Tampilkan postingan dengan label ion tanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ion tanah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Oktober 2010

Memahami Kesuburan Tanah dengan Mengetahui pH Tanah


pH (potensial of hydrogen) adalah derajat keasaman tanah yang menggambarkan ion hidrogen yang terdapat di dalam tanah. Tingkat keasaman tanah dinyatakan dalam satuan gr mol per liter (gmol/l) dimana jika kadar kepekatan ion hidrogen tinggi dikatakan asam dan jika rendah disebut basa.

Untuk mempermudah dalam prakteknya, tingkat keasaman (pH) dinyatakan dalam kisaran 1 sampai 14. Nilai pH tanah netral adalah 7, jadi kurang dari 7 dikatakan asam dan lebih dari 7 dikatakan basa.

Dalam budidaya tanaman, kepekatan atau reaksi tanah yang disukai adalah netral dimana reaksi kimia tanah berlangsung baik sehingga unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman dapat tersedia. Tidak semua tanaman dapat tumbuh dan berkembang harus tepat pada pH 7 tetapi bisa kurang atau lebih dari pH 7. Malahan hampir semua tanaman dapat tumbuh dan lebih suka berkembang pada tanah sedikit asam dan sedikit basa antara pH 5,5 - 7,5 tergantung pada jenis tanamannya.

Tetapi dalam kondisi asam kuat dan basa kuat mengakibatkan adanya reaksi kimia dalam tanah yang mengikat ion-ion dari unsur hara tanah sehingga sulit untuk diserap tanaman. Pada tanah basa kuat menyebabkan fosfat dengan besi, alumunium, tembaga, seng, boron dan mangan yang sulit larut dalam air. Walaupun tanah banyak mengandung unsur hara tersebut tetapi sulit diserap tanaman.

Pada tanah asam kuat akan kekurangan zat fosfor (P), kalsium (ca), magnesium (mg) dan molibdenum (mo) karena ion fosfat bereaksi dengan kalsium, magnesium dan molibdenum membentuk garam yang sulit larut dalam air. Dan pada tanah asam kuat juga menyebabkan unsur besi, mangan, dan alumunium menjadi tinggi, padahal jika suatu unsur melewati batas kebutuhan tanaman akan berubah menjadi racun bagi tanaman tersebut.

Indonesia merupakan daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi dan kandungan tanah liat tinggi sehingga sebagian besar kondisi pertaniannya asam hingga asam kuat. Oleh karena itu sebagian dari masalah yang dihadapi pertanian Indonesia adalah karena masalah yang ditimbulkan akibat dari pH tanah pertanian yang asam dan asam kuat yaitu keracunan pada tanaman pertanian.

Keracunan pada tanaman yang tanahnya asam dapat dilihat dari gejala yang ditimbulkannya pada tanaman tersebut. Pada tanaman palawija terjadi kelainan pada perakarannya, akar tidak berkembang dan membengkok, ujung akar akar membengkok sehingga sulit menyerap air dan hara. Daun tidak membuka sempurna, warna pucat, pinggir daun coklat, kering dan akhirnya mati.

Pada tanaman muda akibat keracunan alumunium membuat tidak sempat hidup lama. Jika keasaman tidak terlalu kuat memang dapat tumbuh normal tetapi tanaman tidak akan menghasilkan buah. Pada tanaman padi dan kacang-kacangan menyebabkan bulir padi dan polong kacang menjadi hampa.

Untuk menentukan tingkat keasaman tanah hanya dapat digunakan dengan alat ukur pH tanah. Alat ukur pH tanah dapat dibeli di toko pertanian yaitu kertas lakmus, soil tester dan pH tester. Alat-alat ini berbeda harga dan sistem kerja atau cara memakainya tetapi tidak sulit menggunakannya untuk menentukan derajat keasaman (pH) tanah yang ingin kita ketahui.

Jika derajat keasaman atau pH tanah terlalu asam dapat diatasi dengan cara pengapuran dan jika terlalu basa dapat diatasi dengan pemberian belerang. Untuk wilayah Indonesia yang banyak memiliki tanah asam sampai asam kuat atau extrem sangat perlu dilakukan pengapuran terutama pada daerah pegunungan, rawa, tepi sungai dan danau yang biasanya memiliki tanah asam kuat.

