Palu. Harga bawang putih di Palu, Sulawesi Tengah, dalam beberapa hari
terakhir terus bergerak naik dan sekarang sudah mencapai Rp80.000 per
kilogram.
Sejumlah pedagang di Pasar Masomba Palu Kamis
membenarkan kenaikkan itu yang menurut mereka dipicu oleh kian
menipisnya stok, harga dari distributor juga naik.
Nunung (34),
seorang pedagang di pasar itu mengatakan, sebelumnya harga bawang putih
dari distributor hanya Rp35 ribu per kilogram, kini naik berkisar Rp60
ribu sampai Rp70 ribu per kilogram.
"Jadi kami menjual kembali dengan harga Rp80 ribu per kilogram," katanya.
Hal senada juga disampaikan Fatimah (38), pedagang sembako di pasar
tradisional itu. Meski harga bawang putih naik, tetapi stok yang ada
masih cukup.
Hanya saja jika dalam waktu dekat ini tidak ada pasokan, stok semakin menipis dan harga bisa kembali bergerak naik.
Bawang putih yang dijual di pasar-pasar di Kota Palu didatangkan para distributor dari Surabaya dan Kalimantan Timur.
Sementara Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Palu, Aspah,
mengatakan kenaikkan harga bawang bukan hanya terjadi di Palu, tetapi
hampir menyeluruh di tanah air.
Pemerintah perlu mengatasi gejolak harga bawang putih, mengingat kebutuhan bumbu masak tersebut merupakan kebutuhan dasar.
Semua membutuhkan bahan dasar makanan tersebut.
Karena itu, pemerintah perlu mencarikan solusi agar harga bawang
putih yang dalam dua pekan terakhir ini mengalami kenaikkan bisa kembali
normal seperti biasanya.(ant)
BLOG Ricky Untuk Pertanian. Blog ini memuat tentang pertanian secara umum dan ada tambahan dari berita pertanian, tips ampuh berhubungan dengan pertanian, lowongan kerja bidang pertanian dan resep makanan-minuman dari hasil pertanian. Yang pasti Pertanian Untuk Negeriku Tercinta Indonesia.
Tampilkan postingan dengan label bawang mahal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bawang mahal. Tampilkan semua postingan
Kamis, 14 Maret 2013
Rabu, 13 Maret 2013
Presiden minta data bawang dibuat transparan
Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono meminta data produksi dan permintaan bawang dibuat
transparan.
"Berapa banyak yang kita produksi, berapa kebutuhan kita, kita menginginkan transparansi, dan perhitungan yang tepat dari semua pihak, BPS (Badan Pusat Statistik), Kementerian Pertanian, semua. Mari kita hitung baik-baik dengan demikian tidak keliru kebijakan kita," kata Presiden di Jakarta, Rabu.
Dia juga meminta semua pihak terkait, termasuk para pedagang besar, mendukung pemerintah menyediakan pangan dengan harga terjangkau.
"Untuk bersama-sama membikin baiknya negara ini, sehingga rakyat kita dibikin lebih mampu mengkonsumsi kebutuhan sehari-hari seperti pangan," katanya.
Presiden mengatakan, pemerintah akan menertibkan tata niaga pangan guna menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau oleh seluruh masyarakat.
"Bicara tata niaga dari masa ke masa, karena sudah kita jalankan puluhan tahun juga sering ada distorsi, penyimpangan, ada pihak-pihak yang menyiasati tata niaga itu untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya, inilah yang sering terjadi," katanya(ant)
"Berapa banyak yang kita produksi, berapa kebutuhan kita, kita menginginkan transparansi, dan perhitungan yang tepat dari semua pihak, BPS (Badan Pusat Statistik), Kementerian Pertanian, semua. Mari kita hitung baik-baik dengan demikian tidak keliru kebijakan kita," kata Presiden di Jakarta, Rabu.
Dia juga meminta semua pihak terkait, termasuk para pedagang besar, mendukung pemerintah menyediakan pangan dengan harga terjangkau.
"Untuk bersama-sama membikin baiknya negara ini, sehingga rakyat kita dibikin lebih mampu mengkonsumsi kebutuhan sehari-hari seperti pangan," katanya.
Presiden mengatakan, pemerintah akan menertibkan tata niaga pangan guna menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau oleh seluruh masyarakat.
"Bicara tata niaga dari masa ke masa, karena sudah kita jalankan puluhan tahun juga sering ada distorsi, penyimpangan, ada pihak-pihak yang menyiasati tata niaga itu untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya, inilah yang sering terjadi," katanya(ant)
Label:
bawang,
bawang mahal,
harga bawang naik
Langganan:
Postingan (Atom)

