Tampilkan postingan dengan label memajukan pertanian indonesia timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memajukan pertanian indonesia timur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2011

Berita Pertanian : Sentra Hortikultura Mulai Difokuskan ke Indonesia Timur

Jakarta. Kementerian Pertanian (Kementan) akan mendorong pengembangan sentra hortikultura di Indonesia Timur menjadi alternatif pemasok sayuran untuk pasar ekspor. Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP), Zaenal Bachruddin, di Jakarta, Jumat (25/11) mengakui, saat ini kegiatan peningkatan pasokan sayuran dan buah berorientasi ekspor masih fokus pada empat propinsi yakni, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Ke depan kami akan mendorong pengembangan sentra hortikultura di Indonesia Timur seperti Sulawesi Selatan sebagai alternatif pemasok sayuran untuk pasar ekspor," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, sudah mulai dirintis dengan ekspor perdana sayur buncis dari Sulawesi Selatan ke Singapura bulan lalu. Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan produksi sayuran dan buah di propinsi tersebut terus meningkat, apalagi sudah ada penerbangan reguler Garuda yang langsung dari Makassar menuju Singapura. "Ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana transportasi," katanya.

Pada kesempatan tersebut Zaenal menyatakan, masih adanya sejumlah hambatan yang menyebabkan penurunan daya saing ekspor produks hortikultura (buah dan sayuran) Indonesia di pasar internasional.

Beberapa hambatan tersebut antara lain produk yang kurang memenuhi standar yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor seperti kesegaran dan keamanan pangan, buruknya infrastruktur jalan di sentra produksi, dan sarana pelabuhan yang kurang mendukung.

Selain itu, tambahnya, juga masih tingginya tarif kargo angkutan udara bagi ekspor produk hortukultura. "Faktor-faktor tersebut akhirnya bermuara pada inefisiensi yang mengakibatkan harga jualnya tinggi, meski potensi sumberdaya alam Indonesia melimpah," katanya.

Namun, kata dia, negara-negara produsen hortikultura lainya seperti China, Vietnam, Thailand dan Malaysia justru memberikan kemudahan dan insentif tinggi bagi pengusaha yang akan ekspor.
Dia mencontohkan, Thailand memberikan bunga bank hanya 6% dan Taiwan 1%. "Padahal pasar menjadi sesuatu yang harus diperhatikan. Sebab kegiatan apapun tergantung pasar," katanya.

Karena itu, tambahnya, pemerintah berusaha memfasilitasi petani dan pengusaha agar bisa berjalan bersama. Selama ini negara lain lebih baik dalam memfasilitasi petani maupun pengusahanya. "Dengan Undang-undang Perlindungan Petani diharapkan akan ada kebijakan makro yang berpihak terhadap permodalan petani," ujarnya.

Sementara itu Direktur Pengolahan Hasil Pertanian Ditjen PPHP Nazaruddin menyatakan, untuk meningkatkan daya saing produk hortikultura nasional pemerintah telah mengembangkan sejumlah strategi yakni Good Agricultural Practices (GAP), Good Manufacturing Practices dan Good Distribution Practices.

"GAP atau praktek budidaya yang baik meliputi pemilihan bibit tanaman buah yang unggul, pemeliharaan yang intensif serta perlindungan terhadap hama dan penyakit," katanya pada Temu Koordinasi Kehumasan yang digelar Ditjen PPHP di Bandung.

Sedangkan GMP atau penanganan dan pengolahan yang baik antara lain meminimalisir kerusakaan saat setelah pasca panen, meningkatkan nilai tambah, mempertahankan tekstur, citarasa dan nilai nutrisi. Kemudian pengemasan untuk memperpanjang daya simpan, kemudahan distribusi dan menyiasati panen raya.

Sementara GDP yakni strategi pemasaran antara lain dengan survei pasar, pembenahan sistem distribusi, infrastruktur pemasaran serta menjaga kontinuitas produk. (ant)

Jumat, 29 April 2011

Berita Pertanian : Balitbangtan Ingatkan Wereng Coklat Melanda Kembali

Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian mengingatkan perlunya mewaspadai serangan hama wereng coklat pada tanaman padi yang kemungkinan melanda kembali.
Kepala Balitbangtan, Haryono di Bogor, Rabu (27/4), mengatakan, berdasarkan ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi tahun ini akan sama dengan 2010 yang mana tahun lalu terjadi ledakan serangan hama wereng pada akhir-akhir Desember.

"Antara musim kemarau dan penghujan jika perbedaannya musim panas dan dingin sangat jelas maka akan timbul hama wereng, oleh karena itu harus diwaspadai," katanya di sela Rapat Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Menurut dia, walaupun intensitas serangan hama wereng diperkirakan tidak akan setinggi tahun lalu, namun pihaknya tetap melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menanggulanginya, antara lain dengan pelatihan tenaga Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT).

