Tampilkan postingan dengan label peluang agribisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang agribisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Oktober 2011

Peluang Usaha Pertanian : Darno Kembangkan Sayuran Organik













Medan
. Sejak tahun 2003 lalu, Darno berhasil mengembangkan tanaman sayuran organic seperti gambas, sawi, bayam, buncis, tomat. Dari tanaman yang dikembangkan dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya kosong tersebut, ia bisa meraih laba Rp 600.000 per bulan. Hal tersebut diungkapkan Darno, Senin (17/10) di Rispa I, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. Ia menjelaskan, sayuran yang ditanamnya itu hanya menggunakan pupuk organik. "Masyarakat sudah semakin sadar pada kesehatan, karena itu kita menanam sayuran organik," katanya.

Untuk pemupukan, Darno dalam sebulannya memerlukan sekitar enam goni pupuk organik berasal dari pupuk kandang. "Pupuknya kita beli dari peternak ayam di Namorambe," ujarnya.

Ia mengatakan, sayur mayur yang ditanamannya itu umumnya dibeli oleh masyarakat setempat dan pelanggan dari luar Medan yang datang 4 kali dalam seminggu. "Untuk kebutuhan sayuran masyarakat sekitar, belinya kemari," katanya.

Senin, 07 Maret 2011

Berita Pertanian : Potensi Besar, Biomassa Jadi Fokus


JAKARTA - Pemerintah akan fokus dalam pengembangan energi biomassa sebagai salah satu energi baru terbarukan. Selama ini energi terbarukan khususnya biomassa hanya dipandang sebagai energi alternatif.

Dirjen EBTKE Luluk Sumiarso menyampaikan hal itu dalam situs resmi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE). Menurut dia, pandangan ini merupakan dosa besar, mengingat cadangan energi terbarukan seperti panas bumi, air, matahari, dan biomassa melimpah tetapi tidak dimanfaatkan.

”Sebelumnya kita hanya menganggap energi terbarukan hanya sebagai energi alternatif, pandangan ini harus diubah, terutama biomassa, tidak boleh lagi menjadi energi alternatif yang sederhana tetapi harus menjadi fokus," katanya.

Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE, Maritje Hutapea, menegaskan dalam situs resmi Ditjen EBTKE, Sabtu (5/3), bahwa Indonesia memiliki potensi energi sebesar 885,2 juta Gigajoule (GJ) per tahun dari limbah biomassa. Energi ini bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar pembangkit listrik.

"Kita memiliki potensi biomassa yang besar," kata Ia mengatakan, potensi kalori sebesar itu diperoleh dari jenis limbah peremajaan kebun karet (496,0 juta GJ per tahun), sisa lodging (11,0 juta GJ per tahun), limbah industri penggergajian kayu (10,6 juta GJ per tahun), tandan kosong kelapa sawit (15,4 juta GJ per tahun), sabut sisa kelapa sawit (35,3 juta GJ per tahun), cangkang buah sawit (17,2 juta GJ per tahun), bagas tebu (78,0 juta GJ per tahun), sekam padi (179,0 juta GJ per tahun), tempurung kelapa (18,7 juta GJ per tahun) serta sabut kelapa (24,0 juta GJ per tahun).

Untuk potensi produksinya, menurut Maritje, bisa mencapai 65,7 juta ton per tahun, dengan rincian dari peremajaan kebun karet (31,0 juta ton per tahun), sisa lodging (1,2 juta ton per tahun), limbah industri penggergajian kayu (1,1 juta ton per tahun), tandan kosong kelapa sawit (3,5 juta ton per tahun), sabut sisa kelapa sawit (3,7 juta ton per tahun), cangkang buah sawit (1,3 juta ton per tahun), bagas tebu (6,5 juta ton per tahun), sekam padi (14,3 juta ton per tahun), tempurung kelapa (1,1 juta ton per tahun) serta sabut kelapa (2,0 juta ton pertahun).