Rabu, 06 Oktober 2010

Manfaat Unsur Hara dan Gejala Tanaman yang Membutuhkannya


Unsur hara di dalam tanah terbagi dalam unsur makro dan unsur mikro yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium atau Potasium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Sulfur atau Belerang (S), Klor (Cl), Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Boron (B) dan Molibdenum (Mo).

Unsur hara di dalam tanah tersebut memiliki faedah dan kegunaan masing-masing bagi tanaman. Begitu juga jika kekurangan salah satu unsur hara tersebut maka akan tampak atau terlihat gejala tertentu pada tanaman.

Dengan mengetahui manfaat dan kegunaan masing-masing unsur hara bagi tanaman dan mengetahui gejala tertentu pada tanaman jika kekurangan unsur hara maka akan membantu kita untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, memaksimalkan produktivitas, mengatasi kekurangan tanaman dan membantu pemupukan dengan tepat guna.

Manfaat atau kegunaan unsur hara pada tanaman dan gejala-gejala pada tanaman yang membutuhkannya akan saya uraikan masing-masing.

1. Nitrogen (N)

Manfaatnya :
- Merangsang pertumbuhan secara umum terutama batang, cabang dan daun (fase vegetatif)
- Penting dalam pembentukan hijau daun (klorofil)
- Membentuk asam amino, enzim, lemak dan persenyawaan lain.

Gejala tanaman yang membutuhkannya :
- Tanaman tumbuh lambat dan kurus
- Daun menguning, kering kemudian rontok
- Bila berbuah maka buahnya kuning, kerdil dan lekas matang.

2. Fosfor (P)

Manfaatnya :
- Merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar
- Membantu proses asimilasi dan pernafasan
- Mempercepat pembungaan, pembuahan tanaman serta pemasakan biji dan buah.

Gejala tanaman yang membutuhkannya :
- Daun berubah tua tampak kemerahan dan keunguan, kemudian berubah menjadi kuning dan akhirnya daun rontok
- Jika berbuah maka buahnya kerdil, jelek dan cepat matang.

3. Kalium (K)

Manfaatnya :
- Membantu pembentukan protein, gula dan karbohidrat
- Memperkuat jaringan tanaman agar daun, bunga dan buah tidak mudah rontok dan gugur
- Meningkatkan daya tahan tanaman dari penyakit dan kekeringan

Gejala tanaman yang membutuhkannya :
- Daun mengerut keriting dan timbul bercak merah coklat, kering kemudian mati
- Buah kecil, mutu jelek, hasil tanaman sedikit dan tidak tahan lama
- Perkembangan akarnya lambat.

4. Kalsium (Ca)

Manfaatnya :
- Merangsang pembentukan bulu-bulu akar dan biji
- Menguatkan batang tanaman

- Membantu proses penyerbukan dan merangsang pembentukan biji

- Membantu pemecahan sel, aktivitas enzim dan menetralisasi senyawa pada tanah yang jelek.


Gejala tanaman yang membutuhkannya :

- Tepi daun mengalami klorosis kemudian menjalar ke tulang daun

- Kuncup muda tidak berkembang dan mati

- Akarnya pendek, buahnya pecah dan mutu hasil jelek.


5. Magnesium (Mg)

Manfaatnya :

- Berperan dalam transportasi fosfat dalam tanaman

- Membantu pembentukan hijau daun (klorofil)

- Membantu pembentukan karbohidrat, asam amino, vitamin, gula dan lemak.


Gejala tanaman yang membutuhkannya :
- Daun tua klorosis, berbercak coklat, mengering kemudian rontok

- Daya tumbuh biji tidak bagus dan biji jelek serta lemah.


6. Belerang (S)

Manfaatnya :
- Berperan dalam pembentukan bintil akar dan pembentukan tunas baru atau anakan
- Membantu dalam proses pembentukan asam amino dan vitamin.

Gejala tanaman yang membutuhkannya :
- Daun muda berwarna hijau muda, pucat keputihan kemudian berubah menjadi kuning hijau
- Tanaman tumbuh terlambat, kurus, kerdil dan berbatang pendek.

7. Klor (Cl)

Manfaatnya :
- Meningkatkan dan memperbaiki kualitas dan kuantitas produksi tanaman
- Memperbaiki dan meningkatkan hasil kering tanaman

- Membantu dalam pembentukan hormon tanaman
.