Pada tahun ini, lanjutnya, akan ditempatkan 1.000 petugas POPT di seluruh daerah endemik serangan hama wereng di sentra-sentra produksi padi, antara lain tujuh kabupaten di Jawa Tengah sebanyak 700 tenaga POPT, Kabupaten Lamongan Jawa Timur dan Sukamandi Subang Jawa Barat masing-masing 400 orang.

Sementara itu, menyinggung serangan ulat bulu di beberapa daerah, Haryono menyatakan, hama tersebut tidak mengancam pada tanaman padi karena jenisnya lain dengan ulat yang menyerang tanaman pangan itu.

Dia menegaskan, saat ini serangan ulat bulu sudah selesai apalagi telah melewati siklus 30 hari yang mana telor sudah tidak ada serta tidak jadi kepompong karena adanya parasitoit.

Untuk itu, guna memperbaiki ekosistem alam, maka Badan Litbang Pertanian melakukan gerakan menanam pohon di lingkungan lembaga tersebut yang tersebar di tanah air. "Satu orang staf diwajibkan menanam lima pohon, jika saat ini ada 8.600 orang staf Badan Litbang di seluruh Indonesia maka akan tertanaman lebih dari 40 ribu pohon," katanya.

Haryono menyatakan, pohon yang ditanam untuk perbaikan ekosistem tersebut yakni komoditas pangan lokal seperti pohon menteng, nyamplung, sukun, mangga, dan lain-lain. (ant)

Rabu, 13 April 2011

Berita Pertanian : Megaminapolitan untuk Sejahterakan Kawasan Timur Indonesia


Jakarta. Program Megaminapolitan yang rencananya akan dilaksanakan di Morotai, Maluku Utara, bertujuan antara lain untuk mensejahterakan kawasan timur Indonesia.
"Program Megaminapolitan di Morotai dilakuakn agar supaya daerah timur tumbuh berkembang dengan skala yang besar," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, mengatakan, dalam acara Chief Editors Meeting yang digelar di Jakarta, Selasa (12/4).

Menteri Kelautan dan Perikanan juga menuturkan, program tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia memaparkan, Morotai merupakan salah satu pulau terdepan Indonesia di tepian Samudera Pasifik yang memiliki sumber daya ikan melimpah.

Menurut dia, program Megaminapolitan juga mendorong Morotai menjadi "economic hub" di kawasan timur Indonesia atau di kawasan Pasifik barat. Morotai, lanjutnya, juga berada dalam peta koridor pembangunan ekonomi yang telah dicanangkan pemerintah.

Fadel juga menuturkan, Morotai didukung oleh tiga wilayah pengelolaan perikanan (WPP), yaitu WPP 716 Laut Sulawesi - Sebelah Utara Pulau Halmahera, WPP 717 Teluk Cenderawasih - Samudera Pasifik, dan WPP 718 Laut Aru-Laut Arafuru-Laut Timor bagian Timur.

Pada 2011, KKP akan memfokuskan perhatian pada pengembangan Minapolitan Percontohan di 41 lokasi yaitu 9 lokasi Minapolitan berbasis perikanan tangkap, 24 lokasi Minapolitan berbasis perikanan budidaya, dan 8 lokasi sentra garam.

Kesembilan Minapolitan percontohan berbasis perikanan tangkap terletak di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pelabuhan Ratu, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPS) Cilacap, PPN Tamperan, PPN Muncar, PPN Ternate, PPN Sungai Liat, PPS BItung, PPS Belawan, dan PPN Ambon.

Sementara 24 lokasi Minapolitan percontohan berbasis perikanan budidaya tahun 2011 terletak di Muoro Jambi, Kampar, Bogor, Banyumas, Blitar, Gunung Kidul, Morowali, Sumbawa, Sumba Timur, Banjar, Pohuwato, Boyolali, Klaten, Gresik, Lamongan, Serang, Maros, Pangkep, Pesawaran, Bintan, Bangli, Musi Rawas, Pandeglang, dan Kapuas.

Sedangkan kedelapan sentra garam berlokasi di Cirebon, Indramayu, Rembang, Pati, Pamekasan, Sampang, Sumenep, dan Nagakeo. Pelaksanaan program minapolitan akan terus diperluas hingga menjadi 197 lokasi pada 2014.

Selain itu, KKP sedang merancang proyek megaminapolitan di Morotai, Provinsi Maluku Utara, yaitu minapolitan dalam skala yang lebih besar dengan Taiwan sebagai investornya. (ant)