agak besar dan kasar, jadi ketika digilling aromanya tidak akan hilang.
Dirasa dan dicium
Lada kurang bagus, bisa Anda tahu dari baunya. Lada yang bagus akan mengeluarkan aroma yang wangi.
Penyimpanan
Setelah mendapatkan lada yang baik, pastikan penyimpanannya juga baik. Simpan di suhu ruang, jangan dimasukkan ke kulkas dan harus ditempatkan dalam wadah tersendiri. Lada tidak boleh digabungkan dengan daging ataupun ditaruh di lantai yang akan membuatnya terkontaminasi dengan bakteri.
Dipegang
Lada yang baik jika dipegang akan terasa halus atau kasar karena tergantung tingkat penggilingannya.
Jumat, 04 Februari 2011
Berita Pertanian : Produksi Lada Dunia Diperkirakan Turun
Jakarta. Organisasi antar pemerintah di bawah Komisi Ekonomi dan Sosial Asia dan Pasifik pada Perserikatan Bangsa Bangsa, International Pepper Community (IPC), memperkirakan produksi lada dunia menurun tahun 2011.
Menurut Ketua IPC Gusmardi Bustami di Jakarta, Jumat, produksi lada dunia yang mencapai sekitar 330.380 metrik ton pada 2010 akan turun menjadi sekitar 309.952 metrik ton tahun ini.
"Utamanya karena cuaca yang kurang mendukung," kata Gusmardi, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan.
Direktur Eksekutif Sekretariat IPC S. Kannan memperkirakan produksi lada Vietnam, Indonesia dan Brasil menurun selama tahun 2011.
Produksi daerah-daerah penghasil lada di Indonesia diperkirakan turun dari 56 ribu metrik ton pada 2010 menjadi sekitar 37 ribu ton pada 2011.
Hujan lebat pada akhir 2010 sampai awal tahun ini di kawasan Asia Selatan, lanjut dia, juga dikhawatirkan menyebabkan produksi lada India dan Srilanka lebih rendah dari perkiraan.
"Sementara produksi Malaysia dan negara penghasil lainnya kurang lebih sama dengan tahun lalu, produksi China mungkin lebih baik," kata Kannan.
Kondisi yang demikian akan membuat pasokan lada terbatas. Padahal, menurut Kannan, kebutuhan lada dunia cenderung meningkat seiring dengan penambahan populasi.
Ekonom IPC Ganawardana memperkirakan konsumsi lada dunia naik antara dua persen sampai tiga persen pada 2011.
Menurut Gusmardi, konsumsi lada dunia selama tahun 2010 sekitar 300 ribu metrik ton.
Sementara konsumsi domestik negara-negara produsen lada seperti Brasil, India, Indonesia, Malaysia, Srilanka, Vietnam, dan China menurut IPC sekitar 122 ribu metrik ton pada 2010 atau meningkat bermakna dari konsumsi tahun sebelumnya yang sebanyak 121 ribu metrik ton.
"Kondisi stok dari produksi tahun lalu yang tipis dan spekulasi penurunan produksi akan menekan suplai dan memaksa harga lada naik," kata Kannan.
IPC mencatat, harga komposit lada selama tahun 2010 menunjukkan kecenderungan naik akibat berkurangnya pasokan dengan peningkatan paling tajam pada setengah tahun terakhir.
Pada Desember 2010, harga komposit lada hitam tercatat 4.572 dolar AS per metrik ton dan lada putih 7.025 dolar AS per metrik ton, lebih tinggi dari harga komposit pada 2009 yang berturut-turut 3.031 dolar AS per metrik ton dan 4.404 dolar As per metrik ton. (ant)
Menurut Ketua IPC Gusmardi Bustami di Jakarta, Jumat, produksi lada dunia yang mencapai sekitar 330.380 metrik ton pada 2010 akan turun menjadi sekitar 309.952 metrik ton tahun ini.
"Utamanya karena cuaca yang kurang mendukung," kata Gusmardi, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan.
Direktur Eksekutif Sekretariat IPC S. Kannan memperkirakan produksi lada Vietnam, Indonesia dan Brasil menurun selama tahun 2011.
Produksi daerah-daerah penghasil lada di Indonesia diperkirakan turun dari 56 ribu metrik ton pada 2010 menjadi sekitar 37 ribu ton pada 2011.
Hujan lebat pada akhir 2010 sampai awal tahun ini di kawasan Asia Selatan, lanjut dia, juga dikhawatirkan menyebabkan produksi lada India dan Srilanka lebih rendah dari perkiraan.
"Sementara produksi Malaysia dan negara penghasil lainnya kurang lebih sama dengan tahun lalu, produksi China mungkin lebih baik," kata Kannan.
Kondisi yang demikian akan membuat pasokan lada terbatas. Padahal, menurut Kannan, kebutuhan lada dunia cenderung meningkat seiring dengan penambahan populasi.
Ekonom IPC Ganawardana memperkirakan konsumsi lada dunia naik antara dua persen sampai tiga persen pada 2011.
Menurut Gusmardi, konsumsi lada dunia selama tahun 2010 sekitar 300 ribu metrik ton.
Sementara konsumsi domestik negara-negara produsen lada seperti Brasil, India, Indonesia, Malaysia, Srilanka, Vietnam, dan China menurut IPC sekitar 122 ribu metrik ton pada 2010 atau meningkat bermakna dari konsumsi tahun sebelumnya yang sebanyak 121 ribu metrik ton.
"Kondisi stok dari produksi tahun lalu yang tipis dan spekulasi penurunan produksi akan menekan suplai dan memaksa harga lada naik," kata Kannan.
IPC mencatat, harga komposit lada selama tahun 2010 menunjukkan kecenderungan naik akibat berkurangnya pasokan dengan peningkatan paling tajam pada setengah tahun terakhir.
Pada Desember 2010, harga komposit lada hitam tercatat 4.572 dolar AS per metrik ton dan lada putih 7.025 dolar AS per metrik ton, lebih tinggi dari harga komposit pada 2009 yang berturut-turut 3.031 dolar AS per metrik ton dan 4.404 dolar As per metrik ton. (ant)
Langganan:
Postingan (Atom)