Gejala tanaman yang membutuhkannya :
- Tanaman gampang layu
- Daun pucat, keriput dan kering
- Produktivitas rendah dan pemasakan buah rendah.

8. Boron (B)

Manfaatnya :
- Mengangkut karbohidrat ke dalam jaringan tanaman dan mengisap unsur kalium
- Merangsang tanaman berbunga dan membantu proses penyerbukan
- Pada tanaman biji berpengaruh terhadap pembagian sel
- Meningkatkan kualitas produksi atau mutu sayur-sayuran dan buah-buahan.

Gejala tanaman yang membutuhkannya :
- Tunas dan daun yang baru tumbuh mati
- Daun mengalami klorosis mulai dari bawah daun, mengering lalu mati
- Daun tua kerdil dan rapuh
- Pertumbuhan batang lambat dengan ruas-ruas cabang pendek
- Menimbulkan penyakit fisiologis khususnya tanaman sayuran, tembakau dan apel.
- Pada tanaman jagung menyebabkan tungkul jagung tanpa biji.

9. Tembaga (Cu)

Manfaatnya :
- Membantu pembentukan klorofil atau zat hijau daun
- Komponen utama dalam pembentukan enzim tanaman.

Gejala tanaman yang membutuhkannya :
- Ujung daun tidak rata, warna kuning, layu, klorosis dan tidak berkembang
- Pertumbuhan dan kesuburan tanaman terhambat secara keseluruhan.

10. Seng (Zn)

Manfaatnya :
- Membentuk hormon tumbuh sehingga dapat memberi dorongan pada pertumbuhan tanaman
- Membantu dalam pembentukan auksin, klorofil dan karbohidrat.

Gejala tanaman yang membutuhkannya :
- Daun berwarna kekuningan atau kemerahan dan muncul bercak putih di permukaan daun
- Daun berlubang, mengering kemudian mati
- Perkembangan akar tidak sempurna, pendek dan tidak subur.

11. Besi (Fe)

Manfaatnya :
- Berperan dalam proses pernafasan tanaman dan pembentukan klorofil (hijau daun) dan fotosintesis

- Pada tanah yang mengandung banyak kapur, jika unsur ini tidak ada maka tanaman langsung merana dan mati
.

Gejala tanaman yang membutuhkannya :
- Daun muda berwarna putih pucat kekuningan
- Daun berguguran dan akhirnya tanaman mati mulai dari pucuk.

12. Mangan (Mn)

Manfaatnya :
- Membantu proses fotosintesis dan pembantukan enzim tanaman
- Memperlancar proses asimilasi.

Gejala tanaman yang membutuhkannya :
- Tanaman kerdil terutama pada tanaman sayuran
- Daun kekuningan atau merah dan sering rontok
- Pembentukan biji menjadi jelek.

13. Molibdenum (Mo)

Manfaatnya :
- Pengikat nitrogen dari udara bebas untuk pembentuk protein pada tanaman pupuk hijau
- Bagian dari komponen penyusun enzim-enzim pada bakteri nodula akar
- Sangat berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran.

Gejala tanaman yang membutuhkannya :
- Perubahan warna daun, keriput dan mengering
- Pertumbuhan tanaman bisa berhenti dan akhirnya mati.


Selasa, 05 Oktober 2010

RESEP MAKANAN : Daun Singkong


1. Rendang Daun Singkong Kacang Merah

Bahan-bahannya :
  • 250 gr daun singkong muda
  • 200 gr kacang merah kering setelah direndan semalam dan ditiriskan
  • 1500 ml santan dari 2 butir kelapa
  • 150 gr daun pepaya muda
  • 250 gr kentang kecil yang telah dikupas
  • 1 lembar daun kunyit dan 3 lembar daun jeruk
  • 100 gr cabe merah
  • 2 sendok teh garam
  • 10 butir bawang merah
  • 2 potong asam kandis
  • 5 cm lengkuas dan 2 cm jahe
Cara membuatnya :
  • Rebus daun singkong dan daun pepaya sampai setengah matang, angkat dan ditiriskan
  • Ikat dari beberapa lembar daun singkong dan daun pepaya tadi menjadi simpul kecil dan sisihkan sementara
  • Rebus santan bersamaan dengan bumbu halus, daun kunyit, daun jeruk, kacang merah dan kentang sehingga santan menjadi kental
  • Masukkan daun singkong dan pepaya yang diikat tadi,
  • Masak sambil diaduk-aduk hingga santan berminyak dan seluruhnya matang. Angkat.
  • Selesai, selamat menikmati !

