Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono meminta data produksi dan permintaan bawang dibuat
transparan.
"Berapa banyak yang kita
produksi, berapa kebutuhan kita, kita menginginkan transparansi, dan
perhitungan yang tepat dari semua pihak, BPS (Badan Pusat Statistik),
Kementerian Pertanian, semua. Mari kita hitung baik-baik dengan demikian
tidak keliru kebijakan kita," kata Presiden di Jakarta, Rabu.
Dia
juga meminta semua pihak terkait, termasuk para pedagang besar,
mendukung pemerintah menyediakan pangan dengan harga terjangkau.
"Untuk bersama-sama membikin baiknya negara ini, sehingga rakyat
kita dibikin lebih mampu mengkonsumsi kebutuhan sehari-hari seperti
pangan," katanya.
Presiden mengatakan, pemerintah akan
menertibkan tata niaga pangan guna menjamin ketersediaan pangan yang
terjangkau oleh seluruh masyarakat.
"Bicara tata niaga dari masa ke masa, karena sudah kita jalankan
puluhan tahun juga sering ada distorsi, penyimpangan, ada pihak-pihak
yang menyiasati tata niaga itu untuk mengeruk keuntungan yang
sebesar-besarnya, inilah yang sering terjadi," katanya(ant)
BLOG Ricky Untuk Pertanian. Blog ini memuat tentang pertanian secara umum dan ada tambahan dari berita pertanian, tips ampuh berhubungan dengan pertanian, lowongan kerja bidang pertanian dan resep makanan-minuman dari hasil pertanian. Yang pasti Pertanian Untuk Negeriku Tercinta Indonesia.
Tampilkan postingan dengan label harga bawang naik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harga bawang naik. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 Maret 2013
Jumat, 01 Juni 2012
Harga Bawang Merah Naik, Jabar Terkena Inflasi
BANDUNG - Kenaikan harga bawang merah memicu inflasi di
Jawa Barat pada Mei 2012. Bahkan, bawang merah juga memengaruhi inflasi
secara nasional.
"Bawang merah berandil besar terhadap inflasi Mei di Jabar. Tetapi bawang merah juga menjadi komoditas yang memengaruhi inflasi di daerah lain di Indonesia," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar Anggoro Dwitjahyono, di kantor BPS Jabar, Jalan PHH Mustopa, Bandung, Jumat (1/6/2012).
Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Gema Purwana mengatakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Jabar pada Mei 2012 mengalami inflasi sebesar 0,03 persen. IHK Jabar meliputi tujuh kota, yaitu Bandung, Cirebon, Tasik, Bekasi, Bogor, Sukabumi, dan Depok.
Anggoro melanjutkan, minimnya pasokan bawang merah membuat harga bawang naik. Penyebab minimnya pasokan awang merah sendiri belum diketahui. "Bawang merah memberi andil inflasi sebesar 0,13 persen," sebutnya.
Naiknya harga bawang merah terkait dengan kenaikan 140 komoditas lain seperti rokok kretek (0,03 persen), mie dan telur ayam ras masing-masing (0,02 persen), kue kering berminyak, petai, sawi hijau (0,01 persen).
Sedangkan komoditas mengalami deflasi sebanyak 50 komoditas di antaranya beras, minyak goreng, cabe rawit, bayam, daging ayam ras, cabai merah dan lainnya. Untuk beras, jelas Anggoro, mengalami deflasi karena saat ini masih musim panen.
"Bawang merah berandil besar terhadap inflasi Mei di Jabar. Tetapi bawang merah juga menjadi komoditas yang memengaruhi inflasi di daerah lain di Indonesia," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar Anggoro Dwitjahyono, di kantor BPS Jabar, Jalan PHH Mustopa, Bandung, Jumat (1/6/2012).
Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Gema Purwana mengatakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Jabar pada Mei 2012 mengalami inflasi sebesar 0,03 persen. IHK Jabar meliputi tujuh kota, yaitu Bandung, Cirebon, Tasik, Bekasi, Bogor, Sukabumi, dan Depok.
Anggoro melanjutkan, minimnya pasokan bawang merah membuat harga bawang naik. Penyebab minimnya pasokan awang merah sendiri belum diketahui. "Bawang merah memberi andil inflasi sebesar 0,13 persen," sebutnya.
Naiknya harga bawang merah terkait dengan kenaikan 140 komoditas lain seperti rokok kretek (0,03 persen), mie dan telur ayam ras masing-masing (0,02 persen), kue kering berminyak, petai, sawi hijau (0,01 persen).
Sedangkan komoditas mengalami deflasi sebanyak 50 komoditas di antaranya beras, minyak goreng, cabe rawit, bayam, daging ayam ras, cabai merah dan lainnya. Untuk beras, jelas Anggoro, mengalami deflasi karena saat ini masih musim panen.
Langganan:
Postingan (Atom)

