BLOG Ricky Untuk Pertanian. Blog ini memuat tentang pertanian secara umum dan ada tambahan dari berita pertanian, tips ampuh berhubungan dengan pertanian, lowongan kerja bidang pertanian dan resep makanan-minuman dari hasil pertanian. Yang pasti Pertanian Untuk Negeriku Tercinta Indonesia.
Selasa, 22 Mei 2012
Berita Umum : Nenek Lumpuh Rawat 2 Anak Terbelakang Mental
Seorang anaknya mengurung diri dan hidup bersama kambing, sementara satu lainnya takut bertemu orang lain.
Toerah (70), warga Dusun Krajan, Desa Ngrandu, Kecamatan Kauman, Ponorogo, terserang stroke sejak lama. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di atas kursi. Kondisinya semakin parah setelah suaminya bernama Senen, meninggal dunia setahun lalu.
Setengah tubuh perempuan berusia 70 tahun itu tidak bisa digerakkan. Untuk berpindah tempat, dia harus merangkak. Toerah mengaku sudah berobat hingga hartanya habis.
”Sudah dua tahun lebih sakit. Dulu, setiap hari berobat. Di dokter sempat empat hari,” ucap Toerah terbata-bata, Selasa (22/5/2012).
Dalam kondisi miskin dan lumpuh, dia masih harus merawat dua anaknya, Bibit (30) dan Slamet Purnadi (25), yang mengalami keterbelakangan mental.
Bibit mengurung diri dan hidup bersama empat ekor kambingnya di dalam kandang. Anak pertamanya itu jarang sekali keluar kandang. Dia tak bicara sama sekali. Adik dan tetangga yang harus memberi makan Bibit.
Sementara kondisi Slamet tidak jauh berbeda. Sehari-hari dia memasak dan tak pernah keluar rumah. Bibit dan Slamet sulit berkomunikasi dan takut bertemu dengan orang lain.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kelurga Toerah banyak dibantu para tetangga secara bergiliran.
Suriah, tetangga Toerah, mengaku yang dikhawatirkan nantinya nasib Bibit dan Slamet jika ibunya meninggal. “Siapa yang akan mengurusi anaknya nanti kalau ibunya sudah enggak ada? Kasihan,” ujarnya.
Selasa, 03 April 2012
Berita Umum : Pemerintah Bunuh Diri jika Harga BBM Naik Tengah Tahun
JAKARTA. Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi sulit dilakukan pada tengah tahun, seperti bulan Juli. Pasalnya, kata dia, bulan tersebut merupakan masa liburan sekolah dan masa menjelang Lebaran.
"Oh, riskan (tengah tahun). Saya kira pemerintah tidak akan berani. Kalau mau, September-Oktober kenaikannya, yang aman di sana," ujar Sasmito kepada Kompas.com, di BPS, Jakarta, Senin (2/4/2012).
Ia menerangkan, bulan Maret-April sebenarnya adalah yang paling aman untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Sebab, biasanya dua bulan ini terjadi deflasi atau sekalipun terjadi inflasi masih kecil besarannya mengingat bulan-bulan tersebut adalah masa panen raya. Masa panen raya juga berlangsung pada September-Oktober. Sasmito juga mengatakan, dua bulan tersebut merupakan masa setelah Lebaran. "Setelah Lebaran kan daya beli kita turun. Harga ayam jatuh, segala macam jatuh. Nah pas tuh," sebut dia.
Namun, jika harga BBM bersubsidi dinaikkan pada tengah tahun, itu adalah suatu hal yang sulit. Bulan-bulan pada tengah tahun biasanya merupakan musim liburan dan tahun ajaran baru. Sekaligus masa menjelang puasa. "Ditambah harga BBM naik, pemerintah bunuh diri kalau menaikkan pada bulan Juli. Tidak akan," tegas Sasmito.
Oleh sebab itu, BPS melihat lebih aman jika kenaikan harga BBM bersubsidi dilakukan September-Oktober. Ia memperkirakan, jika pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 1.500 per liter pada bulan tersebut, dampaknya terhadap inflasi tidak besar. Ia memperkirakan inflasi tidak akan sampai 6,8 persen seperti asumsi pemerintah dalam APBN-P 2012. Ia memprediksi inflasi hanya sekitar 6 persen. "Kalau (kenaikan) di bawah Rp 1.500, ya lebih kecil lagi (dampaknya terhadap inflasi)," tambahnya.
Sasmito kembali mengingatkan, hitungan BPS yakni setiap kenaikan harga BBM bersubsidi Rp 500, maka tambahan inflasi langsung sekitar 0,3 persen. Sedangkan, dampak inflasi tidak langsung sekitar satu hingga dua kali lipat dari dampak langsung. "Kalau misalnya naik Rp 500 maka inflasi di bulan itu berkisar 0,5 sampai 1,2 persen. Kira-kira di situlah," terang dia.
Sebelumnya, baik pemerintah maupun pengamat memprediksi harga BBM bersubsidi bisa naik pada bulan Mei atau Juli. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo mengatakan, kenaikan harga BBM mungkin naik pada Mei mendatang. "Pokoknya asal 6 bulan, dari mana saja. Kalau sekarang enggak mungkin. Enam bulan sekarang belum mencapai 15 persen. Kalau Mei enam bulan ke belakang, sudah 15 persen naik. Mei juga bisa naik kalau jeblok harga minyaknya, ya langsung," ujar Widjajono, di Kompleks DPR, Jakarta, Sabtu (31/3/2012) dini hari.