Di pasaran ada tiga jenis kapur untuk pertanian yaitu kapur tohor, kapur tembok dan kapur karbonat yang terdiri dari dua macam yaitu kalsit dan dolomit. Pertanian di Indonesia banyak menggunakan kapur dolomit untuk memperkecil keasaman tanahnya. Kapur dolomit lebih baik dibanding kapur lainnya dan lebih banyak diperdagangkan. Kapur dolomit memiliki kandungan kalsium oksida dan magnesium oksidanya 47 %, kalsium karbonat dan magnesium karbonatnya 85 %.

Beberapa keuntungan jika tanah asam diberi kapur adalah sebagai berikut :
  • Struktur tanah menjadi lebih baik dan kehidupan mikroorganisme tanah lebih aktif sehingga dapat melapukkan bahan organik menjadi humus.
  • Kelarutan zat yang meracuni tanaman menjadi menurun.
  • Unsur hara di dalam tanah tidak banyak terbuang.
  • Pemberian kapur membuat tanah lebih leluasa untuk ditanami berbagai jenis tanaman.
Jadi tanah memiliki derajat keasaman atau kepekatan ion hidrogen antara basa dan asam dengan akadar antara pH 1-14. Tetapi tanah baik untuk ditanami pada kondisi tanah netral dengan nilai pH antara 5,5-7,5 sesuai dengan jenis tanamannya. Dan mengatur kadar pH tanah dapat dilakukan dengan pengapuran dengan dosis sesuai kebutuhan tanah.

So, ketahuilah terlebih dahulu derajat keasaman (pH) tanah pertanian kita agar mendapat hasil yang optimal sesuai dengan harapan.

Senin, 11 Oktober 2010

Memahami Kesuburan Tanah Dengan Mengetahui Jenis Struktur Tanahnya


Struktur tanah adalah gumpalan kecil dari partikel-partikel tanah dan terjadi jika partikel-partikel saling terikat oleh perekatnya yaitu bahan organik atau oksida besi. Struktur tanah terbagi atas beberapa jenis yakni tanah liat yang berpartikel halus , tanah pasir yang berbutir kasar dan tanah gembur yang berpartikel remah.

1. Tanah Liat

Tanah yang tersusun atas partikel-partikel yang sangat kecil dan halus sehingga cenderung tersusun rapat, padat dan saling melekat. Dengan tanah yang berkarakteristik seperti ini hanya memiliki sedikit celah atau rongga untuk sirkulasi air, unsur hara dan udara didalamnya sehingga sulit diserap akar tanaman.

Hujan atau penyiraman berlebih akan menahan air dengan ketat sehingga becek dan lembab dan sirkulasi udara lambat sehingga kemungkinan akar tanaman rusak dan membusuk. Sedangkan pada kondisi kering menjadi menggumpal, padat, mengeras dan kedap terhadap udara sehingga akar tidak dapat menembus struktur atau lapisan tanahnya.

Dengan sifat-sifat tersebut maka akan dapat dikatakan tanah liat merupakan tanah yang tidak subur bagi tanaman.

2. Tanah Berpasir

Tanah yang memiliki partikel sangat kasar dan besar, memiliki banyak rongga atau berporous dan tidak saling merekat satu sama lain. Sehingga air dan unsur hara mudah merembes jauh ke dalam tanah dan sulit untuk disimpan akibatnya tidak terjangkau dan terserap akar tanaman.

Dengan sifat-sifat tanah berpasir tersebut dapat dikatakan juga merupakan tanah atau media yang tidak baik dan subur bagi tanaman.

3. Tanah Gembur

Tanah yang memiliki partikel remah, campuran antara debu, liat dan pasir serta memiliki rongga rongga yang baik dan cukup untuk menyimpan air dan udara.

Didalam tanah, air dan udara mendukung mikroorganisme tanah dalam proses dekomposisi mineral dan zat organik sehingga zat hara yang dibutuhkan tanaman mudah diserap oleh akar tanaman.

Dengan sifat atau karakteristik tersebut maka tanah gembur merupakan tanah yang baik dan subur bagi tanaman.

Jadi struktur tanah ada bermacam-macam tetapi yang baik bagi tanaman adalah struktur tanah yang remah atau gembur yang mengandung zat organik, anorganik, air dan udara yang cukup bagi tanaman.