BLOG Ricky Untuk Pertanian. Blog ini memuat tentang pertanian secara umum dan ada tambahan dari berita pertanian, tips ampuh berhubungan dengan pertanian, lowongan kerja bidang pertanian dan resep makanan-minuman dari hasil pertanian. Yang pasti Pertanian Untuk Negeriku Tercinta Indonesia.
Minggu, 20 November 2011
Berita Pertanian : Usai Beras Thailand, Bulog Jabar Tambah Beras dari Vietnam
Kepala Divisi Regional (Divre) Bulog Jabar Usep Karyana mengakui, dari 30 ribu ton stok beras untuk kegiatan OP dan Raskin, sebagian di antaranya merupakan impor dari Thailand dan Vietnam.
"Stok beras untuk OP dan Raskin masih sekitar 30 ribu ton. Dengan rincian, 200 ton impor dari Thailand. Dan, sisanya impor dari Vietnam, serta pengadaan sendiri," ujarnya, Senin (21/11).
Namun, Usep enggan menyebutkan jumlah total impor beras dari Vietnam dengan alasan belum dipasarkan. "Yang jelas kami (kembali) menerima impor dari Vietnam. Soal jumlahnya belum bisa kami ungkapkan sekarang," jelas Usep.
Menurutnya, kebijakan impor itu sifatnya vertikal, Bulog di daerah, provinsi, kabupaten, dan kota hanya melaksanakan tugas, yaitu memasarkan sesuai kebutuhan. "Sekarang ini banyak yang beranggapan seolah Bulog di daerah yang berwenang membeli beras impor. Itu, penilaian yang keliru," tandasnya.
Usep menjelaskan orientasi pengadaan beras impor khusus untuk kegiatan OP dan Raskin, selain menekan harga di pasaran. "Karena harga beras di pasaran kini tergolong normal. Karena itu, kami tidak akan memasarkan beras impor tersebut," kata Usep.
Sebelumnya, Divre Bulog Jabar memasarkan beras impor asal Thailand melalui OP ke sejumlah pasar tradisional di Bandung dan sekitarnya, dengan harga bervariatif, yaitu antara Rp6.100 hingga Rp6.450 per kilogram. Kebijakan Bulog itu sempat ditolak Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Jabar.
Melalui ketua pelaksana harian Entang, HKTI Jabar menolak kebijakan Bulog yang telah memasarkan beras impor ke sejumlah pasar trsdisional, serta beberapa lokasi lainnya.
Menurutnya, ini sama dengan membunuh petani lokal. Sebaliknya, pemerintah pusat, melalui Bulog yang ada di daerah (provinsi, kota dan kabupaten), menyuburkan petani di luar negeri. Hal ini dinilai sebagai kebijakan yang keliru.
Rabu, 07 September 2011
Berita Pertanian : Beras Impor Thailand akan Masuk Oktober

JAKARTA. Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, impor beras dari Thailand akan masuk pada bulan Oktober. Sementara ini, realisasi impor berasal dari Vietnam
"Impor kita yang sudah tanda tangani, (yaitu) kontrak 800.000 ton. Dari Vietnam 500.000 ton, dari Thailand 300.000 ton. Itu bulog sudah teken kontrak dengan dua negara itu," ujar Sutarto di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (7/9/2011).
Untuk realisasi impor, akan masuk lebih dari 200.000 ton hingga September ini, yang berasal dari Vietnam. "Karena Vietnam lebih dulu kita kontrak (dari) yang 500.000 ton. Thailand masuknya mulai Oktober," tambah Sutarto.
Ia pun menyebutkan, beras impor sudah masuk ke Palembang sebanyak 3.800 ton. Beras impor tersebut pun sudah masuk ke Sumatra Barat dan Surabaya. Namun, ia tidak menyebutkan jumlah detailnya. Sutarto menambahkan, realisasi impor beras ini akan berlangsung sampai dengan Desember 2011.