Tampilkan postingan dengan label bunga bangkai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunga bangkai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Maret 2013

Bunga bangkai setinggi empat meter mekar

Bengkulu.  Bunga bangkai atau Amorphopalus gigas setinggi empat meter mekar sempurna di kebun penangkaran milik Holidin dan keluarganya di Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Rabu.

"Tinggi bunga mencapai 4,35 meter. Sore ini mulai membuka kelopaknya dan kami perkirakan mekar sempurna besok (21/3)," kata Holidin di lokasi penangkaran miliknya di jalur lintas Kepahiang-Kota Bengkulu, Rabu.

Lokasi bunga mekar yang hanya berjarak 50 meter dari badan jalan membuat pengunjung dapat dengan mudah melihat bunga tersebut.

Holidin mengatakan terdapat empat jenis bunga bangkai atau penamaan lokal disebut bunga kibut yang ditangkarnya dan jenis gigas merupakan salah satu yang paling langka.

"Jenis gigas termasuk salah satu jenis paling jarang berbunga dibanding jenis titanum yang sudah sering memunculkan bunga," katanya.

Selain jenis gigas dan titanum, terdapat dua jenis bunga bangkai lain yang ditanamnya di lokasi penangkaran tersebut yakni jenis variabilis dan paenifolius.

Perbedaan empat jenis ini sangat kontras, termasuk jenis gigas dengan titanum yang sudah sering mekar di lokasi penangkaran milik keluarganya itu.

"Jenis gigas biasanya paling tinggi dibanding tiga jenis lainnya dan lama mekar juga lebih lama, hingga empat hari," tambahnya.

Sementara jenis titanum hanya mekar dalam sehari dan langsung kuncup lalu membusuk dan kembali memunculkan bagian vegetatif.

Pantauan di lapangan, lokasi bunga mekar itu dikunjungi banyak warga lokal, baik dari Kepahiang maupun Kota Bengkulu yang mengetahui informasi bunga mekar itu dari jejaring sosial.

Beberapa hari menjelang mekar, anggota Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu sudah menginformasikan dan mempromosikan keberadaan bunga tersebut melalui jejaring sosial facebook.

"Kami tidak memungut retribusi meski bunga ini mekar di lokasi penangkaran, hanya mengharapkan sumbangan sukarela dari pengunjung," katanya.

Dana tersebut kata dia akan digunakan untuk mengelola kebun penangkaran milik keluarga seluas 3 hektare yang selama ini dikelola swadaya.(ant)

Kamis, 14 Maret 2013

Bunga bangkai Indonesia akan dipamerkan di Korea

Bogor.  Satu bunga bangkai (Amorphopalus Titanum) koleksi Kebun Raya Bogor akan dikirim ke Korea Selatan untuk ditampilkan dalam pameran hortikultura internasional di negeri itu pada 27 April hingga 2 Mei mendatang.

"Ini pertama kalinya bunga bangkai diikutsertakan dalam pameran internasional di luar negeri," kata Kepala Bagian Humas Kebun Raya Bogor, Sofie Mursidawati, Rabu.

Menurut Sofie, bunga bangkai yang baru mekar pagi ini sekitar pukul 10.00 WIB tersebut tingginya 222 sentimeter dan lebar 75 sentimeter.

Bunga itu, lanjut dia, sudah disiapkan sejak setahun lalu untuk pameran di Korea Selatan. Sebelum dipamerkan, bunga itu akan terlebih dulu diawetkan oleh tim pameran.

Setelah pameran, bunga bangkai yang sudah diawetkan akan dibawa pulang ke Indonesia dan menjadi bagian koleksi Kebun Raya Bogor.

"Selama ini pengunjung melihat bunga bangkai terbatas, pada saat mekar saja. Dengan adanya koleksi ini, bisa melihat secara utuh dan langsung di Kebun Raya," katanya.

Selasa, 09 Agustus 2011

Bunga Rafflesia Mekar di Kawasan Hutan Mukomuko












Mukomuko, Bengkulu
. Bunga raflesia arnoldi mekar dalam kawasan hutan tepatnya berada di Desa Talang Baru, Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

"Kami menemukan bunga raflesia arnoldi pada Minggu (7/8) pukul 15.30 WIB saat sedang memasang perangkap burung," kata Yakub di Mukomuko, Selasa.

Yakub mengatakan, warga yang pertama kali menemukan bunga raflesia arnoldi itu adalah Nur Arifin (30).

Saat pertama kali ditemukan oleh sejumlah warga desa itu, lanjutnya, tidak ada hal yang istimewa karena tidak tahu yang ditemukan merupakan bunga raflesia arnoldi.

Tetapi setelah diabadikan menggunakan kamera telepon genggam dan di bawa pulang ke desa untuk diperlihatkan kepada warga lain, akhirnya mereka yakin bunga besar itu merupakan raflesia arnoldi.

Setelah yakin bunga yang ditemukan itu merupakan raflesia arnoldi, selanjutnya Dan Ramil Kecamatan Ipuh, Kapten Inf Edi Prayitno melalui Bakor Malin Deman Serka Yakup Suseno, bersama-sama dengan warga melihat secara langsung lokasi penemuan itu.

Di lokasi penemuan bunga raflesia arnoldi ditemukan banyak sekali bonggol bunga itu. Bahkan mekarfnya bunga raflesia arnoldi di kawasan hutan daerah itu bukan untuk pertama kali.

"Sebelumnya sudah ada bung raflesia yang mekar denga ukuran yang jauh lebih besar dari ukuran sekarang karena ditemukan sisa bunga yang telah membusuk," kata Yakub.

Kepala Desa Tanjung Jaya M. Yusak mengatakan masih ada satu bunga raflesia arnoldi yang akan mekar di lokasi yang sama.

Menrut Yusak lokasi penemuan bunga langka tersebut cukup curam dengan kemiringan berkisar 70 derajat. Untuk sementara ini bunga Raflesia yang baru mekar hanya satu berukuran sekitar 60 centimeter dengan tinggi 20 centimeter dengan warga warna merah muda pucat.

Sedangkan satu bunga lagi diperkirakan bakal mekar dalam waktu dekat ini. Selain itu juga masih banyak puluhan bonggol bunga raflesia dilokasi tersebut.(ant)