Tampilkan postingan dengan label ramuan tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramuan tradisional. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2011

Tips Ampuh : Ramuan Sehat untuk Andropause

Andropause merupakan fenomena penurunan kesehatan pada pria seperti menopause pada wanita. Bila menopause ditandai dengan berhentinya menstruasi, andropause tidak diketahui tanda-tandanya. Meski begitu, cepat lelah dan penurunan gairah pada pria usia 40 ke atas bisa dibaca sebagai salah satu isyarat.

Andropause biasanya memengaruhi kehidupan pria berumur 40-60 tahun. Tidak seperti menopause yang ditandai dengan berhentinya menstruasi, pada pria tidak diketahui gejala memasuki fase andropause.

Dari berbagai literatur yang ada, gejala-gejala andropause boleh disimpulkan sebagai berikut: menurunnya kadar hormon testosteron, penurunan gairah, cepat lelah, kehilangan energi, serta penurunan libido dan kekuatan fisik.

Mengapa andropause muncul?

Menurut Ir. Lukas Tersono Adi, herbalis dari Herbacure Center, Bintaro, Tangerang, andropause merupakan fenomena kesehatan yang dialami setiap pria.

Kadar hormon testosteron pada pria mencapai puncaknya (100 persen), di kisaran umur 20 tahun. Di usia 80 tahun hanya tersisa sekitar 20-50 persen. Penurunan rata-rata setiap tahun sekitar 2 persen. Kadar normal testosteron dalam darah adalah 500-1.100 mg/ml.

Menurut Lukas, ada beberapa faktor yang memengaruhi penurunan kadar hormon testosteron, yakni pola hidup (kurang olahraga, merokok, stres), pola makan (alkohol, kolesterol), polusi, obesitas (kegemukan), dan pengobatan yang salah.

Banyak pria mengaku dirinya mengalami andropause syndrome. "Tanda-tandanya gelisah, mudah tersinggung, cepat lelah, depresi, penurunan libido, ingatan, konsentrasi, dan gairah," kata Lukas.

Terapi yang bisa dilakukan untuk meredakan sindrom andropause, secara :

1. Medis kedokteran :

  • Suntik testosteron,
  • Gel hormon,
  • Susuk hormon (harus dengan pengawasan dokter).

2. Herbal/jamu :

  • Rekonstruktif, memperbaiki lever, saraf (termasuk daya ingat), dan sirkulasi darah.
  • Meningkatkan tenaga (stamina), sistem daya tahan tubuh, dan memperbaiki sistem hormonal.

3. Psikis/kejiwaan :

  • Melatih dan mendorong penderitanya untuk meningkatkan keyakinan atas kemampuan dirinya.
  • Menciptakan lingkungan yang mendukung terciptanya kepercayaan diri.

Secara khusus, pengobatan menggunakan herbal ditujukan untuk memperbaiki gangguan fungsi seksual. Tujuan lain, yakni meningkatkan hormon androgen, mengatasi kelelahan, serta meningkatkan stamina dan vitalitas.

Ramuan Andropause Berikut dua resep ramuan andropause dari Lukas Tersono Adi:

1. Ramuan andropause I (meningkatkan sistem hormonal)

  1. Pasak bumi: untuk mengatasi masalah seksual pria, berkhasiat memperlancar aliran darah dan merangsang pengeluaran hormon androgen.
  2. Purwaceng: berkhasiat meningkatkan libido, memperbaiki kualitas sperma, dan sebagai tonikum.
  3. Cabe jawa: memberi efek hangat pada tubuh, menyegarkan, dan meningkatkan vitalitas tubuh.

Cara pakai dan aturan minum:

  • Siapkan 2 gr kulit batang pasak bumi, 5 gr purwaceng, dan 0,5 gr cabe jawa.
  • Rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas, menggunakan api kecil.
  • Diamkan, minum 2 kali sehari masing-masing _ gelas.
  • Untuk pemulih stamina dan meningkatkan vitalitas tubuh, minum 1 gelas sehari.
  • Lakukan hingga badan terasa segar.

2. Ramuan andropause II (kesehatan reproduksi)

  1. Keji beling: efektif untuk mengatasi keluhan di alat reproduksi pria seperti prostat.
  2. Kumis kucing: sebagai antiinflamasi (pembengkakan) dan peluruh kencing (diuretik).
  3. Rimpang kunyit: menstimulasi dinding kantong empedu untuk meningkatkan sekresi cairan empedu yang berperan dalam pemecahan lemak.

Cara pakai dan aturan minum:

  • Siapkan 5 gr daun kumis kucing, 2 gr daun keji beling,
  • dan 10 gr kunyit dapur. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas,
  • menggunakan api kecil. Diamkan sampai dingin, minum 3 kali.

Menurut Lukas, ramuan di atas bisa dipadukan dengan minuman yang terbuat dari bahan dasar, yakni jahe merah, adas, pegagan, atau lengkuas merah. Khasiatnya memperbaiki sistem saraf, mengontrol kadar lemak darah, dan meningkatkan kesehatan lever.