Jumat, 01 Oktober 2010

Memahami Kesuburan Tanah Dengan Mengenali Unsur Hara Yang Dibutuhkan Tanaman


Tanah yang subur adalah jika didalamnya tersedia unsur hara secara lengkap yang dibutuhkan tanaman. Setidaknya ada 16 unsur hara yang dibutuhkan tanaman agar pertumbuhannya normal yaitu Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Potasium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Sulfur (S), Klor (Cl), Boron (B), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Besi (Fe), Seng (Zn) dan Molibdenum (Mo).

Ke-16 unsur hara tersebut diperoleh tanaman dari udara dalam bentuk gas yaitu Karbon (K) dalam Karbondioksida (CO2O), Oksigen (O2), dan Hidrogen (H2O). Unsur hara Hidrogen dan Oksigen dapat juga diperoleh dari air. Sedangkan 13 unsur hara lainnya didapat tanaman dari dalam tanah.

Enam dari tiga belas unsur hara yang diperoleh dari dalam tanah tersebut yaitu N, P, K, Ca, S dan Mg dibutuhkan tanaman dengan jumlah yang besar sehingga disebut dengan unsur hara makro. Terutama unsur hara N, P dan K dibutuhkan mutlak oleh tanaman sehingga disebut juga unsur hara pokok. Sedangkan unsur hara S, Ca dan Mg boleh ada dan boleh tidak meski dibutuhkan dalam jumlah banyak sehingga disebut unsur hara penunjang.

Sementara tujuh unsur hara lainnya yaitu Cl, B, Cu, Mn, Fe, Zn dan Mo diperlukan dalam jumlah sedikit oleh tanaman tetapi sebaiknya harus ada agar pertumbuhan tanaman optimal dan produktivitas maksimal. Ketujuh unsur hara ini disebut unsur hara mikro.

Tiga belas unsur hara makro dan mikro ini dibutuhkan tanaman dengan kegunaan dan khasiatnya masing-masing. Untuk menanggulangi kekurangan unsur hara di dalam tanah yang dibutuhkan tanaman maka tanah atau tanamannya diberi pupuk yang memiliki kandungan unsur hara.

Banyak masyarakat terutama petani kita belum mengetahui akan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Sebagian besar petani hanya tahu memupuk tetapi tidak mengetahui atau mengenali unsur hara di dalam tanah, unsur hara pada pupuk, kegunaan dan khasiat unsur hara dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Jadi pahami dan kenali unsur hara yang dibutuhkan tanaman terutama tiga belas unsur hara dalam tanah.

Kamis, 30 September 2010

TIPS AMPUH : Stop Diare, Menceret-menceret dan Sering Buang Air Besar


Diare atau dalam bahasa awam disebut menceret-menceret adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan.

Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai mual dan muntah. Tetapi gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada punggung,dan perut sakit sering berbunyi.

Untuk mengobati atau menanggulanginya secara cepat, tepat dan aman (iklan kali...) biasanya kita meminum oralit atau lebih sering lagi air minum dicampur garam.

Tetapi ada cara atau ramuan lain yang aman dikomsumsi dan gampang membuatnya yaitu hanya dengan ramuan gambir sebesar guli atau kelereng dan gula merah (kalau bisa gula merah aren) sebesar kelereng juga. Kemudian disedu atau dicampur dengan air panas segelas dan diaduk merata. Ramuan ini sebaiknya diminum hangat hingga sekali minum habis. Pasti sakit perut, menceret dan sering BAB nya berkurang dan sebaiknya jikat belum hilang sebaiknya dibuat dan diminum lagi ramuannya hingga semua beres dan lega. Ramuan ini sering diminum tidak berdampak dan aman karena bahannya aman dan menyehatkan, iakan, iakan.

Bagi anda yang mengalami atau ada disekitar anda diare, menceret-menceret atau BAB segeralah menggunakan ramuan ini. Tapi bila tidak sembuh juga segeralah ke dokter atau rumah sakit karena mungkin ada penyakit yang serius atau penyebab lainnya karena biasanya dengan menggunakan atau meminum ramuan ini pasti segera sembuh. Selamat mencoba !

