Tampilkan postingan dengan label PPL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PPL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Februari 2011

Berita Pertanian : PPL Harus Aktif Bantu Petani Tingkatkan Produksi

Panyabungan. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Taufik Zulhandra Ritonga mengatakan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) harus aktif melihat kondisi pertanian di daerah tugasnya masing-masing guna membantu petani memberikan teknologi pertanian.
“Kejelian PPL dituntut untuk memberikan sebuah inovasi sehingga tidak saja monoton dalam mengawasi satu bidang pertanian melainkan harus melirik sumber pertanian lainnya yang harus kita galakkan di tengah kenaikan harga hasil alam yang dihasilkan para petani,” sebut Taufik di Desa Pintu Padang Julu Kecamatan Siabu saat melakukan panen raya bersama Gapoktan Rap Olo yang mengalami peningkatan menjadi 7,2 ton per hektar, Jumat (25/2).

Taufik mengatakan, pembagian air yang dilakukan dalam mengairi lahan sawah petani tak lain untuk membagi air yang volumenya semakin menurun. Karena itu, jika sebagian areal sawah yang di hulu melakukan penanaman padi maka yang di hilir harus menanam tanaman muda seperti kacang-kacangan, jagung, sayur-sayuran dan tanaman muda lainnya.

Dengan begitu, debit air dari aliran sungai yang sama bisa mencukupi areal pertanian padi yang sedang menanam. “Begitu juga sebaliknya, setelah di hulu panen maka petani menanam tanaman muda,” jelasnya.

Pihaknya kata Taufik berharap kemampuan PPL juga tidak hanya sampai di persoalan penghasilan melainkan juga bisa memfasilitasi pasar agar harga hasil bumi petani tinggi.

Menurutnya, pendidikan dan kemampuan sosialisasi seorang penyuluh menjadi teruji manakala harus berhadapan dengan semua itu. Kehandalan dan ketangguhan di lapangan menjadikan seorang penyuluh benar-benar dibutuhkan sebagai pemandu di lapangan. “Peningkatan kemampuan seorang penyuluh idealnya harus selalu dipacu mengingat laju informasi sedemikian cepat saat ini. Sementara kemampuan daya adaptasi petani dengan teknologi yang terus berkembang sangat signifikan perbedaan,” kata Taufik.

Sementara Pj Bupati Madina Aspan Sofyan menyebutkan, peran dan tugas penyuluh pertanian sangat dituntut dalam menjembatani hal-hal pertanian. Karena itu meningkatkan kemampuan penyuluh baiknya di lakukan secara berkala dan menyeluruh sehingga seorang penyuluh selalu siap tempur di lapangan.

Ketua Gapoktan Rap Olo, Jakfar Tanjung mengatakan, peningkatan pendapatan petani saat ini tidak terlepas dari bantuan pemerintah daerah melalui PPL yang tidak kenal lelah dalam memberikan informasi teknologi pertanian. “Kita berharap peran serta PPL dalam memberikan ilmu serta melakukan musyawarah dengan kelompok tani lebih ditingkatkan agar kesejahteraan petani semakin meningkat. Sebab dua kali panen padi petani mengalami penurunan hasil akibat tingginya serangan hama,” katanya. (MB)

Selasa, 01 Februari 2011

Berita Pertanian : Penyuluh Diharapkan Fasilitasi Petani

Simalungun. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) diharapkan dapat menjembatani (fasilitasi,red) petani dalam menyalurkan dan memasarkan hasil pertanian. Karena itu, penyuluh diimbau untuk bekerja maksimal dengan keihklasan untuk memajukan pertanian, perikanan dan kehutanan serta ketahanan pangan.
“Penyuluh pertanian adalah ujung tombak dan tolak ukur keberhasilan dalam bidang pertanian,” kata Bupati Simalungun JR Saragih, yang didampingi sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Simalungun, saat melakukan kunjungan ke Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahananan Pangan (BP4K dan Hanpang) Kabupaten Simalungun, Senin (31/1).

Bupati Simalungun mengingatkan agar penyuluh melaksakan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Tupoksi tersebut antaralain menangani kelembagaan kelompok tani maupun kelompok lain, pelatihan petani untuk meningkatkan SDM dan penyuluh, pembuatan brosur dan liflet serta perangkat uji tanah kering dan tanah basah. Selanjutnya menggalakkan program Percepatan Pola Konsumsi non Beras (P2KB) sesuai Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2009 tentang P2KB dan himbauan menteri ketahanan pangan, agar masyarakat dapat mengurangi ketergantungan beras 1,5% per tahun.

Bupati juga berharap, agar setiap pegawai yang ada di lingkungan Pemkab Simalungun, khusunya para penyuluh pertanian harus rajin serta mampu dan menguasai teknologi informasi untuk mendukung kemajuan pertanian dalam bidang pemasaran baik skala domestik maupun luar negeri.
“Ke depan, setiap badan maupun kantor dinas yang ada di KabupatenSimalungun akan diupayakan memiliki akses internet dan wifi (jaringan online, red), agar dapat digunakan seluruh pegawai untuk mendukung pekerjaannya masing – masing,” sebut JR Saragih.

Kunjungan Bupati berlanjut ke Kantor Camat dan Puskesmas Bandar Masilam. Pada kesempatan tersebut, bupati meminta seluruh pegawai untuk mengoptimalkan peralatan dan kelengkapan yang ada untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat serta menanamkan nilai keikhlasan dalam bekerja.(MB)