Sementara itu, pengamat energi Kurtubi bahkan memperkirakan kenaikan harga BBM bersubsidi bisa terjadi pada bulan Juli. "Jika (enam bulan) dihitung dari Januari, akhir Juni atau awal Juli harga BBM bisa naik. Tapi itu tergantung kondisi pasar minyak dunia," ujar KurtubiBerita Umum : Selamatkan Dagangan, Syahrul Tenggelam
Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, awalnya, Syahrul yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima (PK5) Pelabuhan Internasional Soekarno Hatta hendak turun dari KM Tidar yang akan berlabuh. Tanpa sadar barang dagangannya terjatuh ke laut. Korban pun langsung terjun dan berusaha mengambil bungkusan rokok yang dijualnya di atas kapal. Ternyata, arus di pelabuhan sangat deras sehingga ia tenggelam dan sampai sekarang masih belum ditemukan.
Empat orang rekan korban berusaha menyelamatkannya dengan melompat ke laut. Namun mereka pun ikut tenggelam. Beruntung keempatnya berhasil selamat, setelah dievakuasi oleh petugas pelabuhan. Dua orang diantaranya, Guntur dan Feri sempat pingsan karena kelelahan di dalam air.
Kedua orang tersebut, dievakuasi oleh ABK KM Tanakeke sekitar 500 meter dari dermaga Pelabuhan. Hingga kini, tim SAR dari Polair Polresta Pelabuhan masih melakukan pencarian dengan menerjunkan penyelam serta menggunakan tiga perahu karet dan melakukan penyisiran di dermaga pelabuhan internasional Soekarno Hatta, Makassar.
Selasa, 13 Maret 2012
Petani dan Nelayan Tolak BLT
PETANI dan nelayan ramai-ramai menolak program kompensasi atas penaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi berupa bantuan langsung tunai (BLT). Program itu dinilai tidak produktif, cuma mau menyelamatkan citra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat.
Para pemimpin kelompok tani dan nelayan yang ditemui Media Indonesia di sejumlah daerah di Tanah Air, kemarin, mendesak pemerintah memberikan bantuan program menyeluruh, yang hasilnya dirasakan seluruh petani dan nelayan, bukan cuma segelintir orang.
Pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi mulai April. Sebagai kompensasinya, pemerintah mengucurkan BLT Rp150 ribu per bulan per satu rumah tangga sasaran selama sembilan bulan.
Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (bukan Lembaga Survei Indonesia seperti yang dikutip kemarin), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat menjadi pihak yang paling disalahkan atas penaikan harga BBM bersubsidi. Akan tetapi, program BLT ternyata mampu menyelamatkan citra Yudhoyono dan partai yang dibinanya.
BLT hanya menjadi jaring pengaman bagi citra penguasa, padahal petani dan nelayan tidak membutuhkannya. Ketua Umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menjelaskan jauh lebih baik bila pemerintah membuat program bantuan yang menyeluruh, semua petani merasakan dampaknya, daripada BLT yang dirasakan orang per orang.
Bantuan menyeluruh yang manfaatnya dapat dirasakan petani, kata Winarno, dapat berupa benih gratis, subsidi pupuk, dan perbaikan irigasi.
Ketua KTNA Kabupaten Tapanuli Utara Viktor Hutabarat mengusulkan kompensasi penaikan harga BBM bersubsidi dialihkan dari BLT ke infrastruktur. Menurut dia, BLT tidak mendidik.
Picu kecemburuan
Saran agar BLT dialihkan ke infrastruktur juga datang dari Wakil Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sutatang dan Ketua KTNA Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Wening Swasono. Menurut Wening, petani butuh bantuan sarana produksi dan pemasaran hasil panen, bukan BLT.
Umar Hasan, Ketua Kelompok Nelayan Rukun Jaya, Kabupaten Malang, Jawa Timur, juga menolak BLT. Selain tidak mendidik, ia menilai BLT tidak tepat sasaran karena uangnya cepat habis dibelanjakan.
Menurut Umar, kompensasi penaikan harga BBM bersubsidi sebaiknya dalam bentuk bantuan peralatan tangkap untuk melaut, di antaranya pancing, jaring, senar, dan rumpon.
Bukan cuma petani dan nelayan yang menolak BLT. Perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) juga ikut menolak. Sudarko, Ketua PPDI Banyumas, Jawa Tengah, menjelaskan penyaluran BLT bakal memicu konflik di masyarakat.
"Pemerintah pusat harus tahu bahwa penyaluran BLT membikin repot perangkat paling bawah karena akan memicu kecemburuan antarwarga. Oleh karena itu, kami tegas menolak kebijakan tersebut," tukas Sudarko.
Benarkah BLT tidak mendidik? Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menjelaskan BLT tidak memanjakan rakyat. Menurut dia, BLT disalurkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Penjelasan pemerintah itu tidak memuaskan mahasiswa. Sejumlah orang yang tergabung dalam Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta. Mereka sempat bentrok dengan aparat kepolisian.