Tampilkan postingan dengan label manfaat sirih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manfaat sirih. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Januari 2013

Tips Ampuh : Kunyah Daun Sirih Sehatkan Gigi dan Mulut

Daun sirih dengan nama ilmiah Piper betle merupakan sebuah tanaman obat penting di Asia Tenggara. Daun sirih memiliki aroma yang khas karena mengandung minyak esensial yaitu fenol dan terpen. Berbagai fitokimia yang ditemukan di daun sirih, antara lain eugenol, metil eugenol, eucalyptol, asam stearat, dan sebagainya.

Menurut Asian Pacific Journal of Cancer Prevention tahun 2011, beberapa manfaat mengunyah daun sirih adalah untuk mencegah bau mulut, serta menjaga kesehatan gigi dan gusi. Batang dan daunnya juga bermanfaat untuk mengobati gangguan pencernaan, sembelit, batuk, dan asma. Sedangkan minyak esensial yang berasal dari daunnya bermanfaat sebagai antiseptik.

Berbagai penelitian pre-klinik juga telah membuktikan bahwa daun sirih memiliki sifat anti bakteri, anti gigi berlubang, anti jamur, anti larva, anti alergi, anti diabetes, dan anti inflamasi.

Terlepas dari kegunaannya, daun sirih sering disebut-sebut sebagai penyebab kanker di dalam rongga mulut. Namun, tidak sepenuhnya pernyataan itu benar. Sebab, kebiasaan yang ada di masyarakat adalah tidak hanya mengunyah daun sirih saja tetapi juga dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti pinang, kapur, dan tembakau. Bahan campuran tersebutlah yang diyakini sebagai penyebab utama terjadinya kanker di dalam rongga mulut, terutama tembakau.

Namun, perlu juga diketahui ternyata salah satu hasil penelitian pre-klinik menyebutkan bahwa daun sirih juga memiliki sifat anti kesuburan.

Untuk mendapatkan segala manfaat daun sirih, saya rasa tidak serta-merta kita harus mengunyah dan menelan daun sirih setiap hari. Sebab, kita tidak mengetahui tingkat kebersihan daun yang kita konsumsi, dan untuk mendapatkan manfaat yang spesifik bagi tubuh, diperlukan standar yang tepat bagi sebuah tanaman obat sekalipun. Jika tidak, dikhawatirkan justru akan menimbulkan efek negatif bagi tubuh.

Sebagai saran, saat ini sudah banyak produk-produk kesehatan yang berbahan baku daun sirih di pasaran, misalnya pasta gigi daun sirih. Didukung dengan teknik menyikat gigi yang tepat, penggunaan pasta gigi berdaun sirih ini dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi anda.

Sedangkan untuk kepentingan kesehatan bagian tubuh lainnya, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan standar ekstrak daun sirih yang aman dan nyaman untuk dikonsumsi manusia.

Anda dapat bertanya lebih dalam mengenai daun sirih kepada dokter yang juga ahli pengobatan herbal.

Senin, 26 Desember 2011

Keripik Sirih untuk Cegah Ejakulasi


Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta berhasil mengolah daun sirih menjadi keripik sirih yang ternyata mampu mencegah ejakulasi dini. Bahkan tak hanya mencegah ejakulasi dini, keripik sirih pun mampu merangsang saraf pusat dan daya pikir, meningkatkan gerakan peristaltik, dan meredakan dengkuran.

Novita Dewi Larassati, Urla Tri Wulanzani, Setia Paranita dan Dita Kristanti, inilah tiga mahasiswa yang berhasil membuat inovasi keripik sirih tersebut. Menurut Novita, inovasi barunya ini terpicu karena daun sirih sudah jarang dikonsumsi oleh masyarakat. Padahal dalam tradisi zaman dulu, daun sirih justru banyak dikonsumsi kaum wanita dengan tradisinya yang disebut menginang. Menginang adalah mengunyah daun sirih dengan gambir, pinang, dan kapur.

"Daun sirih memiliki banyak khasiat seperti mengatasi bau mulut, sariawan, dan menjadikan gigi kuat. Sangat disayangkan bila daun sirih tidak dikonsumsi oleh masyarakat," paparnya.

Dirinya melanjutkan, pemilihan keripik sebagai olahan daun sirih dimaksudkan agar daun sirih disukai semua kalangan. Keripik sirih adalah camilan sehat yang tak hanya enak, tetapi juga menyehatkan.

Sirih mengandung arecoline di seluruh bagian tanaman yang bermanfaat untuk merangsang saraf pusat dan daya pikir, meningkatkan gerakan peristaltik, dan meredakan dengkuran. Bahkan, daunnya mengandung eugenol yang mampu mencegah ejakulasi dini, membasmi jamur Candida albicans, dan bersifat analgesik atau meredakan rasa nyeri. Sirih pun mengandung tannin yang bermanfaat mengurangi sekresi cairan pada vagina, melindungi fungsi hati, dan mencegah diare.

Urla Tri Wulanzani menambahkan bahwa daun sirih mengandung bahan kimia seperti minyak asiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, karvacrok, eugenol, p-cymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, terpenena, fenil propada, tanin, dan sebagainya. "Karena kelengkapan kandungan senyawa kimia inilah daun sirih memiliki manfaat yang sangat luas sebagai bahan obat," ujar Urla.

Terkait dengan proses pembuatannya, keripik sirih membutuhkan bahan seperti daun sirih, tepung beras, garam, kemiri, ketumbar, kunir, telur, bawang putih, air, dan minyak goreng. Sementara itu, keripik sirih ini berhasil mendapatkan dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2011 di bidang kewirausahaan.