Jumat, 17 September 2010

TIPS AMPUH : Mengobati Batuk Terutama pada Anak yang Sulit Minum Obat


Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Batuk sering kita jumpai pada orang di sekeliling kita atau mungkin pada kita sendiri yang menderita batuk. Karena sering terjadi dan biasanya tidak berakibat buruk, maka batuk sering diabaikan atau dianggap tidak berbahaya. Batuk bukanlah sesuatu penyakit, tetapi merupakan petunjuk bahwa ada yang tidak beres pada tubuh baik karena penyebab yang ringan sampai merupakan gejala dari penyakit berat. Walaupun jenis batuk kelihatannya hampir sama, tetapi penyebabnya dapat berbeda.

Beberapa macam penyebab batuk yang saya ketahui yaitu yaitu :
  • Umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernapasan bagian atas yang merupakan gejala flu.
  • Alergi
  • Benda asing yang masuk kedalam saluran napas
  • Menghirup asap rokok dari orang sekitar
  • Batuk Psikogenik. Batuk ini banyak diakibatkan karena masalah emosi dan psikologis.
Wah serius banget ya??!!!

Jika batuk terjadi pada anak, apalagi pada anak yang susah minum obat. Setiap saat batuk sehingga kita melihatnya saja tidak tegakan. Dikasih minum obat susah, nangis, lari, tutup mulut rapat-rapat malahan sering dimuntahin kalau uda diminum.
Untuk itu saya punya resep sederhana yang mujarab, mungkin sudah banyak yang tahu tetapi untuk memberitahu dan membantu yang belum tahu kan gak salah ya!?

Resep atau ramuannya hanya dengan sebuah jeruk nipis dan kecap setengah sendok makan.
Caranya panggang jeruk nipis di api sampai jeruk panas saja, jangan sampai gosong ya.
Belah dua dan ambil satu yang sudah dibelah kemudian tekan hingga keluar air jeruknya dan tampung airnya di sendok makan. Campurkan setengah kecap (berarti sepertiga sendok makan ya) yang telah disediakan sebelumnya, aduk hingga merata kemudian diberi minum kepada yang sakit batuk, mungkin anda. Satu jam kemudian lakukan perlakuan yang sama dengan setengah jeruk nipis dan kecap sepertiga sendok makan tadi, ya kemudian minumlah bagi yang batuk tadi.

Berarti resep sederhananya adalah campuran jeruk nipis dan kecap, gampangkan.

Setiap saya, anak-anak saya dan keluarga saya batuk, pasti kami minum ramuan sederhana ini dan khasiatnya wah mujarab, pasti selalu sembuh. Anak-anakpun pasti suka karena rasa seperti manisan dan sebaiknya ramuannya ini dibuat di depan anak yang batuk sehingga dia tahu itu jeruk dan kecap, pasti si anak tidak takut meminumnya. Mudah mudahan ramuan ini berguna bagi anda dan bagi yang batuk akan sembuh!!!!

Kamis, 16 September 2010

BEBERAPA ISTILAH DALAM PESTISIDA

Terdapat beberapa istilah yang digunakan dalam penamaan pestisida yaitu nama dagang, nama umum, nama kimia dan bahan aktif. Nama dagang atau nama formulasi adalah nama yang dipilih pabrikan atau formulator yang membedakan produknya dengan produk pabrik lain, terdiri dari satu kata yang tidak berhubungan dengan nama umum atau nama kimia dan bahan aktif pestisida (kecuali untuk Diazinon). Biasanya nama dagang merupakan milik perusahaan dan tidak boleh digunakan pihak lain untuk produk sejenis. Hal ini diperkuat oleh peraturan internasional, contoh: Gramoxone. Nama dagang tidak boleh berbentuk kode dan yang mengandung hasutan (misalnya 235A, atau Baycarb Super 500EC). Nama dagang diikuti dengan angka dan huruf kode yang menunjukkan kadar bahan aktif dan bentuk formulasi.

Di belakang beberapa nama pestisida terdapat tanda-tanda khusus yang berarti
sebagai berikut :
*
: Mengedarkan dan menggunakan pestisida ini harus dengan izin Menteri Pertanian atau pejabat yang ditunjuk.
**
: Menggunakan pestisida ini dengan pesawat terbang harus dengan izin Menteri Pertanian.
***
: Penggunaannya dengan metode vakum dan tekanan menurut cara full cell process.