Jumat, 11 Maret 2011

Tips Ampuh : Alang-Alang Mengatasi Mimisan, Haid Tak Teratur, Kencing Darah dan Influensa


Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian. Nama ilmiahnya adalah Imperata cylindrica, dan ditempatkan dalam anak suku Panicoideae

Alang-alang mengandung arundoin, skopolina, p-hidroksi, benzaldehide, katekol, asam klorogenat, imperanena, cylendrene, graminone B, mannitol, glukosa, malic acid, asam sitrat, coixol, arundoin, silindrin, fernerol, simiarenol, anemonin, esin, alkali, saponin, tanin, dan polifenol. Akar alang-alang mengandung zat damar, asam kersik, dan kalium.

Memberi rasa manis dan sifat sejuk, antipiretik (penurun panas), diuretik (peluruh kemih) menyebabkan orang yang minum ramuan alang-alang kerap berkemih, dan hemostatik (menghentikan pendarahan). Senyawa aktif imperanena dan silidol A bertugas manghambat agregasi trombosit dan antiperadangan. Zat skopoletina dapat mencegah penyepitan pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lancar. Pemakaian alang-alang sebagai obat kadang memberikan efek samping seperti pening dan mual. Rebusan bunga alang-alang bisa menghentikan muntah darah dan mimisan.

Penyakit yang dapat diobati Alang-alang:

1. Haid tidak teratur

Bahan-bahan yang digunakan :

  • 5 jengkal akar alang-alang segar,
  • 5 lembar daun sembung legi muda, 1/2 genggam daun seribu,
  • 11 lembar daun kumis kucing, 1 buah temulawak segar sebesar telur ayam.

Cara membuatnya :

  • dikupas temulawak segar ,
  • dicuci lalu diiris tipis-tipis,
  • direbus bersama bahan lain dalam 5 gelas air,
  • dimasak hingga tersisa 3 gelas,
  • diangkat dan saring

Cara menggunakannya :

  • Diminum selama 5 hari menjelang haid

2. Infeksi saluran kemih

Bahan-bahan yang digunakan :

  • 6 gr rimpang alang-alang,
  • 5 gr rimpang kunci pepet,
  • 4 gr daun kumis kucing,
  • 115 ml air

Cara membuatnya :

  • semua bahan direbus dalam air selama 25 menit sampai mendidih
  • diangkat, disaring, kemudian dinginkan

Cara menggunakannya :

  • diminum 1 kali sehari, tiap kali minum 100 ml
  • untuk yang berbentuk pil, diminum 3 kali sehari 9 pil. Konsumsi akar alang-alang diulang selama 14 hari

3. Mimisan dan kencing darah

Bahan-bahan yang digunakan :

  • 6 gr rimpang alang-alang,
  • 6 gr daun sendok segar,
  • 2 helai daun andong segar,
  • 110 ml air

Cara membuatnya :

  • semua bahan direbus dalam 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas
  • diangkat, saring kemudian dinginkan

Cara menggunakannya :

  • diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml
  • untuk mimisan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. tiap kali minum 1/4 cangkir. Untuk pil, diminum 3 kali sehari 9 pil

4. Influensa.

Bahan-bahan yang digunakan :

  • 1/2 genggam akar alang-alang,
  • 1 jari tangan temulawak,
  • 7 lembar daun murbei,
  • 5 lembar daun jinten.

Cara membuatnya :

  • setelah dicuci bersih, semua bahan dipotong/diiris tipis
  • lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas

Cara menggunakannya :

  • Dewasa 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas
  • Anak-anak umur 6-12 tahun, 3 kali sehari sebanyak 1/4 gelas.

Sabtu, 26 Februari 2011

Biji Pala untuk Vitalitas Lelaki


Buah pala menyimpan banyak kegunaan, sebagai pengawet, penyedap, pereda sakit, penenang, dan lainnya.

Kekurangan gairah seksual dapat meresahkan dan mengganggu kehidupan laki-laki. Tak mengherankan, resep mujarab guna mengatasi masalah yang satu itu kemudian banyak dicari. Indonesia yang kaya beragam tumbuhan memiliki biji pala dan cabe jawa yang berpotensi meningkatkan gairah seksual.

Secara tradisional, biji pala (Myristica fragans Houtt) dan buah cabe jawa (Piper retrofractum Vahl) telah lama digunakan masyarakat, khususnya pria, untuk meningkatkan gairah seksual bagi yang mengalami gangguan,” ujar Endang Avacuasiany dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

Terdorong oleh kebiasaan sebagian masyarakat tersebut, Endang kemudian melakukan penelitian dan percobaan pendahuluan terhadap biji pala serta cabe jawa untuk efek afrodisiak (obat kuat).

