Letusan kedua Gunung Sinabung sekira pukul
12.00 WIB siang tadi menyebabkan Kota Wisata Berastagi diselimuti abu
vulkanik setebal dua sentimeter namum letusan kedua ini tidak
menyebabkan kegempaan kuat, namun tekanan asap dari kawah menjulang
cukup tinggi. "Amplitudo tremornya paling sekitar 3-6 milimeter. Enggak
terlalu kuat, tapi tekanan asapnya mencapai tiga km. Kandungan debu
vulkaniknya pun enggak terlalu banyak karena asapnya relatif berwarna
putih," ungkapnya.
BLOG Ricky Untuk Pertanian. Blog ini memuat tentang pertanian secara umum dan ada tambahan dari berita pertanian, tips ampuh berhubungan dengan pertanian, lowongan kerja bidang pertanian dan resep makanan-minuman dari hasil pertanian. Yang pasti Pertanian Untuk Negeriku Tercinta Indonesia.
Tampilkan postingan dengan label gunung sinabung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung sinabung. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 September 2013
Minggu, 15 September 2013
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo meletus kembali
Karo. Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) kembali meletus dan memuntahkan abu vulkanik ke sejumlah desa di sekitarnya. Bahkan muntahan abu terjadi hingga wilayah pariwisata Berastagi dan sekitar utara gunung, yang pada letusan 2010 lalu, bukan wilayah terdampak.
Petugas Pos Pemantauan Gunung Sinabung, Armen Putra, mengatakan, letusan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi. Namum pihaknya belum dapat memastikan luas daerah terdampak letusan.
“Tadi sekitar pukul 03.00 WIB, dan memuntahkan abu vulkanik ke sejumlah desa di sekitar kaki gunung. Antara lain beberapa desa di Kecamatan Naman Teran dan Kecamatan Payung,” terangnya, Minggu (15/9/2013).
Armen juga mengatakan, pihaknya saat ini tengah berupaya mengumpulkan data, sehingga belum dapat dipastikan adanya korban jiwa dalam letusan kali ini.
“Saya belum bisa bicara banyak. Ini masih kita kerjakan.Kita juga masih fokus pada evakuasi,” sebutnya sambil menutup pembicaraan.
Sementara banyaknya pernyataan yang menyatakan tentang tudingan tidak adanya peringatan dini ke warga sebelum Gunung Sinabung meletus
"Siapa bilang kami tidak memberikan informasi. Dua minggu sebelumnya kami baru dari sana, melakukan sosialisasi sekaligus simulasi letusan. Karena memang kami sudah mendapatkan informasi bahwa aktivitas gunung meningkat. Makanya dilakukan hal itu untuk mengantisipasi," jelas Kepala BPBD Sumut, Asren Nasution
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utàra membantah tudingan tidak adanya peringatan dini ke warga sebelum Gunung Sinabung meletus. Bahkan BPBD bersama Pemerintah Kabupaten Karo, telah melakukan sosialisasi dan simulasi bencana di sejumlah daerah terdampak letusan pada dua minggu sebelum kejadian.
Sebelumnya, Gunung Sinabung yang berada di Kecamatan Naman Teran, pernah meletus pada 2010. Tidak ada korban jiwa dalam letusan tersebut, namun pemerintah pusat sempat mendapatkan perhatian cukup besar, akibat jumlah pengungsi mencapai puluhan ribu orang. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun melawat ke lokasi-lokasi pengungsian, untuk melihat langsung korban letusan.
Jumat, 04 Februari 2011
Berita Pertanian : Distan Karo Salurkan Bibit Hortikultura

Kabanjahe. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Karo terus berupaya melakukan yang terbaik untuk para petani yang berada di bawah kaki Gunung Sinabung, terutama pasca letusan Gunung Sinabung lima bulan lalu.
Kepala Dinas Pertanian Nomi boru Sinuhaji, Rabu (2/2) mengatakan, upaya yang sudah mereka lakukan adalah pemberian racun rumput secara gratis kepada petani yang berada di empat kecamatan seperti Kecamatan Simpang Empat, Naman Teran, Payung, dan Kecamatan Tigan Derkat.Adapun bantuan pestisida yang diberikan adalah jenis herbisida (racun rumput) sebanyak 6.154 liter atau senilai Rp 300 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Karo 2010. “Bantuan tersebut sebagian sudah disalurkan tinggal beberapa liter saja yang belum tersalur. Rancananya nanti kami berikan bersama bibit jagung bantuan dari pusat,” jelas Nomi.
Lebih lanjut dijelaskan Nomi, 2.000 liter pestisida telah dibagikan bersamaan bibit jagung sebanyak 13 ton kepada masyarakat desa Sigarang-garang, Kuta Gugung, Sukanalu Simalem dan Kuta Rakyat. Pembagian dilakukan melalui kelompok tani masing-masing. “Sisanya belum dibagikan karena menunggu bantuan bibit jagung. Petani juga bisa memilih bibit mana yang mau mereka tanam, apakah jagung, kentang atau bibit tomat. Jadi, tergantung kemauan para petani,” ujarnya.
Namun dalam penyaluran bibit ini Nomi mengakui, banyak kendala yang ditemui di lapangan, sehingga untuk menghindari salah sasaran pihaknya benar-benar menyeleksi para petani penerima. “Jangan nanti bibit yang kita berikan dijual pula dengan setengah harga,” kata Nomi. (MB)
Langganan:
Postingan (Atom)