Nama umum
adalah nama yang relatif pendek dan telah disepakati secara internasional untuk diberikan pada bahan aktif tertentu. Pabrikan dapat menggunakan bahan aktif yang sama, karena itu nama umum disebutkan pada label, sehingga petani atau konsumen dapat mengenali daya kerja berbagai produk yang berbeda nama dagangnya. Sesuai dengan peraturan, label harus memuat nama dagangnya dan nama umum, contoh: parakuat.

Nama kimia adalah nama yang cukup rumit yang secara tepat menjelaskanstruktur kimia dari molekul bahan aktif. Nama ini tidak begitu bermanfaat bagi penjual ataupun petani, contoh: 1,1'-dimethyl-4.4'-bipyridinium ion.

Bahan aktif adalah istilah yang digunakan untuk menerangkan bahan formulasi pestisida yang mematikan atau mengendalikan hama sasaran. Biasanya bahan aktif selalu tercampur dan susah dipisahkan dari senyawa-senyawa lain misalnya isomer dari bahan aktif. Campuran bahan aktif dan senyawa lain dikenal sebagai bahan teknis. Bahan teknis tidak dapat digunakan secara langsung untuk pengendalian OPT karena terlalu beracun dan biasanya kristal yang sulit diaplikasikan. Perlu diaplikasikan dengan menambahkan bahan pembawa dan perekat agar dapat bekerja dengan baik dan aman.

- Penggolongan Pestisida Berdasarkan Organisme Sasaran

Berdasar organisme sasarannya, maka pestisida dapat dibedakan atas beberapa kategori diantaranya adalah:
  1. Insektisida yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan OPT yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan OPT serangga (insektisida)
  2. Fungisida yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan OPT cendawan (fungus)
  3. Akarisida yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan OPT tungau (akarina)
  4. Nematisida yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan OPT cacing kecil(nematoda)
  5. Rodentisida yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan OPT tikus (rodentia)
  6. Herbisida yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan OPT gulma (herba)
  7. Arborisida yaitu pestisida yang digunakan untuk mematikan atau membunuh pohon.
Organisme Pengganggu Tanaman sasaran yaitu jenis yang direkomendasikan untuk dikendalikan secara efektif menggunakan pestisida tertentu. Suatu pestidida ada yang dapat digunakan pada lebih dari satu sasaran, misalnya: insektisida, nematisida dan fungisida.

- Penggolongan Pestisida berdasarkan Asal Bahan Pestisida

Berdasarkan asal bahan yang digunakan untuk membuat pestisida dapat dibedakan dalam 4 kategori yaitu:
  1. Pestisida Sintetik yaitu pestisida yang diperoleh dari hasil sintesa kimia
  2. Pestisida Nabati yaitu pestisida yang berasal dari tumbuh-tumbuhan
  3. Pestisida Biologi yaitu pestisida yang berasal dari jasad renik atau mikroba yaitu jamur, baktri dan virus
  4. Pestisida Alami yaitu pestisida yang berasal dari bahan alami, contohnya Bubur Bordeaux.

