Tampilkan postingan dengan label sayuran organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sayuran organik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2011

Berita Pertanian : Bisnis Sayuran Organik Kian Menggairahkan















Medan
. Bisnis sayuran organik kian menggairahkan petani seiring melonjaknya permintaan konsumen akan sayuran tersebut. Seperti yang diakui beberapa petani, sayuran organik makin diminati karena warga mulai sadar tentang manfaat dari mengonsumsi sayuran organik itu sendiri.

"Saat ini permintaan dari masyarakat mulai tinggi, khususnya dari masyarakat kelas menengah ke atas," kata F Marbun, salah seorang petani sayur organik di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Rabu (16/11).

Dia mengatakan, dibanding dengan sayuran non organik, sayuran organik lebih menguntungkan jika diusahakan dengan sungguh-sungguh. Proses budidayanya pun tidak terlalu rumit bahkan bisa ditanam di lahan sempit.

Begitupun, tambahnya, masih banyak petani di sekitar daerah itu yang belum berminat menanam sayuran organik karena tampilannya yang kurang menarik dibanding sayuran non organik. Dengan tampilan yang kurang menarik tersebut menjadi salah satu kendala bagi masyarakat untuk tidak membelinya.

"Kebanyakan pelanggan sayuran ini datang dari masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas atau mereka yang telah mengetahui banyak tentang sayuran ini," ungkapnya.

Biasanya, kata dia, sayuran-sayuran yang telah dipanen didistribusikan ke pusat perbelanjaan modern yang ada di Kota Medan. Meski peminatnya masih dari masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas, sayuran jenis ini sangat menguntungkan mereka karena harga jualnya bisa mencapai dua kali lipat dari sayuran non organik.

Harga yang cukup tinggi itu, kata dia, dikarenakan perawatan sayuran jenis ini lumayan rumit tidak menggunakan pestisida kimia sehingga perlu pengawasan yang lebih intensif terhadap serangan hama sayuran.

Mengenai harga, dia menyebutkan, untuk kangkung di jual dengan harga Rp4.000 per bungkus, sawi dengan harga Rp5.000 per bungkus, sedangkan bayam, timun dan sejumlah sayuran lainnya dijual pada kisaran harga Rp3.000 hingga Rp7.000 per bungkus. Rata-rata satu bungkusnya berkapasitas 500 gram.

Dengan berusaha sayuran ini, dia bisa meraup laba hingga Rp500.000 setiap kali panen. Dalam sepekan, dia bisa memanen sayuran hingga tiga kali

Kamis, 20 Oktober 2011

Peluang Usaha Pertanian : Darno Kembangkan Sayuran Organik













Medan
. Sejak tahun 2003 lalu, Darno berhasil mengembangkan tanaman sayuran organic seperti gambas, sawi, bayam, buncis, tomat. Dari tanaman yang dikembangkan dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya kosong tersebut, ia bisa meraih laba Rp 600.000 per bulan. Hal tersebut diungkapkan Darno, Senin (17/10) di Rispa I, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. Ia menjelaskan, sayuran yang ditanamnya itu hanya menggunakan pupuk organik. "Masyarakat sudah semakin sadar pada kesehatan, karena itu kita menanam sayuran organik," katanya.

Untuk pemupukan, Darno dalam sebulannya memerlukan sekitar enam goni pupuk organik berasal dari pupuk kandang. "Pupuknya kita beli dari peternak ayam di Namorambe," ujarnya.

Ia mengatakan, sayur mayur yang ditanamannya itu umumnya dibeli oleh masyarakat setempat dan pelanggan dari luar Medan yang datang 4 kali dalam seminggu. "Untuk kebutuhan sayuran masyarakat sekitar, belinya kemari," katanya.