Libido atau gairah seksual dapat diartikan sebagai perasaan yang disadari atas adanya dorongan seksual atau sensasi keinginan berhubungan seksual. Gairah seksual dapat timbul, misalnya, dengan melihat gambaran erotis, sensasi raba halus, atau suara lembut dalam suasana romantis.

Pada keadaan tersebut, otak mengirimkan sinyal ke pusat di medula spinalis, kemudian sampai kepada saraf perifer di daerah penis.

Hasil penelitian dan percobaan Endang sempat dipresentasikan dalam sebuah simposium bertajuk ”Merajut Karya Ilmiah, Peduli Kesehatan Bangsa”, beberapa waktu lalu.

Tanaman merambat

Secara tradisional, cabe jawa biasanya digunakan dengan cara dikeringkan dan digiling hingga menjadi bubuk untuk kemudian diseduh dengan air. Cabe jawa merupakan tanaman merambat yang biasanya ditanam di tanah yang tidak lembab dan banyak mengandung pasir di daerah dengan ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut. Adapun biji pala merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia yang berasal dari Banda dan Maluku.

Percobaan Endang bertujuan membuktikan kebenaran penggunaan secara tradisional biji pala dan cabe jawa sebagai obat kuat sehingga membantu masyarakat yang mengalami masalah seksual. ”Masalah seksual yang dimaksud ialah meningkatkan gairah seksual. Namun, sejauh ini belum teruji untuk mengobati mereka yang impoten atau kesulitan ereksi,” ujarnya.

Dalam penelitian tersebut, mencit dibagi menjadi enam kelompok perlakuan. Sebagian mencit diberikan ekstrak cabe jawa dan biji pala dengan dosis bervariasi. Ada pula mencit yang diberikan hormon testosteron dan selebihnya tidak diberikan apa pun. Pengamatan dilakukan dengan cara menghitung jumlah pengenalan (introducing) dan penunggangan (mounting) dari perilaku seksual mencit jantan setelah pemberian bahan uji selama 3, 5, 7, dan 10 hari.

Pengenalan pada mencit terlihat melalui perilaku mencit jantan yang mengejar-ngejar mencit lain. Adapun perilaku penunggangan terjadi saat mencit jantan menunggangi mencit betina. Pada akhir penelitian, mencit jantan dikorbankan dan lalu ditimbang bobot kedua testis. Data yang diperoleh lalu dianalisis. Hasilnya, terjadi perbedaan perilaku mencit yang menunjukkan peningkatan gairah seksual begitu memasuki hari kelima pemberian ekstrak. Mencit-mencit jantan menjadi lebih agresif.

Perhitungan penunggangan pada hari kelima dan ketujuh dengan pemberian ekstrak biji pala 250 mg per kg berat badan dan 500 mg per kg berat badan serta ekstrak cabe jawa 500 mg per kg berat badan dan 750 mg per kg berat badan terdapat perbedaan yang sangat signifikan dibandingkan kelompok mencit dengan pemberian testosteron 3.60 mg per kg berat badan.

Demikian pula dengan pemberian ekstrak cabe jawa 500 mg per kg berat badan dan 750 mg per kg berat badan.

”Pemberian biji pala pada dosis rendah 250 mg per kg berat badan ternyata mampu pula meningkatkan kadar hormon testosteron. Namun, tidak pada pemberian dosis besar. Untuk biji pala, pemberian dalam jumlah besar dapat menimbulkan rasa kantuk walaupun gairah seksual meningkat,” ujarnya.

Dari percobaan dapat disimpulkan, ekstrak biji pala dan ekstrak cabe jawa memang meningkatkan gairah seksual pada mencit. Kekuatan peningkatan gairah seksual ekstrak pala lebih besar daripada ekstrak cabe jawa.

Kadar hormon

Endang mengatakan, cabe jawa mengandung zat piperin yang dapat meningkatkan kadar hormon gonadotropin dalam serum dengan cara menghambat umpan balik ke hipotalamus (bagian dari otak). Bahan alami itu juga memperkuat efek perangsangan feromon (zat yang berperan dalam rangsangan dan daya pikat seksual) terhadap sel neuron pelepas hormon perilis gonadotropin (GnRH). GnRH berperan dalam fungsi reproduksi laki-laki. Sedangkan biji pala mengandung eugenol yang dilaporkan mempunyai aktivitas vasodilator atau memperlebar pembuluh darah sebagai hasil dari relaksasi otot.

Dengan dosis yang dikerjakan sebesar 750 mg per kg berat badan, menurut Endang, tidak tampak efek racun berdasarkan pembedahan organ.

Berdasarkan penelitian tersebut, Endang berkeyakinan, biji pala dan cabe jawa memang berkhasiat seperti yang diyakini masyarakat. Namun, untuk penelitian serta uji klinis ke manusia, dibutuhkan penelitian lanjutan yang biayanya mahal. Studi lanjutan inilah yang menjadi tantangan untuk dilakukan....