- Penggolongan Pestisida Berdasarkan Cara Kerja Pestisida

Berdasarkan cara kerja maka pestisida dibedakan ke dalam beberapa golongan yaitu:
  1. Pestisida Kontak, yaitu pestisida yang dapat membunuh Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) bila OPT terkena pestisida secara kontak langsung atau bersinggungan dengan residu pada permukaan tanaman
  2. Pestisida Sistemik, yaitu pestisida yang dapat ditranslokasikan ke seluruh bagian tanaman. OPT dapat mati setelah menghisap atau memakan bagian tanaman, atau dapat membunuh gulma sampai ke akarnya
  3. Pestisida Fumigan, yaitu pestisida yang memiliki daya bunuh jika OPT menghisap uap atau gasnya
  4. Pestisida Lambung, yaitu pestisida yang memiliki daya bunuh jika OPT memakan pestisida
  5. Herbisida Kontak, yaitu herbisida yang hanya dapat mempengaruhi permukaan tumbuhan yang dibasahi hasil semprotan dan dibedakan menjadi senyawa selektif dan tidak selektif
  6. f. Herbisida Kontak Selektif, yaitu herbisida yang dapat mengendalikan gulma tanpa mengganggu tanaman tertentu
  7. Herbisida Kontak Tidak Selektif, yaitu yaitu herbisida yang dapat mengendalikan dan membunuh gulma dan mengganggu tanaman tertentu lainnya kecuali dihindari tanaman dari kontak herbisida
  8. Herbisida yang dapat di Translokasikan, yaitu herbisida yang bila diaplikasikan pada daun, dan akan terserap ke dalam tumbuhan dan bergerak kebagian lain tanaman termasuk ke akar
  9. Herbisida Residual, yaitu herbisida yang diaplikasikan pada tanah terbuka sebelum gulma berkecambah, tetapi aktif di dalam dan di atas tanah dalam beberapa minggu. Senyawa herbisida residu ini dicampurkan sebelum penanaman dan diaplikasikan sebelum penyebaran benih
  10. Defoliant, adalah zat yang digunakan untuk menggugurkan daun agar dapat memudahkan panen
  11. Zat Pengatur Tumbuh, yaitu zat yang bisa memperlambat, menghentikan atau mempercepat pertumbuhan tanaman
  12. Sterilan Tanah, yaitu zat yang berfungsi untuk mensterilkan tanah dari jasad renik atau biji gulma,
  13. Stimulan Tanaman, adalah zat untuk memacu pertumbuhan dan pemasakan buah.
- Bahan Peningkatan Efikasi

Beberapa bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan efikasi pestisida adalah sebagai berikut:
  1. Bahan Perekat (sticker), yaitu bahan kimia yang dapat ditambahkan ke dalam pestisida untuk menambah daya rekat pada tanaman agar pestisida tahan dari hujan dan angin
  2. Bahan Perata (surfaktan), yaitu bahan kimia yang dapat ditambahkan ke dalam pestisida untuk meratakan pestisida pada permukaan daun,
  3. Bahan Pembasah (wetting agent), yaitu bahan kimia yang dapat ditambahkan ke dalam pestisida untuk meningkatkan penetrasi herbisida ke dalam jaringan gulma sasaran.
(Sumber Pestisida Untuk Bidang Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan)

Jumat, 10 September 2010

TIPS AMPUH : MEMBUAT KULIT BAYI MENJADI PUTIH HALUS, MULUS DAN BERCAHAYA















Jadi agar kulit bayi anda putih halus, mulus , bercahaya dan elok dipandang mata, bahan alami/tradisionalnya adalah:

- kemiri 1 buah, belum dikupas
- kunyit sepotong kecil, kira kira 3 cm
- beras setengah sendok makan
- pinang sepotong kecl kira kira 2 cm

Kemudian bakar buah kemiri tetapi tidak sampai gosong dan kupas kulitnya. Ambil daging kemiri yang telah dikupas, kunyit, beras dan pinang yang telah tersedia kemudian tumbuk secara merata dan dicampur air 10 ml. Tetapi leih bagus lagi dengan cara dikunyah secara bersamaan dan diusahakan tidak tertelan bahannya sedikitpun. Tuangkan ke piring kecil sebelum dioleskan pada bayi. Buka pakaian bayi sehingga telanjang kemudian oleskan ramuan atau dilulurkan ke seluruh kulit bayi secara merata. Lalu bungkus/tutupi bayi dengan lampin atau kain tipis kecuali mata dan hidungnya. Biarkan selama 15 menit atau sampai bayi berkeringat.

Perlakuan pada bayi ini sebaiknya dilakukan pagi hari sebelum bayi mandi, sehingga setelah peluluran dapat langsung mandi.

Sebaiknya perlakuan ini diterapkan pada bayi berumur sudah 2 minggu dan sebelum berumur 3 bulan. Peluluran dilakukan selama 20 hari berturut-turut.

Setelah itu maka kulit anak anda akan putih halus, mulus, bercahaya dan elok dipandang mata berbeda dengan kulit putih bayi umumnya, sungguh membanggakan jika sering dipuji orang anak anda, seperti saya yang sangat bangga. Hasil putih dan mulusnya kulit bayi ini akan terlihat sampai anak besar kecuali anda malas memandikannya dan membiarkannya selalu bermain di bawah panas terik matahari, ok. Selamat mencoba dan mendapat hasil yang memuluskan dan memuaskan