BLOG Ricky Untuk Pertanian. Blog ini memuat tentang pertanian secara umum dan ada tambahan dari berita pertanian, tips ampuh berhubungan dengan pertanian, lowongan kerja bidang pertanian dan resep makanan-minuman dari hasil pertanian. Yang pasti Pertanian Untuk Negeriku Tercinta Indonesia.
Rabu, 24 April 2013
Panen Dini Bawang Merah
Senin, 19 Maret 2012
Bawang Impor Banjiri Pasar di Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG. Bawang impor asal Vietnam, Thailand, dan China membanjiri berbagai pasar di Bandar Lampung. Bawang-bawang ini dijual sangat murah, Rp 6.000 - Rp 10.000 per kilogram.
Hal itu terungkap berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandar Lampung, Senin (19/3/2012).
Bawang-bawang impor ini dijual baik eceran maupun grosiran. Di Pasar Smep, bawang impor asal Thailand dijual eceran Rp 10.000 per kg. Sementara, di Pasar Pasir Gintung, bawang merah asal Vietnam dijual Rp 6.000 per kg. Sementara bawang putih asal China Rp 7.000 per kg.
Menurut Sunaryo (32), pedagang di Pasir Gintung, bawang impor ini sudah masuk ke pasaran sejak 3 bulan lalu. Bawang impor ini masuk karena pasokan bawang dari Brebes sedang tersendat.
Dibandingkan bawang asal Brebes, ucapnya, harga bawang impor ini jauh lebih murah dan stabil. "Kalau harga bawang asal Brebes tidak stabil, naik turun," tuturnya. Namun, para pembeli kurang menyukai bawang impor ini. "Bawang (impor) ini kurang harum dan kurang sedep dibanding Brebes," ujar Eni (50), salah seorang pembeli.
Jumat, 20 Januari 2012
Berita Pertanian : Asosasi petani bawang merah akan mengadu ke DPR

Pekanbaru. Asosiasi Petani Bawang Merah Indonesia dan Dewan Bawang Nasional akan mengadukan problematika "perbawangan nasional" ke Komisi VI, pada 24 Januari 2012.
"Kami telah mendapat pemberitahuan resmi bahwa mereka akan datang membahas kebijakan impor bawang merah dan nasib petani bawang Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi Perdagangan, Perindustrian dan BUMN, Aria Bima, kepada ANTARA, Sabtu
Melalui jejaring komunikasi, politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, ada tiga kelompok masyarakat "perbawangan" dan satu dewan nasional yang bakal hadir dalam pertemuan tersebut.
"Ketiga kelompok itu, yakni, Asosiasi Petani Bawang Merah Cirebon, Asosiasi Petani Bawang Merah Brebes, Asosiasi Petani Bawang Merah Indonesia, dan Dewan Bawang Nasional," ungkapnya.
Intinya, demikian Aria Bima, para petani produsen bawang merah Indonesia kini benar-benar menuntut suatu keadilan dari para pemegang otoritas kebijakan.
"Pasalnya, kebijakan impor bawang merah sepertinya kurang mempedulikan lagi nasib petani bawang merah Indonesia. Nanti kami bahas semuanya dalam pertemuan yang berlangsung mulai sekitar pukul 10.00 WIB di ruang Komisi VI," ujar Aria Bima.
Berita Pertanian : Asosasi petani bawang merah akan mengadu ke DPR
"Kami telah mendapat pemberitahuan resmi bahwa mereka akan datang membahas kebijakan impor bawang merah dan nasib petani bawang Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi Perdagangan, Perindustrian dan BUMN, Aria Bima, kepada ANTARA, Sabtu
Melalui jejaring komunikasi, politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, ada tiga kelompok masyarakat "perbawangan" dan satu dewan nasional yang bakal hadir dalam pertemuan tersebut.
"Ketiga kelompok itu, yakni, Asosiasi Petani Bawang Merah Cirebon, Asosiasi Petani Bawang Merah Brebes, Asosiasi Petani Bawang Merah Indonesia, dan Dewan Bawang Nasional," ungkapnya.
Intinya, demikian Aria Bima, para petani produsen bawang merah Indonesia kini benar-benar menuntut suatu keadilan dari para pemegang otoritas kebijakan.
"Pasalnya, kebijakan impor bawang merah sepertinya kurang mempedulikan lagi nasib petani bawang merah Indonesia. Nanti kami bahas semuanya dalam pertemuan yang berlangsung mulai sekitar pukul 10.00 WIB di ruang Komisi VI," ujar Aria Bima.
