Tampilkan postingan dengan label hama tanaman padi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hama tanaman padi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juni 2011

Berita Pertanian : Serangan Wereng tak Pengaruhi Pangan

Bojonegoro. Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), Subekti mengatakan serangan hama wereng pada tanaman padi di wilayahnya seluas 5.000 hektare tidak memengaruhi ketersediaan pangan.
"Kami optimistis ketersediaan pangan tidak terganggu, sebab luas areal tanaman padi di Bojonegoro selama setahun bisa mencapai 110 ribu hektare," katanya, Senin (13/6).

Menurut dia, selama ini target luas tanaman padi di Bojonegoro, seluas 110 hektare selalu terlampaui, karena adanya areal tanaman padi di sepanjang Bengawan Solo dan tanah tegalan kawasan hutan yang dibuka masyarakat yang ikut menanam padi.

Dengan target seluas 110 ribu hektare itu, dan produksi rata-rata 6,5 ton gabah kering panen (GKP), menurut dia mampu mencukupi kebutuhan ketersediaan pangan bagi warga di Bojonegoro yang jumlahnya 1,3 juta jiwa, bahkan mungkin masih berlebih. "Dalam tahun ini masih ada dua kali tanam yaitu areal sawah di sepanjang Bengawan Solo dan musim hujan," katanya.

Namun, kata Subekti, mengantisipasi kemungkinan terjadinya serangan hama wereng, juga hama lainnya, para petani harus mengganti varietas tanaman padinya.

Ia mencontohkan di Desa Sumengko Kecamatan Kalitidu, para petani mengganti tanaman padi varietas Situbagendit dan Mikongga yang dikenal tahan wereng.

Selain itu, di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, juga ada varietas Inpari 13 yang tahan terhadap serangan hama wereng. "Pengertian tahan, bukan berarti hama wereng tidak bisa menyerang," ujar Subekti.

Ia meminta dalam musim tanam berikutnya, para petani melakukan tanam serentak untuk menghindari terjadinya serangan berbagai macam hama tanaman padi."Kami tetap optimis pada musim tanam berikutnya bisa berhasil," katanya.

Berdasarkan data di Dinas Pertanian Bojonegoro, serangan hama wereng di Bojonegoro, terjadi sejak Oktober 2010 lalu. Pada musim tanam (MT) I, luas areal tanaman padi yang diserang hama wereng mencapai 5.000 hektare tersebar di 11 kecamatan, antara lain, di Kecamatan Dander, Balen, Kapas, Trucuk, Ngambon, Baureno, Temayang dan Kepohbaru. (ant)

Selasa, 31 Mei 2011

Berita Pertanian : Wereng Makin Ganas, Petani Wonogiri Dibayangi Gagal Panen

WONOGIRI. Petani padi di 15 kabupaten wilayah kabupaten Wonogiri,Jawa Tengah, resah dibayangi gagal panen, akibat serangan wereng coklat dan hama kerdil yang terus meluas dan semakin sulit diatasi.

Kerugian padi puso akibat dua hama itu sudah mencapai Rp 500 juta dan akan terus membengkak hingga puluhan miliar rupiah, jika sekitar 1300 hektare tanaman padi yang diserang gagal diselamatkan dengan pengobatan pestisida.

Di wilayah Pracimantoro, sejumlah petani yang sudah putus asa, telah nekat membakar tanaman padi miliknya yang tidak lagi bisa diselamatkan. Pada saat ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura ( DPTPH ) mencoba membujuk petani bersedia beralih ke palawija untuk memutus mata rantai wereng coklat yang mengganas dalam beberapa musim tanam terakhir ini.

"Sudah beberapa hari ini, petani di Pracimantoro secara sporadis membakar tanaman padi yang dipastikan gagal dipanen, karena batangnya sudah menguning dan kering. Ada sedikitnya 3 hektare yang sudah dibakar," ujar Kastono, petani Pracimantoro di tengah kegalauannya untuk menyelamatkan tanaman padi dari keganasan hama wereng coklat.

Bupati Wonogiri Danar Santosa telah memerintah Kepala DPTPH Wonogiri Guruh Santosa agar bahu membahu dengan petani untuk mengenyahkan wereng coklat yang sulit dibrantas itu, sehingga kerugian petani tidak semakin membesar. Sebab jika sampai 1300-an hektare tanaman padi gagal diselamatkan, kerugian bisa mencapai puluhan miliar.

"Jadi kita bersama petani terus bekerjasama membrantas wereng coklat. Mudah-mudahan dengan cara ini, padi puso bisa ditekan. Dari hujan yang semakin menipis, kita yakin, wereng coklat dapat dienyahkan. Tapi nanti habis panen, petani harus mengganti dengan palawija, agar mata rantai wereng coklat benar-benar dapat diputus," tandas Guruh Santosa.

Di tempat terpisah Bupati Karanganyar, Rina Iriani juga memerintahkan Dinas Pertanian untuk bekerja keras membantu petani mengatasi serangan wereng coklat yang sudah meluas di 8 kecamatan.

"Terus kita pantau, dan Alhamdulillah serangan semakin menyempit sekarang. Padi puso tidak banyak, sehingga kabupaten Karanganyar saya pastikan tidak begitu terganggu dan tetap surplus beras nantinya," ujar Rina. (MI)