Tampilkan postingan dengan label bawang mahal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bawang mahal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Maret 2013

Di Palu harga bawang Rp80.000 sekilo

Palu. Harga bawang putih di Palu, Sulawesi Tengah, dalam beberapa hari terakhir terus bergerak naik dan sekarang sudah mencapai Rp80.000 per kilogram.

Sejumlah pedagang di Pasar Masomba Palu Kamis membenarkan kenaikkan itu yang menurut mereka dipicu oleh kian menipisnya stok, harga dari distributor juga naik.

Nunung (34), seorang pedagang di pasar itu mengatakan, sebelumnya harga bawang putih dari distributor hanya Rp35 ribu per kilogram, kini naik berkisar Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kilogram.

"Jadi kami menjual kembali dengan harga Rp80 ribu per kilogram," katanya.

Hal senada juga disampaikan Fatimah (38), pedagang sembako di pasar tradisional itu. Meski harga bawang putih naik, tetapi stok yang ada masih cukup.

Hanya saja jika dalam waktu dekat ini tidak ada pasokan, stok semakin menipis dan harga bisa kembali bergerak naik.

Bawang putih yang dijual di pasar-pasar di Kota Palu didatangkan para distributor dari Surabaya dan Kalimantan Timur.

Sementara Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Palu, Aspah, mengatakan kenaikkan harga bawang bukan hanya terjadi di Palu, tetapi hampir menyeluruh di tanah air.

Pemerintah perlu mengatasi gejolak harga bawang putih, mengingat kebutuhan bumbu masak tersebut merupakan kebutuhan dasar.

Semua membutuhkan bahan dasar makanan tersebut.

Karena itu, pemerintah perlu mencarikan solusi agar harga bawang putih yang dalam dua pekan terakhir ini mengalami kenaikkan bisa kembali normal seperti biasanya.(ant)

Rabu, 13 Maret 2013

Presiden minta data bawang dibuat transparan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta data produksi dan permintaan bawang dibuat transparan.

"Berapa banyak yang kita produksi, berapa kebutuhan kita, kita menginginkan transparansi, dan perhitungan yang tepat dari semua pihak, BPS (Badan Pusat Statistik), Kementerian Pertanian, semua. Mari kita hitung baik-baik dengan demikian tidak keliru kebijakan kita," kata Presiden di Jakarta, Rabu.

Dia juga meminta semua pihak terkait, termasuk para pedagang besar, mendukung pemerintah menyediakan pangan dengan harga terjangkau.

"Untuk bersama-sama membikin baiknya negara ini, sehingga rakyat kita dibikin lebih mampu mengkonsumsi kebutuhan sehari-hari seperti pangan," katanya.

Presiden mengatakan, pemerintah akan menertibkan tata niaga pangan guna menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau oleh seluruh masyarakat.

"Bicara tata niaga dari masa ke masa, karena sudah kita jalankan puluhan tahun juga sering ada distorsi, penyimpangan, ada pihak-pihak yang menyiasati tata niaga itu untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya, inilah yang sering terjadi," katanya(ant)